Narasi Nahdliyin

  • Home
  • Narasi Nahdliyin

Narasi Nahdliyin Menyambung Sanad, Mengawal Gagasan

Dari pusat sampai ranting, dari pesantren sampai majelis taklim, hingga komunitas profesional. Jejaring sosial yang kita...
14/06/2026

Dari pusat sampai ranting, dari pesantren sampai majelis taklim, hingga komunitas profesional. Jejaring sosial yang kita miliki adalah raksasa yang sedang tertidur lelap.

Agenda besar di abad kedua ini harus bergeser secara nyata. Narasi pemberdayaan tidak boleh lagi hanya berakhir di ruang-ruang seminar. Kita harus turun ke sektor riil. Membangun kemitraan pesantren dengan UMKM, distribusi produk halal, memperkuat koperasi warga (BMT), hingga memastikan akses permodalan menyentuh mereka yang berada di lapis paling bawah.

Semua itu hanya bisa terwujud jika setiap level kepengurusan menyadari perannya masing-masing. Pesantren menjadi inkubator, Ranting menjadi penggerak, Cabang menjadi konektor, dan Pusat (PBNU) menjadi penentu arah kebijakan dan pembuka akses.

Menurut Sahabat, di daerah Anda saat ini, sektor riil apa (pertanian, perikanan, atau UMKM) yang paling potensial untuk segera diintegrasikan dengan jejaring Nahdliyin? Mari petakan bersama! 🟢🌾

14/06/2026

"Jangan punya acara/hajat di bulan Suro." 🛑

Sering dengar kalimat soal ini? Banyak yang salah paham, dikira karena mitos, pamali, atau takut kualat.

Padahal, maksud para kiai jauh lebih indah dari itu! ✨

Beliau-beliau melarang kita sibuk bikin acara duniawi supaya kita bisa lebih fokus ibadah, utamanya memaksimalkan puasa sunnah di tanggal 1-10 Muharram (Suro). Bulan mulia, ibadahnya juga harus ekstra.

Inilah wujud kebijaksanaan ulama-ulama kita. Tradisi dijaga, tapi esensi syariat tetap jadi yang utama. 💚

13/06/2026

"NU adalah pesantren besar, dan Pesantren adalah NU kecil." 💚

Dawuh Gus Yusuf ini jadi refleksi penting buat kita. Menuju momentum Muktamar, sudah semestinya arah gerak dan gagasan besar NU ke depan tidak pernah lepas dari ruh pesantren: tawadhu', merangkul, dan khidmah untuk umat.

Karena sejatinya, merawat kebesaran NU adalah menjaga tradisi pesantren agar tetap relevan di tengah laju zaman.

Menyambut Muktamar nanti, apa nih harapan Sahabat untuk masa depan NU? Coba share di kolom komentar!

13/06/2026

Slogan besar tidak akan pernah mengubah keadaan tanpa adanya keberanian untuk mengeksekusi solusi nyata di lapangan.

Menyambut tantangan Abad Kedua, Nahdlatul Ulama tidak boleh terjebak di antara dua kutub ekstrim: melupakan akar sejarah atau gagap menghadapi masa depan. Jalan yang harus ditempuh adalah transformasi yang berani—menjaga tradisi sekaligus lincah menggerakkan inovasi.

Jam'iyyah raksasa ini harus hadir sebagai institusi yang solutif bagi kehidupan sehari-hari warga. Menjadi jawaban atas urusan ekonomi, benteng bagi ketahanan kesehatan, serta penuntun akhlak di era digital.

Gagasan peradaban yang kuat selalu menemukan muaranya pada keteladanan dan aksi yang nyata. 🟢

Sudah Tepatkah Nasdem Memilij Anies Sebagai Calon Presiden ?
08/10/2022

Sudah Tepatkah Nasdem Memilij Anies Sebagai Calon Presiden ?

07/10/2022

Sri Mulyani "Resesi Dunia Akan Terjadi Pada Tahun 2023".

Terkait Tragedi Kanjuruhan, La Liga Spanyol Terapkan “Minute of Silence"Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Ti...
03/10/2022

Terkait Tragedi Kanjuruhan, La Liga Spanyol Terapkan “Minute of Silence"

Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pasca pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya turut mendapatkan atensi dari pelaku sepakbola dunia. Salah satunya adalah otoritas sepakbola Spanyol, yakni RFEF dan La Liga.

Dilansi dari situs resmi laliga.com, La Liga Spanyol mengumumkan akan melakukan “minute of silence” atau satu menit penghormatan di seluruh pertandingan pekan ini sebagai bentuk empati atas jatuhnya korban jiwa dalam tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

03/10/2022
Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Orang Meninggal Dunia.Dalam tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan,...
03/10/2022

Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Orang Meninggal Dunia.

Dalam tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Sebanyak 127 orang dikabarkan meninggal dunia.

Kerusuhan tersebut terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang digelar pada Sabtu malam, 01 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang.

30/09/2022

Beberapa Fakta Unik Terkait Gagalnya Pemberontakan G30SPKI.

Address

Jl. Kramat Raya 164

10430

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Narasi Nahdliyin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Narasi Nahdliyin:

Shortcuts

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share