Ajeng Murty

Ajeng Murty Pada Dasarnya Takdir Allah itu Baik

Polda Jawa Barat masih mendalami temuan sejumlah barang bukti di lokasi penyekapan YTR, termasuk botol infus yang diduga...
27/06/2026

Polda Jawa Barat masih mendalami temuan sejumlah barang bukti di lokasi penyekapan YTR, termasuk botol infus yang diduga digunakan tersangka Taufik Hidayat untuk mengobati korban selama disekap. Temuan tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Rudi Setiawan mengatakan, barang bukti ditemukan saat penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di empat lokasi yang berkaitan dengan kasus tersebut.

"Penyidik kepolisian Polda Jabar melakukan olah TKP. Semua benda-benda yang ada di empat TKP tersebut kita analisa. Betul ada infus di sana dan kita sudah dalami," kata Rudi dalam konferensi pers, Jumat (26/6).

Menurut Rudi, hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya upaya dari Taufik untuk mengobati atau memulihkan kondisi korban selama berada dalam penyekapan. Namun, polisi masih mendalami apakah tindakan tersebut dilakukan sendiri atau melibatkan pihak lain.

"Pernah ada upaya untuk menyembuhkan atau mengobati korban, itu dilakukan oleh tersangka. Ini tentunya akan kita tindak lanjuti ke depan, apakah ada orang yang membantu, apakah dia sendiri, dan kita akan konfirmasi juga ke pihak korban," ujarnya.

Rudi menegaskan penyidik tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap. Pemeriksaan terhadap korban, saksi, dan analisis barang bukti akan menjadi dasar untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Selain temuan botol infus, polisi juga menelusuri berbagai alat bukti lain yang ditemukan di lokasi penyekapan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk merekonstruksi aktivitas tersangka selama korban berada dalam penguasaannya.

Menurut Rudi, setiap barang bukti memiliki nilai penting dalam penyidikan sehingga proses analisis dilakukan secara cermat agar tidak ada fakta yang terlewat.

Polisi juga akan mencocokkan keterangan korban dengan hasil penyelidikan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah korban sempat menerima perawatan tertentu selama disekap serta bagaimana proses pengobatan itu berlangsung.



BARANG-BARANG YANG DTEMUKAN PAKPOL DI KOSAN,,(INFUS SEBENAR NYA DI GUNAKAN SI D4JJAL UNTUK APA YA) 🤔🤔Jajaran kepolisian ...
27/06/2026

BARANG-BARANG YANG DTEMUKAN PAKPOL DI KOSAN,,
(INFUS SEBENAR NYA DI GUNAKAN SI D4JJAL UNTUK APA YA) 🤔🤔

Jajaran kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sebuah indekos kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa,( 23/6/2026)

Indekos tersebut diketahui menjadi lokasi penyek4pan dan penganiay44n terhadap seorang wanita bernama YTR (29) oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat (30).

Dalam olah TKP tersebut, pihak kepolisian membawa sejumlah barang yang dibungkus kantong plastik dan koper dari kamar indekos yang sempat ditinggali k0rban.

Di antaranya dua buah helm half face berwarna hitam merek Honda TRX-J dan ALV Helmet, sebuah tas ransel warna hitam, serta sepasang sandal warna hitam.

Polisi juga mengamankan sebuah g0l0k tanpa gagang sepanjang sekitar 30 sentimeter, meja belajar portabel berwarna pink, dan pemantik api berbentuk pistol.

Selain itu, petugas menemukan dua kantong infus kosong, tiga tablet obat Paracetamol, segumpal tisu, serta sebuah kalung berwarna emas.

Barang bvkti tersebut sempat dihadirkan di Mapolda Jawa Barat. Terlihat sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersangk4 selama berada di kamar kos tersebut.



Kesaksian penjaga kos tempat Yupita Tri Rezeki tinggal bersama terduga pelaku, Taufik Hidayat (30), mengungkap sejumlah ...
23/06/2026

Kesaksian penjaga kos tempat Yupita Tri Rezeki tinggal bersama terduga pelaku, Taufik Hidayat (30), mengungkap sejumlah kejanggalan saat korban pertama kali dibawa ke rumah sakit pada 9 Juni 2026. Dugaan penganiayaan terhadap korban mencuat setelah tim medis menemukan kondisi luka yang dinilai tidak sesuai dengan keterangan awal yang menyebut korban mengalami kecelakaan.

