Lembar Hikayat

Lembar Hikayat Lembar Hikayat | Storyteller
Membuka lembaran cerita yang terlupakan
Horor • Misteri • Urban Legend Indonesia

26/08/2026

Foto penampakan di kantor, kiriman teman Lembar Hikayat

26/08/2026

Foto penampakan, kiriman teman Lembar Hikayat




CERITA HOROR KANTOR - RUANG TRAININGSudah seminggu Dina bersama 4 orang temannya, mengikuti training di sebuah kantor di...
24/08/2026

CERITA HOROR KANTOR - RUANG TRAINING

Sudah seminggu Dina bersama 4 orang temannya, mengikuti training di sebuah kantor di daerah Jakarta Pusat.

Siang itu jam 12, waktu istirhat. Biasanya mereka membeli makan di pusat kuliner yang berada di dekat kantor.
Tapi Dina melihat Nisa seperti kurang sehat, wajah nya terlihat pucat.

"Kalian duluan aja, gue gak enak badan. Titip nasi padang ya," kata Nisa pelan.
“Tapi Lu ga papa kan Nis, sendirian ?” Tanya Dina. Nisa hanya mengganguk.

Mereka berempat berjalan kaki menuju pusat kuliner tempat biasa mereka membeli makan siang.

Karena merasa kasihan kepada Nisa, Dina memutuskan untuk balik kantor dan membawa dua bungkus nasi untuknya dan Nisa. Dina ingin menemani Nisa makan di kantor.

Sesampai di kantor, Ia menuju ruang training. Pintu nya terbuka setengah, hawa dingin langsung terasa begitu Dina membuka pintunya. Dina melihat Nisa duduk sendirian di kursi pojok sambil melihat ke arah jendela.

“Hihihihi…”
Dina mendengar Nisa tertawa samar.
“Nis, makan dulu yuk..” Dina menepuk pundak Nisa.
Nisa menoleh, dan Dina kaget bukan main.
“Astaghfirullah ! Nisa.. ?! “
Ia melihat Nisa berdeda, wajahnya pucat matanya putih semua.

“Nis.. kamu ga papa kan ?” Dina ketakutan dan mundur beberapa langkah.

Gubrakk..!!
Tiba tiba Nisa terjatuh, mrosot dari kursinya. Mata putihnya itu seolah tertuju ke arah Dina.
Nisa tertawa, suara tawanya melengking menggema di ruangan.

“Hihihihi… pergi kamu!!!… hihihi…”
Suara Nisa terdengar berbeda. Ia seperti orang keras**an.

Dina berlari keluar dari ruang training itu.
Ia menuju meja resepsionis, dan menceritakan keadaan Nisa.
Resepsionis itu segera meminta bantuan .

Di ruang training itu, security di bantu OB memegangi Nisa yang keras**an.
Tubuhnya sangat dingin dan Ia memberontak sangat kuat.
Sebentar Ia tertawa, sebentar kemudian Ia menangis..

Sampai akhirnya security meminta bantuan seorang ustad, di bacakannya doa dan ruqiah. Nisa mulai tenang dan kemudian pingsan.

Saat sadar, Nisa tak ingat apa-apa.
Ia hanya merasa sangat lelah, dan kemudian tertidur.

hari itu training selesai lebih cepat.
Mereka bertanya dalam hati, ada apa dengan kantor itu ? Kenapa Nisa hari ini tiba tiba keras**an ?




**an

22/08/2026

Cerita horor di kantor, ada yang pernah mengalami ?





22/08/2026

Kisah horor di kantor, ada yang pernah manglami ?

BAYI JELMAAN Di sebuah desa, di pinggiran kaki gunung…Tinggalah sepasang suami istri yang sangat bahagia dengan pernikah...
22/08/2026

BAYI JELMAAN

Di sebuah desa, di pinggiran kaki gunung…
Tinggalah sepasang suami istri yang sangat bahagia dengan pernikahan mereka.
Dialah Kang Wira dan Yu Sekar si kembang desa.

Namun telah 10 tahun lamanya pasangan ini mendambakan seorang anak.
Berbagai cara telah mereka tempuh, demi keinginan menimang buah hati.. namun belum juga ada hasil.

Sampai akhirnya mereka mendatangi seorang dukun. “Apapun syaratnya akan kami penuhi mbah.. asal istri saya bisa hamil” begitulah kata kang Wira kepada Dukun tersebut.
Yu Sekar hanya mengangguk penuh harap.
Lalu Dukun itu melakukan ritualnya..

Berapa minggu kemudian Yu Sekar hamil dan ini menjadi saat yang paling membahagiakan dalam pernikahan mereka setelah penantian 10 tahun lamanya.

Saat yang di nantikan telah tiba, bayi itu lahir dengan sehat dan selamat.
Kang Wira dan Yu Sekar, merawat bayinya dengan penuh kasih sayang. Yu Sekar menyusui bayinya siang dan malam tanpa lelah.

