Infoandalas

Infoandalas Berita • Info • News •
(1)

19/09/2026

📍Jambi | Video via INFORMASI TERKINI SEPUTAR JAMBI

2019: KETIKA NASIONAL TAK SAMPAI SEPARUH, ACEH & SUMBAR SAMA-SAMA 85%Ada satu angka menarik jika perjalanan tiga Pilpres...
19/09/2026

2019: KETIKA NASIONAL TAK SAMPAI SEPARUH, ACEH & SUMBAR SAMA-SAMA 85%

Ada satu angka menarik jika perjalanan tiga Pilpres terakhir dilihat kembali. Pada Pilpres 2019, Prabowo–Sandi memperoleh 44,50% suara secara nasional. Namun di dua provinsi di ujung barat Indonesia, hasilnya hampir dua kali lipat:

Aceh: 85,59%
Sumatera Barat: 85,92%

Selisih Aceh dan Sumbar hanya 0,33 poin persentase. Seolah “janjian”, padahal angka tersebut merupakan hasil agregat pilihan jutaan pemilih di dua provinsi yang berbeda. Jadi, bahkan sebelum 2019, kedua provinsi sudah memberikan persentase suara Prabowo di atas angka nasional.

Namun 2024 menghadirkan cerita berbeda.

Prabowo–Gibran justru memenangkan 58,59% suara nasional, tetapi di Aceh hanya memperoleh 787.024 suara atau 24,43%, sedangkan di Sumbar memperoleh 1.217.314 suara atau 39,45%. Anies–Muhaimin menjadi pasangan dengan suara terbanyak di kedua provinsi tersebut.

Aceh: 54,39% → 85,59% → 24,43%
Sumbar: 76,92% → 85,92% → 39,45%
Nasional: 46,85% → 44,50% → 58,59%

Menariknya, ketika suara Prabowo secara nasional turun pada 2019, Aceh dan Sumbar justru mencapai sekitar 86%. Ketika suara nasionalnya kemudian naik dan menjadi mayoritas pada 2024, persentasenya di kedua provinsi justru turun tajam.

Tetapi satu hal dapat dibaca dari angkanya: Aceh dan Sumbar memperlihatkan pola elektoral yang sangat khas dan 2019 menjadi titik ketika keduanya nyaris bertemu di angka yang sama.

Bukan benar-benar janjian. Tapi selisih 0,33 poin persentase memang menarik untuk dicermati 🤔🧐

Sumber : KPU RI

Di Aceh, 1599, Laksamana Keumalahayati memimpin perlawanan terhadap armada Belanda pimpinan Cornelis de Houtman. Sumber ...
19/09/2026

Di Aceh, 1599, Laksamana Keumalahayati memimpin perlawanan terhadap armada Belanda pimpinan Cornelis de Houtman.

Sumber Kemendikdasmen mencatat serangan terhadap orang-orang Belanda di kapal dipimpin langsung oleh Keumalahayati; Cornelis tewas dan Frederick de Houtman ditawan.

Tradisi sejarah Indonesia juga mengenang duel Keumalahayati dengan Cornelis di atas geladak kapal.

Lebih dari tiga abad kemudian, di Manggopoh, Minangkabau, 1908, muncul Siti Manggopoh. Ia menjadi salah satu tokoh utama perlawanan terhadap kebijakan belasting pemerintah kolonial Belanda.

Bersama para pejuang Manggopoh, ia turun dalam perlawanan bersenjata dan bergerilya menghadapi serdadu kolonial. Catatan sejarah juga menyebut kelompok pejuang ketika itu menggunakan senjata tradisional seperti rudus, tombak, sewah, dan senjata tajam lainnya.

Satu dari Aceh. Satu dari Minangkabau. Terpisah lebih dari tiga abad. Berbeda medan dan berbeda zaman.

Tetapi keduanya meninggalkan pesan yang serupa:
perempuan Sumatra bukan hanya menyaksikan sejarah dari belakang medan perang. Ada masa ketika mereka berdiri di garda depan dan ikut mengangkat senjata.

Keumalahayati dan Siti Manggopoh — dua Srikandi Andalas, dua zaman, satu keberanian.

DULU “BLS PLZ”, SEKARANG “MANG EAK?” 😂BEDA GENERASI, BEDA CARA NGETIK!Anak milenial yang tumbuh di era SMS pasti pernah ...
19/09/2026

DULU “BLS PLZ”, SEKARANG “MANG EAK?” 😂
BEDA GENERASI, BEDA CARA NGETIK!

