Berita viral

Berita viral 🔥 Kumpulan Berita yang Lagi Viral
📰 Update Cepat & Terpercaya
📲 Follow untuk Info Terbaru

10/04/2026

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan. 🔥

Tahukah Kamu?, JABAR - Di balik kebijakan membebaskan syarat KTP pemilik lama, ada jerit tangis kepanikan dari balik meja birokrasi. Coba bayangkan, lahan basah yang selama ini menjadi mesin ATM pribadi oknum tertentu tiba tiba dimatikan paksa oleh pemerintah provinsi.

Lihat saja beberapa samsat masih bimbang dalam menerapkan aturan dari Gubernur dengan berbagai Alasan, seperti Samsat Bekasi yang beralasan masih perlu koordinasi dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Hal ini memicu kemarahan Publik, hingga menduga kuat ada semacam kepanikan besar dari kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat.

Tapi seberapa besar sih asumsi kerugian para Tikus Rakus di Samsat jika aturan Bayar Pajak tanpa perlu KTP asli pemilik lama ini diterapkan?

Mari kita buat simulasi kasar, dari yang paling kecil hingga yang paling fantastis:

- Simulasi Paling Kecil atau Kelas Teri.
Anggaplah tarif tembak KTP paling murah adalah 150 ribu rupiah. Biro jasa mengambil jatah lelah 50 ribu, sisanya 100 ribu disetor ke orang dalam (Tikus Rakus). Jika di satu Samsat kecil hanya ada 50 pemohon per hari, maka oknum ini mengantongi 5 juta rupiah sehari. Dalam sebulan dengan 24 hari kerja, mereka kehilangan pemasukan haram sebesar 120 juta rupiah.

- Simulasi Paling Besar atau Kelas Kakap.
Sekarang kita hitung Samsat di kota besar dengan mobilitas jual beli kendaraan bekas yang tinggi. Tarif tembak KTP bisa tembus 300 ribu rupiah. Setoran ke para Tikus rakus bisa mencapai 200 ribu per berkas. Jika ada 200 pemohon setiap harinya, maka dalam sehari mereka meraup 40 juta rupiah. Dikalikan sebulan, angkanya menembus 960 juta rupiah alias hampir 1 Miliar per bulan dari satu kantor saja!

- Kepanikan Massal di Balik Meja. Melihat hitungan tersebut, sangat wajar jika ada oknum petugas yang ngotot mempersulit warga di awal pemberlakuan aturan baru ini. Yang mereka pertahankan bukan aturan negara, melainkan hilangnya gaya hidup hedon yang selama ini dibiayai dari keringat warga yang diperas pelan pelan.

Kebijakan pajak tanpa KTP lama ini terbukti bukan sekadar urusan mempermudah warga, tapi sebuah operasi senyap memberantas korupsi yang mengakar selama puluhan tahun. Pantas saja banyak yang kepanasan dan jantungan!

Bagaimana menurut kalian? Kira kira uang haram miliaran rupiah tersebut selama ini mengalir sampai ke mana saja? Coba tuliskan teori kalian di kolom komentar!

04/04/2026

Ada orang nanti
DI AHKIRAT wajahnya
Sangat bercahaya
Siapakah dia

03/04/2026

Kisah Guru Bangil diutus Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf Pasuruan Untuk Menemui 40 Wali Allah Penyandang Bala yang Bersembunyi di Makam Sunan Ampel

Guru Bangil (KH Syarwani Abdan Pasuruan) Beliau adalah Gurunya KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni atau yang masyhur dengan panggilan "Abah Guru Sekumpul'. Guru Bangil adalah salah satu keturunan Syekh Arsyad Al-Banjari yang memilih tinggal di Pasuruan Jawa Timur.

Menurut cerita dari salah satu guru Pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Guru Bangil memiliki Guru yaitu Syaikh Ja’far Syaikhon/Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf Pasuruan. Beliau adalah seorang Wali Qutub nya Jawa pada zamannya.

Suatu ketika beliau pernah berucap kepada Guru Bangil. “Di tanah Jawa, yang menahan (menjadi penyandang balak) ada 40 orang wali mastur, jika ingin menemui mereka, maka ziarahlah ke Ampel.”

Lalu, pergilah KH Syarwani Abdan ke makam Sunan Ampel, sambil berjalan beliau melihat seseorang yang berjualan es, saat dilewati tiba tiba yang jualan es teriak.

