The Thamrins

The Thamrins Semua dibahas tuntas. Beragam pandangan mendapat ruang. Jakarta kota kita.

Bersama-sama kita bangun Jakarta jadi Kota Global yang inklusif, adil dan makmur. 📢 📹 🕺👨‍🦼

25/04/2026

Ini bedanya kepemimpinan teknokratik Pramono Anung dengan yang lainnya, seperti Jokowi, Prabowo, Ganjar Pranowo, Dedi Mulyadi hingga Sherly Tjoanda. Ada perbedaan juga dengan kepemimpinan B**g Karno, Soeharto dan Ibu Mega. Apa bedanya?

24/04/2026

Satu tahun memimpin Jakarta, Mas Pram menunjukan bagaimana kepemimpinan teknokratik bekerja. Belum sempurna memang, tapi sudah terlihat pembenahan sistem dan birokrasi yang terjadi.

SEKOLAH SWASTA GRATISUNTUK MEMUTUS RANTAI KEMISKINANOleh: Sahir NopiDi sebuah kota yang terus bergerak cepat, keputusan ...
22/04/2026

SEKOLAH SWASTA GRATIS
UNTUK MEMUTUS RANTAI KEMISKINAN
Oleh: Sahir Nopi

Di sebuah kota yang terus bergerak cepat, keputusan tentang masa depan sering lahir dari hal-hal yang tampak sederhana. Salah satunya: Sekolah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah yang tidak kecil. Untuk tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 103 sekolah swasta resmi digratiskan—melonjak dari sebelumnya hanya 40 sekolah. Kebijakan ini menjangkau seluruh jenjang: SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB. Anggaran yang disiapkan pun tidak sedikit, mencapai Rp253,6 miliar, untuk menutup biaya SPP dan uang pangkal.

Ini bukan sekadar angka. Ini adalah intervensi langsung pada titik paling krusial dalam kehidupan keluarga: akses pendidikan.

Bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, biaya sekolah sering kali bukan hanya soal uang. Ia menjelma menjadi tekanan psikologis—rasa rendah diri, kecemasan akan putus sekolah, hingga perasaan tertinggal dari teman sebaya. Ketika biaya itu dihilangkan, yang berkurang bukan hanya beban finansial, tapi juga beban mental.

Di titik itu, terjadi pergeseran penting. Anak tidak lagi sibuk memikirkan apakah ia bisa tetap bersekolah, tetapi mulai fokus pada bagaimana ia bisa berprestasi. Dari sekadar bertahan, menjadi bertumbuh.

Di sisi lain, orang tua juga mengalami perubahan peran. Ketika tekanan biaya mereda, mereka tidak lagi sekadar menjadi penyedia, tetapi bisa bertransformasi menjadi sistem pendukung—memberi perhatian pada motivasi, kesehatan mental, dan arah belajar anak.

Di sinilah kebijakan ini menemukan maknanya yang lebih dalam: bukan bantuan sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan. Namun, akses saja tidak cukup.

Pertanyaan berikutnya justru lebih mendasar: kualitas seperti apa yang akan diterima oleh 103 sekolah gratis ini?

Tanpa sistem pembelajaran yang kuat, “sekolah gratis” berisiko berhenti pada level administratif. Karena itu, pemerintah juga memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan tidak hanya mengejar kelulusan, tetapi juga relevansi masa depan.

Salah satu jawabannya ada pada penguatan pendekatan STEM—Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Bukan sekadar menambah jam pelajaran sains atau matematika, tetapi mengubah cara belajar itu sendiri.

Dengan cara ini, pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi membentuk cara berpikir.

Pendekatan STEM juga memperlihatkan bagaimana konsep-konsep sains, teknologi, rekayasa, dan matematika saling terhubung—digunakan untuk menciptakan produk, sistem, dan solusi nyata bagi kehidupan. Ini adalah bahasa yang sama yang digunakan dalam dunia kerja global hari ini.

Dan di sinilah konteks Jakarta menjadi penting.

Ambisi menjadi kota global tidak bisa hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Ia bergantung pada kualitas manusianya—smart people yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan membaca perubahan.

Kota yang ingin menjadi pusat ekonomi global membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu berpikir kritis dan menyelesaikan masalah kompleks. Di saat yang sama, transformasi menuju smart city menuntut penguasaan teknologi: coding, kecerdasan buatan, hingga analisis data.

Semua itu berakar pada pendidikan.

Dalam jangka menengah, Jakarta dituntut memenuhi berbagai parameter kota global: ekonomi yang terkoneksi secara internasional, kapasitas riset yang berkelanjutan, ruang hidup yang nyaman, lingkungan yang bersih, serta sistem transportasi yang terintegrasi. Namun, semua parameter itu pada akhirnya bermuara pada satu hal—kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, kebijakan 103 sekolah gratis ini bisa dibaca sebagai lebih dari sekadar program pendidikan. Ia adalah fondasi.

Sebuah cetak biru yang berpotensi ditiru oleh daerah lain—bahwa anggaran publik tidak berhenti sebagai angka, tetapi diterjemahkan menjadi solusi konkret.

Langkah ini juga menunjukkan pendekatan yang adaptif. Alih-alih membangun dari nol, pemerintah memanfaatkan infrastruktur sekolah swasta yang sudah ada untuk mempercepat akses pendidikan. Sebuah keputusan yang pragmatis, sekaligus strategis.

Pada akhirnya, sejarah sudah berulang kali menunjukkan satu hal yang sama: pendidikan adalah alat paling efektif untuk memutus kemiskinan. Negara-negara maju memahami bahwa biaya untuk membiayai pendidikan jauh lebih kecil dibandingkan biaya sosial yang harus ditanggung akibat pengangguran dan kriminalitas di masa depan.

Maka, ketika sebuah kota memilih untuk berinvestasi pada pendidikan, yang sebenarnya sedang dijaga bukan hanya masa depan individu—tetapi juga keberlanjutan peradaban itu sendiri.

11/04/2026

Sempat ada masalah dengan pengangkutan, sampah di Pasar Induk Kramat Jati pun menggunung. Sekarang sudah dibereskan dan solusi agar tak terulang lagi terus diperkuat.

02/04/2026

Sembako Murah dari Prakarsa Warga, di 11 lokasi selama Ramadhan 2026 🙏🏼

21/03/2026

Kota Jakarta penuh cahaya
Tambah wawasan berkat The Thamrins
Izinkan kami di hari raya
Ucapkan mohon maaf lahir dan batin
🙏🏼 🙇🏽‍♂️ 🫂

16/03/2026

Acara ke-11 dan terakhir Tebus Sembako Murah dari Prakarsa Warga 🍍 🍉 🥘 🍚 🥧 🥬 🥕

16/03/2026

Kegiatan Tebus Sembako Murah kedua Prakarsa Warga Jakarta Timur diadakan di Kelurahan Cibubur.

14/03/2026

Prakarsa Warga terus bergerak. Membantu warga Kepulauan Seribu ikut gembira.

PrakarsaWargaKepulauanSeribu

14/03/2026

Dari utara ke selatan, dari barat sampai ke timur, tidak lupa lewat Kepulauan Seribu... Prakarsa Warga terus begerak, adakan sembako murah di saat ekonomi susah 🥘 🍚 🥬

13/03/2026

Sembako Tebus Murah kali ini di Kecamatan Pasanggrahan, Jakarta Selatan 🍉 🥬 🥘

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when The Thamrins posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share