Anak milenial yang tumbuh di era SMS pasti pernah melewati masa ketika hampir semua kata harus “dipangkas”. 😭

“Lagi apa?” jadi “lg ap?”
“Di mana?” jadi “dmn?”
“Sudah makan belum?” jadi “udh mkn blm?”
“Balas please” jadi “bls plz”
“Yaudah, terserah” jadi “ywdh, trsrh”

Bukan cuma gaya. Zaman SMS, jumlah karakter terbatas dan mengetik masih pakai keypad HP. Makin singkat, makin praktis.

Sekarang Gen Z punya bahasa sendiri. Bukan lagi sekadar menyingkat kata, tapi mengubah ekspresi menjadi istilah khas internet.

Iri: “when yaaa 🥹”
Gak percaya: “mang eak??”
Kaget: “bjirr”
Kagum: “deymmmmm”
Kesal: “aman aja 🙂”

Bahasanya berubah, teknologinya berubah, tapi tujuannya tetap sama: supaya yang baca langsung paham perasaan kita. 😂

Kalau kamu dulu tim “bls plz” atau sekarang sudah ikut tim “bjirr”? 👇

“ayah masih dimana”“gpp kan aman?”Malam semakin larut. Pukul 22.30, sebuah panggilan dilakukan.Tidak dijawab.Lima menit ...
18/09/2026

“ayah masih dimana”
“gpp kan aman?”

Malam semakin larut. Pukul 22.30, sebuah panggilan dilakukan.

Tidak dijawab.

Lima menit kemudian, satu pesan kembali dikirim. Sebuah kalimat sederhana yang terasa seperti harapan agar suaminya segera pulang:

“bisi kabawa ka lampung hente yah”

Namun pesan itu pun belum mendapatkan jawaban.

Heriyanto merupakan pemandu perjalanan yang mendampingi lima jurnalis dalam peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Foto pukul 18.13 itu kini bukan lagi sekadar dokumentasi sebuah perjalanan. Bagi keluarganya, ia menjadi salah satu jejak terakhir yang tersisa dari komunikasi mereka.

Dan mungkin inilah bagian paling berat dari sebuah penantian: ketika kita tidak tahu harus berharap, khawatir, atau sekadar terus menatap layar menunggu satu tanda bahwa orang yang kita cintai baik-baik saja.

Di balik sebuah liputan selalu ada manusia. Ada seseorang yang ditunggu pulang. Ada keluarga yang memperhatikan jam. Ada telepon yang terus dicoba. Dan ada pesan sederhana yang semakin terasa berat setiap kali dibaca kembali:

“Ayah masih di mana?”

Semoga segera ada titik terang. Semoga keluarga yang menunggu segera mendapatkan kepastian dan kabar tentang orang-orang yang mereka cintai.

Aamiin.

Sumber: Fotografer Konten Kreator Bandung / fesbukbantennews - Banten

18/09/2026

⚔️ KETIKA PEREMPUAN ACEH BERDIRI DI GARIS DEPAN MELAWAN MUSUH

Mereka datang membawa ancaman. Namun dari tanah Aceh, seorang perempuan memilih berdiri di garis terdepan.

Bukan untuk menyerah.
Bukan untuk bersembunyi.
Tetapi untuk melawan.

Dialah Laksamana Malahayati, perempuan yang memimpin Inong Balee, pasukan yang dikenal beranggotakan para janda pejuang yang suaminya gugur dalam peperangan.

Kini kisah keberanian itu diangkat ke layar lebar melalui LAKSAMANA MALAHAYATI: PASUKAN 1000 JANDA.

Sebuah kisah tentang keberanian, kehilangan, dan perempuan-perempuan Aceh yang memilih mengangkat senjata ketika tanah mereka terancam.

Video : Official Film Pasukan 1000 Janda

18/09/2026

Sebanyak delapan helikopter disiapkan untuk melakukan water bombing di sejumlah wilayah Jambi.

Operasi udara diperkuat untuk membantu mengendalikan karhutla dan mencegah api semakin meluas.

SiagaKarhutla

18/09/2026
SUARAMU MENENTUKANPersentase ini bukan sekadar angka.Di balik setiap angka ada jutaan orang dengan kebutuhan, keresahan,...
18/09/2026

SUARAMU MENENTUKAN

Persentase ini bukan sekadar angka.

Di balik setiap angka ada jutaan orang dengan kebutuhan, keresahan, dan harapan yang berbeda. Ada yang memikirkan pekerjaan, harga kebutuhan pokok, pendidikan, rumah, pajak, hingga masa depan keluarganya.

Tetapi tentang masyarakat yang menggunakan haknya untuk menentukan arah yang mereka inginkan.

Suaramu adalah hakmu. Pilihanmu adalah keputusanmu.

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Infoandalas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Infoandalas:

Shortcuts

Share