Humorku

Humorku Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Humorku, Video Creator, Jakarta.

29/05/2026

Standar nyamannya anak itu nyamannya istri. Benar?

29/05/2026

MBG singkatan dari apa?

28/05/2026
26/05/2026

😃

26/05/2026

Boleh resign tapi????

30/06/2025

Mie Instan Rasa Mantan

Di sebuah kontrakan sempit yang penuh tumpukan baju kotor dan mie instan, tinggalah seorang mahasiswa semester akhir bernama Raka. Hobinya ada dua: tidur dan gagal move on dari mantannya, Sinta.

Suatu malam, Raka merasa lapar luar biasa. Ia membuka lemari, dan seperti biasa, hanya ada mie instan. Tapi ada yang aneh. Mie itu bukan rasa ayam bawang, bukan soto, apalagi rendang. Tulisannya: “Mie Instan Rasa Mantan – Pedas, Pahit, dan Bikin Nangis”.

“Apaan nih? Limited edition?!” gumam Raka, penasaran. Di bungkusnya tertulis:

> "Cara penyajian:
>
> * Rebus air mata secukupnya.
> * Masukkan kenangan lama.
> * Tambahkan bumbu rindu yang sudah kadaluarsa."

“Ini mie atau trauma healing?” pikir Raka sambil ngakak sendiri.

Karena sudah terlanjur lapar dan penasaran, Raka pun memasak mie itu. Begitu mie matang dan suapan pertama masuk mulutnya, tiba-tiba terdengar suara:

> “Kok kamu berubah, Ka?”

Raka terbatuk-batuk. “Siapa itu?!”

Ternyata suara itu keluar dari... mie-nya.

Mienya berbicara sambil tersedu, “Dulu kamu sayang aku, sekarang kamu s**a mie gelas ya?!”

Raka panik. “INI MAKANAN ATAU DRAMA KOREA?!”

Lalu mie-nya menirukan suara mantan Raka, “Aku nggak marah, aku cuma kecewa...”

Raka langsung menjatuhkan sendoknya. Mie itu malah menyanyikan lagu galau: “Aku rindu kamu, tapi kamu rindu dia…”

Akhirnya Raka tak tahan. Ia buang mie itu ke tempat sampah dan bersumpah hanya akan makan nasi padang.

Tapi keesokan harinya... mie instan itu muncul lagi di dapur, dengan rasa baru: “Mie Instan Rasa Gebetan – Manis di awal, hilang di chat terakhir.”

Raka menjerit, “TIDAAAAK!!!”

😂😂😂

Misteri Kaos Kaki Kiri di Planet NgawurDi sebuah planet bernama Ngawur, hiduplah seorang detektif swasta paling ulung be...
29/06/2025

Misteri Kaos Kaki Kiri di Planet Ngawur

Di sebuah planet bernama Ngawur, hiduplah seorang detektif swasta paling ulung bernama Pak RT (Reserse Terampil). Pak RT ini bukan sembarang detektif. Ia bisa melacak jejak semut yang tersesat di gurun pasir hingga menemukan permen karet yang nyangkut di rambut alien berambut kribo.

Namun, kasus kali ini, menurutnya, adalah yang paling aneh sepanjang kariernya.
Kasusnya dimulai saat Bu Ngatinah, seorang ibu-ibu sosialita yang hobi mengoleksi patung kodok keramik, melaporkan kehilangan. Tapi bukan patung kodoknya. Melainkan… kaos kaki kirinya.
“Pak RT, ini bencana! Kaos kaki kiri saya, yang bergambar kartun tupai sedang main drum, HILANG!” seru Bu Ngatinah sambil terisak dramatis. “Saya hanya punya satu pasang, Pak RT! Bagaimana nasib tupai yang tanpa pasangannya? Dia pasti kesepian!”

