Jesus Inside

Jesus Inside konten katolik

Dengan berhasil dipasang salib di menaraYesus Kristus, basilika Sagrada Familia mencapai titiktertingginya. Di samping b...
21/02/2026

Dengan berhasil dipasang salib di menara
Yesus Kristus, basilika Sagrada Familia mencapai titik
tertingginya. Di samping bendera Catalan, yang menandakan bahwa menara telah selesai dibangun tanpa hambatan, ada bendera Vatikan juga berkibar, sebagai tanda ini adalah gedung gereja tertinggi di dunia

Basilika Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol, resmi menjadi gereja tertinggi di dunia setelah menara utamanya mencapai ketinggian 162, 91 meter pada akhir 2025 dengan target penyelesaian akhir mencapai 172 meter pada tahun 2026mengambil alih posisi gereja Ulm Minster, Jerman (161, 5meter) sebagai gereja tertinggi di dunia sejak 1890.

Sarah Giles, seorang konten kreator dan influencer protestan di Instagram asal Amerika Serikat yang menjadi viral pada a...
21/02/2026

Sarah Giles, seorang konten kreator dan influencer protestan di Instagram asal Amerika Serikat yang menjadi viral pada awal tahun 2026 karena membagikan pengalamannya berdoa rosario meskipun ia beragama Kristen Protestan. Sarah Giles adalah seorang Protestan yang mulai mempraktikkan doa rosario sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya. Melalui unggahannya, Sarah berusaha meluruskan kesalahpahaman umum di kalangan non-Katolik yang menganggap rosario sebagai bentuk penyembahan berhala atau sesuatu yang tidak alkitabiah.

la menyatakan bahwa doa rosario telah memperdalam hubungan spiritualnya dengan Tuhan dan membantunya merenungkan kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Video testimoninya mendapatkan perhatian luas di media sosial, dengan puluhan ribu penayangan dan ribuan s**a, serta memicu diskusi antara komunitas Katolik dan Protestan di LN. saat ini ia dikabarkan sedang mempelajari lebih lanjut mengenai ajaran gereja katolik

Suster Ita SSPS, Seorang Biarawati Katolik dari kongregasi SSPS atau Suster Misi Abdi Roh Kudus, Suster Ita adalah s**ar...
20/02/2026

Suster Ita SSPS, Seorang Biarawati Katolik dari kongregasi SSPS atau Suster Misi Abdi Roh Kudus, Suster Ita adalah s**arelawan di Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F). Komunitas bernapas Katolik yang bergiat pada isu kemanusian yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Selasa (20/1/2026) tepat pukul 17.39 Wita, notifikasi pesan Whatsapp dari No tak dikenal muncul di layar telepon genggam Suster Ita, Pesan yang datang dari nomor tak dikenal bukan baru kali ini dia terima sebagai relawan. Nomor Suster Ita sudah tersebar di banyak pengguna telepon genggam.

Suster Ita meraih telepon genggam lalu membuka pesan dari nomor tak dikenal itu. la tersentak. Pesan datang dari perempuan yang mengaku dalam tekanan. Suster Ita menduga pesan ditulis seseorang yang sedang depresi. Perempuan itu mengaku bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat hiburan malam di Maumere. Lokasinya tak jauh dari kantor Suster Ita.

"Suster, tolong keluarkan saya dari tempat ini,"

Pinta Perempuan itu

Akan tetapi, hari telanjur malam. Memaksa datang ke sana bisa sangat berbahaya. Suster Ita memutuskan ke sana keesokan hari, la lalu berkoodinasi dengan polisi agar bisa mendampingi dirinya. Seorang s**arelawan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores juga diajak. Biarawati Katolik berkerudung itu langsung memasuki lorong gelap tempat hiburan. Melewati tembok yang memantulkan aroma pekat asap rokok dan minuman beralkohol. Tiba di dalam, seorang perempuan setengah berlari sambil menangis histeris datang menghampiri. la memeluk Suster dengan kondisi badan gemetaran.

