Harewos GARUT

Harewos GARUT BERBAGI INFORMASI TERKINI SEPUTAR GARUT KHUSUSNYA, UMUMNYA WILAYAH JABAR & NASIONAL
(1)

INFO TERKINI SEPUTAR GARUT KHUSUSNYA, UMUMNYA SEPUTAR PERSIB, JABAR ATAU NASIONAL. DIAMBIL DARI BERBAGAI MEDIA

Follow Twitter :
Instagram :
"harewos garut" tidak menggunakan "GROUP FB", bila ada group FB atas nama "harewos garut", maka itu bukan merupakan bagian dari kami

Kebakaran lahan melanda kawasan kaki Gunung   di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Mekarja...
06/09/2026

Kebakaran lahan melanda kawasan kaki Gunung di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, pada Sabtu (5/9/2026) malam. Kobaran api menghanguskan lahan milik Perhutani CDK 5 seluas kurang lebih 5 hektar.

(CEK VIDEO DI KOLOM KOMENTAR)

Kemunculan titik api terdeteksi pertama kali sekitar pukul 19.00 WIB. Perangkat Desa melaporkan adanya kobaran api yang terlihat dari kejauhan di lereng bawah gunung. Kapolsek Cikajang, AKP Patri Arsono, mengonfirmasi laporan awal peristiwa musibah tersebut pada Minggu (6/9/2026).

Proses penanganan menghadapi kendala medan yang terjal dan sulit dijangkau. Petugas gabungan membutuhkan waktu perjalanan sekitar dua jam untuk mencapai titik api. Sebagian rute bahkan harus ditempuh dengan berjalan kaki karena ketiadaan akses kendaraan ke lokasi.

Upaya pemadaman tidak dilakukan dengan penyiraman air, melainkan menggunakan teknik penyekatan lokasi. Petugas membuat batas tanah di sekeliling area kebakaran agar api tidak menyebar semakin luas.

“Atas pertimbangan keselamatan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas melokalisir lokasi dengan membuat batas tanah di sekitar api agar tidak meluas,” ujar Patri.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan kepolisian. Namun, kondisi vegetasi semak belukar yang mengering akibat kemarau panjang diduga memicu percepatan rembetan api. Pascapemadaman, petugas gabungan tetap melakukan pengawasan ketat di sekitar area terdampak.

harapanrakyat.com

Sebuah benda diduga mortir ditemukan di semak-semak pinggiran Sungai Cimanuk, Kampung Leuwidaun, Desa Jayawaras, Kecamat...
06/09/2026

Sebuah benda diduga mortir ditemukan di semak-semak pinggiran Sungai Cimanuk, Kampung Leuwidaun, Desa Jayawaras, Kecamatan Kidul, Garut, Jawa Barat Sabtu (5/9/2026). Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh anak-anak.

(CEK VIDEO DI KOLOM KOMENTAR)

Penemuan hulu ledak mortir berwarna hijau ini pertama kali ditemukan oleh anak-anak sekitar lokasi, kemudian mereka memberitahukan kepada warga sekitar," ujar Kapolsek Tarogong Kidul, AKP Agus Kustanto kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2026). Ia menuturkan, anak-anak itu bahkan sempat membawa hingga menggendong benda itu layaknya bayi.

Setelah diketahui bahwa benda tersebut berbahaya, mortir ini kemudian dikembalikan ke semak-semak.

"Kemudian kami cek dan kami amankan hulu ledak atau mortir amunisi arteri jenis Comp B Cartridge 105 mm tersebut, dibantu anggota TNI dan Brimob," ungkapnya.

Agus menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi, benda tersebut ternyata sempat disimpan di atap rumah seorang warga selama satu tahun. Kemudian diduga dipindahkan ke semak-semak, lalu ditemukan oleh anak-anak sekitar lokasi saat mereka tengah bermain.

Atas temuan tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun melakukan tindakan apa pun terhadap benda tersebut. Apabila masyarakat menemukan benda yang mencurigakan, Ia meminta warga segera menjauhkan diri dari lokasi, mengamankan area dengan tidak membiarkan warga mendekat.

Kompas.com

Badan Geologi Kementerian ESDM menyampaikan perkembangan terbaru terkait erupsi Gunung Anak Krakatau, pada Minggu (6/9/2...
06/09/2026

Badan Geologi Kementerian ESDM menyampaikan perkembangan terbaru terkait erupsi Gunung Anak Krakatau, pada Minggu (6/9/2026).

Kepala Badan Geologi, Lana Saria memprediksi erupsi Gunung Anak akan lebih besar.

Alasannya, kata Lana, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat daripada periode sebelumnya.

"Ditandai dengan erupsi berulang dan berlangsung secara menerus. Kondisi tersebut menujukkan adanya suplai magma dan gas dalam tubuh gunung yang masih berlangsung," ujar Lana dalam konferensi pers.

