12/04/2026
abtu pagi ini (21/2), di bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan, saya dan Menteri Transmigrasi berkesempatan bersilaturahim ke Mahad Islam Rafiah Akhyar (MIRA) Institute di Pandeglang, Banten. Sebuah kehormatan dapat hadir langsung di lingkungan pendidikan yang insyaAllah menjadi ‘Center of Excellence’ dalam mencetak ulama-ulama masa depan Indonesia.
Di bawah asuhan Ustadz Adi Hidayat, MIRA bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi rumah penempaan karakter, intelektual, dan integritas. Dari sekitar 1.000 pendaftar, hanya kurang lebih 40 santri-santriwati yang diterima (±4%). Ini menunjukkan komitmen kuat menjaga kualitas.
Saya menyaksikan para santri melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan penghayatan yang mendalam. Mereka tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga wawasan relevan dengan tantangan zaman serta kesiapan fisik dan keterampilan seperti berkuda dan memanah. Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan karakter inilah yang dibutuhkan bangsa.
Lingkungannya hijau, asri, bersih, dengan fasilitas kelas, asrama, ruang makan, dan sarana olahraga yang mumpuni. Saya katakan ini bisa menjadi ‘role model’, bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga dunia. Karena pendidikan berkualitas membutuhkan fondasi yang kuat, dan sumber daya manusia adalah aset terpenting bangsa.
Secara pribadi, saya mendapatkan motivasi dan pencerahan langsung dari Ustadz Adi Hidayat. Nasihat beliau menyejukkan hati dan menguatkan langkah: ketika perjuangan terasa berat, niatkan sebagai ibadah dan pengabdian. Ujian akan mengokohkan, bukan melemahkan.
Saya semakin meyakini, jika Umaro dekat dengan Ulama dan bersinergi dalam kolaborasi yang kokoh, insyaAllah solusi untuk bangsa akan semakin kuat kita hadirkan.
Terima kasih kepada Ustadz dan keluarga besar MIRA Institute atas sambutannya. Semoga MIRA Institute semakin maju, sukses, dan terus mencetak generasi unggul bagi Indonesia dan dunia.