Perempuan itu memohon segera dibawa keluar dari situ. Tempat ia dikekang, disiksa batin dan fisiknya hingga mengalami eksploitasi seksual. Suster Ita lantas memegang tangan perempuan itu lalu membawa dia ke luar. Tak ada lagi yang bisa menahan tekadnya untuk menyelamatkan perempuan itu. Mereka lalu bergerak menuju markas TRUK-F. Dua hari kemudian, perempuan lain di tempat hiburan malam itu mengirim pesan kepada Suster Ita. Mereka juga minta dibawa pergi. Suster Ita lantas datang lagi menjemput mereka. Total keseluruhan 13 orang. Di markas TRUK-F, mereka didampingi.

"Tadi malam, mereka shalat Tarawih di tempat kami. Selama masa puasa ini, kami melayani mereka. Kami senang bisa me-nyelamatkan mereka dari tempat itu,"

Kata Suster Ita baru baru ini

Lebanon meski termasuk sebagai negara mayoritas Muslim di Timur Tengah, rupanya hal tersebut tak memengaruhi keunikan at...
31/01/2026

Lebanon meski termasuk sebagai negara mayoritas Muslim di Timur Tengah, rupanya hal tersebut tak memengaruhi keunikan aturan Parlemen Lebanon yang tercantum dalam Pakta Nasional tahun 1943. yaitu meletakkan dasar Lebanon sebagai negara multi-agama setelah negosiasi antara kepemimpinan Gereja Katolik Maronit, Islam Syiah & Sunni.

Karena negosiasi yang terdiri dari sejumlah agama yang ada di Lebanon inilah yang membuat beberapa poin-poin penting dalam pakta ini cukup unik. Berikut ini beberapa poin penting dari perjanjian tersebut:

1. Umat Kristen Maronit Lebanon tidak mencari intervensi Barat, dan menerima bahwa Lebanon memiliki ciri-ciri Arab

2. Muslim Lebanon harus meninggalkan aspirasi mereka untuk bersatu dengan Suriah

3. Presiden Republik dan Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon Harus/selalu beragama Katolik Maronit

4. Perdana Menteri Republik selalu menjadi Muslim Sunni

5. Ketua Parlemen selalu seorang Muslim Syiah

6. Wakil Ketua Parlemen dan Wakil Perdana Menteri selalu beragama Kristen Ortodoks Yunani

7. Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata selalu seorang Druze

8. Selalu ada rasio 6:5 yang mendukung umat Kristen dan Muslim (dan Druze) di Parlemen Lebanon.

Pakta Nasional ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada tanggal 7 Oktober 1943, oleh Riad Al Solh dalam upaya untuk menampilkan identitas unik Lebanon yang terpisah dari dunia barat dan timur. Mereka memilih untuk menggambarkan Pakta Nasional sebagai representasi dari landasan fundamental kepercayaan bersama antara berbagai Keyakinan di Lebanon
semua orang

Kaum Calvinis di Prancis berusaha mendirikan rezim protestan di negara katolik tersebut mereka di sebut kaum Huguenot, k...
30/01/2026

Kaum Calvinis di Prancis berusaha mendirikan rezim protestan di negara katolik tersebut mereka di sebut kaum Huguenot, kaum ini melancarkan pemberontakan, melakukan pembantaian, membakar katedral, gereja, biara, bahkan perpustakaan

Kaum protestan yang bersekutu dengan inggris ini akhirnya melakukan pemberontakan resmi di kota La Rochelle bagian barat terhadap kekuasaan Raja Katolik Louis XIII pada 1628. Raja Louis, yang tidak ingin melihat kerajaannya terpecah belah, menjadikan penumpasan pemberontakan ini sebagai prioritas utamanya

Atas perintah Raja, Doa Rosario dan prosesi umum diadakan setiap malam di gereja-gereja Katolik di seluruh Prancis selama delapan bulan pengepungan. Tak lupa litani loreto juga di lantunkan bersama ibu suri, bangsawan istana, uskup agung, religius dan kaum seluruh umat

Para biarawan Dominikan menemani raja ke medan perang dan berkhotbah kepada pas**an Prancis tentang perlunya berdoa rosario setiap hari untuk meraih kemenangan. Para imam membagikan lebih dari 15.000 rosario kepada pas**an, sementara para prajurit berdoa bersama pada waktu-waktu tertentu di siang hari.

