Lintas Pantura- LP

Lintas Pantura- LP Informasi seputar pantura, kejadian, kuliner, sejarah, pemerintahan, hingga ekonomi

12/06/2026

Kec*lak4an di Jalan Kudus-Pati, Suzuki Carry Oleng Serudvk Dua Motor

Sebuah mobil Suzuki Carry bernopol K1314PK oleng dan menabrak dua pengendara motor, yang mengendarai Honda Vario nopol K 6335 RR dan Yamaha Soul nopol K 6169 KL.

Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, tiga orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat kecelakaan tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kudus, Ipda Moh Jafar menjelaskan, peristiwa bermulasaat mobil Suzuki Carry yang dikemudikan HS (63), warga Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus mendadak oleng ke kiri saat melaju dari Pati ke Kudus dengan kecepatan sedang.

Pada saat bersamaan, terdapat motor Honda Vario nopol K 6335 RR yang dikendarai S (51), wrga Jepangpakis, Jati dan Yamaha Soul nopol K 6169 KL dikendarai B (59), warga Tumpangkrasak, Jati sedang berhenti di depan gang.

”Di sisi kiri terdapat dua kendaraan sepeda motor yang sedang berhenti tepat di depan gang. Akibatnya mobil menabrak dua kendaraan tersebut karena tidak berkonsentrasi,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Setelah menabrak dua kendaraan itu, mobil kemudian mengantam pohon yang berada di pinggir jalan. Mobil tersebut sempat terpental hingga terguling di pinggir jalan.

M4y4t Bayi Baru Lahir ditemukan di Kali Anyar SoloSolo - Mayat bayi lelaki ditemukan warga di aliran Kali Anyar, Kampung...
29/04/2026

M4y4t Bayi Baru Lahir ditemukan di Kali Anyar Solo

Solo - Mayat bayi lelaki ditemukan warga di aliran Kali Anyar, Kampung Sabrang Lor, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Bayi tersebut diperkirakan baru dilahirkan saat dibuang.
Kapolsek Jebres Kompol Murtiyoko mengatakan penemuan mayat bayi itu ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB tadi. Setelah menerima laporan dari warga, polisi bersama tim medis dan relawan segera mendatangi lokasi penemuan.

"Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan baru berumur sekitar satu hari dan saat ditemukan masih terdapat tali pusar," kata Murtiyoko saat dihubungi awak media, Rabu (29/4/2026).

Murtiyoko mengatakan, mayat bayi itu pertama ditemukan oleh pemancing bernama Mei. Jasad bayi tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Moewardi Solo.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk proses identifikasi," pungkasnya.

Sc : detik jateng

Meriah!!! Ribuan Penari Kipas Tumplek Blek di Titik Nol Kota SoloSolo - Suasana depan Balai Kota Solo mendadak riuh dan ...
29/04/2026

Meriah!!! Ribuan Penari Kipas Tumplek Blek di Titik Nol Kota Solo

Solo - Suasana depan Balai Kota Solo mendadak riuh dan berwarna, sore tadi. Sebanyak 1.700 penari tumplek blek ke jalan untuk merayakan gelaran tahunan Solo Menari 2026 dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia.
Solo Menari 2026 dimulai sekira pukul 15.00 WIB. Ribuan penari dari berbagai usia tampil kompak membawakan tari kolosal dengan properti kipas. Tak hanya warga lokal, peserta juga datang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

Direktur Program Solo Menari, Heru Mataya, menjelaskan tema kipas dipilih karena memiliki filosofi mendalam dan kedekatan dengan tradisi berbagai daerah di Nusantara.

"Kipas menjadi sumber inspirasi dari riset panjang. Ini tarian kontemporer namun berangkat dari akar tradisi. Kita ingin melihat bagaimana para penari mengekspresikan ragam kipas dari berbagai daerah," kata dia di lokasi, Rabu (29/4/2026).

Heru menyebut bahwa gelaran Solo Menari kali ini membawa semangat inklusi yang kuat. Tercatat, ada penari termuda berusia 4 tahun dan yang paling senior berusia 84 tahun.

"Solo Menari dalam panggung kolosal ini sebenarnya adalah panggung inklusi. Ada 72 penyandang disabilitas yang terlibat, bahkan ada penari Bedaya dari teman-teman penyintas kanker," ujar Heru.

Salah satu peserta asal Bandung, Aurel Tabia Zhara, mengaku memboyong timnya yang berjumlah 10 orang dari sanggar tari di Bandung. Demi tampil maksimal di hadapan publik Solo, ia dan timnya harus berlatih intensif di kota asal mereka.

