20/04/2026
Cahaya Merah Lampung Terbongkar: Bukan Rudal Iran, Tapi Sampah Antariksa China!
Malam itu, hape gue bergetar nonstop. Notifikasi dari grup keluarga di Lampung. "Cahaya merah di langit!", "Kiamat kah?", "Rudal Iran nyasar!"
Gue yang tinggal di Jakarta langsung cek TikTok. Beneran. Video amatir berseliweran memperlihatkan langit Lampung yang berubah merah darah. Cahayanya bergerak pelan, lalu pecah berkeping-keping.
Jujur, bulu kuduk gue merinding.
Sebagai orang yang hobi ngulik sains populer, gue langsung kepikiran satu hal: ini pasti ada penjelasan ilmiahnya. Nggak mungkin tiba-tiba alien mampir atau perang dunia ketiga pecah di atas langit Sumatera.
Gue pun mulai menggali informasi dari sumber resmi. BRIN, LAPAN, sampai akun-akun astronom luar negeri.
Dan ternyata... jawabannya jauh lebih sederhana, meskipun tetap bikin merinding.
Itu adalah sampah antariksa. Tepatnya, bagian dari roket Long March 3B milik China yang diluncurkan tahun 2021 lalu. Setelah mengorbit bertahun-tahun, akhirnya jatuh ke Bumi dan terbakar di atmosfer.
Saking cepatnya jatuh, gesekan dengan udara bikin sampah itu berpijar merah menyala. Fenomena ini sebenarnya biasa. Cuma kebetulan kali ini jalurnya tepat di atas Lampung, dan waktunya pas malam hari jadi kelihatan jelas.
Ini jadi pengingat buat kita: langit kita sudah terlalu penuh sampah. Bukan cuma sampah plastik di laut, tapi juga sampah logam di orbit.
Pertanyaan buat kalian: Menurut kalian, negara-negara peluncur roket perlu bayar "pajak sampah antariksa" nggak sih? Atau ini cuma risiko biasa dari kemajuan teknologi? Diskusi santai di kolom komentar, ya. π