Pada tanggal 28 Oktober 1628, kaum Protestan Huguenot menyerah tanpa syarat kepada pas**an Raja Louis XIII, ketika Inggris tidak dapat membantu mereka. akhirnya Pas**an Prancis yang menang memasuki kota pada tanggal 1 November tepat hari raya Semua Orang Kudus.

dipimpin oleh para biarawan Dominikan yang melantunkan Litani Loreto dan membawa spanduk besar yang dihiasi dengan gambar Perawan Suci Maria, Para biarawan membagikan lebih dari 1.500 rosario kepada kaum protestan Huguenot di La Rochelle yang telah berdamai dengan Gereja Katolik

Raja Louis XIII kembali ke Paris dan membiayai pembangunan Basilika Notre Dame des Victoires (Bunda Maria Kemenangan) sebagai ucapan syukur atas perantaraan Bunda Maria lewat Doa Rosario untuk kemenangan Pas**an katolik melawan kaum protestan di La Rochelle.

Paus Yohanes Paulus II Terkenal Karena Kebiasaan Uniknya Setiap Tiba Di Negara Baru:Ia Akan Mencium Tanah Setibanya Di L...
30/01/2026

Paus Yohanes Paulus II Terkenal Karena Kebiasaan Uniknya Setiap Tiba Di Negara Baru:

Ia Akan Mencium Tanah Setibanya Di Lokasi Sebagai Tanda Penghormatan Kepada Bangsa Dan Tanah Yang Dikunjungi.

Tradisi Ini Dilakukan Sejak Awal Lawatan Internasionalnya Dan Menjadi Ciri Khas Kunjungannya.

Mencium Tanah Bukan Sekadar Gerakan Simbolis, Tetapi Ungkapan Penghormatan Kepada Rakyat Dan Budaya Setempat.

Paus Yohanes Paulus Ii Bahkan Pernah Menjelaskan Bahwa Tanah Ibarat "Ibu Yang Patut Dihormati", Sehingga Tindakan Itu Menunjukkan Rasa Hormat Terhadap Orang-orang Yang Tinggal Di Sana.

Saat Kunjungannya Ke Indonesia Pada 9 Oktober 1989, Paus Yohanes Paulus Ii Mencium Tanah Saat Tiba Di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sebagai Bagian Dari Kunjungan Pastoralnya.

Momen Ini Tertangkap Dalam Liputan Foto Dan Dianggap Sebagai Simbol Cinta Serta Rasa Hormatnya Terhadap Bangsa Yang Disambutnya.

Pada akhir Januari 2026, Presiden Kolombia Gustavo Petro telah memicu kontroversi dan kemarahan di kalangan gereja dan u...
30/01/2026

Pada akhir Januari 2026, Presiden Kolombia Gustavo Petro telah memicu kontroversi dan kemarahan di kalangan gereja dan umat Kristen di negara tersebut karena pernyataan yang dianggap melecehkan keyakinan Kristiani tentang Yesus Kristus. Pernyataan Kontroversial ini terjadi Dalam sebuah pidato di sebuah acara publik, Petro menyatakan bahwa Yesus "bercinta" (seksual) dengan Maria Magdalena.

