Dian Dharma Book Club

Dian Dharma Book Club Penerbit buddhis | Diandharma.com | Twitter: | [email protected] |
Telp & Fak Dian Dharma memberikan pelayan bagi para sahabat dalam:

1.

Penerbitan Material Baru. Dengan didukung oleh para donatur, kami menerbitkan material baru baik buku atau non buku dengan seleksi dan editing oleh anggota Sangha.

2. Penerbitan Ulang. Dengan didukung oleh para donatur, kami melakukan penerbitan ulang baik buku atau non buku berdasarkan karena tingginya permintaan.

3. Pelimpahan jasa. Adalah program untuk melakukan kebajikan atas nama seseorang

yang terkasih baik sebagai hadiah atau sebagai rasa Bakti bagi orang yang meninggal dunia. Bisa dilakukan perorangan atau bersama-sama. Janganlah kamu meremehkan bahwa 'Kebajikan tidak akan berakibat sesuatu padaku'. Bahkan tembayan pun akan terisi penuh oleh air yang jatuh menetes. Demikianlah Orang bijak memenuhi dirinya dengan kebajikan yang terkumpul sedikit demi sedikit (Dhammapada 122).

---------------------------------------------
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami,
Penerbit Dian Dharma
Jl. Mangga I blok F No. 15,
Duri Kepa - Jakarta Barat 11510
Telp: (021) 5674104
Fax : (021) 5674104
HP : 0852 1519 9777
Web : www.diandharma.com
Email: [email protected]
Twitter :

05/06/2026

365 Mutiara Kebijaksanaan

Kematian adalah Hal yang Pasti

Kematian adalah kepastian yang dialami semua makhluk tanpa memandang status, kekayaan, pendidikan, atau tempat tinggal, karena tubuh yang lahir dari karma dan gangguan batin pada akhirnya pasti akan meluruh. Namun manusia sering hidup seolah-olah kematian masih sangat jauh, menunda praktik Dharma demi kesibukan, hiburan, pekerjaan, keluarga, karier, dan pencapaian duniawi. Masa kecil dihabiskan untuk bermain, masa dewasa untuk mengejar kestabilan dan kesuksesan, lalu masa tua dipenuhi berbagai aktivitas hingga akhirnya kematian datang saat batin belum siap menghadapinya. Karena itu, mengingat kematian menjadi penting agar kita tidak terus menunda hal-hal yang benar-benar bermakna dalam hidup.

-Venerable Thubten Chodron-

04/06/2026

365 Mutiara Kebijaksanaan

Mengempiskan Kejumawaan Kita

Kesombongan dan keyakinan bahwa diri sendiri paling tahu sering menjadi penghalang untuk benar-benar mendengarkan ajaran Dharma dengan terbuka. Banyak orang hanya menerima bagian ajaran yang sesuai dengan pandangan mereka sendiri, sementara menolak bagian yang menyentuh titik sensitif dalam diri mereka. Namun, hal ini bukan berarti seseorang buruk atau salah, melainkan menunjukkan batas kesiapan batin masing-masing. Ajaran Dharma yang benar-benar memberi pengaruh biasanya mengguncang cara pandang dan struktur psikologis kita, membuat kita merenung dan mempertanyakan bagaimana ajaran tersebut berlaku dalam kehidupan kita. Ketika ajaran menimbulkan refleksi mendalam dan menggoyahkan kebiasaan berpikir lama, di situlah transformasi batin mulai terjadi.

-Venerable Thubten Chodron-

03/06/2026

365 Mutiara Kebijaksanaan

Inti dari Kehidupan Manusia adalah Apa yang Diajarkan Tara

Penderitaan samsara muncul dalam tiga bentuk: penderitaan langsung berupa rasa sakit fisik dan mental, ketidakpuasan karena kesenangan duniawi yang tidak pernah bertahan lama, serta keadaan tubuh dan pikiran yang terus dipengaruhi oleh ketidaktahuan, gangguan batin, dan karma tercemar. Dalam kondisi ini, Tara membantu makhluk hidup bukan dengan cara ajaib, melainkan melalui ajaran tentang karma, Bodhicitta, cinta kasih, welas asih, dan kebijaksanaan yang memahami kekosongan. Dengan mempraktikkan ajaran tersebut, kita belajar menciptakan sebab-sebab kebahagiaan sejati, menghentikan pola batin yang mengganggu, serta meninggalkan sebab-sebab penderitaan. Kehadiran para Buddha yang mampu membimbing makhluk menuju pemahaman dan pembebasan inilah yang memberi harapan dan optimisme bagi kehidupan.

-Venerable Thubten Chodron-

02/06/2026

365 Mutiara Kebijaksanaan

Bagaimana Tara Membantu Kita

Mempersembahkan puja kepada Buddha seperti Arya Tara bertujuan menumbuhkan jasa pahala dan kerendahan hati, sementara kebahagiaan sejati muncul bukan karena campur tangan ajaib, melainkan karena kita belajar memahami karma dan melatih pikiran melalui ajaran Dharma. Para Buddha menolong terutama melalui ajaran mereka, tetapi praktik dan perubahan batin harus dilakukan oleh diri sendiri. Tantangan sesungguhnya adalah mengatasi hambatan dalam diri: datang mendengar ajaran, mendengarkannya dengan penuh perhatian, merenungkannya, lalu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti makan dan tidur yang tidak bisa diwakilkan orang lain, demikian p**a praktik Dharma harus dijalani sendiri agar dapat memperoleh kebahagiaan dan kegembiraan sejati.

