Neng Elina D

Neng Elina D hiburan
(1)

Seskab Teddy Indra Wijaya .Letkol Kopassus, mantan ajudan Prabowo, nol pengalaman diplomasi ,merespons Dino Patti Djalal...
03/06/2026

Seskab Teddy Indra Wijaya .
Letkol Kopassus, mantan ajudan Prabowo, nol pengalaman diplomasi ,

merespons Dino Patti Djalal dengan sindiran: "diplomat hebat, walau cuma 3 bulan jadi Wamenlu."

Oke, Pak Letkol. Kita bedah satu-satu.

Soal biaya: Lo bilang kelebihan biaya ditanggung "pribadi Presiden." Tapi pesawat kepresidenan, pengamanan TNI-Polri, hotel protokol, tim advance, logistik 50-60 orang , itu semua tetap APBN.

Yang "pribadi" cuma excess-nya.

Dan Prabowo sendiri yang tanda tangan Inpres No. 1/2025 yang perintahkan seluruh K/L pangkas perjalanan dinas 50%.

Guru nyuruh murid hemat, gurunya keliling dunia.

Soal rombongan: Lo bangga rombongan turun dari 120 jadi 50-60 orang.

Dino tidak pernah bicara soal ukuran rombongan. Dia bicara soal frekuensi , 1 dari 6 hari Presiden ada di luar negeri.

Lo jawab pertanyaan yang tidak ditanyakan.

Soal investasi Rp 2.430 triliun: Ini total realisasi investasi PMDN + PMA tahunan , tren jangka panjang yang sudah berjalan sebelum Prabowo menjabat, dipengaruhi hilirisasi, regulasi, dan iklim global.

Lo tidak bisa buktikan berapa dari angka itu kausal dari kunker.

Berdiri di bawah hujan lalu ngaku bisa mendatangkan air.

Soal sindiran "3 bulan":
Dino punya PhD dari London School of Economics, 26 tahun karier diplomatik, 3 tahun Dubes untuk Amerika Serikat.

Yang nyindir dia adalah seorang Letkol yang jabatan Seskab-nya lahir dari loyalitas, bukan keahlian tata negara.

Di negara yang sehat, Seskab dijabat teknokrat.

Di sini, dijabat ajudan yang merangkak naik karena setia , lalu nyindir diplomat doktoral soal pengalaman.

"Speak truth to power," kata Dino.

Yang menjawab justru orang yang hidupnya melayani power.

Marapthon sudah sampai Laugh Tale 😥
21/05/2026

Marapthon sudah sampai Laugh Tale 😥

Kemiskinan bukan sekadar nasib, ia adalah akibat dari struktur yang tidak adil. Mengubahnya bukan dengan belas kasihan, ...
15/05/2026

Kemiskinan bukan sekadar nasib, ia adalah akibat dari struktur yang tidak adil. Mengubahnya bukan dengan belas kasihan, melainkan dengan perlawanan dan kesadaran

Banyak orang pergi memancing sepanjang hidup mereka tanpa mengetahui bahwa bukan 'ikan' yang mereka incar.https://s.shop...
15/05/2026

Banyak orang pergi memancing sepanjang hidup mereka tanpa mengetahui bahwa bukan 'ikan' yang mereka incar.

https://s.shopee.co.id/9UyKXzbV8M aku pake essen untuk campuran umpan

Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaanselamat malam
15/05/2026

Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan

selamat malam

Semua yang dikatakan Negara adalah bohong, dan semua yang dimilikinya adalah hasil curian
15/05/2026

Semua yang dikatakan Negara adalah bohong, dan semua yang dimilikinya adalah hasil curian

sapu halaman dulu
19/04/2026

sapu halaman dulu

Terima kasih banyak kepada Muklis Muklis, Sikandar Dahri, Sahat Lubuk, Oppo Nanyaa, Anwar Hadrah, Achoi Achoi, Dhedyi De...
18/04/2026

Terima kasih banyak kepada Muklis Muklis, Sikandar Dahri, Sahat Lubuk, Oppo Nanyaa, Anwar Hadrah, Achoi Achoi, Dhedyi Dedi, Alantea, Malik Asad, Zainal Abidin Syahirah, Bambang, Bahrul Asral, ANAk Desa, Sapri Bajo, Suwanda, Awan Zadah Umair, Joe Deep, Fatkhul Huda, Ahmad Sofian, Abdul Kadir, Sukmayadi, Bappa Ayang, Md Rasyid Bin Wajib, Wahid Ruslan, Hermanrohid Herman, Are They, Muhammad Subur, Ghoyrul Akrom, Ali Chah Jawo Tea, Johns, Idrha Idrg, Tamee Tamaa, Rido Rido, Leto Adipati, Riyadi, Nana Dwiwarma, Sirajuddin Putra Hamdani, Zakaria Benhayoun, Wawan Gunawan, شحاده داوود, Aris Suminto, Uyeh Sutsna, Alfian Jum, Wmtxu My, Rino Buton, Nico Mugiono, Malin Kanser, Mulyadi Ladi, Pandi Herdiana, Indriyani

untuk semua dukungan kalian! Selamat sudah menjadi penggemar berat dalam streak 🔥!

Di balik wajah kecil yang sering tampak kotor oleh debu hitam, ada cerita tentang perjuangan yang tak semua orang pahami...
18/04/2026

Di balik wajah kecil yang sering tampak kotor oleh debu hitam, ada cerita tentang perjuangan yang tak semua orang pahami.
Namanya Azel, anak kelas 1 SD yang tumbuh lebih cepat dari usianya. Banyak orang mungkin hanya melihat wajahnya yang cemong lalu tersenyum atau merasa iba. Namun, sedikit yang benar-benar mengerti alasan di balik itu semua.
Setiap kali ada yang datang menagih cicilan, Azel dengan sigap mengambil peran. Ia berlari kecil, membawa uang dari ibunya. Bukan dengan pakaian rapi atau tubuh yang wangi, melainkan dengan baju sederhana dan wajah penuh debu hasil dari tempat ia membantu ibunya bekerja.
Hari-harinya tak dihabiskan hanya untuk bermain. Saat anak-anak lain menikmati masa kecil dengan permainan dan gadget, Azel justru akrab dengan kerasnya pekerjaan di pabrik karang. Tangan kecilnya ikut bekerja, membantu sang ibu mencari nafkah di tengah debu yang beterbangan.
Ketika ditanya tentang wajahnya yang kotor, Azel hanya tersenyum. Bukan karena tak peduli, tapi karena di balik itu ada rasa bangga. Ia tahu, sekecil apa pun yang ia lakukan, itu berarti untuk ibunya.
Bagi Azel, debu itu bukan sekadar kotoran. Itu adalah tanda bahwa ia telah berusaha. Tanda bahwa ia ingin membantu, ingin meringankan beban orang yang paling ia cintai.
Kisah Azel mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang kenyamanan atau kemewahan. Terkadang, kebahagiaan hadir dari rasa berarti bagi orang lain—dari usaha tulus, sekecil apa pun itu.
Semoga langkah kecil Azel hari ini menjadi jalan besar menuju masa depan yang lebih baik. 🩷🤲

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Neng Elina D posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category