Petro juga berargumen, "Pria seperti itu tidak bisa ada tanpa cinta," dan menambahkan bahwa Yesus "wafat dikelilingi oleh wanita yang mencintainya, dan jumlahnya banyak". Pernyataan tersebut dinilai sebagai penghinaan dan distorsi terhadap kebenaran sejarah dan Alkitab. Para Uskup Katolik di Kolombia, melalui Konferensi Waligereja, memberikan tanggapan keras terhadap pernyataan Presiden Gustavo Petro yang dianggap melecehkan keyakinan Kristen

Pernyataan ini dianggap sebagai serangan terhadap figur sentral kekristenan, yaitu Yesus Kristus, yang secara tradisional diyakini hidup selibat dan suci. Uskup menuntut penghormatan terhadap figur Kristus dan menegaskan bahwa tugas utama pemerintah adalah menjaga dan menghormati kebebasan berkeyakinan dan beragama, bukan mencampuri ajaran doktrinal. Pernyataan tersebut tidak hanya ditentang oleh Gereja Katolik tetapi juga memicu reaksi yang sama dari kelompok kristen evangelis

Banyak orang mengira gelar kiai sejak awal adalah milik eksklusif Islam.Padahal secara sejarah Jawa, kiai adalah gelar k...
26/01/2026

Banyak orang mengira gelar kiai sejak awal adalah milik eksklusif Islam.

Padahal secara sejarah Jawa, kiai adalah gelar kehormatan kultural, bukan label agama.

Istilah ini lebih dulu menunjuk pada sosok atau sesuatu yang dianggap "terpilih", berwibawa, dan memiliki keutamaan, tanpa syarat identitas kepercayaan.

Fakta bahwa hari ini kiai identik dengan ulama adalah hasil proses sejarah, bukan makna aslinya.

Baru setelah Islam berkembang luas di Jawa, istilah kiai kemudian mengalami penyempitan makna dan secara dominan dilekatkan pada ulama serta pimpinan pesantren.

Ini menunjukkan bahwa kiai pada dasarnya adalah gelar kultural yang kemudian mengalami islamisasi makna.

christoforus bayu risanto, si, imam yesuit katolik asal indonesia, resmi diabadikan sebagai nama asteroid oleh working g...
24/01/2026

christoforus bayu risanto, si, imam yesuit katolik asal indonesia, resmi diabadikan sebagai nama asteroid oleh working group for small body nomenclature (wgsbn) di bawah international astronomical union (iau).

asteroid tersebut tercatat sebagai (752403) bayurisanto = 2015 pz114. sebagai bentuk penghargaan ilmiah internasional atas kontribusinya dalam bidang meteorologi dan ilmu atmosfer.

penghargaan ini diberikan atas perannya dalam meningkatkan akurasi prakiraan cuaca, khususnya di wilayah dengan keterbatasan data observasi seperti kawasan tropis.

bayu risanto mengembangkan penelitian yang menggabungkan model fisika atmosfer dengan teknik data assimilation, termasuk pemanfaatan data kelembapan dari gps yang dipadukan dengan data stasiun cuaca.

ia menempuh pendidikan lintas disiplin dari filsafat dan teologi hingga meteorologi, serta meraih gelar ph.d. atmospheric sciences dari university of arizona dengan fokus pada prediksi cuaca dan cuaca ekstrem.

saat ini, ia tergabung dalam observatorium vatikan, menegaskan kontribusi ilmuwan indonesia di tingkat global sekaligus menunjukkan bahwa iman dan sains dapat berjalan berdampingan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Presiden Trump mengundang Paus Leo XIV untuk bergabung dalam 'Dewan Perdamaian' untuk membangun kembali Gaza. Hal ini di...
23/01/2026

Presiden Trump mengundang Paus Leo XIV untuk bergabung dalam 'Dewan Perdamaian' untuk membangun kembali Gaza.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin di sela-sela sebuah acara pada Rabu (21/01/2025).

Kardinal Parolin mengatakan bahwa undangan tersebut telah disampaikan ke Paus Leo, dan sedang dipertimbangkan.

