V Entertainment

  • Home
  • V Entertainment

V Entertainment 🎥 BERITA TERKINI

đź”´ GARDA TERDEPAN MENJAGA NKRI
By: V Entertainment

Sejarah munculnya Organisasi Papua Merdeka OPM berkaitan dengan proses integrasi Papua ke dalam Indonesia pada dekade 19...
11/06/2026

Sejarah munculnya Organisasi Papua Merdeka OPM berkaitan dengan proses integrasi Papua ke dalam Indonesia pada dekade 1960-an.

Setelah wilayah Papua Barat yang saat itu masih dikuasai Belanda menjadi sengk*ta antara Indonesia dan Belanda, kedua pihak menandatangani New York Agreement pada tahun 1962.

Berdasarkan perjanjian tersebut, administrasi Papua diserahkan kepada pemerintahan sementara PBB sebelum kemudian dialihkan kepada Indonesia pada tahun 1963.

Sebagian masyarakat Papua menerima integrasi tersebut, tetapi sebagian lainnya menilai proses itu tidak mencerminkan aspirasi seluruh rakyat Papua. Ketidakpuasan semakin meningkat menjelang pelaksanaan Act of Free Choice atau Penentuan Pendapat Rakyat Pepera tahun 1969.

Pemerintah Indonesia menyatakan hasil Pepera menunjukkan dukungan untuk tetap bergabung dengan Indonesia, sedangkan kelompok kelompok pro kemerdekaan menganggap proses tersebut tidak berlangsung secara bebas dan demokratis.

Dalam situasi itulah, pada pertengahan 1960-an muncul Organisasi Papua Merdeka OPM, yaitu kelompok yang memperjuangkan pemisahan Papua dari Indonesia dan pembentukan negara merdeka.

OPM merupakan organisasi tunggal yang tidak terpusat, melainkan terdiri atas berbagai faksi yang bergerak melalui jalur politik maupun bers*nj*ta.

Sejak kemunculannya, k*nflik antara aparat keamanan Indonesia dan kelompok kelompok yang berafiliasi dengan OPM telah berlangsung selama beberapa dekade. Pemerintah Indonesia memandang OPM sebagai ger*k4n sep*r*tis yang meng*nc*m kedaulatan negara, sementara para pendukung OPM menilai perjuangan mereka sebagai upaya memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

Hingga kini, persoalan Papua tetap menjadi isu yang kompleks, melibatkan aspek sejarah, politik, keamanan, hak asasi manusia, pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat Papua. Berbagai pihak terus mendorong penyelesaian yang damai melalui dialog dan pendekatan yang menghormati hukum serta hak-hak masyarakat setempat.

11/06/2026

Sebanyak 8 anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNBP-OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XV/NK secara sukarela kembali ke pelukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berdasarkan siaran pers Koops TNI Habema, kembalinya 8 orang tersebut ditandai dengan penyerahan Bendera Bintang Kejora dalam sebuah upacara di Lapangan Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Rabu (10/6/2026).

Setelahnya, mereka yang mengenakan batik dan topeng hitam itu menandatangani naskah ikrar, membacakan pernyataan kesetiaan kepada NKRI, mencium Sang Merah Putih, serta menyerahkan s*nj*ta yang mereka miliki.

“Tindakan tersebut menjadi simbol keberanian untuk menutup lembaran lama dan memilih jalan damai sebagai masa depan yang lebih bermartabat,” kata Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, dikutip Kamis (11/6/2026).

11/06/2026

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus melangkah menuju kemajuan.

Berbagai program pembangunan, penguatan ekonomi, peningkatan kesejahteraan rakyat, serta pembangunan infrastruktur di berbagai daerah diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih makmur, sejahtera, dan berdaya saing.

Dengan semangat persatuan dan gotong royong, Indonesia berupaya mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat.

11/06/2026

SD Yapis Waghete I di Deiyai Dib4k*r OPM

Bangunan SD Yapis Waghete I yang berada di Kampung Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, dilaporkan h*ngus terb*k4r.

