12/01/2026
Mengapa harus menyalahkan penjual kambing? Ketika harga kambing ditawar murah, langsung yang disalahkan pedagang kambing. Ketika harga beli kambing mahal, yang disalahkan juga pedagang. Apakah peternak harus menang sendiri? Dan berharap pedagang mau mengikuti harga sesuai keinginan peternak?
Dari kalimat di atas, bisa dipastikan hanya peternak yang bahagia, sedangkan pedagang menangis karena rugi. Ketika membeli ke peternak dengan harga mahal, lalu menjual ke pasar dengan harga di bawah modal, maka pedagang akan mengalami kerugian. Jika hal ini berlanjut, maka lama-kelamaan tidak ada yang mau menjadi pedagang.
Jika tidak ada pedagang kambing, maka siapa yang akan membantu menjualkan dan memasarkan kambing milik peternak? Kita harus sama-sama saling memahami, itulah kunci keberhasilan usaha.
Dulu, ketika harga jual kambing mahal, semua peternak bahagia dan pedagang ikut bahagia. Sekarang, ketika harga turun, peternak kurang puas dan keuntungannya berkurang. Alhasil, yang menjadi sasaran kemarahan peternak adalah pedagang kambing.
Padahal, pedagang kambing juga tidak menginginkan harga kambing murah. Mereka tidak berniat membeli kambing di peternak dengan harga di bawah harapan peternak. Jika peternak dan pedagang bisa kompak, saling menjaga keharmonisan, dan tidak saling menyalahkan, maka semua bisa bahagia dan menerima kenyataan.
Rezeki sudah ada yang mengaturnya dan tidak mungkin salah alamat. Soal harga kambing yang murah saat ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
1. Jumlah populasi kambing yang melebihi kebutuhan pasar domestik maupun nasional.
2. Krisis ekonomi yang sedang terjadi di Indonesia.
3. Penurunan kebutuhan daging kambing di tingkat nasional.
4. Impor daging dan kambing secara besar-besaran.
5. Keterbukaan informasi publik di media sosial yang menyebabkan persaingan bebas yang tidak sehat.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, kita bisa lebih bijak dalam menghadapi situasi ini. 😊