"Kami sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya, dan menelitinya secara mendalam. Saya pikir ini adalah sebuah isu yang membutuhkan waktu untuk ditanggapi,” kata Parolin.

Menurut laporan, Trump telah mengundang Putin, Netanyahu, Macron dan puluhan pimpinan negara lain, termasuk Indonesia, untuk bergabung dalam "Dewan Perdamaian" barunya.

Setiap negara akan diminta untuk berkontribusi $1 miliar, atau setara 16,9 triliun, untuk mendapatkan kursi di dewan. Namun, terlepas dari undangan, Kardinal Parolin menegaskan bahwa Vatikan tidak akan memberikan kontribusi keuangan.

Umat protestan sering menuduh bahwa Gereja Katolik dulu di sekitar abad 14-16 terjadi jual beli surat indulgensi agar me...
22/01/2026

Umat protestan sering menuduh bahwa Gereja Katolik dulu di sekitar abad 14-16 terjadi jual beli surat indulgensi agar memperoleh pengampunan dosa, sehingga Martin Luther memprotesnya.
​Namun pandangan ini tidak benar, justru karena dari definisinya saja, tidak cocok. Sebab indulgensi tidak diberikan agar dosa-dosa diampuni, tetapi sebaliknya, dosa-dosa itu harus diakui terlebih dahulu dalam sakramen Pengakuan Dosa; dan baru ketika dosa-dosa itu sudah diampuni, orang yang bersangkutan dapat memperoleh indulgensi, jika syarat-syarat lainnya dipenuhi.
​Memang, di Abad Pertengahan sampai abad-16 Gereja sedang membangun basilika St. Petrus. Harus diakui, bahwa mungkin saja ada penyimpangan dalam penerapan ajaran indulgensi, tapi ini tidak meniadakan kebenaran bahwa Gereja mempunyai kuasa untuk memberikan indulgensi. Jika kita membaca catatan sejarah, kemungkinan inilah yang terjadi:
​Paus Leo X (1513-1521), memberikan indulgensi kepada orang-orang yang memberikan sumbangan untuk pembangunan basilika St. Petrus, namun pertama-tama bukan karena uang, melainkan karena melakukan perbuatan amal kasih, yaitu untuk membantu pembangunan gereja sebagai rumah ibadah untuk menyembah dan memuliakan Tuhan.
​Namun untuk memperoleh indulgensi tersebut, seseorang juga harus memenuhi syarat lainnya, seperti mengaku dosa dalam Sakramen Tobat, menerima Komuni, mendaraskan doa tertentu, berpuasa/matiraga dan memberi sedekah, yang semuanya harus dilakukan dengan sikap hati yang benar.
​Seorang pengkhotbah Dominikan, bernama Johann Tetzel diutus berkhotbah ke Juterbog, Jerman. Amal/derma (almsgiving) yang selalu menjadi salah satu ungkapan perbuatan kasih (lih. Mat 6:2), disalahgunakan demi menggalang dana untuk pembangunan basilika, dan ini dikaitkan dengan indulgensi.
​Sayangnya, Tetzel membuat suatu pantun yang memang dapat disalahartikan, karena berbunyi: "Begitu koin emas di kotak, bangkitlah jiwa menuju Surga." Maka kesannya, seolah-olah orang didorong untuk menyumbang supaya dapat masuk Surga, atau jiwa-jiwa orang yang telah meninggal yang mereka doakan langsung akan dapat masuk Surga.
​Padahal, jika kita membaca tentang ajaran indulgensi, terlihat bahwa yang dihapuskan dengan indulgensi itu adalah siksa dosa temporal dari dosa-dosa yang sudah diampuni (melalui Sakramen Tobat) dan bukan untuk dosa yang belum diakui dan karena itu, belum diampuni; apalagi membebaskan seseorang dari siksa dosa dari dosa yang belum dilakukan.
​Atau, jika doa ditujukan bagi jiwa orang yang sudah meninggal, tetaplah pada akhirnya Tuhan yang memutuskan apakah jiwa itu sudah siap beralih ke Surga atau belum, dan bukan atas jasa perbuatan orang yang memasukkan sumbangan ke dalam kotak. Sebab, perbuatan kasih tidak bisa membeli dan membawa jiwa-jiwa ke Surga tetaplah Kristus.
​Doktrin indulgensi ini terkait dengan ajaran tentang Sakramen Tobat, Api Penyucian, dan mendoakan jiwa-jiwa umat beriman yang sudah meninggal. Doktrin-doktrin ini kemudian ditolak oleh gereja-gereja Protestan. Inilah yang melatarbelakangi protes Martin Luther. Dalam 95 thesis yang diletakkan di pintu gereja tersebut tak lama setelah Tetzel datang, di thesis no. 27 Luther memprotes pantun Tetzel, dan thesis no. 50 dan 86 memprotes pembangunan basilika St. Petrus.
​Namun Luther sendiri sebenarnya tidak menolak prinsip pengajaran tentang indulgensi; ia hanya menentang penerapannya. Thesis no. 49 membuktikan hal ini di mana Luther mengatakan bahwa indulgensi sebenarnya "berguna".
​Kemungkinan karena adanya resiko penyimpangan sehubungan dengan pelaksanaan ajaran tentang indulgensi yang melibatkan sumbangan dana kepada Gereja, maka dalam Konsili Trente (1545-1563), Paus Pius V menghapus segala pemberian indulgensi yang melibatkan transaksi keuangan. Maka sampai sekarang, sumbangan kepada Gereja tidak termasuk dalam perbuatan yang disyaratkan untuk memperoleh indulgensi.
​Namun demikian, hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa Gereja tetap mempunyai kuasa untuk melepaskan umat dari siksa dosa temporal akibat dari dosa-dosa yang sudah diakui dalam Sakramen Pengakuan Dosa. Jadi pengampunan dosa tidak pernah diperjualbelikan/ "for sale" seperti yang dituduhkan.
​Meskipun indulgensi di abad ke-16 dapat diperoleh dengan menyumbang, namun hati yang bertobat, mengaku dosa dalam sakramen Pengakuan Dosa, dan segala persyaratan religius lainnya harus ditepati agar indulgensi tersebut dapat diberikan. Jadi bukan semacam membeli surat dan setelah itu dosa diampuni

