Patroli Jaya

Patroli Jaya Berita media online, dan sejenisnya. Follow dan jadi bagian ceritanya👊🏻

🫱🏻‍🫲🏿Pp iklan & promosi DM

11/06/2026

5 % untuk bupati, 3 % untuk kepala dinas, serta masing-masing 1 % untuk pejabat pembuat komitmen (PPK) dan bendahara.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam pusaran perkara dugaan suap terkait OTT di Kabupaten Muara Enim.Pejabat Badan...
11/06/2026

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam pusaran perkara dugaan suap terkait OTT di Kabupaten Muara Enim.

Pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel), Titin Rita Lestari, mengaku merasa tidak adil.

Titin yang menjabat sebagai Ketua Tim Pemeriksaan BPK Perwakilan Sumsel mengklaim dirinya tidak pernah menerima uang dalam perkara tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat dirinya digiring petugas KPK menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/06/2026)

“Saya nggak terima uang ya, ini nggak adil, saya cuma pelaksana,” ujar Titin kepada wartawan.

Titin juga mengungkapkan bahwa penerima uang dalam kasus tersebut adalah pihak pimpinan di lingkungan BPK. Namun, ia tidak menyebutkan secara rinci identitas pimpinan yang dimaksud.

“Pimpinan saya berjenjang yang terima uang,” ungkapnya.

Sementara itu, tersangka lainnya, Augus Dwianggara alias Angga, yang merupakan pihak swasta sekaligus orang kepercayaan Anggota BPK V Bobby Adhityo Rizaldi, memilih tidak memberikan komentar saat ditanya mengenai perannya dalam perkara tersebut.

Sebelumnya KPK juga telah menetapkan empat tersangka lain dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muara Enim.

Empat Tersangka dimaksud adalah Edison selaku Bupati Muara Enim dan Abi Nurwardani selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muara Enim tahun 2026, Adi Triyadi (AD), orang kepercayaan sekaligus keponakan Edison dan Cory Erin Hardi (CRH), Marketing PT Millenium Solusi Abadi (MSA).

Untuk diketahui, OTT terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan BPK ini merupakan pengembangan dari OTT di Kabupaten Muara Enim yang telah menyeret orang nomor satu di Kabupaten Muara Enim, Edison.

Dalam operasi lanjutan tersebut, KPK telah mengamankan lima ASN dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diduga terlibat.

KPK menduga Bupati Edison memberikan suap kepada sejumlah ASN BPK dengan tujuan menutupi temuan audit atau hasil pemeriksaan atas sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Dari rangkaian OTT tersebut, KPK menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam rupiah dan mata uang asing, saldo rekening, serta barang bukti elektronik dengan total nilai sekitar Rp1,9 miliar.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima KPK.. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muara Enim, Abn diduga menerima uang tunai sebesar Rp500 juta dari Cory di sebuah hotel di Jakarta.

Diketahui, Cory merupakan perwakilan PT Millenium Solusi Abadi, pemasok smart board kepada PT My Icon Technology yang sebelumnya memperoleh proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muara Enim.

Pemberian uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek-proyek yang telah berjalan, sekaligus sebagai upaya menjaga hubungan dengan pemerintah daerah agar perusahaan terkait kembali memperoleh pekerjaan pada proyek selanjutnya.

Dalam pengembangan penyidikan, KPK menduga Abn, atas perintah Bupati Edison, menerima setoran dari sejumlah rekanan di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Untuk menyamarkan aliran dana, para pihak diduga menggunakan rekening nominee dan transaksi tunai.

Abn disebut mengendalikan sejumlah rekening nominee tersebut dan mendistribusikan dana dengan pembagian tertentu, yakni 5 persen untuk bupati, 3 persen untuk kepala dinas, serta masing-masing 1 persen untuk pejabat pembuat komitmen (PPK) dan bendahara.

