Kabar utama Garut

Kabar utama Garut Kreator Digital Resume berita mengenai Garut yang layak untuk anda baca

02/08/2026

Persija Jadi Lawan Persib di
Semifinal Piala Presiden 2026

01/08/2026

Jokowi Dinobatkan sebagai
Sesepuh Raja Timor NTT

01/08/2026

Kejagung Geledah Rumah
Febrie Adriansyah, Sita
Dokumen Dugaan TPPU

01/08/2026

Pramono Bakal Tertibkan Pagar
Tinggi di Mal Jakarta: Jangan
Bikin Image Tak Aman

01/08/2026

Wali Kota Bekasi Pastikan 5 Oknum
Dishub yang Pungli Sopir Truk
Rp 1,7 Juta Dipecat

31/07/2026

Prabowo Usul Atap Rumah Pakai Ijuk dan Rumbai, Sebut Seng Bikin Kanker Paru-paru

KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyarankan agar atap rumah kembali memakai ijuk dan rumbai, bukan seng. Jika bukan itu, Prabowo meminta ada teknologi lain yang dipakai untuk atap rumah.

"Aslinya bangsa Indonesia tidak pakai seng. Kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai. Kalau tidak, kita harus cari. Rakyat kita dari dulu bisa bikin genteng kok. Genteng bukan teknologi baru, rakyat kita dari dulu pakai genteng," ujar Prabowo saat meresmikan renovasi bangunan c***r budaya Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Prabowo menegaskan, atap dari seng dapat mengakibatkan kanker paru-paru bagi masyarakat.

Prabowo menyebut, penyakit itu datang dari karat yang berasal dari seng. "Seng ini cepat berkarat, karat ini tidak baik untuk kesehatan. Begitu banyak nanti penyakit paru-paru tanpa kita sadari," ujar Prabowo.

Sementara itu, Prabowo meminta para kepala daerah dan semua instansi untuk melestarikan alam dan menjaga kebersihan. "Karena itu usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting. Jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik wisatawan. Ada yang datang untuk sejarah, mereka ke Jawa Tengah untuk Borobudur, ke Jogja untuk Prambanan," imbuh Prabowo.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/07/30/15330351/prabowo-usul-atap-rumah-pakai-ijuk-dan-rumbai-sebut-seng-bikin-kanker-paru.

31/07/2026

Banyak Mal Kini Pasang Pagar
Tinggi, Mendag Buka Suara

30/07/2026

Elektabilitas Ungguli Prabowo,
KDM Bisa Jadi Kuda Hitam
Pilres 2029?

IDN Times - Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi memberikan analisis terhadap tingginya elektabilitas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) yang mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam survei bursa calon presiden Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbaru.

Survei SMRC menyatakan KDM berhasil mengantongi dukungan sebesar 35 persen, terpaut jauh di atas Prabowo yang hanya mendapatkan 14,5 persen.

Menurut Muradi, tingginya angka elektabilitas KDM tidak terlepas dari pola pendekatan komunikasinya yang dinilai berhasil membaca keinginan publik. Dia mengatakan, Dedi Mulyadi bisa menggabungkan gaya populis ala Joko "Jokowi" Widodo yang gemar membaur dengan masyarakat, namun tetap memiliki karakter yang komunikatif dan rasional.

"Itu yang tidak dibaca oleh Pak Prabowo selama dua tahun terakhir. Kan dia berkesan sangat elitis, sangat berjarak kalau saya lihat. Nah itu yang saya kira KDM punya persepsi agak berbeda dengan yang ada saat ini," ujar Muradi saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).

Seperti halnya, mantan Presiden Jokowi, Muradi menilai, KDM bisa mengkombinasikan gaya merakyat tersebut dengan masyarakat dan beradu argumen, tidak hanya mengangguk kepala saat bertemu masyarakat.

"KDM kalau salah dia bisa berargumentasi, bisa berdebat dengan publik. Itu yang tidak pernah dilakukan oleh Pak Jokowi. Hari ini dia menjadi sosok yang lain, tetap populis tapi populisnya kemudian bisa rasional," ungkapnya.

Sebaliknya, Muradi menilai posisi Prabowo justru kian melemah akibat gaya kepemimpinannya yang terkesan elitis. Situasi ini, kata dia, diperparah oleh sejumlah kebijakan yang memicu reaksi negatif publik, seperti kenaikan tunjangan kinerja (tukin) tentara yang kontras dengan nasib para buruh dan dosen.

"Pak Prabowo kan elitis, cenderung punya kedekatan yang berjarak dengan masyarakat. Dia juga berjarak dengan para pembantunya dan sebagainya. Jadi satu hal yang saya kira tidak bisa terpisahkan satu dengan yang lainnya," katanya.

"Artinya memang posisi KDM diuntungkan dengan situasi politik hari ini. Dia kemudian menjadi alternatif di luar yang lainnya," ucap Muradi.

Di sisi lain, Muradi menilai, Raihan elektabilitas KDM dalam survei ini menjadi alarm bagi Partai Gerindra, apakah potensi kader bisa kemudian dimaksimalkan untuk melangkah ke kancah politik nasional atau justru dibiarkan begitu saja.

"Opsi pertama, Gerindra bisa mengompilasi, jadi dia menjadi salah satu yang dijaga supaya tidak dibajak partai lain. Tapi artinya kan masih ada opsi, kalau tetap dengan Gerindra berarti memungkinkan beliau nomor dua (Cawapres) kalau Pak Prabowo masih maju," tutur Muradi.

Opsi terakhir, Partai Gerindra harus menegaskan apakah Prabowo akan maju kembali sebagai Capres atau cukup hanya satu periode. Muradi menjelaskan, apabila Prabowo dipastikan akan maju kembali, maka peluang KDM menyebrang ke partai lainnya kemungkinan bisa terjadi.
---
"Cara menjaga agar tetap on the track adalah dengan membangun komunikasi serius dengan internal Gerindra. Pilihannya cuma dua: dicalonkan atau tidak. Kalau tidak, ya dari sekarang sudah berpikir menggunakan kendaraan politik baru," kata dia.

Lebih lanjut, Muradi menyarankan agar Partai Gerinda harus benar-benar mempertimbangkan survei dari elektabilitas KDM itu sendiri. Sebab, jika peluang ini tidak dimanfaatkan secara maksimal partai berlambang burung Garuda tersebut akan sulit berkuasa kembali.

"Saya memprediksi, katakanlah Gerindra tetap mencalonkan Pak Prabowo, sementara KDM dicalonkan partai lain (Golkar, Nasdem, atau PDIP). Kalau KDM yang menang dan Pak Prabowo kalah telak maka itu akan men-downgrade semua yang sudah dibangun Pak Prabowo selama ini. Jadi itu sebuah pertaruhan," katanya.

30/07/2026

Prabowo Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan

30/07/2026

Oknum Staf KPK Bocorkan
Kasus ke Ayahnya, Dipakai
Peras Bupati Pemalang

Address

Garut

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar utama Garut posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share