Info terkini

Info terkini 📰 Update Berita Viral
🔥 Fakta • Info • Kejadian Terkini
📍 Dari Indonesia untuk Dunia
(5)

10/04/2026

Bukankah begitu tuan.....

10/04/2026

5 POIN FAKTA HAJI HER PENUHI PANGGILAN KPK

1. Status sebagai Saksi
Haji Her hadir di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis, 9 April 2026, murni sebagai saksi. Beliau dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

2. Fokus pada Pita Cukai
Penyidik mendalami prosedur pengurusan pita cukai rokok pada perusahaan milik Haji Her, PT Bawang Mas Group. KPK ingin memastikan apakah ada praktik pemberian upeti kepada oknum pejabat Bea Cukai untuk mempermudah bisnis rokok di wilayah Jawa Timur.
Klarifikasi Salah Paham Administrasi

3. Beliau menjelaskan alasan ketidakhadirannya pada panggilan pertama (1 April). Surat undangan dari KPK sempat tercecer di antara tumpukan proposal bantuan yang setiap hari masuk ke kantornya. Begitu surat tersebut terbaca pada 4 April, beliau langsung berinisiatif datang untuk memberikan klarifikasi.

4. Menegaskan Tidak Kenal Tersangka
Dalam pernyataannya usai pemeriksaan selama kurang lebih 4 jam, Haji Her menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Beliau menjamin bahwa operasional bisnis tembakaunya selalu mengikuti aturan yang berlaku.

5. Sikap Kooperatif dan Santai
Haji Her mendapatkan sorotan karena sikapnya yang sangat kooperatif dan ceplas-ceplos di depan media. Beliau menyatakan siap dipanggil kembali kapan saja jika diperlukan, demi membantu KPK menyelesaikan kasus yang sedang mencuat di industri tembakau tersebut.

NB : Diolah dari berbagai sumber. Jika ada informasi dirasa kurang benar, silahkan dikoreksi. Kalangkong.😇

09/04/2026

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan. 🔥

Tahukah Kamu?, JABAR - Di balik kebijakan membebaskan syarat KTP pemilik lama, ada jerit tangis kepanikan dari balik meja birokrasi. Coba bayangkan, lahan basah yang selama ini menjadi mesin ATM pribadi oknum tertentu tiba tiba dimatikan paksa oleh pemerintah provinsi.

Lihat saja beberapa samsat masih bimbang dalam menerapkan aturan dari Gubernur dengan berbagai Alasan, seperti Samsat Bekasi yang beralasan masih perlu koordinasi dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Hal ini memicu kemarahan Publik, hingga menduga kuat ada semacam kepanikan besar dari kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat.

Tapi seberapa besar sih asumsi kerugian para Tikus Rakus di Samsat jika aturan Bayar Pajak tanpa perlu KTP asli pemilik lama ini diterapkan?

Mari kita buat simulasi kasar, dari yang paling kecil hingga yang paling fantastis:

- Simulasi Paling Kecil atau Kelas Teri.
Anggaplah tarif tembak KTP paling murah adalah 150 ribu rupiah. Biro jasa mengambil jatah lelah 50 ribu, sisanya 100 ribu disetor ke orang dalam (Tikus Rakus). Jika di satu Samsat kecil hanya ada 50 pemohon per hari, maka oknum ini mengantongi 5 juta rupiah sehari. Dalam sebulan dengan 24 hari kerja, mereka kehilangan pemasukan haram sebesar 120 juta rupiah.

- Simulasi Paling Besar atau Kelas Kakap.
Sekarang kita hitung Samsat di kota besar dengan mobilitas jual beli kendaraan bekas yang tinggi. Tarif tembak KTP bisa tembus 300 ribu rupiah. Setoran ke para Tikus rakus bisa mencapai 200 ribu per berkas. Jika ada 200 pemohon setiap harinya, maka dalam sehari mereka meraup 40 juta rupiah. Dikalikan sebulan, angkanya menembus 960 juta rupiah alias hampir 1 Miliar per bulan dari satu kantor saja!