"Latihannya pas di Bandung. Kalau yang untuk tampil di panggung itu satu minggu, tapi kalau persiapan untuk tari kolosalnya sudah dua minggu," ujar Aurel saat ditemui di sela acara.

Aurel yang sudah dua kali mengikuti ajang Solo Menari mengaku tantangan terberat adalah menyatukan gerakan dengan ribuan orang lainnya.

"Kesulitannya mungkin waktu melatih kekompakan ya," tambahnya.

Meski harus menempuh perjalanan jauh, ia merasa senang karena bisa mengenal budaya Solo lebih dekat.

"Seru, tambah experience, teman baru, dan jadi kenal sama budaya sini," ungkapnya.

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, yang turut terjun langsung menari bersama jajaran Forkopimda mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat.

"Sangat meriah, gabungan dari beragam unsur di Kota Surakarta. Mulai dari sanggar, sekolah, hingga komunitas bersatu padu di titik nol Kota Solo," kata Astrid.

Ia menambahkan, keterlibatan lebih dari 1.700 penari serta sarasehan yang diikuti 70 sanggar menjadi sinyal positif bagi pelestarian budaya.

"Ini kebanggaan kita bersama. Harapannya, Solo Menari semakin meneguhkan kembali posisi Solo sebagai kota budaya yang kaya akan sejarah," ujar dia.

Sc : detik jateng

Prabowo Segera Resmikan Puluhan Ribu Koperasi Merah PutihCilacap - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan ...
29/04/2026

Prabowo Segera Resmikan Puluhan Ribu Koperasi Merah Putih

Cilacap - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan mengerjakan puluhan proyek besar di tahun ini. Prabowo juga menyatakan akan segera meresmikan ribuan Koperasi Merah Putih.
Hal itu disampaikan Prabowo saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap 2 di kompleks Kilang Pertamina Cilacap, hari ini.

"Tahun ini mungkin kita mulai, mungkin 30-40 proyek besar. Sebentar lagi kita akan resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih, kemungkinan 2-3 minggu lagi," kata Prabowo di Cilacap, Rabu (24/4/2026).

Setelah peresmian tahap awal tersebut, Prabowo mengatakan, pemerintah akan melanjutkan peresmian skala besar dalam beberapa bulan ke depan.

"Sesudah itu 2-3 bulan lagi kita akan resmikan lebih dari 25 ribu koperasi. Koperasi bukan di atas kertas, koperasi fisik. Ada gudang, cold storage, pendingin, ada kendaraan, banyak yang nanti akan punya pengering," ujar Prabowo.

"Coba dibuka dalam sejarah dunia, ada tidak 25 ribu atau 30 ribu koperasi bisa dibangun dan diselesaikan dalam satu tahun?" sambungnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung kondisi petani, nelayan, dan buruh yang menurutnya belum menikmati kesejahteraan secara optimal.

"Sudah terlalu lama petani-petani Indonesia, nelayan-nelayan Indonesia, buruh-buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak," katanya.

Prabowo juga menyoroti pihak-pihak yang dinilai kurang memiliki komitmen dalam mengelola sumber daya alam, meski telah mendapat berbagai fasilitas dari negara.

"Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah. Tapi mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia," ucapnya.

Prabowo menegaskan, pemerintah ingin memastikan kekayaan nasional tetap berada di dalam negeri dan dinikmati rakyat.

"Saya menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia," tegasnya.

Sc : detik jateng

Fakta-fakta Terkini Kec×lak×an Kereta di Bekasi, Termasuk Dugaan PenyebabnyaJakarta - Kecelakaan kereta api (KA) jarak j...
28/04/2026

Fakta-fakta Terkini Kec×lak×an Kereta di Bekasi, Termasuk Dugaan Penyebabnya

Jakarta - Kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 7 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Dirangkum detikcom, Selasa (28/4/2026), kecelakaan terjadi pukul 20.50 WIB pada Senin (27/4) malam. Kecelakaan kereta terjadi tepatnya di Stasiun Kereta Bekasi Timur. Berikut fakta-fakta terkininya:

Tabrakan Keras Sampai Tembus Gerbong KRL
Tabrakan dua kereta antara KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi sangat keras. Tabrakan keras ini sampai membuat KA jarak jauh menembus gerbong KRL.

Dari video yang diunggah akun YouTube , KA Argo Bromo semula berjalan tanpa hambatan. Namun tiba-tiba tabrakan keras terjadi.

Perekam kemudian keluar dari KA Argo Bromo. Kereta tersebut menabrak KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam tayangan live itu, terlihat KA Argo Bromo menembus gerbong belakang KRL. Gerbong KRL itu rusak parah.

