Wwow Drama

Wwow Drama Kumpulan drama seru dan wwow, Jangan lupa ikuti ya...!!!😊

09/09/2026

S**a ngelawak.

Oknum guru berinisial SMD (60) dilaporkan ke Polres Jombang karena diduga memperkosa eks siswinya hingga 13 kali. Korban...
08/09/2026

Oknum guru berinisial SMD (60) dilaporkan ke Polres Jombang karena diduga memperkosa eks siswinya hingga 13 kali. Korban baru melaporkan perbuatan pelaku setelah lulus sekolah karena mengalami trauma berat meski kejadian sudah berlalu.

Pengacara Korban, Wahju Prijo Djatmiko menjelaskan, kasus ini berawal dari dugaan pencabulan sekitar September 2023. Ketika itu, korban berusia 16 tahun dan duduk di bangku kelas 10 jenjang SMA.

Saat ini, gadis asal Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang itu berusia 19 tahun dan bekerja di sebuah kedai wilayah Kertosono, Nganjuk. Sedangkan terduga pelaku, pelaku merupakan mantan wali kelas korban semasa jenjang SMP.

Sekolah jenjang SMP dan SMA itu diketahui berada satu kompleks di Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Terduga pelaku pertama kali mencabuli korban di rumahnya, Dusun/Desa Brangkal, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

"Terus kejadian berulang-ulang, ada yang dilakukan bahkan di kantor MTs-nya, ada di tepi jalan kereta api di semak-semak. Sampai dimasukkan (SMD diduga menyetubuhi korban) itu kira-kira persetubuhan ke-11, 12, 13 dimasukkan. Jadi, totalnya 13 kali, yang terakhir sekitar Agustus 2024," jelasnya kepada detikJatim, Senin (7/9/2026).

Kasus ini mencuat ketika korban tak tahan lagi menanggung trauma selama beberapa tahun. Menurut Wahju, kliennya menceritakan perbuatan SMD kepada atasan di tempat kerjanya. Kemudian bosnya mencarikan pengacara untuk korban.

Sehingga akhirnya ayah korban, MD (54) melaporkan SMD ke Polres Jombang pada 8 Agustus 2026. Yaitu atas dugaan persetubuhan terhadap anak Pasal 81 Ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

"Sudah dilaporkan di Polres Jombang dan polisi sudah (melakukan penanganan) sesuai dengan prosedurnya," terangnya.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agung Saputra menuturkan, saat ini pihaknya menyelidiki kasus ini setelah menerima laporan dari ayah korban. Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa ayah korban selaku pelapor, korban, serta visum terhadap korban.

"Visumnya ini belum keluar hasilnya. Nanti setelah visum keluar, kita lakukan gelar perkara, naik sidik, langsung kita tetapkan tersangka, kita tangkap pelaku," tegasnya.

Oleh sebab itu, tambah Magribi, pihaknya belum bisa menyimpulkan berapa kali korban dicabuli dan disetubuhi terduga pelaku. Nantinya, keterangan korban bakal dicocokkan dengan hasil visum.

"Yang diberitakan kan 13 kali ya. Kalau korban sih enggak menyatakan berapa kalinya, tapi ini kan kita masih menunggu hasil visum," tandasnya.

08/09/2026

Jimat pemikat wanita.

Seorang pria berkaus hijau berinisial AS (39) dan perempuan berhijab berinisial SF (45) digiring puluhan warga yang emos...
07/09/2026

Seorang pria berkaus hijau berinisial AS (39) dan perempuan berhijab berinisial SF (45) digiring puluhan warga yang emosi menuju balai desa setempat. Pasangan sejoli asal Kecamatan Mlonggo, Jepara, ini kedapatan berbuat tak senonoh di area terbuka pada Kamis (3/9/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Andika Oktavian Saputra, membenarkan insiden tersebut. Kejadian bermula saat warga yang melintas di pinggir Jalan Selonjor, Desa Slagi, mencurigai keberadaan keduanya yang berada di atas sepeda motor dalam kondisi pakaian sudah tidak lengkap.

Sontak, warga langsung mengamankan pasangan tersebut dan membawanya ke balai desa untuk dimintai pertanggungjawaban sebelum akhirnya ditangani oleh pihak kepolisian.