“Anaa wahid min arba’iin (aku salah satu dari yang empat puluh).”

Berjalan terus Guru Bangil, tiba-tiba berjumpa dengan pedagang mainan lalu berteriak pedagang mainan tersebut
“Ana wahid min arba’in (Saya salah satu dari yang empat puluh).”

Sampai seterusnya hingga yang ditemui beliau sampai 40 orang yang berpakaian biasa, tidak bersurban, tidak berselendang dan lain lain. Inilah para Wali Allah Ta’ala.

Maa syaa Allah, yang namanya Waliyullah Mastur tidak dapat ditebak.

Lalu, Sang Guru PP Darussalam bercerita dan menyampaikan bahwa :

لولا المستور لا خلق المشهور
“Jika tiada yang mastur (tersembunyi) pasti tidak ada yang masyhur.”

Ambil i’tibar, janganlah menghina orang lain, janganlah sangka jahat dengan orang lain, siapa tahu yang kita hina, yang kita sangka jahat itu adalah Waliyullah.

Mari bersangka baik antar sesama manusia, jangan ada perbantahan dan perdebatan yang tidak penting, karena hanya membuang-buang waktu dan menyia-nyiakan umurmu.

Demikianlah kisah Guru Bangil saat bertemu 40 Wali Allah yang bersembunyi di makam Sunan Ampel.

Wallahu a’lam.....

03/04/2026
31/03/2026

Mengutip pernyataan keras Faisal Lohy, pernyataannya bisa dibaca bukan sekadar emosi, tetapi sebagai alarm keras terhadap potensi penyimpangan dalam proyek negara berskala besar seperti MBG.

Pertama, logika dasarnya sederhana: semakin besar anggaran, semakin besar peluang korupsi. Program seperti MBG yang melibatkan dana publik dalam jumlah besar, distribusi luas, dan banyak aktor pelaksana, dari pusat hingga daerah, membuka banyak celah. Dalam sejarah pengelolaan proyek negara di Indonesia, kebocoran anggaran bukan hal baru. Dari bansos hingga proyek infrastruktur, pola yang sama sering terulang: markup, proyek fiktif, hingga permainan vendor. Dalam konteks ini, menyebut MBG sebagai “potensi proyek korupsi nasional” bisa dianggap sebagai bentuk kewaspadaan ekstrem, bukan sekadar tuduhan kosong.

Kedua, kritik Faisal bisa dipahami sebagai respons terhadap minimnya transparansi dan akuntabilitas. Publik sering kali hanya melihat angka besar dalam pengumuman program, tapi tidak mendapatkan rincian teknis yang memadai: siapa pengelolanya, bagaimana mekanisme pengawasan, dan bagaimana evaluasi dilakukan. Ketika informasi tidak terbuka, kecurigaan menjadi wajar. Dalam logika ini, pernyataan keras justru berfungsi sebagai tekanan agar pemerintah membuka data lebih luas.

Ketiga, ada dimensi politik anggaran. Program seperti MBG rentan dijadikan alat pencitraan atau kepentingan kekuasaan. Ketika sebuah program lebih sering dipromosikan secara politis dibandingkan dibuktikan hasilnya secara objektif, publik bisa melihatnya sebagai proyek yang “dipaksakan”. Dari sini muncul persepsi bahwa tujuan utamanya bukan kesejahteraan, melainkan distribusi anggaran yang sarat kepentingan.

Keempat, perbandingan dengan korupsi bisa dimaknai secara simbolik: Faisal ingin mengatakan bahwa dampak program yang tidak tepat sasaran bisa sama merugikannya dengan korupsi itu sendiri. Jika anggaran triliunan tidak menghasilkan perubahan signifikan, maka secara substansi itu adalah pemborosan uang negara, yang dalam kacamata publik awam, tidak jauh berbeda dari korupsi.

Kesimp**annya, kita bisa melihat pernyataannya sebagai bentuk kritik radikal terhadap sistem pengelolaan anggaran negara. Ia mungkin berlebihan secara bahasa, tetapi menyentuh kekhawatiran yang nyata: bahwa tanpa transparansi, pengawasan ketat, dan evaluasi berbasis data, program sebesar MBG berisiko menjadi ladang penyimpangan, bukan solusi.

29/03/2026

israhell klem tanah mereka adalah tanah yang di janjikan tuhan untuk bani israil

🚨Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman mengumumkan secara resmi keterlibatan mereka dalam perang melawan A...
28/03/2026

🚨Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman mengumumkan secara resmi keterlibatan mereka dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel, dengan meluncurkan rudal ke arah Israel tadi pagi.

