28/07/2026
SUAMI MEMBERI RP50.000 SEHARI UNTUK MAKAN DAN MENUNTUT DAGING. DI DEPAN IBU MERTUA, ISTRI MENYAJIKAN TULANG AYAM DAN STRUK KHUSUS RP74.000.000!
"Dengan Rp1.500.000 ini cukup untuk sebulan."
"Aku tidak mau mendengar alasan, Maya."
"Aku mau ada daging di meja makan, terutama saat ibuku datang menginap minggu ini."
Rendy meletakkan 15 lembar uang Rp100.000 di atas meja makan.
Dia menepuk-nepuk permukaannya seolah baru saja memberikan harta karun.
Rendy merapikan posisi jam tangan di pergelangan tangannya.
Dia mengambil kunci mobil sedan miliknya.
Rendy tersenyum dengan rasa percaya diri seorang pria yang merasa uang memberinya hak penuh untuk memerintah.
Maya memandangi deretan tagihan listrik, air, gas, dan keperluan dapur.
Merek tinggal di daerah Bandung.
Di kota ini, uang Rp50.000 sehari bahkan sulit untuk membeli bahan makanan pokok sederhana.
"Apakah aku juga harus membeli sabun, tisu, dan makanan Ciko dengan uang ini?" tanya Maya.
"Kamu kan ahli mengatur uang."
"Ibuku dulu mengurus rumah dengan uang lebih sedikit dari ini dan tidak pernah mengeluh," jawab Rendy dingin.
Rendy bekerja sebagai koordinator penjualan di perusahaan properti mewah.
Sejak naik jabatan 6 bulan lalu, Rendy selalu bicara soal citra, koneksi, dan gaya hidup level eksekutif.
Namun di rumah, dia memperhitungkan harga setiap kilogram beras.
Maya bekerja sebagai staf administrasi di sebuah SMP negeri.
Selama 7 tahun pernikahan mereka, Maya sering menutupi kekurangan dapur dan biaya hidup menggunakan gajinya sendiri.
Namun pagi itu, Maya memutuskan untuk tidak lagi menyelamatkan Rendy dari aturan absurdnya.
Pada minggu pertama, Maya hanya menyajikan nasi, tempe, tahu, dan sayur bening.
Rendy p**ang ke rumah dengan pakaian beraroma makanan restoran mahal.
Dia membuka tudung saji di meja makan lalu mendesis gusar.
"Lauk begini lagi? Kamu benar-benar bikin malu!"
"Hanya ini yang muat dalam anggaran harian milikmu," balas Maya tenang.
Pada hari Sabtu, saat merapikan jas kerja Rendy, Maya menemukan selembar kertas terlipat di saku dalam.
Itu adalah struk pembelian barang otomotif dari sebuah bengkel variasi.
Velg mobil sport: Rp46.000.000.
Ban impor: Rp28.000.000.
Total pengeluaran: Rp74.000.000.
Pembelian itu dilakukan tepat 2 hari lalu.
Di hari yang sama ketika Rendy menyuruh Maya menghemat uang belanja dapur.
Namun hal paling mengejutkan tertulis di bagian catatan pembayaran:
"Uang muka ditanggung via transfer oleh Ratna Salgado."
Ibu mertuanya, Bu Ratna, dijadwalkan datang pada hari Kamis.
Bu Ratna perlu menginap sementara waktu karena ada perbaikan kebocoran di rumahnya.
Rendy menuntut menu rendang daging, ayam bakar, sup, dan hidangan penutup untuk menyambut ibunya.
Maya menyimpan struk itu, memfotonya dengan ponsel, lalu tidak mengatakan apa-apa.
Hari Kamis tiba.
Menggunakan sisa uang Rp180.000 terakhir, Maya menyiapkan makan malam yang menyebarkan aroma lezat ke seluruh ruangan.
Rendy tersenyum bangga melihat taplak meja putih bersih, piring keramik terbaik, dan wadah saji besar yang tertutup rapat.
"Nah, begini d**g. Kalau mau berusaha pasti bisa," ujar Rendy penuh kepuasan.
Bu Ratna duduk di kursi utama dan menanyakan menu yang dimasak.
Maya melangkah mendekat, lalu mengangkat penutup wadah saji.
Di dalam wadah itu hanya ada cakar ayam, leher, kulit, dan satu tulang sapi besar tanpa ada selapis daging pun.
Lalu Maya meletakkan lembaran struk sebesar Rp74.000.000 tepat di sebelah piring Rendy.
Sebelum ada yang sempat bersuara, layar ponsel Rendy menyala terang di atas meja.
Sebuah notifikasi perbankan muncul dengan nada nyaring:
"Kredit Pribadi Jatuh Tempo: Rp120.000.000. Segera lakukan pembayaran untuk menghindari tindakan penagihan."
Di saat yang sama, pintu depan rumah digedor dengan sangat keras hingga kaca jendela bergetar.
Napas semua orang tertahan saat suara berat dari balik pintu mulai memanggil nama Rendy... 👇👇👇