Ronaldo Josef Letsoin

Ronaldo Josef Letsoin ronaldojosefletsoin_𝐨𝒇𝒇𝒊𝒄𝒊𝒂𝒍 Naldo

̲𝗧̲𝗮̲𝗻̲𝗮̲𝗵̲ ̲𝗗̲𝗶̲𝗿̲𝗮̲𝗺̲𝗽̲𝗮̲𝘀̲!̲ ̲𝗔̲𝗻̲𝗮̲𝗸̲ ̲𝗖̲𝘂̲𝗰̲𝘂̲ ̲𝗣̲𝗲̲𝗿̲𝗶̲𝗻̲𝘁̲𝗶̲𝘀̲,̲ ̲𝗗̲𝗶̲ ̲𝗠̲𝗮̲𝗻̲𝗮̲𝗸̲𝗮̲𝗵̲ ̲𝗞̲𝗶̲𝘁̲𝗮̲?Hari ini tanah P...
26/05/2026

̲𝗧̲𝗮̲𝗻̲𝗮̲𝗵̲ ̲𝗗̲𝗶̲𝗿̲𝗮̲𝗺̲𝗽̲𝗮̲𝘀̲!̲ ̲𝗔̲𝗻̲𝗮̲𝗸̲ ̲𝗖̲𝘂̲𝗰̲𝘂̲ ̲𝗣̲𝗲̲𝗿̲𝗶̲𝗻̲𝘁̲𝗶̲𝘀̲,̲ ̲𝗗̲𝗶̲ ̲𝗠̲𝗮̲𝗻̲𝗮̲𝗸̲𝗮̲𝗵̲ ̲𝗞̲𝗶̲𝘁̲𝗮̲?

Hari ini tanah Papua perlahan dirampas atas nama pembangunan dan investasi. Hutan dibuka, laut dieksploitasi, tanah adat diambil, sementara masyarakat adat dipaksa melihat ruang hidupnya hilang sedikit demi sedikit.

Ketika mereka bersuara mempertahankan tanah leluhur, mereka sering dianggap penghambat. Padahal yang mereka perjuangkan hanyalah hak untuk tetap hidup di atas tanah warisan nenek moyangnya sendiri.

Lalu pertanyaannya, di manakah kita hari ini sebagai Anak Cucu Perintis Papua?

Bukankah leluhur kita dahulu DIDATANGKAN ke tanah ini untuk melayani? Mereka hadir membangun pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial bersama orang Papua. Mereka hidup, makan, dan bertumbuh bersama masyarakat Papua.

Kalau hari ini masyarakat adat sedang menangis karena tanahnya hilang, apakah kita hanya akan diam?

Kita punya beban moral untuk berdiri bersama mereka. Karena membela masyarakat adat bukan berarti melawan negara. Membela tanah adat berarti menjaga keadilan, kemanusiaan, dan masa depan Papua.

Papua bukan tanah kosong. Papua adalah rumah. Papua adalah identitas. Papua adalah warisan leluhur yang harus dijaga bersama.

Jangan sampai suatu hari nanti anak-anak Papua hanya menjadi penonton di atas tanahnya sendiri.

Anak Cucu Perintis Papua, sudah saatnya kita bersuara.

Menonton film dokumenter Pesta Babi bersama Orang Muda Katolik (OMK) Fakfak tadi malam bukan sekadar kegiatan nobar bias...
26/05/2026

Menonton film dokumenter Pesta Babi bersama Orang Muda Katolik (OMK) Fakfak tadi malam bukan sekadar kegiatan nobar biasa. Itu menjadi ruang refleksi tentang tanah, hutan, laut, dan masa depan orang Papua.

Banyak orang mengira masyarakat adat menolak pembangunan. Padahal yang diperjuangkan sebenarnya sederhana; penghormatan terhadap tanah adat, ruang hidup, dan hak masyarakat untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di wilayahnya sendiri.

Tanah bagi orang Papua bukan sekadar aset ekonomi. Tanah adalah identitas, sejarah, dan ibu yang memberi hidup. Hutan bukan hanya kayu, laut bukan hanya angka investasi, tetapi sumber makan, ruang budaya, dan warisan bagi generasi berikut.

Apa yang terjadi di Merauke melalui berbagai proyek besar seharusnya menjadi pelajaran bersama. Jangan sampai masyarakat adat kehilangan tanahnya sendiri atas nama pembangunan yang tidak melibatkan mereka secara adil.

