Intermilan Grobogan

  • Home
  • Intermilan Grobogan

Intermilan Grobogan Portal berita independen mengenai F.C. Internazionale dalam Bahasa Indonesia. Semua artikel boleh disebar kembali dengan mencantumkan sumber / link berita.

Conte: “Lautaro? Ia Masih 22 Tahun dan Bukan Pemain yang Sudah Habis. Gap dengan Juve? Ada Banyak Kemajuan Selama Satu S...
11/02/2021

Conte: “Lautaro? Ia Masih 22 Tahun dan Bukan Pemain yang Sudah Habis. Gap dengan Juve? Ada Banyak Kemajuan Selama Satu Setengah Musim Saya di Sini”

Antonio Conte berbicara dalam jumpa pers usai laga kontra Juventus semalam dan ditanya apakah akan menjadi sebuah kegagalan andai Inter juga gagal memenangakn Scudetto musim ini:

“Bukannya kita memulai memang seperti ini? Lihat, saya pikir di semua kompteisi hanya ada satu pemenang. Jika tim-tim lain dianggap musim mereka gagal karena tak memenangkan gelar, maka itu akan menjadi bencana bagi semua orang. Jadi menggunakan logika itu, ada banyak tim yang dianggap gagal sepanjang musim.

Malam ini Inter menunjukkan jika kami sudah memangkas jarak yang signifikan dengan Juve dari berbagai sudut pandang. Hal ini harusnya memberi kekuatan dan keyakinan akan apa yang kami kerjakan.”

Soal hal apa yang masih diperlukan untuk memangkas jarak yang tersisa…

“Apa yang perlu dilakukan adalah untuk terus bekerja dari musim ke musim dan mencoba untuk meningkatkan tim ini dari tahun ke tahun. Kami perlu melakukan ini dan saya yakin dalam satu setengah tahun terakhir, kami sudah menunjukkan perkembangan penting dari berbagai sudut pandang karena gap sebelumnya begitu besar. Sekarang jarak itu bisa mulai dipangkas dan itu bisa dilihat di dua laga terakhir di Coppa Italia menghadapi mereka.”

Soal performa duet Lu La…

“Dua pemain ini memainkan permainan mereka, memberikan segala yang mereka miliki untuk tim, untuk Inter. Mereka bekerja keras dan mencoba untuk terus berkembang. Juga jangan lupakan jika Lautaro baru 22 tahun dan ini adalah musim keduanya di mana ia mendapatkan kontinuitas bermain. Ia akan terus berkembang dan bukan pemain yang sudah habis. Hal yang sama juga berlaku bagi Romelu yang masih memiliki ruang untuk berkembang. Kami harus terus bekerja dan berkembang dan mencoba memberi lebih lagi.

Musim ini kami juga tersingkir di Liga Champions karena dua kekalahan kontra Real Madrid. Padahal satu gol saja ke gawang Shaktar cukup untuk memastikan langkah kami ke babak berikutnya, namun kami kurang garang dan kurang klinis di depan gawang, terutama berkaca pada banyaknya peluang yang kami dapatkan. Kami selalu datang ke sebuah kompetisi dengan target untuk bisa melaju hingga akhir, termasuk di Liga Champions, walaupun kenyataannya, kami tersingkir. Kali ini kami juga tersingkir di semifinal Coppa Italia seperti musim lalu meghadapi tim yang mendominasi selama sembilan tahun terakhir di Italia.

Ya, kami pantas meraih sesuatu yang lebih, namun seperti inilah semua berjalan. Sekarang kami akan memikirkan liga. Ini akan menjadi hal yang sulit, namun tim lain juga tahu Inter adalah tim yang tangguh dan malam ini kami juga menunjukkan itu.”

Soal gap dengan Juve…

“Saya ulangi, kami baru mulai. Saya baru satu setengah tahu di sini dan kami sudah mengalami langkah maju dari berbagai sudut pandang.”