Resa Rohendi, penjaga rumah kos di Desa Cimekar, Kecamatan Cinunuk, Kabupaten Bandung, mengatakan dirinya ikut mengantar korban ke rumah sakit karena kondisi perempuan tersebut terus memburuk.

Menurut Resa, korban pertama kali dibawa ke RSUD Ujungberung sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada malam hari karena memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Saat proses penanganan berlangsung, Taufik yang selama ini tinggal bersama korban sempat mengaku sebagai suami korban. Namun di hadapan petugas rumah sakit, ia meminta Resa untuk mengaku sebagai saudara korban.

"Dia meminta saya mengaku sebagai saudara korban. Alasannya supaya proses penanganan lebih mudah. Padahal selama tinggal di kos, yang saya tahu dia selalu mengaku sebagai suami korban," kata Resa.

Menurut Resa, petugas medis kemudian mulai mempertanyakan identitas keluarga korban serta kronologi yang sebenarnya terjadi. Saat itu, Taufik menyebut korban mengalami luka akibat terjatuh di kamar mandi.

Namun penjelasan tersebut menimbulkan kecurigaan setelah dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi korban.

Tim Medis Perkuat Sejumlah Kejanggalan

Setelah dirujuk ke RSHS Bandung, korban menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Resa mengaku sempat dipanggil oleh dokter dan tim medis untuk memberikan keterangan terkait proses kedatangan korban ke rumah sakit.

Dalam pertemuan itu, dokter menyampaikan bahwa kondisi korban menjadi perhatian khusus karena ditemukan sejumlah kejanggalan pada luka yang dialaminya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tim medis menemukan adanya retakan pada bagian kepala serta luka yang telah mengalami infeksi cukup serius.

"Hasil scan menunjukkan ada retakan di bagian kepala dan beberapa luka yang sudah mengalami infeksi. Karena itu dokter meminta keterangan lebih lanjut terkait kondisi korban," ujarnya.

Menurut Resa, dokter juga menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan bersama tim forensik guna memastikan penyebab luka yang dialami korban.

Resa mengaku sempat melihat perubahan kondisi korban sejak pertama kali datang ke rumah kos pada Maret 2026. Saat itu korban masih dapat berjalan meski harus dipapah oleh Taufik.

Namun dalam beberapa bulan berikutnya, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya tidak mampu berjalan saat dibawa ke rumah sakit.

"Ketika pertama datang masih bisa berjalan walaupun harus dipapah. Saat dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah jauh berbeda dan tidak bisa berjalan sama sekali," katanya.

Perubahan kondisi tersebut membuat sejumlah penghuni kos dan warga sekitar merasa prihatin terhadap keadaan korban.

Seperti diketahui Saat ini korban telah bertemu dengan keluarga kandungnya dan mendapatkan pendampingan penuh selama menjalani perawatan di RSHS Bandung.

Korban masih menjalani penanganan medis secara intensif dan dalam waktu dekat dijadwalkan menjalani tindakan operasi sesuai hasil evaluasi tim dokter.





Seorang ayah di Kota Lubuklinggau, Sumsel, berinisial SA (49), ditangkap polisi karena tega merudapaksa putrinya sendiri...
21/06/2026

Seorang ayah di Kota Lubuklinggau, Sumsel, berinisial SA (49), ditangkap polisi karena tega merudapaksa putrinya sendiri hingga puluhan kali.

Parahnya lagi, aksi itu dilakukan tersangka sejak korban masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD) hingga kini duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Peristiwa itu selalu dilakukan tersangka di rumahnya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau.

Kasus rudapaksa itu terungkap setelah korban merasa sudah tak tahan lagi.

Akhirnya, remaja malang ini berani jujur pada gurunya hingga membuat laporan kepolisian.

S, warga yang tinggal tak jauh dari rumah tersangka, mengungkapkan bahwa selama ini tersangka dikenal sebagai sosok yang tak pernah bergaul dan tidak mempunyai pekerjaan.

"Setahu kami dia tidak pernah keluar dan bergaul, kerjaannya hanya makan tidur di rumah saja," cerita ibu rumah tangga ini pada TribunSumsel.com, Minggu (21/6/2026).