Kim Young Hoon, pria asal Korea Selatan yang baru-baru ini menjadi sorotan dunia karena memperoleh IQ 276, tertinggi dal...
21/01/2026

Kim Young Hoon, pria asal Korea Selatan yang baru-baru ini menjadi sorotan dunia karena memperoleh IQ 276, tertinggi dalam sejarah, mengungkapkan imannya yang mengejutkan banyak orang. Lewat sebuah unggahan sederhana di platform X, ia menyampaikan kalimat: "Sebagai pemegang rekor IQ tertinggi di dunia, saya percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, jalan, kebenaran, dan hidup."
Tak butuh waktu lama,peryataan itu viral dan di tonton 22 juta kali.di era ketika kecerdasan sering di anggap bertolak belakang dengan iman,Kim justru hadir sebagai saksi hidup bahwa keduanya bisa berjalan beriringan.dalam cuitan lanjuta,Kim mengungkapkan tekadnya untuk momen ini sebagai peluang untuk memberitakan Injil.ia menulis "Kristus adalah logikaku". Kalimat sederhana,tapi penuh makna.Kim percaya bahwa kebenaran sejati tidak hanya di temukan lewat logika,tetapi melalui Logos-Firman Allah itu sendiri.pandangan ini selaras dengan keyakinan kekristenan yang telah lama menegaskan bahwa iman dan logika tidak berlawanan,melainkan sahabat dalam pencarian kebenaran.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jesus Inside posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share