- Kepanikan Massal di Balik Meja. Melihat hitungan tersebut, sangat wajar jika ada oknum petugas yang ngotot mempersulit warga di awal pemberlakuan aturan baru ini. Yang mereka pertahankan bukan aturan negara, melainkan hilangnya gaya hidup hedon yang selama ini dibiayai dari keringat warga yang diperas pelan pelan.

Kebijakan pajak tanpa KTP lama ini terbukti bukan sekadar urusan mempermudah warga, tapi sebuah operasi senyap memberantas korupsi yang mengakar selama puluhan tahun. Pantas saja banyak yang kepanasan dan jantungan!

Bagaimana menurut kalian? Kira kira uang haram miliaran rupiah tersebut selama ini mengalir sampai ke mana saja? Coba tuliskan teori kalian di kolom komentar!

06/04/2026
05/04/2026

Kisah Karomah Habib Kuncung, Waliyullah Ahli Darkah yang Mampu Menembus Ruang dan Waktu.

Ahli Darkah adalah julukan untuk Habib Ahmad bin Alwi al-Haddad (Habib Kuncung) sebagai sosok yang atas izin Allah memiliki keistimewaan untuk memberikan solusi atau pertolongan cepat bagi orang yang sedang dalam kesulitan besar

Habib Ahmad bin Alwi al-Haddad atau dikenal Habib Kuncung merupakan salah satu wali Allah yang memiliki karomah. Sosoknya hingga kini masih dikenang dan kisah hidupnya menjadi pelajaran bagi umat Islam masa kini.

Habib Kuncung lahir di Qurhfa Hadramaut Tarim Yaman, 14 November 1838. Sejak kecil Habib Kuncung sudah ikut dalam kegiatan berdagang. Dengan berdagang Habib Kuncung bisa mengenal wilayah Asia Tenggara.

Semasa hidupnya, Habib Kuncung pernah menimba ilmu ke berbagai negara, seperti Belanda, Malaysia, hingga Singapura. Ia juga berguru ke para habib di Indonesia seperti kepada Habib Alwi al-Haddad (ayahnya), Habib Ali bin Husein al-Haddad, Habib Abdurrahman bin Abdullah al-Habsyi, dan Habib Abdullah bin Mukhsin al-Attas (Habib Keramat Empang Bogor).

Asal mula nama ‘Kuncung’ yang tersemat pada Habib Ahmad bin Alwi al-Haddad ini lantaran ia memakai kopiah dari bangsawan Bugis pada zaman dulu. Kopiah tersebut berbentuk kerucut atau kuncung.

"Waktu zamannya itu, Kerajaan Bugis menggelari kopiah itu karena Beliau mempunyai karomah yang besar di kalangan Bangsawan Bugis ketika itu," kata Habib Husein in Muhammad al-Haddad yang merupakan keturunan ke-4 Habib Kuncung.

Habib Kuncung termasuk orang yang memiliki khariqul a'dah atau orang yang memiliki kemampuan lebih di luar kebiasaan manusia umumnya. Dalam bahasa kewalian, Habib Kuncung kerap disebut sebagai ahli darkah. Ketika ada orang yang memerlukan bantuan, ia akan muncul tiba-tiba untuk membantu orang tersebut.

Karomah lain yang dimiliki oleh Habib Kuncung adalah mampu menembus ruang dan waktu. Dikisahkan oleh Habib Hasan bin Muhammad bin Abdullah al-Haddad mengungkap jika Habib Kuncung merupakan ulama yang memiliki sikap sulit ditebak.

Misalnya, Habib Kuncung pernah diajak ke Pekalongan tapi ia menolak. Namun, ketika rombongan tiba di Pekalongan ternyata Habib Kuncung sudah ada di sana.

“Hanya orang-orang tertentu bisa melihat karomah yang dimilikinya,” kata Habib Hasan.

Habib Kuncung meninggal pada 1926 saat berusia 93 tahun. Makam Habib Kuncung terletak di di samping masjid di kawasan Kalibata, di Jalan Rawajati Timur II No. 69 RT 3 RW 8, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan.

