31/10/2025
Dahulu tahun 2008 dimasa pasca Ujian Skripsi menunggu Wisuda itu adalah awal kali saya berinteraksi via Phone dengan seorang Free Thinker yang sangat Militan namanya : Frans Donald.
Beliau seorang Kristen Unitarian / Non Trinitas dan sebelum menelpon beliau saya terlebih dahulu secara tak sengaja membeli buku bukunya di Gramedia yang judul judulnya sangat Menantang. Dan dibuku itu beliau menulis nomer kontak pribadinya untuk diskusi lebih lanjut.
Buku Buku yang sangat mencerahkan saya walaupun tidak menjadi bagian Keimanan saya dan gara gara Frans Donald saya sampai membeli Alkitab Indonesia terbitan LAI untuk memuaskan dahaga ingin tahu saya.
Beliau telaten menjelaskan rasa ingin tahu saya yang saya obrolin langsung via Telpon dengannya. Karena menurut saya / sepengetahuan saya, Kristen Unitarian yang dalam sejarah Pra Konsili Nicea tahun 325 M dikenal sebagai Kristen Pengikut Uskup Arius semestinya sudah punah dan tidak mungkin ada di Dunia
Beliau memaparkan bahwa Pribadi Yesus Kristus bukan Tuhan dan bukan Anak Tuhan walaupun tetap disebut sebagai Anak. Dan Allah tetap disebut sebagai Bapa. Karena istilah Anak Anak Tuhan sebenarnya istilah yang sangat Alkitabiah / sangat Familiar dalam Alkitab dan Daud pun disebut sebagai Anak Tuhan Musa Anak Tuhan yang menggambarkan Kedekatan Orang Pilihan Tuhan dengan Tuhan. Dan Penyebutan Bapa sebagai Asma (Nama Agung) Allah / Asmaul Husna ternyata bukan hanya tertulis dalam Perjanjian Baru tapi banyak Ayat Perjanjian Lama yang membahasakan Tuhan/Allah sebagai Bapa. Sehingga menurut beliau Memanggil Allah sebagai Bapa dan menyebut Yesus sebagai Anak bukan keniscayaan Bahwa Tuhan itu adalah Bapa dan Anak.
Ini dijelaskannya karena saya menanyakan apakah Alkitab miliknya berbeda karena setahu saya dalam Alkitab banyak ayat tentang Yesus Anak Tuhan dan Tuhan disebut sebagai Bapa. Dan dia menjawab bahwa dia tetap berpegang pada Alkitab yang ada saat ini karena itu benar gak salah. Yang salah adalah memaknai itu.
Dan pandangan beliau bukan pandangan baru tetapi pandangan Arius yang merupakan Bapa Gereja zaman dulu yang juga mengacu pada Injil Matius Markus Lukas dan Yohanes
Sayangnya beliau agak nyeleneh menurut saya, setelah beliau akhirnya menyimpulkan bahwa Pribadi Yesus Kristus adalah Malakh Yahweh / Malaikat Tuhan yang menjadi Daging / Manusia ini karena para Malaikat memang disebut sebagai Anak Anak Tuhan dan banyak indikasi lainnya yang menurut saya tentu keliru karena itu sama aja dengan Kristen Saksi Yehovah yang tidak Menuhankan Yesus tapi Memalaikatkan Yesus. Walaupun demikian inilah Free Thinker
Dia menyebutkan bahwa sebenarnya Pengikut Yesus tidak perlu menamakan diri sebagai Kristen/Masehi/Nasrani karena itu semua awalnya julukan dari orang yang bukan Pengikut Yesus untuk membahasakan Pengikut Yesus.
Adapun menurutnya Yesus Kristus sebagai seorang Ibrani sangat Ketat dalam Syariat Musa. Dari mulai Kerat Kulit Khatan / Khitan sampai mengkuduskan Hari Sabat.
Adapun Saulus / Paulus yang membolehkan Makan Daging Babi dan Tidak Kerat Kulit Khatan dsb itu adalah Syariat untuk Pengikut Yesus yang Non ibrani karena Paulus sendiri pun bersunat dan tidak makan Babi menjaga Kekudusan Hari Sabat, dan tetap setia dengan Syariat Musa untuk ibrani sehingga tenyata gak pernah ada kontradiksi antara Surat Surat Paulus dengan Pengajaran Yesus.
Semua ini diuraikan dengan seksama oleh Frans Donald, dan saya kagum dengan bagaimana ternyata semua itu gak Kontradiktif dan lebih tepatnya bagaimana dia berhasil mengkompromikan semuanya yang awalnya Confused.
Bahkan menurut dia Kekudusan Hari Sabat itu pun sebenarnya dilestarikan dalam Islam terbukti dari Ayat bahwa Allah Menciptakan Semesta dalam 6 Hari walaupun tidak secara eksplisit menyebut pada Hari ke 7 dst.
Dan konon menurut pengkajian dia bahwa Ibadah Sholat Jumat sebenarnya adalah bentuk Persiapan 1hari sebelumnya untuk ibadah Khusus masing masing pada Hari Sabat.
Menarik Mencerahkan walaupun tidak seiman bagaimanapun juga beliau adalah Free Thinker pertama yang berinteraksi langsung dengan saya 1 tahun sebelum ada Facebook.
Sayangnya beliau terlalu larut dalam Emosi sehingga melakukan sesuatu yang bagi orang yang gak Free Thinker akan sulit menerima dan menganggap itu sebagai Pen*staan Agama.
Bagaimanapun juga beliau orang yang berjasa sehingga membuat saya berani memikirkan hal hal yang sifatnya Out of The Box, yang untuk memikirkan itupun kita terkondisikan untuk merasa Tabu dan Berdosa.
Terima Kasih B**g Frans Donald Free Thinker. Doa saya, semoga kiranya Allah Yang Maha Kuasa Menolong saudara saya dari setiap Kesulitan yang tengah dihadapinya Amin
(Ali Najafy)