05/11/2025
SINOPSIS
Hidup tidak selalu terang. Ada saat-saat ketika kita terjebak dalam gelapnya kegagalan, kehilangan, dan rasa putus asa. Namun, dari setiap kegelapan itu selalu ada satu hal kecil yang bisa menyalakan jalan: sepercik harapan.
Buku Sepercik Harapan mengajak kita menyelami makna harapan sebagai energi yang mampu menggerakkan langkah, bahkan ketika dunia terasa menutup semua pintu. Dengan bahasa yang hangat dan sederhana, penulis meramu kisah nyata, filsafat hidup dari para pemikir besar, serta pengalaman manusia yang pernah jatuh lalu bangkit kembali.
Dari Nietzsche hingga Helen Keller, dari Viktor Frankl hingga kisah orang-orang sederhana yang bertahan dalam badai hidup—semua berpadu untuk menunjukkan bahwa harapan bukanlah sekadar menunggu keajaiban, melainkan keberanian untuk melangkah, sekecil apa pun langkah itu.
Setiap bagian menghadirkan refleksi yang membumi: tentang menjaga iman ketika mimpi goyah, merawat kesabaran di tengah luka, membangun kebiasaan positif, hingga menyebarkan harapan kepada orang lain. Bukan sebagai teori kaku, melainkan sebagai percakapan hangat, seperti seorang sahabat yang duduk menemani di saat kita hampir menyerah.
Sepercik Harapan adalah teman perjalanan bagi siapa saja yang tengah mencari makna, kekuatan, dan alasan untuk terus melangkah. Karena kadang, yang kita butuhkan bukanlah cahaya besar yang menyilaukan, melainkan percikan kecil yang cukup untuk menuntun kita menemukan jalan pulang menuju cahaya.
Hidup tidak selalu terang. Ada saat-saat ketika kita terjebak dalam gelapnya kegagalan, kehilangan, dan rasa putus asa. Namun, dari setiap kegelapan itu selalu ada satu hal kecil yang bisa menyalakan jalan: sepercik harapan.