4ksi pemb*kar*n tersebut didug4 kuat dilakukan oleh simpatisan kel*mp*k OPM, Kamis (4/6/2026) dini hari.

Ins*den tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp 2 miliar, tetapi juga meng*nc*m keberlangsungan pendidikan ratusan siswa yang selama ini menggantungkan harapan mereka pada sekolah tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, membenarkan kejadian tersebut dan m*ngec*m k*r4s 4ksi yang menyasar fasilitas pendidikan.

Menurutnya, sekolah merupakan tempat penting untuk membangun masa depan generasi muda Papua melalui pendidikan yang layak dan aman.

“4ksi k*ji ini tidak dapat dibenarkan. Kami akan m*ng*sut tuntas pel*ku yang sengaja m*mb*k4r sekolah tersebut,” tegas Kapendam, Sabtu (6/6).

Aparat keamanan saat ini masih terus melakukan penyel*dik4n guna meng*ngk*p pel*ku dan motif di balik per*stiw4 itu.

10/06/2026

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengatakan bahwa patroli keamanan berhasil mengamankan tiga kampung, yakni Kampung Manggelum, Kampung Mangga Tiga, dan Kampung Kewam tanpa menimbulkan k*rb4n jiw4.





10/06/2026

Mabes TNI mengklarifikasi video viral di media sosial yang menyebut aparat TNI menggusur bangunan sekolah untuk pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas mengaku langsung menghubungi jajaran TNI di wilayah untuk bertanya soal peristiwa itu ketika viral.

"Ada katanya dipotong beritanya, videonya, menggusur sekolah. Yang bah*y4 caption-nya Babinsa lebih mengutamakan Kopdes daripada sekolah. Langsung saya telepon Asintel Kodam di sana, saya nanya, itu gimana cerita sebenarnya?" kata Nas di Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

Ia mengatakan TNI tidak menggusur sekolah untuk membangun Kopdes Merah Putih. Nas menyebut Kopdes dibangun di belakang sekolah.

Akses jalan di sekitar bangunan kurang sehingga sulit untuk manuver alat berat.

"Nah, pas manuver alat berat, kena tiang sekolah yang pojok. Si petugas Dandim dan Babinsa berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah 'Pak Lurah, Kepala Desa. Boleh nggak ini kita geser sebentar, Pak, tiang ini?' Boleh, silakan'," kata Nas menjelaskan peristiwa.

Ia menegaskan tiang sekolah digeser untuk manuver alat berat dan akan diperbaiki kembali.

Nas menyinggung bah*y*nya informasi yang menyebar namun tidak diketahui kebenarannya.

​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​

10/06/2026

Satgas Oper*si Damai Cartenz 2026 men*ngk4p seorang pria berinisial YM (24), yang didug4 anggota Kel*mp*k Krim*n4l Bers*nj*ta (KKB) wilayah Kepala Air, Kodap III Ilaga, Kabupaten Puncak di Provinsi Papua Pegunungan.

09/06/2026

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengkl4im seorang remaja berusia 18 tahun bernama Penti Weya men*ngg4l dun-14 akib4t led*k*n b*m yang disebut berasal dari ser*ng4n pesawat nirawak (drone) militer Indonesia di Kampung Wunapunggu, Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Minggu (7/6/2026).

Informasi tersebut disampaikan melalui Siaran Pers II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima, Minggu, 7 Juni 2026.

Dalam siaran pers tersebut, TPNPB menyebut laporan diterima dari P*S TPNPB di wilayah Tiom yang menyatakan bahwa k*rb4n men*ngg4l dun-14 setelah terk*n4 led*k4n b*m yang didug4 dij*tuhk*n dari drone militer saat berada di kawasan kampung tersebut.

Selain menyebabkan k*rb4n j*wa, TPNPB juga mengkl4im ser*ng4n tersebut men*ngg4lk*n bekas led*k4n berupa lub4ng di lokasi kej*di*n serta menimbulkan ket*kut*n di kal*ng4n masyarakat setempat.