Gerbong Wanita Hancur
Gerbong belakang KRL itu merupakan gerbong wanita. Gerbong wanita itu sampai hancur.

Seorang warga bernama Andi menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan itu. Andi mengatakan KRL yang tertabrak itu merupakan gerbong wanita di posisi paling belakang.

"Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang," ujar Andi (42), di Stasiun Bekasi Timur, dikutip Antara, Senin (27/4).

Penumpang Pecahkan Kaca Selamatkan Diri
Kepanikan penumpang pun terjadi saat kecelakaan. Penumpang sampai harus memecahkan kaca saat terjebak di gerbong kereta.

Salah seorang penumpang bernama Rendi Pangestu mengatakan dirinya baru p**ang bekerja menaiki KRL dari arah Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel). Saat tabrakan terjadi, penumpang kereta, termasuk Rendi, sampai terpental.

"Saya ngobrol sama kakek-kakek, baru dua kalimat saya lontarkan tiba-tiba guncangan terjadi ditabrak kereta. Saya rasa kenceng banget itu karena kayaknya yang berada di 4-5 gerbong itu sampai mental gimana orang yang paling belakang," kata Rendi saat dihubungi, Senin (27/4).

Taksi Tertemper KRL Sebelum Tabrakan Kereta
Ada insiden taksi tertemper di lintasan kereta yang terjadi sebelum kecelakaan ini. Dalam laporan akun TMC Polda Metro dilaporkan kecelakaan terjadi pukul 20.50 WIB, Senin (27/4). Taksi itu berhenti di tengah-tengah lintasan kereta. KRL pun berhenti di samping taksi tersebut.

Di Stasiun Bekasi Timur, ada KRL lain yang terhenti karena insiden taksi tertemper. Namun saat itu, KRL di Stasiun Bekasi Timur tertabrak KA Argo Bromo Anggrek. Gerbong wanita rusak parah akibat hantaman keras.

Green SM Buka Suara soal Taksi Tertemper KRL
Green SM Indonesia angkat bicara terkait hal tersebut. Green SM memastikan pihaknya kooperatif dalam mengusut penyebab insiden kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur diduga awalnya dimulai dengan tertempernya taksi.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," ujarnya dalam postingan Instagram .greensm.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," katanya.

Dugaan Penyebab Kecelakaan
Dalam kesempatan yang sama, Dirut KAI Bobby Rasyidin menyampaikan hasil identifikasi sementara menunjukkan bahwa insiden tabrakan ini diawali adanya peristiwa sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Hal ini ditengarai menimbulkan gangguan pada perlintasan.

"Perlu saya sampaikan juga kejadian ini di jam kurang jam 21.00 WIB kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu. Sementara itu kronologinya," ungkap Bobby.

Di lain sisi, Bobby tetap masih menunggu hasil mendalam dari KNKT untuk penyebab pasti insiden tabrakan ini.

"Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini," tuturnya.

Evakuasi dari Malam Sampai Pagi
Evakuasi dilakukan Tim Basarnas dari Senin (27/4) malam sampai Selasa (28/4) pagi. Evakuasi dilakukan karena ada korban yang terjepit di kereta.

"Masih ada beberapa korban yang masih dinyatakan hidup, namun kondisinya masih dalam kondisi terjepit sehingga kita akan berupaya untuk secepat mungkin bisa memisahkan antara logam-logam yang menjepit dan kita bisa evakuasi korban," ujar Kepala Basarnas M Syafii di lokasi.

Syafii menyebut pihaknya melakukan pemotongan gerbong untuk memudahkan evakuasi. Evakuasi dilakukan dari malam hingga pagi hari.

7 Meninggal Dunia-81 Luka-luka
Dilaporkan pada 06.34 WIB pagi ini, sebanyak tujuh penumpang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta ini. Sementara itu 81 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

"Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang," ungkap Bobby.

3 Korban Terjepit Berhasil Dievakuasi
Sisa tiga korban yang sempat terjebak di dalam gerbong KRL tabrakan di Stasiun Bekasi Timur berhasil dievakuasi. Ketiganya berhasil di evakuasi pagi ini.

"Barusan yang terevakuasi 3. Kita hanya menyerahkan ke tim medis," jelas Kabasarnas Mayjen M Syafii kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/4).

Syafii mengatakan belum bisa memastikan apakah masih ada korban tersisa di dalam rangkaian. Sampai saat ini, kata dia, Basarnas masih terus memastikan terkait kepastian seluruh korban telah di evakuasi.

