Raziq

Raziq kreasi ai

πŸ₯€ NASIB PEJUANG KELUARGA KECIL DI RANTAU ORANG πŸ₯€βœ¨ PART 2 - MENINGGALKAN KONTRAKAN DENGAN AIR MATA ✨Malam itu aku dan sua...
14/07/2026

πŸ₯€ NASIB PEJUANG KELUARGA KECIL DI RANTAU ORANG πŸ₯€
✨ PART 2 - MENINGGALKAN KONTRAKAN DENGAN AIR MATA ✨

Malam itu aku dan suamiku tidak banyak berbicara.

Kami hanya saling memandang sambil memikirkan satu hal yang sama.

"Kita harus pindah ke mana setelah ini?"

Di kota ini kami hanyalah perantau.

Tidak ada keluarga.

Tidak ada tempat untuk mengadu.

Tidak ada rumah yang bisa kami datangi saat sedang kesulitan.

Yang kami miliki hanyalah satu sama lain dan tiga orang anak yang harus kami perjuangkan masa depannya.

Keesokan paginya aku mulai membereskan pakaian dan memasukkannya ke dalam tas.

Sedikit demi sedikit barang kami dikemas.

Piring yang biasa kami gunakan untuk makan bersama.

Kasur tempat anak-anak tertidur setiap malam.

Mainan kecil yang selalu berserakan di lantai.

Semua kami rapikan sambil menahan air mata.

Anak bungsuku yang berusia 4 tahun bertanya dengan polos,

"Bunda, kita mau pergi ke mana?"

Aku tersenyum sambil memeluknya erat.

"Kita mau mencari rumah baru, Nak."

Padahal saat itu aku sendiri belum tahu rumah baru itu ada di mana.

Suamiku p**ang kerja dengan wajah lelah, tetapi tetap berusaha tersenyum di depan anak-anak.

Setiap hari beliau mencari kontrakan baru.

Dari satu tempat ke tempat lain.

Ada yang terlalu mahal.

Ada yang sudah penuh.

Ada yang belum sesuai dengan kemampuan kami.

Tetapi sebagai seorang ayah, ia tidak pernah menyerah.

Aku tahu di dalam hatinya ada rasa takut yang sama denganku.

Takut jika anak-anak harus kehilangan tempat untuk p**ang.

Akhirnya kami memutuskan untuk pergi sebelum hari itu tiba.

Bukan karena kami kalah.

Bukan karena kami menyerah.

Tetapi karena kami ingin menjaga ketenangan keluarga kecil kami.

Pagi itu satu per satu barang kami diangkat keluar.

Anak-anak hanya diam memperhatikan.

Tidak ada tawa seperti biasanya.

Tidak ada suara bermain seperti hari-hari sebelumnya.

Yang ada hanyalah keheningan dan mata yang mulai berkaca-kaca.

Saat kendaraan mulai bergerak meninggalkan kontrakan itu, aku menoleh untuk terakhir kalinya.

Di tempat itu kami pernah menyimpan harapan.

Di tempat itu kami pernah mencoba membangun kebahagiaan sederhana.

Dan di tempat itu p**a kami belajar bahwa menjadi perantau tidak selalu

πŸ₯€ NASIB PEJUANG KELUARGA KECIL DI RANTAU ORANG πŸ₯€Kami merantau jauh dari kampung halaman dengan harapan bisa memberikan k...
14/07/2026

πŸ₯€ NASIB PEJUANG KELUARGA KECIL DI RANTAU ORANG πŸ₯€

Kami merantau jauh dari kampung halaman dengan harapan bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak kami.

Kami mengontrak sebuah rumah sederhana seharga Rp1.000.000 per bulan. Hanya ada dua petak kontrakan di sana.

Kami datang dengan niat baik, ingin hidup tenang, bekerja, dan membesarkan anak-anak dengan damai di tanah rantau.

Anak-anak kami hanyalah anak-anak biasa.

Mereka s**a bermain, tertawa, dan menikmati masa kecil mereka seperti anak-anak lainnya.

Anak bungsuku yang berusia 4 tahun sering dipanggil bermain oleh anak tetangga yang usianya hampir sebaya. Namun mereka bermain dengan cara yang membuat hatiku sedih. Anak tetangga bermain dari dalam rumahnya, sedangkan anakku hanya berdiri di depan pintu dari luar.

Aku pernah berkata kepada anakku,

"Nak, jangan bermain seperti itu. Kita harus saling menghargai dan bermain dengan baik."

Hari demi hari berlalu.