07/06/2026

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI Jawa Tengah menggelar dem*nstr4si di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026), untuk mend*s4k pemerintah mengatasi pelem*h4n nilai tukar rupiah. Mahasiswa memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk menguatkan rupiah. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, mereka meng*nc4m akan menggelar dem*nstra4si bertajuk Reformasi Jilid 2.

Dem*nstr4si tersebut diikuti perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jateng dari Kota Semarang dan Kota Surakarta. Massa 4ksi tiba di depan Kantor Perwakilan BI Jateng sekitar pukul 17.00 WIB.

Mereka datang membawa spanduk bertuliskan, ”RIP. Rupiah Sekarat”. Setelah tiba di lokasi, para mahasiswa bergantian menyampaikan orasi. Saat orasi berlangsung, sebagian mahasiswa membuat spanduk lain bertuliskan, ”Turut Berdukacita atas M4-tinya Rupiah”.

Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang Kevin Priambodo mengatakan, aksi tersebut dilatarbelakangi keres*h4n mahasiswa terhadap pelem*h4n rupiah yang terus berlangsung. Di sisi lain, pemerintah dinilai belum menunjukkan upaya yang cukup untuk memulihkan kondisi tersebut.

”Kamir*s4h melihat kondisi ekonomi yang sedang terjadi. Kebijakan fiskal yang digagas dan sikap yang diambil pemerintah seolah-olah menunjukkan tidak ada masalah. Yang paling p*r4h, saya sangat mu4k dengan sikap egosentris yang terus dipertahankan Presiden dalam mempertahankan program-program mercusuarnya, arogansinya, dan hal-hal lainnya,” kata Kevin, Jumat malam

07/06/2026

Anggota Kel*mp*k Kr*m*n4l Bers*nj*t4 (KKB) berinisial YM (24) pen*mb4k karyawan PT Freeport dit*ngk4p Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 di kawasan Pasar Kago, Kota Ilaga, Kabupaten Puncak, Sabtu (6/6/2026).

YM diketahui merupakan anggota KKB wilayah Kepala Air di bawah komando Kodap III Ilaga. Akibat perbu*t*nny4, YM dij*r4t pasal berl*pis dan ter*nc4m huk*m4n m4t-i.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, membenarkan adanya pen*ngk*p4n kakap tersebut. YM dic*duk berdasarkan Lap*r4n Polisi Nomor: LP/B/1/III/2026/SPKT/Sat Reskrim/Polsek Tembagapura/Polres Mimika/Polda Papua Tengah tertanggal 11 Maret 2026.

"YM diam*nk4n oleh personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terkait k*sus pen*mb*k4n terhadap almarhum Simson Mulia, karyawan PT Freeport Indonesia," ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo, Minggu (7/6/2026).

Berdasarkan hasil penyel*dik4n awal, peran YM dalam 4ksi keji tersebut akhirnya terkuak. YM ternyata bertugas sebagai pemantau situasi lapangan.

"Dari hasil pemer*ks*4n awal, penyidik mendug4 YM berperan sebagai pemantau pergerakan petugas keamanan dan masyarakat menggunakan teropong saat 4ksi berlangsung," kata Yusuf.

Aksi pen*mb*k4n tersebut tidak dilakukan sendirian. YM beroperasi bersama sejumlah anggota KKB lainnya. Di antaranya adalah JM yang kini telah men*ngg4l duni4, serta BM alias N yang sampai saat ini masih dib*ru oleh petugas dan masuk dalam Daftar Penc*ri4n Or*ng.

"Apabila terbukti turut serta dalam t*nd4k pid*na yang menyebabkan men*ngg*lny4 k*rb4n, ters*ngk4 ter*nc4m pid*n4 penj*r4 yang b*r4t atau penj*r4 se*mur hidup," ucap Kasatgas Humas.

​ ​ ​ ​

Address


Telephone

+6285950712340

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when V Entertainment posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to V Entertainment:

Shortcuts

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share