Conte vs. Agnelli: Keduanya Terancam Sanksi? Berikut Segala KemungkinannyaKomisi Disiplin Mulai mempelajari ketegangan A...
11/02/2021

Conte vs. Agnelli: Keduanya Terancam Sanksi? Berikut Segala Kemungkinannya

Komisi Disiplin Mulai mempelajari ketegangan ANTARA pelatih Inter, Antonio Conte DENGAN Presiden Juventus, Andrea Agnelli di laga semifinal leg kedua Coppa Italia Kemarin. Seperti yang diketahui, Conte tampak mengacungkan jari tengahnya ke arah bangku cadangan Juventus (beberapa laporan menyebut layanan ke arah petinggi Juve) karena hinaan yang terus ia dukung sepanjang laga kemarin (dan laga-laga sebelumnya) mantan klub yang pernah ia dan latih tersebut .

Mengutip dari FCInter1908.it , petinggi Juve, termasuk presiden Agnelli berulang kali memanggil mantan pelatihnya tersebut dengan sebutan ' badut ' dan ' idiot '.

“Wasit keempat melihat dan mendengar apa yang terjadi sepanjang laga” , ungkap Conte kepada RAI Sport, kala dirinya ditanyai terkait gerakan acungan jari tengah yang ia tunjukkan.

Presiden Juve sendiri tampak bergumam dan mengumpat usai peluit yang panjang dibunyikan, salah satu kamera kamera adalah ia berujar: 'diam kau, brengsek!' sambil menutup mulutnya dan menyampaikan umpatan lainnya kepada Conte.

Adalah Daniele Chiffi, berada pada urutan keempat yang dimaksud oleh Conte yang ia melihat dan mendengar apa yang terjadi dan menempatkannya kemudian dari Komisi Disiplin akan banyak keapda laporan dari wasit Maurizio Marini yang juga menjadi saksi mata insiden lain yang terjadi di laga kemarin ( Oriali vs. Paratici ).

Besar kemungkinan hal ini juga akan terus berlanjut ke depan dari jaksa FIGC, sama seperti kasus Ibrahimovic vs. Lukaku. Jaksa FIGC akan merekam rekaman gambar dan suara laga tersebut. Ada TuttoMercatoWeb yang menggambarkan pada dua aturan yang memungkinkan Conte mendapat larangan mendampingi tim dua laga karena 'perilaku yang sangat tidak sportif' yang berhubungan pada Artikel 39, sementara untuk petinggi Juve berdasarkan paragraf ketiga, minimal mendapat larangan mendampingi tim selama satu bulan.

Larangan sanksi, ada Sky Sport yang menyebut peringatan peringatan mulai dari peringatan bahaya larangan mendampingi waktu yang diberlakukan.

Jelang Laga Kontra Lazio: Conte Optimis Vidal Fit, Perisic Starter. Simone Inzaghi Was-was dengan Kondisi Acerbi – Luis ...
11/02/2021

Jelang Laga Kontra Lazio: Conte Optimis Vidal Fit, Perisic Starter. Simone Inzaghi Was-was dengan Kondisi Acerbi – Luis Alberto

Inter bersiap menghadapi lawan berat berikutnya di Serie A. Akhir pekan ini sudah ada Lazio yang akan melawat ke San Siro. Sky Sport mengabarkan jika pelatih Antonio Conte optimis akan bisa kembali menggunakan tenaga Arturo Vidal yang harus absen di laga terakhir karena akumulasi kartu kuning dan juga tengah dalam proses pemulihan dari cedera lutut yang ia dapatkan di laga kontra Fiorentina.

Sementara itu TuttoSport mengabarkan jika Ivan Perisic siap kembali mendapatkan kepercayaan sebagai starter di laga berikutnya. Ia diyakini akan menjadi pilihan utama di sektor sayap kiri, mengungguli Matteo Darmian yang di laga Coppa Italia kemarin bermain sebagai starter di sayap kiri.

Berbicara Lazio, pelatih Simone Inzaghi pantas was-was dengan kondisi dua pemain kuncinya, Luis Alberto dan Francesco Acerbi. Keduanya dilaporkan tak bisa menuntaskan semua sesi latihan kemarin. Ada Luis Alberto yang baru kembali berlatih bersama tim pasca menjalani operasi usus buntu. Sementara Acrbi belum diketahui alasan kenapa ia menyudahi sesi latihan lebih cepat, namun diyakini tak ada kendala serius yang ia alami.