"Kita belum bisa memastikan tapi yg pasti sudah barusan. Tiga hidup sudah berhasil kita evakuasi. Kita akan meyakinkan apakah ada sisa korban di dalam kereta," imbuhnya.

Sc : detik com

Kasus Penitipan An×k, kesaksian Ortu korban: 'Anak2 diik4t kaki dan tangan, tidak pakai baju, dan hanya pakai popok'Komi...
28/04/2026

Kasus Penitipan An×k, kesaksian Ortu korban: 'Anak2 diik4t kaki dan tangan, tidak pakai baju, dan hanya pakai popok'

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus dugaan kekerasan yang menimpa setidaknya 53 anak di tempat penitipan (daycare) Little Aresha di Yogyakarta, merupakan fenomena "gunung es".

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, mengklaim, berdasarkan pengamatan lembaganya, dari 3.000-an daycare di Indonesia banyak yang tak mengantongi izin dan tak terpantau oleh pemda. Sehingga, dugaannya, kemungkinan besar terjadi penganiayaan bahkan kekerasan pada anak.

Itu mengapa, dia berharap peristiwa di Yogyakarta menjadi pemicu bagi pemda "jemput bola" mengurus izin usaha dan izin operasional mereka.

Dalam perkembangan terbaru, Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka yang terdiri dari kepala yayasan Little Aresha, kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh. Mereka dijerat pasal berlapis terkait perlindungan anak.

Seorang orang tua korban, Noorman Windarto, mengaku sudah hampir empat tahun memercayakan kedua anaknya ke pihak yayasan. Kini, dia dan istrinya berharap kasus tersebut diusut tuntas. Untuk pelaku kekerasan, dia meminta dihukum semaksimal mungkin sesuai perbuatannya.

Seperti apa kronologinya?
Kasus dugaan kekerasan yang terjadi di daycare Little Aresha, Yogyakarta, bermula dari adanya laporan mantan karyawan yayasan itu ke Polresta Yogyakarta yang merasa tindakan para pengasuhan kepada anak-anak tidak manusiawi.

Laporan tersebut lantas ditindaklanjuti oleh polisi yang menggerebek lokasi tempat penitipan anak itu di Kawasan Sorosutan, Umbulharjo, pada Jumat (24/04).

Kasatreskrim Polres Yogyakarta, Rizki Adrian, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah bukti terkait perlakuan tidak manusiawi yang dimaksud.

"Tindakan itu di antaranya ada anak-anak yang diikat kakinya, tangannya diikat, dan beberapa dari anak di sana mengalami luka-luka," ucap Rizki Adrian seperti dilansir dari Kompas.com.

Tak cuma itu, anak-anak itu ditempatkan di ruangan yang sangat sempit.

"Ada tiga kamar ukuran sekitar 3x3 meter persegi, tetapi diisi 20 anak untuk satu kamar," katanya dan menambahkan anak-anak tersebut diduga mengalami penelantaran ekstrem dan dibiarkan begitu saja meski dalam kondisi sakit.

Dari hasil pemeriksaan, total ada 103 anak yang terdaftar di daycare tersebut, dan setidaknya 53 anak terindikasi menjadi korban kekerasan fisik.

Mayoritas korban, tambahnya, berada pada rentang usia di bawah 2 tahun, bahkan ada yang masih berusia 0 hingga 3 bulan.

Sejak Jumat malam hingga Sabtu sore, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta menangkap sekitar 30 orang untuk diperiksa.

Mereka di antaranya adalah pengasuh hingga pejabat yayasan yang menaungi daycare Little Aresha.

Pada Minggu (26/04), Polresta Yogyakarta resmi menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, berkata belasan orang tersebut meliputi: kepala yayasan Little Aresha, kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait perlindungan anak, yakni Pasal 76 a Jo Pasal 77, atau Pasal 76 b Jo Pasal 77 b, atau Pasal 76 c Jo Pasal 80 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pasalnya terkait tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif, atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak," kata Kapolresta.

'Anak saya mengalami luka di dagu dan lebam di tangan'
Salah satu orang tua anak, Noorman Windarto, bercerita baru mengetahui tindakan kekerasan di Little Aresha, tempat dia menitipkan dua anaknya, pada Jumat lalu.

Waktu itu, dia mengaku tidak tahu ada penggerebekan polisi. Sampai seorang temannya memberikan kabar lewat sambungan telepon.

"Saya ditelepon, kata teman saya, 'Tolong segera jemput adik dari penitipan'," ucapnya menirukan perkataan temannya.