Pak RT menghela napas. Bukan karena kasusnya remeh, tapi karena Bu Ngatinah selalu melebih-lebihkan. “Baik, Bu Ngatinah. Tenang. Bisakah Anda ceritakan kronologinya?”
Bu Ngatinah mulai bercerita. Kaos kaki itu terakhir terlihat saat ia menjemurnya di tali jemuran, di antara celana dalam bermotif bunga dan BH motif polkadot. Ketika sore hari hendak diangkat, si kaos kaki kiri itu lenyap tak berbekas.

Pak RT, dengan kacamata detektifnya yang melorot sedikit di hidung, mulai melakukan olah TKP. Ia mengamati tali jemuran, rumput di bawahnya, hingga ke dalam pot bunga yang kosong. Tak ada jejak.
“Mungkinkah diculik alien, Pak RT?” tanya Bu Ngatinah dengan mata berbinar-binar penuh harapan akan drama yang lebih seru.
“Hm, kemungkinan selalu ada,” jawab Pak RT diplomatis. “Tapi kita cari yang lebih realistis dulu.”
Beberapa hari berlalu. Pak RT sudah menginterogasi kucing tetangga, mewawancarai seekor ayam yang diduga melihat kejadian, bahkan memeriksa perut ikan koi di kolam. Nihil.

Sampai suatu malam, saat Pak RT sedang menyeduh kopi pahit sambil meratapi misteri kaos kaki tupai, ia mendengar suara gemerisik dari loteng. Dengan senter di tangan, ia menyelinap naik.

Di sana, di antara tumpukan koran bekas dan guci antik, ia menemukan… Pak Budi, tetangga Bu Ngatinah, sedang serius menjahit. Dan di sebelahnya, tergeletak kaos kaki kiri bergambar tupai main drum.

“Pak Budi! Sedang apa Anda dengan kaos kaki Bu Ngatinah?” tanya Pak RT, terkejut setengah mati.
Pak Budi nyengir lebar. “Oh, ini Pak RT! Maaf, saya pinjam sebentar. Kemarin pas lagi menjemur, saya lihat kaos kaki Bu Ngatinah mirip sekali dengan sarung tangan boneka saya yang putus sebelah. Jadi saya ambil, terus saya modifikasi jadi sarung tangan baru untuk boneka koleksi saya, si Boncil!”
Pak RT menatap kaos kaki yang kini memiliki tiga jari tambahan dari kain perca. Kemudian ia menatap Pak Budi yang bangga dengan hasil karyanya. Lalu ia membayangkan ekspresi Bu Ngatinah saat mengetahui nasib kaos kaki kesayangannya.

“Pak Budi,” kata Pak RT pelan, “Anda baru saja memecahkan kasus terbesar di Planet Ngawur. Dan saya rasa, Anda akan segera menghadapi kasus hukum terbesar dalam hidup Anda.”

Pak Budi hanya tertawa polos, sambil mencoba mengenakan sarung tangan tupai barunya ke boneka Boncil. Sementara Pak RT hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Misteri kaos kaki tupai telah terpecahkan. Tapi kini, ia harus memikirkan cara menjelaskan semua ini kepada Bu Ngatinah tanpa membuatnya pingsan.

Dan ya, tupai di kaos kaki itu, kini dengan tiga jari tambahan, sepertinya juga bingung dengan nasib barunya.

28/06/2025

"Udin dan Ayam Ajaib"

Suatu hari, Udin seorang pemuda kampung yang polos tapi kreatif mendengar kabar dari tetangga bahwa ada ayam ajaib di pasar yang bisa bertelur emas. Karena merasa ini kesempatan jadi kaya raya, Udin langsung berangkat ke pasar dengan sepeda bututnya.

Sesampainya di sana, Udin benar-benar melihat seekor ayam yang diklaim "ajaib." Penjualnya berkata,
“Mas, ini ayam bisa bertelur emas, tapi butuh kasih sayang. Rawatlah seperti pacar.”

Udin langsung beli ayam itu dengan seluruh tabungannya termasuk uang tabungan buat beli cilok setiap sore.