Hari demi hari Kang Wira memperhatikan istrinya, yang semakin hari semakin terlihat kurus dan lelah.. “ Dek kalau lelah istirahatlah, makan yang banyak biar badannya berisi lagi dek.. akang liat adek makin kurus loh”
Yu Sekar hanya tersenyum..

Hingga hari beganti minggu tidak hanya badan Yu Sekar yang makin kurus, tapi wajah dan penampilannya makin terlihat seperti tak ter urus.
Kang Wira mulai prihatin melihat kondisi istrinya, dia takut istrinya kelelahan dan jatuh sakit.

Melihat kondisi itu Kang Wira berniat mempekerjakan Emak Encum dari desa sebelah, untuk membantu istrinya. Lagi p**a Emak Encum memang sudah biasa merawat bayi.
Dan siang itu Emak Encum datang ke rumah Kang Wira dan Yu Sekar.

Emak Encum kaget sekaligus prihatin saat melihat Yu Sekar yang dulu cantik si kembang desa, kini terlihat kurus, wajahnya pucat, matanya cekung seperti orang sakit..
“Masuk Mak.. itu bayinya lagi tidur” Yu Sekar mempersilahkan Emak Encum masuk dan melihat bayinya.

Dan untuk kedua kalinya Emak encum di buat kaget, saat melihat bayi mareka..
“Ee.. Eee.. anu Kang, maaf bisa kita bicara sebentar” Emak Encum berusaha menyembunyikan kegugupannya..
“Oh iya Mak.. tadi kita belum bicara masalah gaji ya” sahut Kang Wira.

Lalu saat di luar, “maaf Kang.. ini bukan masalah gaji, tapi kalau bayi yang ini sepertinya saya tidak bisa merawatnya” suara Emak Encum bergetar.
“Emang kenapa Mak?.. bayi ya bayi sama aja Mak.. tolong ya mak..” Kang Wira memohon

Emak Encum memelankan suaranya dan berbisik kepada Kang Wira “kalau Kang Wira ingin tahu kebenarannya, nanti malam jam 12 tepat, suruh istrimu menyusui bayi itu Kang… jangan bersuara sedikitpun.. dan intip saja dari balik tirai kamar saat istrimu menyusui”

“Nanti Kang Wira akan mengerti, kenapa saya tidak berani menerima tawaran Kang Wira membantu merawat bayi itu, walau di bayar emas sekalipun” lanjut Emak Encum yang kemudian pamit p**ang..

Kang Wira yang bingung tapi penasaran mendengar kata-kata Emak Encum, akhirnya memutuskan untuk menuruti apa yang di katakan Emak Encum tadi. Jam 12 malam Kang Wira membangunkan istrinya dan menyuruhnya untuk menyusui bayi nya itu “Dek.. bangun itu anaknya waktunya minum ASI”

Lalu Kang Wira keluar kamar, tanpa bersuara dia mengintip dari balik tirai dan memperhatikan istrinya yang mulai menyusui walau terlihat mengantuk. Dan betapa kagetnya Kang Wira.. ternyata bayi yang di susui oleh istrinya itu adalah seekor ulat pohon yang sangat besar, seukuran bayi berwarna hijau dan ulat itu menyusu dengan sangat rakusnya..

Sontak Kang Wira masuk ke kamar dan mengambil bayi jelmaan ulat pohon itu. “Dek sudah istirahat saja ya.. biar Akang yang gendong” Kang Wira berusaha menahan emosi agar istrinya tak curiga. Dia pandangi bayi jelmaan ulat itu
“Besok akan aku kembalikan kamu kepada Dukun itu” ucap Kang Wira dalam hati

Esoknya subuh-subuh, Kang Wira mencari alasan akan membawa bayi itu untuk ruwatan di rumah Emak Encum. “Dek kata Emak Encum kemarin bayi ini harus di ruwat untuk menghindari bala’ dan sawan, Akang hari ini sudah janjian sama Emak.. adek tidak usah ikut, istirahat saja ya.. adek kelihatan kurang sehat juga”

Yu Sekar sebenarnya tidak tega, tapi karena dia merasa kelelahan dan kurang sehat.. Yu Sekar hanya nurut saja apa yang di katakan suaminya
“Hati-hati ya Kang.. maafin adek tidak bisa nemenin akang” kata Yu Sekar matanya tampak berkaca-kaca

Dinginnya pagi itu masih menusuk tulang.. tapi Kang Wira sudah bertekad menemui Dukun itu.
Ketika sampai di rumah Dukun itu, Tiba-tiba angin berhembus sangat kencang menggoyangkan dahan-dahan pohon.. bayi jelmaan yang di gendong Kang Wira bergerak menggeliat sangat kuat seolah memberontak. Kang Wira panik, dan tiba-tiba bayi jelmaan itu menampakkan wujud aslinya.. ulat pohon yang sangat besar berwarna hijau.. dan dia melompat secepat kilat dari gendongan Kang Wira lalu menempel di pohon beringin besar yang ada di halaman rumah Dukun itu. Dan menghilang menuju kegelapan.

