26/08/2025
Narasi mengenai arsitektur Eropa dalam pemahaman masyarakat umumnya dipenuhi dengan unsur romantisisme, renaissance, maupun baroque. Namun jika memperhatikan bagaimana kontras gaya bangunan di Eropa di Barat dan Timur, terlebih pada era Perang Dingin, terdapat salah satu unsur yang sangat khas dan masih bertahan hingga sekarang, yakni brutalisme. Brutalisme adalah gaya arsitektur yang berkembang pada 1950-an di Inggris, menyusul pembangunan pasca-Perang Dunia II.
Gaya arsitektur ini erat dengan penggunaan beton warna abu-abu, dan bentuk bangunan yang terkesan ringkas namun mengutamakan fungsi. Gaya ini adalah sebuah solusi utilitarian, dan berbiaya rendah bagi akses perumahan. Hal ini berbalik dari bangunan di Eropa sebelum perang, yang menonjolkan estetika dan kesan megah. Ini menjadi inspirasi bagi penyebaran gaya brutalisme di negara sosialis di Eropa Timur karena memiliki kesamaan nilai.
Selain di Eropa, gaya bangunan ini juga pernah digunakan di Asia Tenggara, seperti di Vietnam dan Filipina. Vietnam sendiri yang merupakan negara sosialis, pernah mengaplikasikan jenis perencanaan ekonomi gaya Soviet pada masa bao cấp tahun 1976-1986. Sedangkan Filipina sendiri, gaya ini banyak dipakai pada era kepemimpinan Ferdinand Marcos.