10/12/2025
Akhir November 2025, Bireuen menjadi saksi bagaimana energi dan empati berpadu dalam satu perjalanan panjang. PT Pertamina (Persero) berhasil menembus salah satu daerah yang terisolasi akibat banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ketika akses jalan lumpuh, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU Bireuen menipis, dan harapan untuk kembali beraktivitas mulai berkurang, Pertamina menjadi satu-satunya harapan masyarakat di tengah keterbatasan.
Di balik itu, para relawan awak mobil tangki (AMT) dari FT Lhokseumawe memilih untuk tidak menyerah. Mereka berangkat dalam misi kemanusiaan, memastikan pasokan energi tidak terputus bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan.
Dari Fuel Terminal Krueng Raya (Aceh), AMT Pertamina bersikukuh mengantarkan BBM, sebagian besar adalah Pertalite dan Biosolar, menuju Bireuen.
Salah satu sosok di balik keberhasilan mengirimkan BBM ke wilayah tersebut adalah Muzammil (43). AMT yang berasal dari Bireuen ini, merasa terpanggil ketika namanya masuk dalam daftar relawan. Baginya, kesempatan ini bukan sekadar tugas, tetapi sebuah kepercayaan dari perusahaan. “Kami diberikan kepercayaan untuk membantu masyarakat yang saat ini terdampak,” tuturnya.
Ia mengaku perjalanan kali ini bukan hal yang mudah, melewati genangan, menghindari jalan yang sebagian berlubang, hingga berjibaku dengan waktu yang terus berjalan. Meski begitu, lelahnya terbayar saat selang bensin masuk ke dalam tangki pendam SPBU.
Muzammil meyakini bahwa misi tersebut adalah bentuk nyata kebermanfaatan. “Tetap semangat untuk semua yang bertugas, bahwa yang kita lakukan pada hari ini adalah sebuah manfaat di kemudian hari,” ujarnya.
Untuk diketahui, jalur utama menuju Bireuen dari FT Lhokseumawe lumpuh total. Maka, jalur darurat dari FT Krueng Raya diaktifkan. Namun, jalur darurat utama berupa jembatan, terputus akibat lumpur dan material kayu. Maka, jalan alternatif dari jalur darurat, menjadi satu-satunya jalan menuju Bireuen.