Source: Sky | TS | LaLazioSiamoNoi

Colonnese: “Kita Tak Akan Pernah Lihat Kemampuan Terbaik Eriksen di Inter Selama Conte Tak Ubah Sistem Permainannya”Mant...
11/02/2021

Colonnese: “Kita Tak Akan Pernah Lihat Kemampuan Terbaik Eriksen di Inter Selama Conte Tak Ubah Sistem Permainannya”

Mantan penggawa Inter, Francesco Colonnese yakin kita tidak akan pernah bisa melihat kemampuan terbaik Christian Eriksen selama Antonio Conte tak mengubah sistem permainannya. Seperti yagn diketahui, Conte tengah bereksperimen dengan gelandang asal Denmark ini dengan memainkannya sebagai ‘playmaker‘ maupun ‘mezzala‘ di laga terakhir kontra Juventus.

“Menurut pendapatku, Eriksen harus bermain lebih ke depan. Saat ini Conte mencoba memainkannya di posisi yang bukan miliknya. Karirnya dihabiskan dengan bermain di sepertiga lapangan lawan, baik itu sebagai gelandang serang d belakang dua penyerang atau sebagai sayap dalam skema tiga penyerang.

Di laga kontra Juventus, ia tidak melakoni laga yang menggembirakan. Akan sulit bagi dirinya bermain di posisinya saat ini di mana ia tak memiliki fisik dan intensitas yang dibutuhkan untuk bermain di posisi itu, dua karakteristik yang penting bagi Conte dalam skema 3-5-2 yang ia terapkan. Sayangnya selama skema ini tetap diterapkan, kita tidak akan pernah bisa melihat Eriksen yang sebenarnya.”

Mengenai penampilan Inter kontra Juventus sendiri…

“Inter mencoba memainkan permainan mereka dan tampil menyerang di kedua laga semifinal kemarin, sementara Juve cenderung bertahan. I Bianconeri berhasil menang di leg pertama karena dua kesalahan Inter dan hanya memaksimalkan serangan balik di laga kemarin.

Mungkin andai Inter bisa memaksimalkan peluang mereka di babak pertama, cerita akan berbeda. Namun itu tak terjadi dan laga menjadi semakin sulit.”

Mengenai Handanovic…

“Handanovic adalah kiper hebat. Seorang kiper bisa saja membuat kesalahan, namun kesalahan yang dilakukan Handanovic selalu dilebih-lebihkan. Ia terlalu sering dikritik, namun di laga kemarin dia dalah salah satu yang terbaik di lapangan.

Sama seperti pemain di posisi lain, ia jelas bisa membuat kesalahan. Faktor usia juga membuatnya kehilangan sesuatu, namun ia masih tetap salah satu kiper terbaik di Eropa dan sering terlihat di lapangan.”

Soal Lukaku yang melempem di laga kemarin…

“Tak mudah bermain menghadapi bek seperti Matthijs de Ligt, salah satu yang terbaik di Eropa. Ia dan Merih Demiral melewatkan laga yang hebat kontra Inter kemarin dan berhasil mengunci Romelu. Lini pertahanan Juve sangat solid di laga kemarin dan berhasil meredam duetnya bersama Lautaro.”

Milan Skriniar….

“Ketika mendengar kabar Inter ingin menjualnya musim panas lalu, saya terkejut. Milan memiliki segalanya: ia cepat, serius, fisik yang mumpuni, muda dan memiliki mental kuat. Ia diperlakukan seperti pemain buruk, namun saat ini ia membuktikan salah satu pemain terbaik Inter. Ia hanya perlu mendapatkan kepercayaan dan kemampuannya seharusnya tak perlu dipertanyakan. Ia terbiasa bermain dengan skema empat bek, namun ia semakin berkembang dengan skema tiga bek saat ini.”

