20/02/2026
Suster Ita SSPS, Seorang Biarawati Katolik dari kongregasi SSPS atau Suster Misi Abdi Roh Kudus, Suster Ita adalah s**arelawan di Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F). Komunitas bernapas Katolik yang bergiat pada isu kemanusian yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Selasa (20/1/2026) tepat pukul 17.39 Wita, notifikasi pesan Whatsapp dari No tak dikenal muncul di layar telepon genggam Suster Ita, Pesan yang datang dari nomor tak dikenal bukan baru kali ini dia terima sebagai relawan. Nomor Suster Ita sudah tersebar di banyak pengguna telepon genggam.
Suster Ita meraih telepon genggam lalu membuka pesan dari nomor tak dikenal itu. la tersentak. Pesan datang dari perempuan yang mengaku dalam tekanan. Suster Ita menduga pesan ditulis seseorang yang sedang depresi. Perempuan itu mengaku bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat hiburan malam di Maumere. Lokasinya tak jauh dari kantor Suster Ita.
"Suster, tolong keluarkan saya dari tempat ini,"
Pinta Perempuan itu
Akan tetapi, hari telanjur malam. Memaksa datang ke sana bisa sangat berbahaya. Suster Ita memutuskan ke sana keesokan hari, la lalu berkoodinasi dengan polisi agar bisa mendampingi dirinya. Seorang s**arelawan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores juga diajak. Biarawati Katolik berkerudung itu langsung memasuki lorong gelap tempat hiburan. Melewati tembok yang memantulkan aroma pekat asap rokok dan minuman beralkohol. Tiba di dalam, seorang perempuan setengah berlari sambil menangis histeris datang menghampiri. la memeluk Suster dengan kondisi badan gemetaran.
Perempuan itu memohon segera dibawa keluar dari situ. Tempat ia dikekang, disiksa batin dan fisiknya hingga mengalami eksploitasi seksual. Suster Ita lantas memegang tangan perempuan itu lalu membawa dia ke luar. Tak ada lagi yang bisa menahan tekadnya untuk menyelamatkan perempuan itu. Mereka lalu bergerak menuju markas TRUK-F. Dua hari kemudian, perempuan lain di tempat hiburan malam itu mengirim pesan kepada Suster Ita. Mereka juga minta dibawa pergi. Suster Ita lantas datang lagi menjemput mereka. Total keseluruhan 13 orang. Di markas TRUK-F, mereka didampingi.
"Tadi malam, mereka shalat Tarawih di tempat kami. Selama masa puasa ini, kami melayani mereka. Kami senang bisa me-nyelamatkan mereka dari tempat itu,"
Kata Suster Ita baru baru ini