"Saya balik tanya, 'Kenapa, kenapa?'. Dijawab, 'Pokoknya segera ke sini, sudah banyak polisi, banyak aparat menggerebek'."

"Kami lalu diperlihatkan video pada saat penggerebekan, ternyata anak-anak diikat (kaki dan tangan), tidak pakai baju dan hanya pakai popok," ungkap Noorman.

Pria 42 tahun ini mengatakan, pertama kali menitipkan anaknya ke Little Aresha pada 2022, ketika putrinya baru berumur 2 tahun. Setelah itu, anak keduanya yang laki-laki, juga ia titipkan di tempat yang sama pada 2024, saat usianya masih 3 bulan.

Itu artinya, sudah hampir empat tahun, Noorman memercayakan kedua anaknya kepada pihak daycare.

Noorman dan istri yang sama-sama bekerja, memilih Little Aresha karena lokasinya tidak jauh dari rumah mereka tanpa mengecek lebih dulu perizinannya.

Selain itu, Noorman menilai fasilitas yang disediakan cukup mendukung untuk tumbuh kembang anak.

"Fasilitas-fasilitas yang ditawarkan mulai dari kamar ber-AC, kemudian tempat tidur, ada fasilitas makan siang, ada beberapa aktivitas permainan juga. Makanya, kami tergiur karena jujur saja branding-nya di Little Aresha itu sangat bagus," ujarnya.

"Ketua yayasannya yang saat ini apa diperiksa itu, body language-nya sangat bagus ketika menerima anak kami, berkomunikasi sangat lembut sekali, kemudian komunikatif. Di balik itu ternyata kami tidak menyangka bahwa di penitipan itu anak-anak diperlakukan tidak layaknya manusia," keluhnya.

Pada 2022, biaya untuk penitipan anaknya sebesar Rp900.000 per bulan. Tapi, mulai tahun ini naik menjadi Rp1 juta.

Namun begitu, Noorman sebetulnya sudah merasa ada yang tidak beres dengan daycare tersebut. Kejanggalan itu terjadi kala anaknya yang pertama mengalami luka di dagu dan lebam di tangan.

Ia kemudian menanyakan perihal luka itu kepada pengasuhnya, tapi responnya sangat lambat. Apalagi, klaimnya, tidak ada grup percakapan antara orang tua anak dengan pengasuh.

Komunikasi yang terjalin hanya "satu pintu" antara orang tua dengan ketua yayasan.

"Akhirnya kesimp**annya, 'Oh itu luka sudah dari rumah'. Jadi beberapa kali kami konfirmasi atau minta penjelasan dibuat seolah-olah luka itu berasal dari sebelum masuk daycare…"

"Atau (karena) terbentur mainan atau saat bermain sama teman-temannya, alibinya seperti itu," tutur Noorman.

Noorman juga bercerita, setiap pagi selalu membawakan bekal makanan sehat untuk kedua buah hatinya. Setiap hari p**a, sambungnya, pengasuh selalu memberikan laporan kalau bekal mereka habis dimakan.

Tapi, kenyataannya, berat badan sang anak tidak mengalami perkembangan hingga berusia 2,5 tahun. Hampir setiap bulan, anaknya juga mengeluh sakit dan diperiksa ke dokter.

Hasil pemeriksaan dokter yang terakhir menyebutkan anaknya mengidap pneumonia atau infeksi akut pada paru-paru. Mulanya, ia tak menaruh curiga adanya tindakan buruk dari pihak daycare dan menduga anaknya tertular dari anak lain di sana.

"Tapi kok tiap hari, tiap hari, tiap hari dan sampai rumah itu kalau habis dijemput itu selalu mengeluh masih lapar, minta makan, minta minum, minta susu..."

"Kami kadang-kadang membatasi susu formula karena di sekolah (daycare) sudah diberikan dua kali, di rumah kok minta. Kami kasih selang berapa jam, nanti minta lagi. Ternyata kami enggak menyadari tanda-tanda itu ternyata ada kejanggalan," beber Noorman.

Kejanggalan lain, anaknya selalu menangis setiap mau dimandikan pada pagi hari sebelum diantar ke daycare. Namun, saat akhir pekan, anaknya tidak pernah merengek seperti itu.

Kini, Noorman dan istrinya berharap kasus tersebut diusut tuntas.

Untuk pelaku kekerasan, dia meminta dihukum semaksimal mungkin sesuai perbuatannya.

"Karena apa saya bilang, enggak manusiawi. Karena anak itu sudah dari kecil kami titipkan di situ. Anak kami, masa depan kami, dihancurkan di tempat itu. Tidak hanya anak saya sendiri, tapi ada puluhan anak balita yang di situ tidak manusiawi sekali."