Keesokan harinya, Udin bangun jam 5 pagi, kasih makan ayamnya, nyanyiin lagu romantis, bahkan bacain puisi:

> “Wahai ayam pujaan hatiku, bertelurlah emas agar hidupku tak melarat terus begini.”

Namun, ayam itu cuma menatap Udin... dan buang angin.

Udin tetap sabar. Hari kedua, dia ajak ayamnya nonton sinetron bareng. Hari ketiga, dia bahkan bikinin ayam itu sarapan nasi uduk.

Tapi hasilnya? Telurnya tetap biasa. Kadang malah nggak bertelur sama sekali.

Akhirnya Udin kesal. Dia bawa ayam itu ke penjualnya lagi.

“Mas! Ini ayam nipu saya! Katanya bisa bertelur emas!”

Penjualnya santai jawab,
“Bisa, Mas. Tapi ayamnya harus jatuh cinta dulu.”

Udin bingung, “Lho? Gimana caranya ayam jatuh cinta?!”

Penjualnya jawab serius,
“Ya cari ayam jomblo lainnya, Mas. Jangan cuma rawat, tapi juga cariin jodoh. Ayam juga butuh cinta, bukan cuma makan.”

Udin pulang sambil menghela napas.
Malamnya dia buka aplikasi pencarian jodoh—buat ayam.

Namanya: “Tinder-Petek.”

27/06/2025

Si Udin dan Ujian Matematika

Di sebuah sekolah dasar, ada seorang murid bernama Udin yang terkenal kreatif... tapi bukan dalam hal pelajaran, melainkan dalam mencari alasan. Suatu hari, mereka ada ujian matematika.

Guru: "Anak-anak, hari ini kita ujian. Tidak boleh mencontek ya!"

Udin langsung panik. Dia baru ingat kalau semalam dia nonton sinetron sampai jam 1 pagi karena penasaran siapa sebenarnya yang hilang ingatan di episode sebelumnya.

Saat soal dibagikan, Udin membaca soal pertama:

> "Jika kamu punya 5 apel, lalu temanmu mengambil 2, berapa apel yang kamu punya?"

Udin berpikir keras... lalu menulis jawabannya:
"Saya punya 5, tapi sekarang saya punya 3 dan 1 musuh."

Guru yang memeriksa kertasnya sampai terdiam lima menit. Antara mau marah atau ngakak.

Soal kedua:

> "Jika 1 mobil membutuhkan 10 liter bensin untuk menempuh 100 km, berapa liter bensin yang dibutuhkan untuk menempuh 350 km?"

Udin menulis dengan yakin:
"Tergantung... mobilnya mau ngebut atau santai, Bu?"

Soal ketiga:

> "Ibu membeli 2 kilo mangga seharga Rp20.000. Berapa harga 1 kilo mangga?"

Udin menulis:
"Itu Ibu siapa dulu, Bu? Soalnya kalau Ibu saya, pasti nawar dulu."

Akhirnya gurunya memberi nilai 0, tapi dengan catatan di bawahnya:

> “Udin, kamu memang tidak bisa matematika, tapi kamu sangat bisa jadi stand-up comedian.”

😂😂😂

Drama Mie InstanMalam hari, Jamal lapar banget. Dia ke dapur, niat masak mie instan.Pas air udah mendidih, mie masuk, bu...
26/06/2025

Drama Mie Instan

Malam hari, Jamal lapar banget. Dia ke dapur, niat masak mie instan.

Pas air udah mendidih, mie masuk, bumbu siap.

Tapi pas buka bumbu...
Yang ada cuma saus sambal.
Garam dan bumbu mie-nya entah ke mana.

Dengan tatapan kosong, Jamal tetap makan mie itu.

Setelah suapan pertama, dia menghela napas dan berkata:

"Rasanya seperti hidup... panas, pedas, dan hampa."

😂😂😂

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Humorku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category