Selain Hinaan Dari Tribun, Panasnya Tensi Antara Juve dan Inter Juga Disebabkan Transfer Nicolo BarellaNicolo Barella me...
11/02/2021

Selain Hinaan Dari Tribun, Panasnya Tensi Antara Juve dan Inter Juga Disebabkan Transfer Nicolo Barella

Nicolo Barella menjadi salah satu pemain kunci bagi Antonio Conte di Inter. Cerita bisa saja berubah andai 18 bulan lalu direktur Juventus, Fabio Paratici bisa meyakinkan sang pemain untuk tak menerima pinangan Inter, sebuah hal yang diungkap oleh jurnalis Maurizio Pistocchi melalui cuitannya di Twitter pasca ketegangan yang terjadi di laga leg kedua semifinal Coppa Italia kemarin:

“Selain hinaan dari tribun yang memancing reaksi marah Conte, ada hal lain di balik tensi panas di Allianz Stadium semalam. Lele Oriali dan Conte tahu jika Paratici menghubungi Barella beberapa kali untuk meyakinkannya agar mau membatalkan kesepakatan dengan Inter dan memilih bergabung dengan Juventus.”

Paratici sendiri kemarin dilaporkan juga bersitegang dengan manajer tim Inter, Lele Oriali di lorong menuju ruang ganti saat jeda babak pertama di mana direktur Juve tersebut dituding mengancam akan memukul Oriali.

Terpilih Sebagai yang Terbaik di Laga Kontra Juve, Bergomi: “Penampilan Gemilang Handanovic di Dua Laga Beruntun. Inter ...
11/02/2021

Terpilih Sebagai yang Terbaik di Laga Kontra Juve, Bergomi: “Penampilan Gemilang Handanovic di Dua Laga Beruntun. Inter Harus Sadar Betapa Kuatnya Mereka”

Legenda Inter, Beppe Bergomi berbicara kepada Sky Sport mengenai kegagalan timnya melangkah ke partai final Coppa Italia usai kalah agregat atas Juventus kemarin:

“Inter harus menyadari betapa kuatnya mereka. Ya, mereka ditaklukkan Juventus, namun saya pikir ini adalah laga yang sangat berimbang. Inter harus membayar mahal kesalahan mudah yang mereka lakukan di leg pertama yang membuat di leg kedua ini, Juve berhasil menjaga keunggulan mereka dengan baik. Sekarang masih ada gelar Serie A yang harus diperjuangkan hingga akhir.”

Kemudian mengenai sosok Samir Handanovic yang dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga kemarin oleh beberapa media Italia, salah satunya La Gazzetta dello Sport…

“Handanovic menunjukkan performa yang bagus di dua laga beruntun. Ia seorang profesional yang hebat dan merespon dengan baik kritikan yang ia terima.”

Mengenai kisruh Antonio Conte dengan Juventus di mana dirinya mendapatkan hinaan sepanjang laga…

“Permusuhan Juve – Inter? Semua berawal di tahun 1960-an. Ini adalah apa yang diceritakan para pemain La Grande Inter kepada ku di mana bagi mereka, Juventus selalu menjadi lawan terberat. Selalu ada tensi yang tercipta. Terlepas dari apa yang terjadi di laga kemarin, terkadang orang-orang di bangku cadangan bertindak berlebihan. Saya pikir akan lebih tepat memberi dukungan pada rekan-rekanmu, namun dengan rasa hormat terhadap orang lain dan saya mengatakan ini tidak hanya berkaitan dengan laga ini saja.”

Lippi: “Scudetto? Peluang Milan, Inter dan Juve untuk Juara Adalah 33%. Tak Miliki Banyak Komitmen Bisa Jadi Keuntungan”...
11/02/2021

Lippi: “Scudetto? Peluang Milan, Inter dan Juve untuk Juara Adalah 33%. Tak Miliki Banyak Komitmen Bisa Jadi Keuntungan”

Pelatih legendaris Italia, Marcello Lippi berbicara kepada Sky Sport mengomentari persaingan perebutan Scudetto musim ini dan meyakini AC Milan, Inter dan Juventus memiliki peluang yang sama untuk keluar sebagai juara, walaupun menekankan tak memiliki banyak komitmen bisa menjadi faktor pembeda:

“Waktu masih panjang hingga kita berada di penghujung kompetisi dan ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Dimulai dengan komitmen yang diikuti tim-tim tersebut. Beberapa masih bersaing di Liga Champions ataupun Coppa Italia sambil tampil di liga. Beberapa lainnya memiliki komitmen di Europa League dan juga ada tim yang hanya berfokus di liga di mana mereka bisa memiliki waktu sepekan penuh untuk mempersiapkan diri karena hanya tampil satu laga per pekan.

