15/08/2026
Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan sejumlah penerima bantuan sosial pemerintah dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Salah satu penerima bantuan yang diperkenalkan Prabowo adalah Susanah, warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang.
Prabowo menyebut Susanah menerima upah Rp700 ribu per kilogram dari pekerjaannya.
"Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo.
Susanah disebut sebagai salah satu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti peran bantuan sosial dalam membantu keberlangsungan pendidikan anak-anak Susanah.
Selain Susanah, Prabowo juga memperkenalkan Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prabowo mengatakan Margarelitha sejak kecil hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan.
Pada usia 38 tahun, Margarelitha masih berdagang sekaligus merawat tantenya yang telah berusia 80 tahun.
"Hadir p**a Ibu Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil, ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun, ia masih berdagang serta merawat tantenya yang sudah berusia 80 tahun. Bantuan sosial ATENSI menjadi penopang keluarganya," tutur Prabowo.
Menurut Prabowo, bantuan sosial ATENSI turut menjadi penopang bagi keluarga Margarelitha.
Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI 2026, Prabowo juga menyampaikan laporan mengenai kinerja pemerintah selama masa kepemimpinannya.
Pidato tersebut sekaligus menjadi pidato kenegaraan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Prabowo menyoroti sejumlah program pemerintah, mulai dari swasembada pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan pendidikan dan kesehatan, hingga reformasi BUMN dan pengelolaan sumber daya alam.
Prabowo menyebut pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 663 hari untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia.
Sejumlah capaian yang disampaikan antara lain swasembada delapan komoditas pangan, penghentian impor solar melalui penerapan B50, penurunan harga pupuk 20 persen, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta pembangunan Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan.
Selain itu, Prabowo memaparkan kebijakan hilirisasi, penguatan BUMN, pengelolaan devisa hasil ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), perlindungan sosial, kesehatan, pelayanan publik, pertahanan, hingga politik luar negeri Indonesia. π°ππ·