(CeK VIDEO DI KOLOM KOMENTAR)

ig/kompastv

Kebakaran melanda kawasan hutan dan lahan di kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026) siang. Be...
05/09/2026

Kebakaran melanda kawasan hutan dan lahan di kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026) siang. Berdasarkan pantauan Kompas.com, api terlihat di kawasan antara dan kaki Gunung Guntur.

(CEK VIDEO DI KOLOM KOMENTAR)

Hingga malam hari, petugas gabungan bersama masyarakat masih berupaya memadamkan kebakaran secara manual.

Kasi Humas Polres Ipda Susilo Adi mengatakan, titik api telah menyebar di enam lokasi sehingga menyulitkan petugas melakukan pemadaman.

"Pemadaman terkendala akses jalan dan kondisi medan, sehingga petugas sulit menjangkau titik api," ujarnya kepada awak media, Sabtu.

Enam titik api tersebut berada di Blok Cilopang, Blok Cijolang, Blok Cisakti, Blok Kandang Sapi, Blok Sanghiang Paniisan, dan Blok Cekdam.

Penyebab kebakaran masih diselidiki Susilo mengatakan, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.

Potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan sebelumnya telah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Garut, terutama selama musim kemarau. Kondisi kawasan yang didominasi vegetasi kering, ditambah cuaca panas dan rendahnya curah hujan, dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya titik api.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, berbagai langkah pencegahan telah disiapkan untuk mengantisipasi kebakaran. Penanganan juga melibatkan unsur TNI dan Polri agar dapat dilakukan dengan cepat apabila kebakaran terjadi.

"Sepanjang Juli kemarin saja ada sekitar 13 hektare lahan yang terbakar. Sekarang kami siapkan langkah pencegahan, termasuk dengan bantuan TNI-Polri. Kodim juga membantu menyiapkan tangki," kata Abdusy Syakur kepada awak media, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, potensi kebakaran tidak hanya dipengaruhi kondisi cuaca dan vegetasi yang mengering. Aktivitas masyarakat, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan, juga menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi.

Pemkab Garut juga telah menetapkan status siaga bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026.

KOMPAS.com

Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali memicu perhatian masyarakat. Suara dentuman dan gemuruh dilaporkan terdengar hingga ...
05/09/2026

Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali memicu perhatian masyarakat. Suara dentuman dan gemuruh dilaporkan terdengar hingga wilayah pesisir Banten, termasuk Carita. Bahkan, getarannya dikabarkan terasa sampai ke beberapa titik di Jawa Barat.

(CEK VIDEO DI KOLOM KOMENTAR)

Meskipun fenomena ini berkaitan dengan aktivitas vulkanik, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu konfirmasi resmi dari PVMBG serta terkait sumber maupun dampak getaran secara pasti.

Himbauan untuk Masyarakat:
* Tetap tenang dan tidak panik.

* Hindari atau tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau sesuai rekomendasi radius aman.

* Pantau terus informasi resmi dari lembaga terkait dan jauhi isu yang tidak jelas sumbernya.

Gunung Anak Krakatau masih dalam pemantauan ketat.

Sumber : ig/banteeen

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencurigai aktivitas gas metana di Danau Purba jadi penyebab dentuman...
05/09/2026

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencurigai aktivitas gas metana di Danau Purba jadi penyebab dentuman misterius di wilayah Bandung Raya.

Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi dalam press conference yang berlangsung pada Sabtu (5/8/2026).

Via Ig : radar_bogor

SEDANG TERJADI SEKARANG:Pemandangan penerbangan luar biasa dari letusan besar Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Indon...
05/09/2026

SEDANG TERJADI SEKARANG:

Pemandangan penerbangan luar biasa dari letusan besar Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Indonesia. (05, 08, 2026).

(Cek Video di Kolom Komentar)

Sumber : X/Weather Monitor

Gunung Anak   di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Erupsi terjadi berulang sejak ...
05/09/2026

Gunung Anak di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Erupsi terjadi berulang sejak Jumat (4/9/2026), termasuk erupsi pukul 05.46 WIB yang menghasilkan kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak. Pada Jumat malam hingga Sabtu (5/9) dini hari, aktivitas erupsi kembali terpantau dan lava pijar terlihat dari arah gunung.

Hingga Sabtu (5/9), Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga). BPBD Lampung Selatan menyebut dinamika magma masih tinggi dan mengimbau masyarakat pesisir serta wisatawan untuk tetap tenang sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan.

(CEK VIDEO DI KOLOM KOMENTAR)

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau serta terus mengikuti perkembangan dari sumber resmi.

Pada waktu yang berdekatan, suara dentuman dan gemuruh juga dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah, termasuk Kalianda, Cikande, Serang, Cisarua hingga Bandung. Di Bandung Raya, sejumlah warga bahkan melaporkan pintu dan kaca rumah bergetar. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang memastikan bahwa seluruh dentuman tersebut berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

sumber: Tik Tok/GRGarage, Volcano YT, BPBD Lampung Selatan, via Ig : shiftmedia.id

Address

Garut Duawa Barat

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Harewos GARUT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share