Saya pikir ini adalah sebuah keuntungan yang tak bisa disepelekan. Benar tampil di kompetisi besar bisa memberimu energi lebih, namun untuk jangka panjang, tak memiliki banyak komitmen bisa berperan besar. Untuk saat ini peluang Milan, Inter dan Juventus untuk memenangi Scudetto adalah 33%.”

Capello: “Milan Bisa Tagetkan Gelar Juara, Walau Menilai Inter Lebih Matang dan Kuat”Pelatih legendaris Italia, Fabio Ca...
11/02/2021

Capello: “Milan Bisa Tagetkan Gelar Juara, Walau Menilai Inter Lebih Matang dan Kuat”

Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello juga berbicara kepada Sky Sport mengomentari persaingan perebutan Scudetto musim ini. Ia meyakini mantan tim yang pernah ia latih, AC Milan berpeluang memenangkan gelar ini:

“Saya melihat sesi latihan Milan beberapa hari lalu dan saya sangat menyukai tim ini, menyukai semangat yang mereka miliki. Saya pikir mereka memiliki peluang untuk bisa menargetkan gelar juara musim ini. Namun demikian, saya melihat Inter jauh lebih kuat dan lebih matang di mana mereka memiliki Nicolo Barella serta Achraf Hakimi yang tahu bagaimana untuk bisa menjadi pembeda.”

“Semenjak Insiden dengan Ibrahimovic, Kita Melihat Lukaku yang Berbeda”Mantan penyerang Italia, Bruno Giordano merasa ad...
11/02/2021

“Semenjak Insiden dengan Ibrahimovic, Kita Melihat Lukaku yang Berbeda”

Mantan penyerang Italia, Bruno Giordano merasa ada perubahan pada diri Romelu Lukaku usai pertengkarannya dengan Zlatan Ibrahimovic di Coppa Italia yang lalu. Hal itu ia sampiakan kala berbicara kepada RAI Sport:

“Sejak insiden pada laga derby yang lalu, kita melihat ia berada dalam kesulitan yang besar. Saya pikir kontroversi yang terjadi sedikit banyak mengganggunya. Ia adalah pemain yang sangat penting bagi Inter, namun ia tak bisa berbuat banyak kontra Juventus kemarin.”

Ya, Lukaku memang tengah melewati awal tahun baru yang kurang menggembirakan. Sejak pergantian tahun, ia baru mencetak lima gol dari 10 laga di semua kompetisi dan hanya mengemas dua gol saja sejak insiden dengan Ibrahimovic yang lalu.

Inter Kenakan Jersey Kandang Spesial Kontra Lazio Untuk merayakan imlek tahun ini, Inter kembali menginisiasi jersey kan...
11/02/2021

Inter Kenakan Jersey Kandang Spesial Kontra Lazio

Untuk merayakan imlek tahun ini, Inter kembali menginisiasi jersey kandang spesial yang akan mereka kenakan untuk laga kandang berikutnya kontra Lazio. Melalui laman resmi klub, Inter mengonfirmasi akan mengenakan jersey spesial ini, dengan nama para pemain yang akan ditulis dalam huruf Mandarin.

Selain itu juga akan ada patch khusus di lengan kiri para pemain. Juga akan ada gambar sapi yang menerawang di balik nomor punggung para pemain. Jersey spesial ini juga dijual di laman resmi klub dalam jumlah terbatas.