"Kemudian untuk diri saya pribadi, tentunya menjadi introspeksi kami selaku orang tua. Kami juga melakukan pendampingan ke psikolog karena memang kami harus amankan dulu anak."

Lebih dari itu, dia berharap pemerintah kota Yogyakarta lebih aktif mengawasi tempat penitipan anak agar peristiwa serupa tidak terulang.

'Anak saya ada luka lebam dan benjolan di dahi'
Orang tua lainnya, Budiyanto, juga bercerita mulai menitipkan putrinya yang berusia 1,5 tahun di Little Aresha pada April 2025. Jika dihitung, sudah setahun anaknya berada di tempat penitipan tersebut.

Sejak awal, Budiyanto tak menaruh curiga. Dia mengaku percaya pada pemilik yayasan dan pengelola. Sebab, dia merasa program yang ditawarkan pihak daycare sangat bagus. Tempatnya juga disebut bersih serta ada fasilitas AC. Meskipun, dia belum pernah masuk ke dalam.

"Mungkin sudah terhipnotis, karena memang mulut manisnya seperti sales," kata Budiyanto.

Rasa percaya Budi bertambah ketika dia mencoba melihat ruang kelas.

Ia berkata, pernah datang melihat ruangan itu pada hari khusus yang telah diatur sebelumnya, semisal Sabtu atau Minggu. Dan, di dalam, dia melihat semuanya nampak normal.

Dengan fasilitas demikian, ia akhirnya rela membayar Rp1,5 juta per bulan untuk merawat sang anak. Namun, semua yang kelihatan baik-baik saja malah jauh dari kenyataan.

Setelah terjadi penggerebekan oleh Polresta Yogyakarta, Budiyanto dihubungi polisi untuk menjemput putri kecilnya.

Waktu itu, dia bilang sangat terkejut. Sebab, tempat penitipan anak tersebut tidak seperti yang dikatakan pihak pengelola.

"Di sana tidak manusiawi, seharusnya melindungi anak, ternyata sebaliknya," katanya geram. "Saya nge-blank, karena melihat kondisi anak-anak kami, pikiran cuma fokus ke anak."

Sebenarnya, Budiyanto pernah merasa curiga kala mendapat luka di p**i anaknya, luka lebam, atau benjolan di dahi. Tapi, saat ditanyakan ke pengelola daycare, mereka beralasan luka itu akibat digigit temannya sesama anak-anak.

"Pengakuan daycare digigit temannya. Kami merasa itu wajar saja karena anak kecil mungkin berantem," ungkapnya.

Sc : BBC Indonesia

Sederet Gempa Terjadi di Jateng Hari ini,Semarang - Gempa bumi terjadi di tiga wilayah Jawa Tengah pagi ini dalam waktu ...
27/04/2026

Sederet Gempa Terjadi di Jateng Hari ini,

Semarang - Gempa bumi terjadi di tiga wilayah Jawa Tengah pagi ini dalam waktu yang berbeda. Guncangan itu berada di wilayah Kendal, Kebumen, dan Banyumas.
Berikut data awal yang diperoleh dari BMKG:

Gempa Kendal
Gempa tektonik terjadi di Kendal dengan kekuatan Magnitudo 2,6 pada pukul 08.56 WIB. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7.07° LS; 110.28° BT.

"Tepatnya di darat pada jarak 14 km arah Barat Laut Kab. Semarang, dengan kedalaman 5 Km," tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," imbuhnya.

Dampak dari gempa di Kendal yaitu guncangannya dirasakan di daerah Boja, Kendal II MMI. Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Gempa di Kebumen
Pada pukul 09.56 WIB, BMKG mencatat adanya gempa di perairan sebelah Selatan Kebumen. Gempa yang melanda berkekuatan Magnitudo 2,3.

"Lokasi 8.46 LS-109.44 BT, 91 km Selatan KEBUMEN-JATENG, kedalaman 14 km," tulis BMKG.

"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," imbuhnya.

Gempa di Banyumas
Sementara itu di wilayah Banyumas juga terjadi gempa dengan kekuatan Magnitudo 2,4 pada pukul 10.31 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 227 km.

"Lokasi 7.57 LS-109.29 BT, 17 km Selatan BANYUMAS-JATENG, Kedalaman 227 km. Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.