Suatu sore, kedua anakku yang sudah besar bermain bola bersama teman-temannya. Suasana memang ramai dan ribut, karena memang begitulah dunia anak-anak saat bermain dan tertawa bersama.

Namun ternyata keributan itu membuat sebagian orang merasa terganggu.

Tidak lama kemudian, pemilik kontrakan datang dengan wajah marah.

Yang membuat hati kami hancur bukan karena kemarahannya.

Tetapi karena anak-anak kami dimarahi dan diperlakukan dengan kata-kata yang begitu menyakitkan.

Sebagai orang tua, hati mana yang tidak terluka melihat anaknya diperlakukan seperti itu.

Padahal kami percaya, jika ada masalah, bukankah lebih baik orang tua berbicara baik-baik dengan orang tua lainnya?

Bukankah semua bisa diselesaikan dengan saling mengingatkan?

Namun hari itu kami mendengar kalimat yang tidak akan pernah kami lupakan.

"Setelah kontrakan selesai, kalian semua akan saya suruh pergi dari sini."

Saat itu rasanya seperti ada yang mengiris hati kami.

Aku dan suamiku hanya saling memandang sambil menahan air mata.

Kami tidak ingin memperpanjang masalah.

Kami tidak ingin ada pertengkaran.

Sebelum waktunya tiba, kami memilih mencari kontrakan baru dan pergi lebih dulu.

Bukan karena kami kalah.

Tetapi karena ketenangan anak-anak kami jauh lebih berharga daripada sebuah perdebatan.

Hari itu kami mengemasi barang-barang kami dalam diam.

Di depan anak-anak kami berusaha terlihat kuat.

Namun di dalam hati, kami menangis.

Merantau ternyata bukan hanya tentang mencari rezeki.

Tetapi juga belajar menerima kenyataan bahwa tidak semua tempat akan menerima kita dengan baik.

Semoga suatu hari nanti kami menemukan tempat yang benar-benar bisa kami sebut rumah.

Tempat di mana anak-anak bisa tertawa tanpa rasa takut.

Tempat di mana keluarga kecil kami bisa hidup dengan tenang.

❀️ Untuk semua keluarga kecil yang sedang berjuang di rantau, semoga Allah memudahkan setiap langkah kita.

Semur jengkol
09/07/2026

Semur jengkol

09/07/2026

🍲 Gulai Ikan Nila Campur Tahu 🐟

Bahan:
🐟 1 ekor ikan nila
⬜ 1 papan tahu putih
πŸ₯₯ 500 ml santan
🌿 2 batang serai
πŸƒ 2 lembar daun salam
πŸƒ 3 lembar daun jeruk
🌿 1 ruas lengkuas
πŸ§‚ Garam dan gula secukupnya

Bumbu halus:
πŸ§… 6 bawang merah
πŸ§„ 4 bawang putih
🌢️ 5 cabai merah
🌰 3 butir kemiri
🟑 1 ruas kunyit
🫚 1 ruas jahe
🌿 1 sdt ketumbar
⚫ 1/2 sdt merica

Cara singkat:
Tumis bumbu hingga harum, masukkan serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas. Tambahkan santan, lalu masukkan ikan nila dan tahu. Beri garam dan gula secukupnya, masak hingga matang dan kuah mengental.

Siap disajikan dengan nasi hangat! πŸ˜‹πŸš

Gulai ikan nila rumahan yang gurih dan lezat siap menggugah selera!Bumbu rempah pilihan dipadukan dengan ikan nila segar...
09/07/2026

Gulai ikan nila rumahan yang gurih dan lezat siap menggugah selera!
Bumbu rempah pilihan dipadukan dengan ikan nila segar menghasilkan kuah santan yang nikmat dan aroma yang menggoda. Cocok disantap bersama nasi hangat dan keluarga tercinta. πŸ˜‹βœ¨
Siapa yang s**a gulai ikan nila seperti ini? πŸ€—

Selamat siang
08/07/2026

Selamat siang

07/07/2026

Capcay ai🀣

Bikin capcay
07/07/2026

Bikin capcay

06/07/2026

Kadang, masakan yang paling ngangenin itu justru yang paling sederhana ya, Bun? Seperti menu andalan kami hari ini: Telur Dadar.
​Meskipun ini simpel, tapi percayalah, kalau dimakan pas masih hangat apalagi ditambah sambal terasi, rasanya benar-benar bikin makan jadi lahap banget! Menu praktis andalan kami kalau lagi pengen yang cepat tapi tetap nikmat.
​Kalau di rumah Bunda, biasanya telur dadar paling cocok ditemani apa nih? Coba share di kolom komentar ya! πŸ‘‡
​

Address

Bekasi
Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Raziq posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share