27/08/2026
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% pada 2027 dengan mengandalkan investasi, hilirisasi industri, serta penguatan sumber daya manusia. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat fundamental perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut capaian pertumbuhan ekonomi semester I 2026 sebesar 5,45% merupakan yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir dan termasuk di antara yang terbaik di negara G20. Presiden, kata Airlangga, meminta agar target mendekati 6% dapat dicapai hingga akhir tahun.
“Ini tantangan besar yang membutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak,” ujarnya pekan lalu.
Airlangga mengungkapkan, dinamika geopolitik, konflik di Selat Hormuz, serta perang dagang masih memberi tekanan terhadap perdagangan dan investasi. Meski demikian, kondisi fiskal Indonesia tetap solid. Pendapatan negara tumbuh 21,3% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara belanja naik 18,2%. Defisit anggaran terjaga di level 0,91% terhadap PDB.
Untuk 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen, inflasi 2,5%, suku bunga SBN 10 tahun 6,9%, nilai tukar 17.500 rupiah per dolar AS, pendapatan negara sebesar 3.426 triliun rupiah, belanja negara Rp4.097 triliun, serta defisit 2,4% terhadap PDB.