Conte: “Juve Tak Terlalu Merepotkan, Namun Memaksimalkan Dua Pendapat Fatal yang Kami Lakukan. Proyek Kami Terhenti di B...
04/02/2021

Conte: “Juve Tak Terlalu Merepotkan, Namun Memaksimalkan Dua Pendapat Fatal yang Kami Lakukan. Proyek Kami Terhenti di Bulan Agustus ”

Inter harus melewati jalan terjal di leg kedua semifinal Coppa Italia pekan depan di Allianz Stadium pasca takluk dengan skor tipis 1-2 di San Siro semalam atas Juventus. Dua kesalahan fatal yang dilakukan oleh anak asuh Antonio Conte berhasil dimaksimalkan oleh kubu I Bianconeri . Usai laga, Conte Berbicara kepada RAI Sport seputar jalannya pertandingan:

“Di babak pertama, kami memberi Juventus dua hadiah mengingat mereka melakukan percobaan mencetak gol. Ya, kami melakukan dua kesalahan yang sangat naif yang memungkinkan mereka membalikkan ketertinggalan menjadi pemimpin 2-1.

Sementara selebihnya, kembali kami menampilkan penampilan yang sangat baik dengan mampu menciptakan banyak peluang gol. Namun kami perlu memaksimalkan itu karena saat ini, (karena gagal memanfaatkan peluang-peluang itu) kita justru membahas soal hasil negatif. Para pemain memberi segala kemampuan mereka. Kami pantas meraih hasil yang jauh lebih baik. ”

Soal leg kedua pekan depan…

“Kami harus menang dengan keunggulan dua gol. Ini jelas tidak akan mudah karena kami menghadapi tim yang sangat kuat di depan kami. Untuk saat ini, mari kita berurusan dengan laga berikutnya di Florence, baru setelahnya laga kontra Juventus. ”

Soal apakah Romelu Lukaku masih tidak terganggu dengan perang mulutnya dengan Zlatan Ibrahimovic…

“Romelu sangat tenang. Ia selalu berhenti seperti yang seharusnya dan jelas ia tidak akan membiarkan dirinya menyinggung orang lain. Kita Berbicara seorang sosok yang baik. Kami harus bisa lebih tenang dan melangkah lebih jauh. Saya mengerti jika apa yang terjadi sudah menjadi pembicaraan banyak orang, namun saya pikir ketika kita sudah mencapai titik tertentu, akan tepat pembicaraan pembicaraan mengenai hal ini sudah cukup.

Apakah Inter kehilangan sosoknya di laga kali ini? Pastinya Romelu dan Hakimi penting bagi kami, tapi sebelumnya saya tahu apa yang saya katakan: menunjukkan performa yang sangat bagus. Yang menjadi pembeda adalah kami melakukan dua kesalahan fatal yang harusnya bisa dihindari dan kami juga tak bisa memaksimalkan peluang yang kami dapatkan dan hal ini cukup menggambarkan hasil akhir. Kami tidak menjadikan pemain yang absen sebagai alasan karena alasan orang yang bermain, selalu melakukan pekerjaannya sebaik mungkin. Sekarang kami akan mempersiapkan diri untuk laga kontra Fiorentina. ”

Soal Inter yang akan kembali bermain 72 jam usai laga kontra Juventus…

“Gembira dengan jadwal yang antar ini? Bukan tanggung jawabku untuk menyebut itu. Tugas saya hanyalah memprsiapkan tim ini. Saya adalah pelatih dan ketika mereka mengatakan bahwa kami harus bermain, saya mempersiapkan tim untuk itu. Jadi pertanyaan apakah kami gembira atau tidak harus ditanyakan kepada pihak klub. ”

Kembali soal kesalahan yang dilakukan pemainnya yang berujung pada dua gol yang dikemas Juventus…

“Saya adalah mantan pesepakbola. Pendapat pasti selalu terjadi di dalam sepakbola dan malam ini kami melakukan dua kesalahan besar. Sungguh ditayangkan karena ini adalah partai semifinal. Apakah Juve pantas mendapat penalti? Saya belum melihat kembali tayangan ulangnya. Yang pasti adalah orang yang tepat adalah sosok yang berada di dalam insiden itu. Saya berharap keputusan tepat diambil, apakah itu berpihak atau tidak kepada kami. ”

Kondisi keuangan klub, Kontrol kondisi keuangan jika proyek bersama Suning terhenti di Agustus karena masalah keuangan klub…

“Ini situasi yang aneh dan tidak ada gunanya menyangkal. Kami memulai sebuah proyek dan harus terhenti di bulan Agustus. ”

Soal perbedaan penampilan Inter dibandingkan pertemuan sebelumnya kontra Juventus…

“Kami mempersiapkan laga ini dengan mengatahui apa-apa yang harus kami lakukan dan hal-hal yang bisa menempatkan kami dalam kesulitan. Kami mempersiapkan laga ini dengan sebelumnya dan saya tidak melihat Juve yang terlalu merepotkan kami andai kami melakukan dua kesalahan tersebut.