🗣️Houthi: “Kami akan bergerak untuk menutup Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah."

24/03/2026

RAHASIA NAMA NABI MUHAMMAD SAW. MENURUT SYAYIDI SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI 'QS'

Nabi Muhammad SAW adalah makhluk paling sempurna. Nama yang paling populer di langit dan bumi. Nama yang diberikan oleh Abdul Muthalib untuk kelahirannya.
Dalam kitab As-Safinah Al-Qadiriyah, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan bahwa pada Abdul Muthalib memberi nama “Muhammad”, beliau ditanya oleh seseorang, “Mengapa cucumu diberi nama Muhammad? Bukankah ini adalah nama yang belum pernah digunakan oleh kaummu?”
Lalu, Abdul Muthalib menjawab, “Aku ingin dia dipuji, baik di bumi ataupun di langit.” Ini membuktikan bahwa Allah ternyata mengabulkan doanya, sebagaimana sesungguhnya telah dikehendak oleh Allah sendiri.

Pada suatu malam, Abdul Muthalib bermimpi melihat sebuah rantai yang terbuat dari perak keluar dari punggungnya. Rantai itu memiliki empat ujung; satu berada di langit, satu berada di bumi, satu berada di barat dan satu lagi berada di timur. Kemudian, rantai itu menyatu menjadi sebuah pohon. Setiap helai daunnya memancarkan cahaya. Semua orang, mulai dari barat sampai ke timur seolah-olah bergelantungan kepadanya.

Setelah mimpi itu diceritakan pada orang lain, mimpi tersebut ditafsirkan bahwa kelak dari keturunannya akan lahir seseorang yang menjadi tempat bergantung semua umat manusia. Semua makhluk yang ada di langit maupun di bumi memuji bayi tersebut.

Ibunda Siti Aminah pun pernah mendengar suara yang mengatakan, “Sungguh engkau telah mengandung seorang bayi yang akan memimpin umat ini. Jika engkau telah melahirkannya, maka berikan nama “Muhammad” untuknya. Sebab Allah telah menetapkan nama “Muhammad” ini untuknya, jauh sebelum Dia menciptakan seluruh makhluk-Nya.”

Diriwayatkan p**a oleh Ibnu Asakir dari Ka’ab Al-Akhbar bahwa Adam a.s. melihat nama “Muhammad” tertulis pada tiang ‘Arasy, di langit, pada setiap ruangan istana di surga, di sungai-sungai tempat pemandian bidadari, pada setiap helai daun pohon Thuba dan Sidratul Muntaha, pada ujung-ujung tirai, di kening para Malaikat, dan tidak ada seorang pun yang menggunakan nama “Muhammad” sebelum beliau. Tapi, pada saat kelahiran Muhammad sudah dekat dan ciri-cirinya tersebar luas di kalangan Ahlul-Kitab, maka mereka menggunakan nama tersebut untuk anak-anak mereka, dengan harapan salah satu dari keturunan mereka yang akan menjadi nabi.

Namun demikian, Allah SWT lebih tahu kepada siapa akan memberikan risalahnya. Saat itu jumlah orang yang bernama Muhammad sekitar lima belas orang.

Terdapat banyak perbedaan pendapat tentang nama Rasulullah SAW. Ada yang mengatakan bahwa namanya berjumlah 1000 dan ada p**a yang mengatakan bahwa namanya berjumlah 2020 buah nama. Al-Hafizh Ibnu Dahiyah menyusun satu buah kitab yang menerangkan bahwa nama beliau berjumlah 300 buah.

Abu Abdillah Al-Qurthubi juga menyinggung tentang jumlah nama beliau, menurutnya jumlah nama Rasulullah sebanyak 300 buah. Syekh Burhanuddin Al-Halabi mengatakan, “Di Kairo aku menemukan dua jilid kitab yang berjudul Al-Mustaufa fi Asma Al-Musthafa. Al-Hafizh Al-Sakhawi mengumpulkan semua nama nabi sampai berjumlah 430 buah nama, tetapi nama yang paling akrab dan populer di telinga dan membuat gejolak rindu para pecintanya menjadi tenang adalah nama “Muhammad.”

Sumber Ref;
• Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab As-Safinah Al-Qadiriyah.


Address

Wanaraja
Garut
44183

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berita viral posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share