Makam Habib Kuncung hingga kini banyak diziarahi dari berbagai daerah. Di dekat makam terdapat gentong berisi air yang sering diminum oleh peziarah.

31/03/2026

Mengutip pernyataan keras Faisal Lohy, pernyataannya bisa dibaca bukan sekadar emosi, tetapi sebagai alarm keras terhadap potensi penyimpangan dalam proyek negara berskala besar seperti MBG.

Pertama, logika dasarnya sederhana: semakin besar anggaran, semakin besar peluang korupsi. Program seperti MBG yang melibatkan dana publik dalam jumlah besar, distribusi luas, dan banyak aktor pelaksana, dari pusat hingga daerah, membuka banyak celah. Dalam sejarah pengelolaan proyek negara di Indonesia, kebocoran anggaran bukan hal baru. Dari bansos hingga proyek infrastruktur, pola yang sama sering terulang: markup, proyek fiktif, hingga permainan vendor. Dalam konteks ini, menyebut MBG sebagai “potensi proyek korupsi nasional” bisa dianggap sebagai bentuk kewaspadaan ekstrem, bukan sekadar tuduhan kosong.

Kedua, kritik Faisal bisa dipahami sebagai respons terhadap minimnya transparansi dan akuntabilitas. Publik sering kali hanya melihat angka besar dalam pengumuman program, tapi tidak mendapatkan rincian teknis yang memadai: siapa pengelolanya, bagaimana mekanisme pengawasan, dan bagaimana evaluasi dilakukan. Ketika informasi tidak terbuka, kecurigaan menjadi wajar. Dalam logika ini, pernyataan keras justru berfungsi sebagai tekanan agar pemerintah membuka data lebih luas.

Ketiga, ada dimensi politik anggaran. Program seperti MBG rentan dijadikan alat pencitraan atau kepentingan kekuasaan. Ketika sebuah program lebih sering dipromosikan secara politis dibandingkan dibuktikan hasilnya secara objektif, publik bisa melihatnya sebagai proyek yang “dipaksakan”. Dari sini muncul persepsi bahwa tujuan utamanya bukan kesejahteraan, melainkan distribusi anggaran yang sarat kepentingan.

Keempat, perbandingan dengan korupsi bisa dimaknai secara simbolik: Faisal ingin mengatakan bahwa dampak program yang tidak tepat sasaran bisa sama merugikannya dengan korupsi itu sendiri. Jika anggaran triliunan tidak menghasilkan perubahan signifikan, maka secara substansi itu adalah pemborosan uang negara, yang dalam kacamata publik awam, tidak jauh berbeda dari korupsi.

Kesimpulannya, kita bisa melihat pernyataannya sebagai bentuk kritik radikal terhadap sistem pengelolaan anggaran negara. Ia mungkin berlebihan secara bahasa, tetapi menyentuh kekhawatiran yang nyata: bahwa tanpa transparansi, pengawasan ketat, dan evaluasi berbasis data, program sebesar MBG berisiko menjadi ladang penyimpangan, bukan solusi.

30/03/2026

Saatnya Indonesia bergabung membela Iran Dengan Rusia, Korut China & Indonesia👍❤
🇷🇺🇰🇵🇨🇳🇮🇩

29/03/2026

israhell klem tanah mereka adalah tanah yang di janjikan tuhan untuk bani israil

Setujukah anda?
28/03/2026

Setujukah anda?

25/03/2026

🌙 Kisah Mengharukan Ibunda Imam Syafi'i: Dari Doa Ibu, Lahir Ulama Besar 🌙

Di tengah kerasnya kehidupan, lahirlah seorang anak yatim yang kelak mengguncang dunia ilmu: Dialah Imam Syafi'i Rahimahullah. Namun, di balik keagungan ilmunya, ada sosok wanita luar biasa—ibundanya, seorang wanita shalihah yang membesarkannya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Sejak kecil, Imam Syafi’i telah kehilangan ayahnya. Sang ibu harus berjuang sendiri dalam keterbatasan. Namun ia memiliki keyakinan yang kuat:
"Anak ini harus menjadi orang berilmu dan dekat dengan Allah. "

Maka, dengan penuh tawakal, ia membawa putranya dari Gaza menuju Makkah, menempuh perjalanan jauh demi lingkungan terbaik untuk menuntut ilmu.