Situasi yang mulai dirasakan di Fakfak, mulai dari proyek industri hingga survei seismik di wilayah Arguni, harus menjadi perhatian serius. Masyarakat tidak boleh hanya dijadikan penonton di atas tanahnya sendiri. Kalau masuk ke rumah orang saja kita tahu harus permisi, apalagi masuk ke wilayah adat yang sudah dijaga turun-temurun oleh masyarakat.

Saya percaya pembangunan penting. Tetapi pembangunan harus berjalan dengan dialog, keterbukaan, penghormatan terhadap hak ulayat, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.

Jangan sampai suatu hari nanti anak-anak Papua hanya menjadi penonton ketika orang lain menikmati hasil dari tanah dan laut milik leluhurnya sendiri.

Mari jaga tanah, hutan, dan laut Papua dengan kesadaran bersama. Karena ketika alam rusak dan tanah hilang, yang paling pertama kehilangan masa depan adalah generasi muda kita sendiri.

Napak tilas 132 misi katolik di Tanah Papua
22/05/2026

Napak tilas 132 misi katolik di Tanah Papua

Ketika misionaris Jesuit, Cornelis Le Cocq d’Armandville, tiba di Kampung Sekru pada 22 Mei 1894, wilayah pesisir terseb...
16/05/2026

Ketika misionaris Jesuit, Cornelis Le Cocq d’Armandville, tiba di Kampung Sekru pada 22 Mei 1894, wilayah pesisir tersebut merupakan komunitas Muslim yang hidup berdampingan secara damai.

Ketika misionaris Jesuit, Cornelis Le Cocq d’Armandville, tiba di Kampung Sekru pada 22 Mei 1894, wilayah pesisir tersebut merupakan komunitas Muslim yang hidup berdampingan secara damai.

12/05/2026

TERANG INJIL KRISTUS DI TANAH PAPUA

22 Mei 1894 menjadi jejak awal hadirnya terang kasih Kristus di tanah Papua.
Langkah Pastor Le Cocq d’Armanville SJ membawa salib, cinta, dan harapan bagi generasi Papua hingga hari ini.

Dari pantai, lembah hingga Pegunungan Papua, iman Katolik terus hidup dalam doa, budaya, nyanyian, dan kasih persaudaraan.

“Dua tiga berkumpul dalam nama-Ku… maka Aku ada bersama mereka.” — Matius 18:20
https://vt.tiktok.com/ZS9KdtB9s/

09/05/2026

Temani ko dari nol…
terakhir sa kembali nol… 🥀
Delapan tahun bukan waktu yang sebentar.

Dari putih abu-abu sampai mimpi jadi nyata, sa tetap ada.
Tapi kadang, yang temani dari awal… bukan yang tinggal sampai akhir.

06/05/2026

Datang Baik, Pulang Luka (POK PAK POK – Ester Remix)

Musik Papua viral dengan sentuhan DJ Timur remix yang santai tapi penuh rasa. Terinspirasi dari kisah nyata penuh emosi tentang cinta, pengkhianatan, dan luka hati dari Kaimana.

Sa kemarin sore pigi pancing di Pantai jalbar (depan taman, satu tunggu tiga batu) dengan percaya diri. Sa sudah yakin, ...
02/05/2026

Sa kemarin sore pigi pancing di
Pantai jalbar (depan taman, satu tunggu tiga batu) dengan percaya diri. Sa sudah yakin, ini hari pasti dapat ikan besar.
Pas sa tarik tali nilon, eh… berat e

Sa bilang dalam hati, “Wah, ini pasti ikan komo ni… atau cakalang… jangan-jangan anak tuna lagi”

Pas naik ke atas… sa lihat baik-baik… EEEEE 😭 ternyata IKAN SAPU-SAPU!
🤣🤣🤣🤣 Ini hanya cerita fiktif 😂😅

Penyerahan Hadiah lomba dalam rangka hari Kartini  Edisi 2
02/05/2026

Penyerahan Hadiah lomba dalam rangka hari Kartini


Edisi 2

Penyerahan Hadiah lomba dalam rangka hari Kartini - Edisi 1
02/05/2026

Penyerahan Hadiah lomba dalam rangka hari Kartini

- Edisi 1

Address

Enarotali

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ronaldo Josef Letsoin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share