Kami bermain lebih lambat dari musim lalu? Saya memberikan penghargaan yang diberikan, namun andai kami menang 2-0 malam ini, tidak ada orang yang tidak melihat hal yang berbeda. Ya, hasil akhir keputusan, namun saya menghormati pendapat.

Musim ini kami memulai serangan lawan kami dan mengambil risiko tinggi dan faktanya kami kebobolan banyak gol sebagai hasilnya. Kami kemudian memutuskan untuk menurunkan garis pertahanan tetapi melakukannya tanpa harus menghentikan dan kami jauh lebih efektif, tetapi itu hanya pemikiran saya. ”

Soal Vidal yang tampak kesal kala diganti…

“Saya tidak melihat reaksi para pemain, saya mengambil keputusan.”

Handanovic Bersalah di Sepuluh Gol yang Bersarang di Gawang Inter Musim Ini. Cari Kiper Baru Jadi Keharusan Lagi. Samir ...
04/02/2021

Handanovic Bersalah di Sepuluh Gol yang Bersarang di Gawang Inter Musim Ini. Cari Kiper Baru Jadi Keharusan

Lagi. Samir Handanovic melakukan kesalahan yang cukup fatal semalam pada leg pertama semifinal Coppa Italia kontra Juventus. Buruknya koordinasi dengan Alessandro Bastoni membuat Cristiano Ronaldo dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang tak berpenghuni yang mampu membalikkan keadaan.

TuttoSport edisi hari ini menyoroti beberapa kesalahan yang dilakukan Handanovic musim ini yang seakan mengonfirmasi penurunan penampilan kapten tim asal Slovenia ini. Penampilan Handanovic memang mendapatkan kritikan tajam sejak musim lalu, terlebih musim ini di mana Inter kebobolan terlalu banyak gol di paruh pertama musim ini.

TuttoSport mencatat setidaknya ada sepuluh kesalahan yang dilakukan Handanovic musim ini, dimulai pada laga perdana kontra Benevento. Handanovic bersalah pada gol pertama Benevento yang dicetak Gianluca Caprari yang berawal dari kesalahan umpan yang ia lakukan.

Kemudian saat laga kontra Hellas Verona beberapa waktu lalu di saat dirinya gagal menangkap bola dengan sempurna yang memudahkan Ivan Ilic mencetak gol. Beruntung dua gol ini tak berdampak pada hasil akhir.

Kemudian berlanjut pada 10 Januari lalu kontra AS Roma di mana Handanovic sama sekali tak melakukan percobaan untuk menghentikan tembakan Lorenzo Pellegrini dan sundulan Gianluca Mancini yang memaksa laga berakhir 2-2. Pun begitu dengan gol dari Federico Chiesa di laga kontra Fiorentina, kemudian gol dari Sergej Milinkovic-Savic saat bertemu Lazio, berlanjut pada gol dari Aleksei Miranchuk dari Atalanta, Riccardo Sottil dari Cagliari dan Keita Balde bagi Sampdoria. Yang terakhir tentu di laga semalam, gol kedua dari Cristiano Ronaldo.

Catatan ini harusnya cukup untuk membuat petinggi I Nerazzurri berpikir jika ini adalah waktunya mencari pengganti. Calciomercato.com menyebutkan jika Inter sudah tak mungkin lagi menunda mencari kiper baru musim panas nanti sebagai suksesor jangka panjang Handanovic. Ionut Radu sendiri yang saat ini menjadi pelapis dinilai belum siap untuk mengambil alih posisi tersebut. Ada Juan Musso yang masih menjadi nama favorit untuk menjadi penerus Handanovic di Inter, walaupun pandemi COVID-19 memungkinkan rencana tim berubah dan mengejar nama lain.

Address


Telephone

+6285758100038

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Intermilan Grobogan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Intermilan Grobogan:

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share