Sc : detik jateng

Pengakuan DC Pinjol Nekat Prank Damkar Semarang Semarang - Bonefentura Soa (29), debt collector (DC) pinjol mengungkap a...
25/04/2026

Pengakuan DC Pinjol Nekat Prank Damkar Semarang

Semarang - Bonefentura Soa (29), debt collector (DC) pinjol mengungkap alasannya membuat laporan palsu ke Damkar Kota Semarang terkait kebakaran warung nasi goreng di Kecamatan Semarang Barat. Pria yang akrab disapa Fenan itu mengaku susah menghubungi pengutang.
Fenan mengaku bersalah atas apa yang sudah dilakukannya tersebut. Dia menyebut dirinya membuat panggilan fiktif ke Damkar Kota Semarang lantaran susah menghubungi orang yang mempunyai utang.

"(Mengapa membuat laporan fiktif ke Damkar?) Kalau untuk itu mungkin karena ya di sini saya bekerja, Pak, ya. Saya bekerja ini karena mungkin ada rasa kesalahan juga karena kita hubungi (pengutang) juga agak susah ya. Jadi mungkin saya membuat hal seperti itu," kata Fenan di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Sabtu (25/4/2026).

Saat ditanya soal mengapa tidak meminta tolong langsung ke Damkar untuk menghubungi pengutang, Fenan menyebut, dirinya sempat terpikir hal tersebut. Namun, dia langsung membuat laporan fiktif tersebut.

"Kenapa menelepon Damkar untuk mendatangi pengutang?) Kalau itu, tim perwakilan di sini (Damkar) mungkin ada (niat meminta tolong). Cuma memang saat itu saya pikirannya langsung ke situ (membuat laporan fiktif)," ungkapnya.

Dia mengaku baru kali ini membuat laporan fiktif. Dia mengatakan, dirinya baru menjadi DC pada awal tahun ini.

"Kalau untuk telepon fiktif, order fiktif, ini baru pertama kalinya," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Fenan mengaku bersalah atas pembuatan laporan fiktif tersebut.

"Meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Damkar Semarang, kepada masyarakat Semarang semuanya," ungkap Fenan.

Dia mengakui perbuatannya merugikan banyak pihak.

"Saya mengakui perbuatan saya merugikan bukan hanya satu pihak, banyak pihak," ungkapnya.

Membuat Laporan Fiktif
Damkar Kota Semarang mendapat laporan palsu tentang adanya kebakaran sebuah warung nasi goreng di Jalan WR Supratman, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat. Ternyata laporan tersebut dibuat oleh seorang debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).

Adapun laporan tersebut disampaikan melalui WhatsApp ke nomor 113 pada Kamis (23/4/2026) pukul 17.10 WIB.

"Jadi ini ceritanya tadi ada laporan ke sini, ternyata itu DC pinjol. Jadi itu diteror oleh DC pinjol melaporkan kalau warung nasi gorengnya itu kebakaran," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, saat dihubungi malam ini.

Namun saat datang ke lokasi, petugas Damkar tidak menjumpai adanya satu unit warung nasi goreng yang terbakar. Tantri menduga, DC tersebut melapor untuk menakut-nakuti pemilik warung tersebut.

"Ternyata setelah anggota kami ke sana tidak ada kebakaran, ternyata dari DC pinjol. DCnya (yang melapor) buat nakut-nakutin," terangnya.

Tantri menyebut, nama pelapor yakni Adi. Dia menyebut, ada dua armada dengan 12 personel yang diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Kalau tadi di situ tertera nama pelapornya Adi," katanya.

Sc : detik jateng

DC Prank Damkar Semarang Ngaku Tak Terlibat Laporan Fiktif Ambulans SlemanSemarang - Bonefentura Soa (29), debt collecto...
25/04/2026

DC Prank Damkar Semarang Ngaku Tak Terlibat Laporan Fiktif Ambulans Sleman

Semarang - Bonefentura Soa (29), debt collector (DC) pinjol nekat membuat laporan palsu terkait kebakaran warung nasi goreng di Kecamatan Semarang Barat. Meski begitu, dia mengaku tidak membuat laporan palsu di Sleman, DIY.
"Nah, untuk yang di Sleman saya mau sampaikan juga sama tim teman-teman media atau semua masyarakat Indonesia. Untuk yang di Sleman itu saya tidak tidak ada keterkaitan sama sekali," kata Fenan di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Sabtu (25/4/2026).

Dia pun mengaku tidak tahu siapa DC yang membuat laporan fiktif di Sleman. Dia mengaku baru tahu adanya kabar tersebut.

"Saya tidak tahu itu siapa," sebutnya.

