28/12/2025
Smile272, oke dech : Tembang Lir-Ilir
Parenting melalui Budaya
Tembang Lir-Ilir ciptaan Sunan Kalijaga bermakna ajakan mendalam untuk membangun kesadaran spiritual, memperkuat iman, dan memperbaiki diri sebagai persiapan menghadapi kehidupan setelah mati, menggunakan simbolisme alam dan kehidupan sehari-hari seperti ajakan untuk bangun dari kemalasan, memetik buah belimbing (simbol Rukun Islam) meskipun sulit, menjahit pakaian takwa yang robek, dan memanfaatkan waktu selagi muda. Lagu ini adalah media dakwah halus yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan, moral, dan ajaran Islam bagi masyarakat Jawa.
Makna Per Bait Secara Simbolis:
• Lir-ilir, lir-ilir, tandure wis sumilir (Bangunlah, bangunlah, tanamannya sudah bersemi)
• Makna: Ajak untuk bangun dari kemalasan dan kebodohan, serta sadar akan ajaran agama.
• Simbol: Tanaman hijau melambangkan Islam yang mulai berkembang dan keindahan iman.
• Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar (Demikian menghijau bagaikan pengantin baru)
• Makna: Kehidupan baru yang bahagia dan indah dalam memeluk Islam.
• Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi (Anak gembala, anak gembala, panjatlah pohon belimbing itu)
• Makna: Manusia (anak gembala) diminta untuk memimpin diri sendiri (menggembala hati) untuk meraih kebenaran.
• Simbol: Buah belimbing (5 sudut) melambangkan 5 Rukun Islam.
• Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro (Walaupun licin, tetap panjatlah untuk membasuh pakaianmu)
• Makna: Berjuanglah menegakkan syariat Islam meskipun susah payah, untuk membersihkan "pakaian takwa".
• Simbol: Pakaian adalah pakaian takwa (ketaqwaan).
• Dodotiro, dodotiro, kumitir bedah ing pinggir (Pakaianmu, pakaianmu, terkoyak-koyak di bagian pinggir)
• Makna: Ketaqwaan manusia seringkali rusak dan penuh dosa, perlu diperbaiki.
• Dondomono, jlumatono, kanggo sebo mengko sore (Jahitlah, benahilah, untuk menghadap nanti sore)
• Makna: Segera perbaiki diri dengan taubat dan amal saleh, sebagai persiapan menghadapi kematian (sore hari = akhir hayat).
• Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangan e (Selagi bulan bersinar terang, selagi waktu luang)
• Makna: Manfaatkanlah masa muda dan kesehatan untuk beribadah dan berbuat baik.
• Yo surako, surak iyo! (Bersoraklah dengan sorakan iya!)
• Makna: Kegembiraan atas kemenangan dalam menaklukkan hawa nafsu dan meraih kedamaian spiritual.
Secara keseluruhan, lagu ini adalah pengingat abadi tentang pentingnya iman, amal saleh, dan persiapan diri untuk kehidupan akhirat, disampaikan dengan cara yang menyentuh budaya lokal Jawa.
Salam IBKS, Melayani Dengan Hati Sepenuh Hati dan Hati-Hati