06/06/2026
Rencana relokasi lahan mangrove seluas 48 hektar yang terdampak pembangunan kolam retensi dalam proyek Jalan Tol Semarang-Demak hingga kini belum terealisasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih mencari lokasi yang dinilai memiliki peluang keberhasilan bagi pertumbuhan mangrove.
Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Konservasi Sumber Daya Alam Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Pujiharini mengatakan, pihaknya masih membahas penggantian lahan mangrove terdampak proyek bersama pihak pengelola jalan tol.
"Relokasi yang komprehensif itu memang belum. Saat ini masih dalam proses mencari lokasi yang tepat karena tidak bisa dipaksakan di lokasi yang tingkat tantangannya tinggi," kata Rini ditemui di sela diskusi WALHI Jateng di Hotel Candi Indah Semarang, Kamis 4/6/2026.
Dia menyoroti pentingnya penentuan lokasi pengganti karena tujuan utama relokasi bukan sekadar mengganti luasan mangrove yang hilang, melainkan memastikan tanaman dapat tumbuh dan bertahan dalam jangka panjang.
Sejumlah lokasi di wilayah pesisir Demak sempat dipertimbangkan sebagai area pengganti.
"Demak itu tantangannya tinggi seperti Bedono. Jadi kami harus memilih lokasi yang memang nanti tingkat keberhasilannya tinggi. Jangan sampai sudah ditanam tetapi gagal tumbuh," ujarnya.
Rini mengatakan koordinasi dengan pihak pengelola jalan tol terus berjalan agar kewajiban penggantian mangrove dapat segera direalisasikan.
"Kami terus berkomunikasi dengan pihak jalan tol supaya penggantian itu bisa segera dilaksanakan. Karena memang mangrove yang terdampak harus tetap diganti," katanya.
DLHK Jateng juga berencana melakukan pendampingan setelah penanaman dilakukan.
"Yang penting bukan hanya menanam, tetapi memastikan mangrove itu tumbuh. Karena itu lokasi dan perawatannya harus benar-benar diperhatikan," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Widi Hartanto menyampaikan pengelola jalan tol sudah berkomitmen melakukan penanaman mangrove untuk mengganti puluhan hektar area tergusur.
"Sudah ada komitmen saat pembahasan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) bahkan sudah ditindaklanjuti mencari lokasi lain untuk ditanami oleh pengelola jalan tol. Nanti kita dampingi dari LH dan cabang dinas kami di wilayah Demak," tutur Widi saat dikonfirmasi, Selasa 14/1/2025.
DLHK Jateng sempat menyiapkan lahan pengganti seluas 46 hektar yang tersebar di sekitar proyek tol laut.
Di antaranya Sidogemah 8 hektar, Kalimati 7 hektar, Terboyo Kulon 20 hektar, dan sisanya 11 hektar lahan masih dicari.
Pihaknya telah mengecek lahan pengganti di Sidogemah, Demak dan Tanjungmas, Semarang.
Meski demikian, hingga kini penetapan lokasi relokasi secara menyeluruh belum dilakukan.
Via Kompascom