Dilansir detikJogja, terjadi laporan fiktif yang menyasar ambulans di Sleman. Admin Ambulans Mercy Jogja, Aziz Apri Nugroho, menceritakan awal mula kejadian tersebut.

Dia mengatakan menerima telepon dari nomor tak dikenal yang meminta penjemputan pasien darurat sekitar pukul tiga sore.

"Awalnya ditelepon nomor asing, diminta mendatangi lokasi. Katanya ada pasien emergency minta diantar ke Rumah Sakit Panti Rapih," kata Aziz saat dihubungi wartawan, Rabu (22/4).

Permintaan itu kemudian diteruskan kepada sopir ambulans, Muklis, untuk ditindaklanjuti ke lokasi di wilayah Caturtunggal, Depok, Sleman.

Namun setibanya di lokasi, Muklis tidak menemukan pasien yang dimaksud. Warga sekitar juga menyebut nama yang dicari sudah tidak tinggal di alamat tersebut.

"Sudah sampai sana ternyata nggak ada pasiennya. Warga juga bilang orang yang dicari sudah pindah sejak tiga tahun lalu," ujarnya.

Tak hanya ambulans, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sleman juga sempat datang ke lokasi yang sama setelah menerima laporan berbeda.

"Damkar juga sampai situ. Katanya dapat laporan ular," ucapnya.

Aziz menjelaskan, pelaku menyebut identitas pasien lengkap beserta alamat dan mengirimkan titik lokasi melalui peta digital. Bahkan, pelaku juga sempat menyebut nominal biaya.

"Nelpon itu menyebut nama pasien, alamat lengkap, sampai maps juga dikirim. Kalau kami kan ambulans infak saja. Kalau nggak mampu gratis nggak apa-apa. Tapi tadi sempat juga ngomong nominal sekitar Rp 300 ribu, tapi disuruh minta yang bersangkutan," jelasnya.

Setelah menyadari tidak ada pasien, pihaknya mencoba menghubungi kembali nomor tersebut. Dari situ, pelaku disebut mengaku berasal dari pinjol.

"Pas ditelepon balik, sempat mengaku dari pinjol. Pinjol rakyat, katanya. Tapi setelah itu dihubungi, di-VC juga nggak diangkat," katanya.

Aziz mengungkapkan, kejadian serupa bukan kali pertama dialaminya. Dia menyebut sudah tiga kali menerima order fiktif dengan pola yang hampir sama.

"Ini sudah ketiga kalinya kena. Yang pertama dulu sekitar empat tahun yang lalu kena, disuruh antar jenazah di Condongcatur, ternyata nggak ada. Yang kedua itu (sekitar) dua tahun lalu di daerah Mlati," ungkapnya.

Selain itu, nomor pelaku juga sempat menghubungi beberapa ambulans lain di wilayah Yogyakarta.

"Tadi itu masuk ke beberapa nomor ambulans juga, nggak cuma kami. Kebetulan yang bisa datang kami," ujarnya.

Terkait kejadian ini, Aziz mengaku belum berencana melaporkan ke pihak kepolisian. Namun dia berharap peristiwa ini menjadi perhatian agar tidak terulang kembali.

"Kalau jadi atensi (disuruh) laporan ya laporan, kalau enggak ya sudah tidak apa-apa. Sudah tiga kali ini soalnya," pungkasnya.

Laporan Fiktif ke Damkar Kota Semarang
Damkar Kota Semarang mendapat laporan palsu tentang adanya kebakaran sebuah warung nasi goreng di Jalan WR Supratman, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat. Ternyata laporan tersebut dibuat oleh seorang debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).

Adapun laporan tersebut disampaikan melalui WhatsApp ke nomor 113 pada Kamis (23/4) pukul 17.10 WIB.

"Jadi ini ceritanya tadi ada laporan ke sini, ternyata itu DC pinjol. Jadi itu diteror oleh DC pinjol melaporkan kalau warung nasi gorengnya itu kebakaran," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, saat dihubungi malam ini.

Namun saat datang ke lokasi, petugas Damkar tidak menjumpai adanya satu unit warung nasi goreng yang terbakar. Tantri menduga, DC tersebut melapor untuk menakut-nakuti pemilik warung tersebut.

"Ternyata setelah anggota kami ke sana tidak ada kebakaran, ternyata dari DC pinjol. DCnya (yang melapor) buat nakut-nakutin," terangnya.

Tantri menyebut, nama pelapor yakni Adi. Dia menyebut, ada dua armada dengan 12 personel yang diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Kalau tadi di situ tertera nama pelapornya Adi," katanya.

Sc : detik jateng

Address

Demak

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lintas Pantura- LP posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share