Sementara yang mencari nafkah dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama ini adalah istrinya. Istrinya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

"Selama ini tersangka hanya di rumah saja, istrinya ART. Saat rumah sepi itu tersangka melakukannya, ditambah informasinya anaknya itu selalu diancam apabila berani nolak," ungkapnya.

Bahkan, karena diduga takut perbuatan bejatnya terbongkar ke tetangga atau keluarga, tersangka melarang korban untuk bermain dan pergi ke tempat saudaranya.

"Selama ini anaknya disuruh di rumah saja, main tempat keluarga sendiri saja tidak boleh, banyak alasannya," ujarnya.

S mengungkap sebenarnya warga sudah pernah curiga terhadap perubahan perilaku korban, karena selama ini korban dibuat tertutup oleh tersangka.

"Keluarga yang curiga pernah melakukan visum dan hendak melapor. Tapi hasilnya saat itu normal, akhirnya tidak jadi melapor ke polisi," ungkapnya.



Tega! Ibu di Makassar Buang Bayi Down Syndrome dalam Kardus Atas Perintah Suami SiriPolisi bergerak cepat! Kurang dari 2...
21/06/2026

Tega! Ibu di Makassar Buang Bayi Down Syndrome dalam Kardus Atas Perintah Suami Siri

Polisi bergerak cepat! Kurang dari 24 jam, pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi laki-laki penderita Down Syndrome yang ditemukan di dalam kardus di kawasan Perumahan Griya Prima Tonasa, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ibu kandung bayi tersebut, seorang wanita berinisial HS (45) (sebelumnya disebut Hj Tang), berhasil diamankan oleh Tim Resmob Polsek Biringkanaya pada Jumat (19/6/2026) malam di kawasan Sudiang saat hendak melarikan diri ke kampung halamannya di Kabupaten Bone menggunakan mobil travel lintas daerah.

📌Pengakuan Miris Pelaku:
Berdasarkan pemeriksaan, pelaku mengaku tega membuang darah dagingnya sendiri karena diperintah oleh suami sirinya. Bayi tersebut merupakan hasil hubungan yang tidak dikehendaki oleh ayah biologisnya, terlebih setelah mengetahui bahwa sang anak mengalami kelainan medis (Down Syndrome).

Kapolsek Biringkanaya, AKP Setiawan A. Malik, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan dengan cepat setelah menerima informasi mengenai rencana pelarian pelaku. Saat ini pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Jangan cuma ibunya yang ditangkap, itu suami sirinya yang nyuruh buang juga harus dikejar dan dipenjara! Enak banget habis berbuat terus lepas tangan gitu aja pas tahu anaknya punya kelainan. Dua-duanya harus dapet hukuman setimpal!

Seorang warga negara asing (WNA) asal Cina menjadi sasaran penggerudukan oleh warga setempat di sebuah kontrakan di Kelu...
14/06/2026

Seorang warga negara asing (WNA) asal Cina menjadi sasaran penggerudukan oleh warga setempat di sebuah kontrakan di Kelurahan Tebing Tinggi, Kabupaten Tebo.

Warga menaruh curiga, sebab di rumah kontrakan yang ditempati pria asing itu sering terlihat perempuan keluar masuk.

Namun, saat warga menggerebek kontrakan tersebut, perempuan yang dimaksud tidak ditemukan.

Kepada petugas Imigrasi, pria China tersebut mengaku ingin bertemu perempuan yang dikenalnya.



Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi. Kali ini satu unit Honda Beat Street dengan nomor polisi BH 6484 UY raib di...
13/06/2026

Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi. Kali ini satu unit Honda Beat Street dengan nomor polisi BH 6484 UY raib digandol maling pada Jumat pagi (12/6/2026) sekitar pukul 09.02 WIB.

Menurut informasi, peristiwa ini terjadi tepat di depan Toko Qum Qum, sebelah Planet Surf. Rekaman video memperlihatkan gerak-gerik terduga pelaku saat mengeksekusi motor korban.

Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan motor tersebut atau mengenali ciri-ciri pelaku yang ada di dalam video, diharapkan bisa memberikan informasi atau melaporkannya ke pihak kepolisian setempat. Tetap waspada dan gunakan kunci ganda saat memarkirkan kendaraan.