-Venerable Thubten Chodron-

01/06/2026

365 Mutiara Kebijaksanaan

Mengatasi Kebingungan

Dengan merenungkan berharganya kehidupan manusia dan ketidakkekalan hidup, kita dapat lebih bijaksana dalam menentukan prioritas serta tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Banyak orang mengalami kebingungan karena terlalu melekat pada kebahagiaan duniawi—seperti uang, status, atau kenyamanan—sehingga sulit melihat apa yang benar-benar bernilai dalam hidup. Ketika kita mampu berpikir jernih tentang apa yang paling penting dan menerima bahwa kita tidak bisa memiliki segalanya sekaligus, kebingungan akan berkurang, batin menjadi lebih puas, dan kita dapat memusatkan hidup pada hal-hal yang sungguh bermakna.

-Venerable Thubten Chodron-

Selamat Hari Waisak 2570 BESemoga cahaya Dharma menerangi dunia.Semoga kita  senantiasa maju dalam praktik Dharma.
31/05/2026

Selamat Hari Waisak
2570 BE

Semoga cahaya Dharma menerangi dunia.
Semoga kita senantiasa maju dalam praktik Dharma.

31/05/2026

365 Mutiara Kebijaksanaan

Dua Cara Melihat Tubuh

Tubuh dapat dipandang dengan dua cara berbeda tergantung konteks latihan batin kita. Dalam perenungan tentang samsara dan Empat Kebenaran Arya, tubuh dilihat sebagai sumber dukkha dan sesuatu yang tidak layak dilekati, karena tubuh pada akhirnya rapuh, penuh ketidakmurnian, dan menjadi dasar munculnya banyak penderitaan. Namun dalam konteks kehidupan manusia yang berharga, tubuh justru dipandang sangat bernilai karena menjadi sarana untuk mempraktikkan Dharma, mengembangkan kualitas baik, dan mencapai pembebasan. Kedua pandangan ini tidak saling bertentangan, melainkan saling melengkapi, membantu kita sekaligus menghargai tubuh sebagai alat praktik dan melepaskan kemelekatan berlebihan terhadapnya.

-Venerable Thubten Chodron-

30/05/2026

365 Mutiara Kebijaksanaan

Menciptakan Identitas

Ajaran tentang rasa diri menunjukkan bahwa selain identitas konvensional seperti pekerjaan, kebangsaan, atau kepribadian yang kita bangun sepanjang hidup, terdapat rasa “saya” bawaan yang terasa independen dan berdiri sendiri. Dari rasa “saya” inilah muncul berbagai identitas yang kemudian kita lekati dan pertahankan, sehingga ketika orang lain tidak memperlakukan kita sesuai dengan identitas tersebut, kita mudah tersinggung, marah, sombong, atau merasa terhina. Semua identitas yang didapat ini bergantung pada keyakinan akan adanya “aku” yang nyata dan mandiri, padahal itulah akar penderitaan dalam samsara. Dengan memperhatikan bagaimana rasa “saya” muncul dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat bahwa pencengkeraman terhadap identitas diri menciptakan banyak konflik batin, dan melalui pengamatan mendalam kita mulai menantang apakah “aku” yang tampak begitu solid itu benar-benar ada seperti yang kita bayangkan.

-Venerable Thubten Chodron-

29/05/2026

365 Mutiara Kebijaksanaan

Perdamaian dan Etika

Perdamaian dalam lingkungan dan hubungan dengan orang lain berawal dari menjaga perilaku etis kita sendiri. Karena lebih mudah mengendalikan tubuh dan ucapan daripada langsung mengubah pikiran, latihan spiritual dimulai dengan menahan diri dari tindakan merugikan melalui perbuatan dan perkataan. Dengan demikian, kita mengurangi penyesalan dan kegelisahan sehingga pikiran menjadi lebih jernih dan siap untuk dilatih lebih dalam. Seiring waktu, melalui perhatian terhadap tindakan sehari-hari dan refleksi atas keadaan batin yang melatarinya, kita perlahan belajar mengubah pikiran itu sendiri, tanpa menuntut kesempurnaan instan, tetapi berkembang secara bertahap dan realistis.

-Venerable Thubten Chodron-

28/05/2026

365 Mutiara Kebijaksanaan

Berdoa bagi Masalah

Dalam pelatihan pikiran, kesulitan dan masalah dipandang sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat Bodhicitta, karena penderitaan yang kita alami sebenarnya muncul dari karma negatif dan sikap yang berpusat pada diri sendiri. Dengan menyadari bahwa keegoisanlah yang menciptakan banyak penderitaan, kita belajar “memberikan” rasa sakit dan ketidaknyamanan itu kepada sikap egois tersebut, bukan menganggapnya sebagai jati diri kita yang sejati. Cara ini membantu pikiran tetap tenang dan mencegah kita menciptakan lebih banyak karma negatif melalui kemarahan, frustrasi, atau penyesalan. Dengan demikian, masalah tidak lagi menjadi penghalang, melainkan sarana untuk menghancurkan keegoisan dan menumbuhkan welas asih serta Bodhicitta yang lebih kuat.

-Venerable Thubten Chodron-

Address

Jalan Mangga I Blok F No. 15 Duri Kepa, Tanjung Duren Barat
Jakarta
11510

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dian Dharma Book Club posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Dian Dharma Book Club:

Share

Category