Kang Wira hanya tercengang melihat kejadian itu.. matanya tak berkedip, tubuhnya terpaku.. krieeeek” terdengar suara pintu di buka. “Sudah sadar kau rupanya?” Suara Dukun itu mengagetkan Kang Wira.
“Mbah.. maksudnya apa ini mbah? Apa yang telah mbah lakukan terhadap kami??” Tanya Kang Wira dengan suara bergetar.

“Aku hanya melakukan yang kalian minta.. melihat keputus asaan kalian, membuatku lancang membuka portal yang seharusnya terap tertutup.” Dukun itu tertunduk

“Lalu yang selama ini yang kami rawat dan kami besarkan dengan penuh kasih sayang itu siapa mbah ?” Suara Kang Wira bergetar
“Dia bukan anakmu, ada sesuatu yang ikut masuk ketika aku melakukan ritual itu. Syukurlah kalian merawatnya dengan baik, sekarang p**anglah.. biar aku membereskan semuanya” pungkas Dukun itu, lalu dia menghilang di balik pintu rumahnya.

Kang Wira p**ang dengan perasaan campur aduk, sesampai di rumah dia menceritakan semua kepada istrinya Yu Sekar..
Beberapa bulan berlalu, Yu Sekar pulih dan kembali segar seperti dulu lagi. Tapi ada harga yang harus di bayar atas keinginan yang di paksakan, mereka tidak bisa lagi mempunyai keturunan.

Di lain hari diam-diam Kang Wira mendatangi rumah dukun itu bermaksud ingin mengucapkan permintaan maaf yang belum sempat dia sampaikan. Tapi rumah Dukun tersebut seperti hilang di telan bumi. Yang tersisa, hanya pohon beringin besar yang menjadi saksi bisu kejadian saat itu.

Keinginan yang besar harus diimbangi dengan kebijaksanaan, karena keputusan yang diambil tanpa pertimbangan dapat berakhir menjadi penyesalan. Namun seberat apa pun kehilangan, kasih sayang dan keikhlasan akan membantu seseorang untuk bangkit dan melanjutkan hidup.





19/08/2026

Setiap keinginan yang di penuhi dengan jalan pintas, pada akhirnya akan ada harga yang harus di bayar.



Tokoh Hikayat  #01 : TUYULTuyul adalah makhluk gaib yang dikenal dalam cerita rakyat dan kepercayaan tradisional di bebe...
18/08/2026

Tokoh Hikayat #01 : TUYUL

Tuyul adalah makhluk gaib yang dikenal dalam cerita rakyat dan kepercayaan tradisional di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa. Tuyul biasanya digambarkan sebagai sosok kecil menyerupai anak-anak, berkepala gundul, konon dapat di perintah oleh tuannya untuk mengambil harta benda yang bernilai tanpa meninggalkan jejak. Juka tuannya adalah pedagang, biasanya dia s**a mengurangi berat timbangan. Saat di warung pas, begitu sampai rumah beratnya berkurang.

Dalam cerita-cerita yang beredar di masyarakat, tuyul sering dikaitkan dengan praktik pesugihan, yaitu usaha memperoleh kekayaan dengan bantuan makhluk gaib. Karena itu, sosok tuyul sering muncul dalam kisah horor, legenda, dan cerita misteri.

Namun, penting untuk dipahami bahwa keberadaan tuyul merupakan bagian dari kepercayaan tradisional, dan cerita rakyat, bukan sesuatu yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Keyakinan tentang tuyul berbeda-beda tergantung latar budaya, agama, dan pandangan masing-masing orang.

Dalam cerita rakyat juga ada berbagai mitos unik, misalnya menyebarkan benda-benda kecil seperti kacang hijau, beras, atau biji-bijian karena konon tuyul akan sibuk menghitungnya.
Ada juga yang bilang meletakkan cermin di dalam celengan atau tempat menyimpan uang, karena tuyul s**a becermin, sehingga membuat dia lupa tujuan awalnya. Ada juga yang percaya dengan menyimpan air di baskom yang di dalamnya berisikan kepiting kecil, tuyul s**a bermain dan akhirnya lupa dengan tugasnya.
Namun ini hanyalah bagian dari cerita rakyat dan tidak memiliki dasar ilmiah.

Dalam dunia hiburan Indonesia, tuyul juga sering muncul dalam film, sinetron, cerita horor, dan kisah-kisah misteri yang diwariskan secara turun-temurun.

Namun perlu di tanamkan dalam diri dan hati kita bahwa Kekayaan yang dicari dengan cara yang salah tidak akan membawa ketenangan. Sebaliknya, kejujuran, doa, dan kerja keras adalah jalan terbaik untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup.

15/08/2026

Terekam suara Auman harimau, video ini di kirim oleh teman Lembar Hikayat . Jangan lupa pakai headset nya dan gedein volume nya 🎧



15/08/2026

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lembar Hikayat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share