13/09/2026
Antrean panjang di sebuah SPBU di Palangka Raya menarik perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat perjalanan kunjungan kerjanya. Gibran bahkan meminta kendaraannya berhenti untuk melihat langsung kondisi di lokasi.
Peristiwa itu terjadi di SPBU Pertamina Jalan Tjilik Riwut Km 12, Kalimantan Tengah, setelah Gibran meninjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng pada Kamis (10/9/2026).
Di sana, Gibran berdialog dengan petugas dan warga untuk mengetahui kondisi pasokan BBM. Petugas menyampaikan bahwa pasokan sedang dalam perjalanan.
Gibran kemudian meminta setiap kendala pasokan segera dilaporkan dan meminta agar antrean panjang tidak kembali terjadi.
Namun, langkah tersebut mendapat sorotan dari politikus sekaligus mantan Anggota DPR Akbar Faizal. Melalui akun X pada Sabtu (12/9/2026), Akbar menilai kunjungan langsung ke lokasi belum cukup jika tidak diikuti langkah penyelesaian yang lebih sistematis.
Menurut Akbar, Wapres seharusnya dapat memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta kementerian/lembaga terkait untuk mencari tahu mengapa persoalan seperti ini berulang, siapa yang bertanggung jawab, dan apa solusi jangka pendek hingga jangka panjangnya.
Dari sudut pandang saya, di sinilah menariknya perdebatan tersebut. Turun langsung ke lapangan memang bisa menjadi cara untuk melihat persoalan dari dekat.
Tetapi bagi masyarakat yang sedang mengantre, ukuran keberhasilannya tentu bukan hanya siapa yang datang, melainkan apakah setelah kunjungan itu masalah pasokan benar-benar terselesaikan dan tidak kembali berulang.
Akbar sendiri menilai kejadian tersebut juga bisa menjadi bahan evaluasi kinerja para menteri dan mendorong adanya langkah yang lebih terukur dari pemerintah.