15/12/2025
📖Mertuaku Adalah Maut
Saya, Rara, baru menikah dengan Arif selama seminggu. Semua terasa sempurna sampai hari Arif mengajak saya ke rumah mertuanya di pinggiran kota. Rumahnya besar tapi sunyi, seolah tak ada nyawa.
"Sabar ya, Bu Rina cuma agak... pemilih," ujar Arif sambil menekan bel.
Pintu terbuka sendiri. Di dalam, seorang wanita tua dengan rambut putih kaku duduk di kursi kayu. Matanya tajam, seolah membaca semua rahasia saya.
"Hai, Rara. Selamat datang," suaranya keras seperti batu yang bergeser. Dia mengarahkan saya ke meja. Di atasnya ada piring nasi putih dan lauk yang hitam seperti arang. "Makan dulu. Kalau tidak, kamu tidak pantas jadi keluarga kita."
Saya gemetar, tapi memakannya karena takut menyakitinya. Rasanya pahit, menyengat di tenggorokan.
"Mertua saya... apa dia ada yang tidak beres?" tanya saya ke Arif malam itu, setelah pulang.
Arif mengangguk perlahan, matanya penuh kesedihan. "Dia bukan mertuaku yang asli, Rara. Mertuaku asli sudah meninggal lima tahun yang lalu. Yang itu... dia adalah roh yang tidak bisa menerima siapapun yang memasuki keluarga ini. Banyak calon menantu yang datang, tapi tidak pernah kembali."
Saya terkejut. Tiba-tiba, telepon saya berdering. Nomor tidak dikenal.
"Kamu sudah makan makanan saya," suara Bu Rina terdengar dari sana. "Sekarang, kamu adalah bagian dari kutukan ini. Mertuaku adalah maut... dan kamu sudah terjebak."
Lampu rumah mati. Di jendela, saya melihat bayangan wanita tua dengan rambut putih mengeringai😱
NEXT PART 2
Jangan lupa like, share, dan komen apa pendapatmu—apakah kamu pernah mengalami hal-hal aneh kayak gini? 👀