12/09/2026
Penelantaran Bendung Barang di Desa Banyumeneng, Mranggen, yang tidak tersentuh normalisasi selama hampir 45 tahun memicu dampak ganda bagi warga.
Selain memicu gagal panen di ratusan hektare lahan pertanian saat kemarau, sedimentasi parah di bendungan tersebut juga kerap menyebabkan banjir saat musim hujan.
Kepala Desa Sumberejo, Muhibullah, membeberkan bahwa tidak optimalnya fungsi Bendung Barang berdampak langsung pada sedikitnya 500 hektare lahan pertanian yang tersebar di wilayah Kecamatan Mranggen dan Karangawen.
“Dampaknya dari kurang maksimalnya fungsi Bendung Barang ini, tidak bisa mengairi warga masyarakat. Kalau musim kemarau seperti saat ini, mengakibatkan gagal panen,” ujarnya, 8/9/2026.
Menurutnya, pendangkalan hebat membuat aliran bendung rusak sehingga gagal menyuplai air ke Desa Banyumeneng, Batur, Sumberejo, Kangkung, dan Kalitengah di Kecamatan Mranggen.
Dampak kekeringan juga meluas hingga Desa Margohayu, Wonosekar, dan Teluk di Kecamatan Karangawen.
“Sampai saat ini Bendung Barang mengalami sedimentasi parah. Akhirnya bendung rusak dan tidak bisa mengairi aliran desa-desa di sekitarnya,” kata Muhibullah.
Tak berhenti pada krisis air saat kemarau, dampak tidak dilakukannya pengerukan bendung juga memicu petaka saat musim penghujan tiba.
Hilangnya kapasitas tampung air akibat lumpur sedimentasi membuat luapan air kerap merendam pemukiman warga.
“Kalau musim penghujan, tidak bisa menyimpan air dan terjadi banjir. Yang terutama terkena itu wilayah Kebonbatur. Tahun kemarin juga sudah masuk ke wilayah Banyumeneng. Gara-gara sedimentasi yang tinggi itu,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah agar segera melakukan tindakan pengerukan secara menyeluruh.
“Harapan kami segera dikeruk dan dinormalisasi,” tegas Muhibullah.
Desakan serupa disuarakan oleh Hambali, warga Sumberejo. Ia menyayangkan terlantarnya infrastruktur vital pengairan yang menjadi kunci keberhasilan panen para petani.
“Bagaimana bisa mewujudkan Asta Cita Presiden terkait ketahanan pangan kalau petaninya tidak diperhatikan? Kami berharap
Via Lingkarjateng