KPK juga menduga penyerahan uang kepada Edison dilakukan melalui penarikan tunai dari rekening nominee yang kemudian disalurkan melalui sejumlah perantara, termasuk orang kepercayaan dan kerabatnya.

Dana yang diterima tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Edison.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, giliran Bupati Muara Enim, ...
11/06/2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, giliran Bupati Muara Enim, Edison, yang terjaring dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Dalam operasi senyap yang dilakukan di Jakarta dan Sumsel pada Senin (8/6), KPK menyita uang hampir Rp 2 miliar!
Barang bukti (Barbuk) yang diamankan terdiri dari:
▪️ Uang tunai rupiah
▪️ Dolar AS
▪️ Riyal
▪️ Sejumlah saldo rekening
“Total hampir senilai Rp 2 miliar,” ujar Jubir KPK Budi Prasetyo.
Tak hanya Edison, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka, yakni:
▪️ Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim, Abi Nurwardani
▪️ Adi Triadi, yang disebut sebagai keponakan bupati
▪️ Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi

11/06/2026

KPK Bongkar Modus Bupati Muara Enim Edison: Suap Oknum BPK Lewat Perantara untuk Tutupi Temuan

11/06/2026

Harga Minyak Dunia padahal Sudah Turun, Tapi di Indonesia Harga Pertamax justru Naik Drastis

Apa kabarmu kawan....?
11/06/2026

Apa kabarmu kawan....?

Pertamina kembali menaikkan harga BBM miliknya, kali ini Pertamax dan Pertamax Green resmi naik harganya per Rabu (10/6)...
10/06/2026

Pertamina kembali menaikkan harga BBM miliknya, kali ini Pertamax dan Pertamax Green resmi naik harganya per Rabu (10/6).

Sebelumnya harga Pertamax (RON 92) harganya Rp12.300 kini naik menjadi Rp16.250 per liter.

Sementara itu, Pertamax Gresn (RON 95) naik menjadi Rp17.000 per liter.

Kalau menurutmu gimana Jakartans?

09/06/2026

Terkait Kasus Mafia Tanah Disejumlah Wilayah APH Akan Segera Periksa Kepala BPN

Gedung PT Barata Indonesia (persero) digeledah Tim Penyidik Kortastipidkor Polri. Sebanyak delapan orang mendatangi peru...
09/06/2026

Gedung PT Barata Indonesia (persero) digeledah Tim Penyidik Kortastipidkor Polri. Sebanyak delapan orang mendatangi perusahaan yang beralamat di Jalan Darmosugondo, Kebomas, Gresik pada Selasa (9/6) pagi.

Informasi yang dihimpun, penggeledahan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek konstruksi terintegrasi Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).

Proyek yang dimaksud adalah proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula (PG) Assembagoes Situbondo milik PTPN XI, di mana PT Barata Indonesia bertindak sebagai pelaksana konstruksinya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada statement resmi dari pihak kepolisian maupun PT Barata Indonesia. Bahkan, salah seorang petugas keamanan PT Barata Indonesia yang enggan disebutkan namanya, juga tidak mengetahui kegiatan tersebut.

09/06/2026

Diduga Pelaku Penggelapan Sepeda Motor di tangkap oleh Korbannya Sendiri, Korban merupakan warga desa Banuayu Sebrang, yang mana korban menemukan pelaku di desa Tanjung Serian, Kec.Muara Enim, pada Selasa (9/6/2026).

Lalu korban meminta warga untuk mengamankan pelaku, sehingga pelaku sempat di amuk warga usai sebut nama bupati Edison.

Dalam peristiwa tersebut Pria terduga pelaku penggelapan motor tersebut akhirnya cepat di amankan oleh beberapa warga bersama perangkat desa menuju kantor Desa Tanjung Serian, lalu menghubungi aparat kepolisian Polres Muara Enim, guna untuk dilakukan penindakan Hukum lebih lanjut.





Address

Ibukota
Jakarta

Telephone

+6295618743530

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Patroli Jaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share