ВОСАН 6 TAHUN MENJADI KORBAN PREKS3KUSI OLEH 2 REMAJA HINGGA NYARIS MERENGGUT NYAWATega seorang Bocah berinisial MW usia...
11/06/2026

ВОСАН 6 TAHUN MENJADI KORBAN PREKS3KUSI OLEH 2 REMAJA HINGGA NYARIS MERENGGUT NYAWA

Tega seorang Bocah berinisial MW usia (6tahun) menjadi korban preks3kusi oleh ke dua remaja yang diduga masih dibawah umur. Yang nyaris membuat MW merenggang nyawa.

Korban MW saat itu sedang asik bermain di sebuah Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Pada Minggu (7/6) sore.

Saat itu MW yang sedang asik bermain bersama teman- teman nya, di hampiri 2 Remaja berinisal R dan L. R dan L kemudian melakukan preks3kusi kepada MW dengan cara membopong tubuh korban kesebuah tiang penerangan taman.

Setelah di dekat tiang kedua kaki MW di buka lebar dan bukung MW di tempelkan ke tiang, MW sempat tersengat aliran listrik yang diduga mengalami kebocoran dari Tiang Penerangan Tersebut.

MW sempat mengalami kejang-kejang dan nyaris merenggang nyawa, tak lama salah seorang pelaku yang menggunakan kaos putih menarik MW dari tiang tersebut.

Rekan-rekan MW yang melihat kejadian tersebut sempat panik dan kebingungan dengan kondisi MW yang sudah terbujur kaku diduga tersengat aliran listrik.

Menurut pengakuan tante korban Kesya yang di hubungi pesan singkat whatshapp, MW sempat dirawat di RSCM dan sempat mengalami koma beberapa jam. Kesya juga mengatakan akibat peristiwa tersebut MW jadi takut untuk melihat orang dan sering mengeluhkan sakit.

Kesya juga menanmbahkan Pelaku dan keluarga korban sempat mendapat mediasi dari Pihak Kepolisian, namun pihak keluarga korban akan tetap melanjutkan kasus MW yang nyaris merenggang nyawa ke Jalur Hukum.

Dan berharap pihak kepolisian bisa melanjutkan kasus ini secara serius.

Kabarkan aksi di sekitar kita, agar Warga lebih waspada dan berhati-hati dalam meninggalkan barang berhara. Apalgi anak.

🚨 INFO ANAK HILAng🙏🏿🙏🏿Kalau ada yg menemukan bisa hub polsek Bulian..Anak laki-laki bernama Pran (5 tahun), warga RT 09 ...
10/06/2026

🚨 INFO ANAK HILAng🙏🏿🙏🏿
Kalau ada yg menemukan bisa hub polsek Bulian..
Anak laki-laki bernama Pran (5 tahun), warga RT 09 RW 03 Kelurahan Srijadi, dilaporkan hilang sejak pukul 09.00 WIB.
Menurut keterangan orang tua kepada tim SAR, saat itu Pran mengantar kakaknya bersekolah di SD Center Rengas Condong. Setelah kembali ke rumah, Pran ditinggal sendirian karena orang tuanya sedang beraktivitas. Namun saat keluarga pulang ke rumah, Pran sudah tidak berada di tempat dan hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.
Saat ini pihak keluarga bersama warga dan tim SAR masih terus melakukan pencarian.
🙏 Mohon bantuan untuk membagikan informasi ini. Jika ada yang melihat atau mengetahui keberadaan anak tersebut, segera hubungi keluarga atau aparat setempat.
Semoga ananda Pran segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. Aamiin. 🤲



Tangis dan kepanikan pecah di tepian Sungai Batang Tembesi, Desa Rangkiling Simpang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sar...
09/06/2026

Tangis dan kepanikan pecah di tepian Sungai Batang Tembesi, Desa Rangkiling Simpang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Selasa (9/6/2026) sore. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Bambang, putra dari Ahim, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam saat mandi bersama teman-temannya.

Peristiwa yang mengundang perhatian ratusan warga itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bambang saat itu tengah bermain dan mandi bersama beberapa rekannya di Sungai Batang Tembesi. Namun tanpa diduga, korban diduga terseret arus dan hilang dari pandangan teman-temannya.





Address

Jakarta
Jakarta
00000

Telephone

+81271167248

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ajeng Murty posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Ajeng Murty:

Shortcuts

Share