Di Makkah, kehidupan mereka sangat sederhana. Untuk menulis pun, Imam Syafi’i kecil tidak memiliki kertas. Ia mengumpulkan tulang-belulang dan pelepah kurma sebagai alat tulis. Namun ibunya tak pernah mengeluh. Ia justru terus menyemangati, menanamkan cinta Al-Qur’an, hingga akhirnya beliau mampu menghafalnya di usia yang sangat muda. Bukan hanya ilmunya yang tumbuh, tapi juga akhlaknya—dibentuk dari didikan seorang ibu yang ikhlas dan penuh iman.

Sang ibu tidak hanya membesarkan, tetapi juga mengarahkan. Ia menjaga agar anaknya selalu berada di jalan yang lurus, memilihkan guru terbaik, dan rela hidup dalam kesulitan demi masa depan ilmu anaknya.

🌿 Lalu, tibalah masa ketika Imam Syafi'i telah dewasa…

Beliau merantau hingga ke Mesir, menuntut ilmu, mengajar, dan dikenal luas sebagai seorang ulama besar. Dalam perjalanannya, beliau pun mendapatkan harta yang cukup banyak—sesuatu yang dahulu tidak pernah ia miliki saat kecil.

Namun ketika beliau memutuskan untuk pulang, membawa harta tersebut, tiba-tiba hatinya bergetar…

Ia teringat pesan ibunya yang dahulu begitu dalam:
"Wahai anakku, jika engkau diberi dunia, jangan sampai dunia itu masuk ke dalam hatimu. Jadikan ia di tanganmu, bukan di hatimu."

Nasihat itu seakan hidup kembali dalam dirinya…

Maka sepanjang perjalanan pulang, setiap kali Imam Syafi'i bertemu fakir miskin, musafir, dan orang-orang yang membutuhkan, beliau memberikan hartanya. Sedikit demi sedikit… tanpa ragu… tanpa takut kekurangan…

Hingga akhirnya…
Seluruh harta itu habis di jalan Allah.

Beliau pulang bukan sebagai orang kaya, tetapi sebagai hamba yang hatinya bersih—tidak terikat oleh dunia, namun penuh dengan keberkahan.

✨ Inilah buah dari didikan seorang ibu.
Nasihat yang ditanamkan sejak kecil mampu mengalahkan gemerlap dunia ketika dewasa.

✨ Hikmah yang Bisa Kita Ambil:

* Kesuksesan anak lahir dari doa dan pengorbanan seorang ibu
* Kemiskinan bukan penghalang untuk meraih ilmu dan kemuliaan
* Kekayaan sejati adalah hati yang tidak terikat dunia
* Sedekah adalah bukti keimanan dan jalan menuju keberkahan
* Didikan orang tua yang ikhlas akan membekas sepanjang hayat

🌿 Penutup:
Kisah Imam Syafi'i dan ibundanya mengajarkan kita bahwa di balik ulama besar, selalu ada sosok ibu yang luar biasa. Dari doa, air mata, dan pengorbanannya—lahirlah cahaya ilmu yang menerangi umat hingga hari ini.

Maka, jangan pernah remehkan doa seorang ibu… karena dari lisannya, bisa lahir generasi hebat yang mengubah dunia.

22/03/2026

MINTA DOAIN ORANG TUA
➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam Al-Munawi berkata, “[Doa orang tua kepada anaknya] diijabah karena rasa sayang orang tua yang tulus kepada anaknya, dan orang tua banyak mendahulukan anaknya daripada dirinya sendiri. Sehingga kita doa disertai rasa sayang yang tulus, mengakibatkan dikabulkan doanya.” (Faidhul Qadir, 3: 301)

Address

Garut
Garut
44180

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info terkini posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share