Polisi telah menangkap sejoli pengubur bayi baru lahir di area perkebunan Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan,...
07/09/2026

Polisi telah menangkap sejoli pengubur bayi baru lahir di area perkebunan Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Bayi diduga sempat hidup dan terindikasi meninggal karena kekerasan.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana mengatakan kedua pelaku diketahui seorang laki-laki berinisial WAP (19) dan perempuan di bawah umur berusia
17 tahun. Mereka diamankan di wilayah Bandungan, Kabupaten Semarang.
"Keduanya memiliki hubungan pacaran. Diamankan oleh Sat Reskrim Polres Semarang dan Unit Reskrim Polsek Bandungan pada Jumat, 4 September 2026," kata Bodia saat dihubungi detikJateng, Minggu (6/9/2026).
Bodia menjelaskan bayi yang ditemukan dalam kondisi terkubur itu dilahirkan pada Selasa (1/9). Selang satu hari kemudian, bayi tersebut dikuburkan di area perkebunan Dusun Kropoh.
"Perempuan itu melahirkan secara diam-diam pada 1 September 2026. Kemudian dibawa oleh pasangannya untuk dikuburkan di area perkebunan pada 2 September 2026," ujar Bodia.
Dari hasil pemeriksaan tim medis, Bodia mengungkapkan bayi tersebut sempat hidup usai dilahirkan. Ada dugaan kekerasan terhadap bayi yang ditengarai sebagai penyebab kematiannya.
"Berdasarkan pemeriksaan tim medis Rumah Sakit
Bhayangkara Semarang, bayi diketahui sempat lahir dalam keadaan hidup. Ditemukan indikasi kekerasan yang menjadi penyebab kematian," ungkap Bodia.

07/09/2026

Rebutan cewek.

06/09/2026

Dokter dihamili pasien.

Teryata ibu guru nya cantik guys😍Gimana gk klepek-klepek kepsek nya😁
05/09/2026

Teryata ibu guru nya cantik guys😍
Gimana gk klepek-klepek kepsek nya😁

Sebuah cuplikan video berdurasi 11 detik mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang peremp...
05/09/2026

Sebuah cuplikan video berdurasi 11 detik mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang perempuan dan seorang pria berada di dalam lift sebuah apartemen.

Video itu kemudian beredar luas disertai narasi yang menuding perempuan dalam rekaman tersebut merupakan seorang kepala desa di wilayah Tambun Selatan yang disebut tengah bermesraan dengan seorang politisi.

Kabar tersebut pun menjadi sorotan publik. Sosok perempuan yang disebut dalam narasi viral itu diketahui adalah Kepala Desa Lambangsari, Pipit Haryanti, yang kembali mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) Lambangsari, Tambun Selatan.

Di tengah ramainya perbincangan, M Arif, suami Pipit Haryanti, akhirnya memberikan klarifikasi. Didampingi Pipit, Arif menyampaikan penjelasan dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya, Kamis (3/9/2026).

Arif menegaskan bahwa video yang beredar tersebut *merupakan rekaman lama* dan bukan peristiwa yang baru terjadi.

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah video singkat itu memicu beragam spekulasi dan menjadi bahan perbincangan warganet.

Video rekaman CCTV yang memperlihatkan tindakan asusila oknum kepala sekolah dan seorang guru di salah satu SD di Kecama...
05/09/2026

Video rekaman CCTV yang memperlihatkan tindakan asusila oknum kepala sekolah dan seorang guru di salah satu SD di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, viral dan ramai diperbincangkan di media sosial, Jumat, 4 September 2026.

Dalam video berdurasi 21 detik tersebut terlihat seorang pria duduk di sebuah kursi nampak seperti ruang tamu, kemudian ada seorang wanita duduk di pangkuan si pria dalam posisi berhadapan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan mengakui peristiwa tersebut dan telah menangani persoalan tersebut. Kepala sekolah yang diduga terlibat bahkan sudah dicopot dari jabatannya, sedangkan oknum guru dipindahkan ke sekolah lain.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, membenarkan bahwa dua orang yang diduga berada dalam rekaman CCTV tersebut merupakan tenaga pendidik di Kabupaten Pekalongan.

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wwow Drama posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share