15/09/2026
Fanakan Egomu, Bukan Dunia atau Dompetmu
Kalau baru belajar hakekat tentang fana, lalu mengira harus meninggalkan dunia, tidak boleh punya uang, tidak boleh menikmati hidup. Dalam proses oleng itu wajar , karena masih terjadi perang antara kesadaran akal dan kesadaran ruhani nya, π€ tapi kalau sudah stabil mungkin konsepnya pada konsep keseimbangan π
Padahal yang perlu βdimatikanβ bukan rumahnya, bukan pekerjaannya, bukan dompetnya , kalau dompet fana gimana anak istri yg harus kita biayai yah π€
Punya harta silakan.
Punya usaha silakan.
Punya rumah, kendaraan, keluarga, bahkan rekening yang sehat juga silakan bahkan bagus untuk digunakan kebaikan π
Dan jangan sampai ysng sehat justru egonya, sementara hati dan jiwanya sakit karena merasa semua itu milik kita sepenuhnya.
Fana bukan berarti miskin.
Fana bukan berarti suwung.
Fana adalah ketika keakuan sebagai pemilik mutlak mulai luruh, lalu sadar bahwa semuanya berada dalam izin dan amanah Allah.
Jadi jangan fanakan dompetmuβ¦
fanakan egomu dan kesombonganmu. π
Dunia tetap di tangan,
tetapi jangan sampai dunia menguasai hati. Intinya jangan melekat pada kepemilikannya
Karena yang dicari dalam perjalanan jiwa bukan kehilangan dunia,
melainkan kehilangan ego yang merasa paling memiliki. π