22/04/2026
Heh ganteng, dengerin dulu. Bukan gue nggak percaya hadis atau menolak kebenaran teks suci, tapi lu ngomong begini di saat yang sangat nggak tepat.
Di saat Iran lagi menunjukkan kekuatannya buat kasih napas buat saudara-saudara kita di Palestina dan Lebanon yang lagi digempur, lu malah sibuk giring opini bahas Syiah dan Dajal. Mana nalar manusiawi lu? Mana akal sehat dan empati lu atas penindasan yang nyata di depan mata?
Nggak perlu kejauhan bahas masa lalu atau sok tahu menetapkan takdir Allah. Kita nggak pernah tahu rencana Allah; bisa jadi Allah beri hidayah buat orang-orang Iran dan kaum Syiah ke depannya, sementara mereka yang justru menolak kebenaran saat ini yang jadi pengikut Dajal. Kita nggak tahu, jadi telaah lagi deh soal "Dajal" itu dengan benar.
Apa yang lu yakini harusnya jadi motivasi buat lu makin taat dan kuat iman, bukan malah dijadikan narasi fitnah atau alat buat melegitimasi sikap diam (apatis) terhadap kedzaliman zionis di Palestina. Jangan sampai teks suci lu salah gunakan cuma buat bikin narasi yang memecah belah saat umat butuh solidaritas.
Paham sampe sini?
Nih, gue bantu share postingan lu. Biar makin viral, biar makin banyak yang liat, dan biar lu dapet "cuan" lebih banyak dari FB—sosmed yang notabene punya orang Yahudi yang lu maksud itu. Subhanallah... nikmat mana lagi yang kau dustakan? 🙄