Fakta Unik dan Menarik

Fakta Unik dan Menarik Memberikan informasi tentang fakta unik dan menarik
(4)

02/06/2026

Viral! Pria Sulap Sedotan Bekas Jadi Suling, Netizen Takjub: Akhirnya Nemu Fungsi Sedotan Es Kopi

02/06/2026

Mobil Pick Up Sekecil Ini, tapi Angkutannya Gak Main-main Banyaknya, Bikin Melongo

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Pra...
02/06/2026

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, agenda tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang kuat dengan para pemimpin dunia.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas masukan dari Dino Patti Djalal terkait frekuensi perjalanan luar negeri Presiden. Teddy menilai hubungan antarnegara perlu dirawat secara konsisten, bukan hanya saat menghadapi situasi mendesak.

"Setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan, tidak. Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu p**a sebaliknya."

Teddy juga menyinggung pengalaman Dino yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri selama sekitar tiga bulan pada tahun 2014. Ia tetap menyebut Dino sebagai diplomat yang memiliki pengalaman dan pengetahuan luas di bidang hubungan internasional.

"Saya pikir beliau diplomat hebat. Pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," kata Teddy.

Menurut Teddy, kondisi global saat ini berkembang sangat cepat dan penuh tantangan. Karena itu, Presiden perlu aktif menjalin komunikasi langsung dengan para pemimpin negara sahabat.

Ia menjelaskan bahwa diplomasi tidak selalu dilakukan melalui pertemuan resmi yang terbuka untuk publik. Banyak komunikasi penting yang berlangsung secara personal maupun melalui berbagai jalur diplomasi lainnya.

Teddy menegaskan bahwa penentuan agenda pertemuan luar negeri dilakukan berdasarkan prioritas kepentingan nasional. Bersama Menteri Luar Negeri Sugiono, Presiden disebut menentukan pertemuan mana yang perlu dilakukan secara langsung, melalui sambungan telepon, atau cukup melalui mekanisme diplomatik lainnya.

Sumber: Republika.co.id

02/06/2026

Viral Gerai Indomaret Tutup Massal 31 Mei dan 1 Juni 2026, Ternyata Ini Masalahnya

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap data terbaru terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga akhir M...
02/06/2026

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap data terbaru terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga akhir Mei 2026, ribuan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat pernah mendapatkan sanksi suspend.

Dari total 27.208 SPPG yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG pernah dihentikan sementara. Langkah ini dilakukan setelah adanya evaluasi, laporan masyarakat, serta hasil pemantauan di lapangan.

"Terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026," kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang.

Wilayah Pulau Jawa menjadi daerah dengan jumlah suspend terbanyak. Dari 16.594 SPPG yang beroperasi, total 3.466 unit tercatat pernah terkena suspend.

Sementara itu di Sumatera, total 758 SPPG pernah mendapatkan sanksi serupa. Adapun di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, jumlahnya mencapai 3.959 SPPG.

Meski demikian, sebagian besar SPPG yang pernah dihentikan sementara kini sudah kembali beroperasi. BGN mencatat sebanyak 5.659 SPPG telah memenuhi ketentuan dan status suspend-nya dicabut.

Saat ini masih ada 2.213 SPPG yang menjalani masa suspend. Penyebabnya beragam, mulai dari persoalan infrastruktur, tata kelola, mutu gizi, hingga belum terpenuhinya sejumlah persyaratan teknis.

BGN juga mengingatkan bahwa jumlah SPPG yang terkena suspend masih bisa bertambah. SPPG yang belum mampu menunjukkan penyaluran MBG kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sesuai ketentuan hingga batas waktu yang ditetapkan berpotensi mendapatkan sanksi lebih lanjut.

Sumber: CNBC Indonesia

02/06/2026

2 Wanita Muda yang Diduga Mampu Ambil Bansos Tuai Reaksi Warganet

02/06/2026

Viral Baling-baling Pesawat Diikat Pakai Kabel Tie, Wings Air Klarifikasi

Suasana peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan. Perhatian publik tert...
02/06/2026

Suasana peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan. Perhatian publik tertuju pada interaksi Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Upacara digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6). Sejumlah tokoh nasional hadir, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sebelum upacara dimulai, Prabowo, Gibran, dan Megawati menerima laporan dari perwira upacara di dalam Gedung Pancasila. Ketiganya kemudian bersiap menuju lokasi pelaksanaan upacara.

Dalam momen tersebut, Prabowo sempat memberi isyarat kepada Megawati untuk berjalan berdampingan menuju mimbar. Namun Megawati mempersilakan Prabowo untuk berjalan lebih dahulu.

Prabowo kemudian melangkah ke lokasi upacara sebagai inspektur upacara. Gibran dan Megawati menyusul dari belakang hingga prosesi berlangsung dengan lancar.

Usai upacara, suasana hangat kembali terlihat saat Prabowo berbincang bersama Jusuf Kalla dan Ma'ruf Amin. Tak lama kemudian, Megawati ikut bergabung dalam kebersamaan tersebut.

Momen yang paling mencuri perhatian terjadi ketika Megawati mengajak Prabowo berjalan bersama sambil menggandeng tangannya. Keduanya tampak tersenyum dan tertawa bersama, menciptakan pemandangan hangat yang menjadi sorotan banyak pihak di peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini.

Sumber: Detik.com

02/06/2026

Viral, Cuaca Panas Mobil Tua Nekat Pakai AC Rumah

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya angkat bicara terkait sorotan publik mengenai perjalanan luar negeri Presid...
02/06/2026

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya angkat bicara terkait sorotan publik mengenai perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa biaya tambahan di luar anggaran negara tidak dibebankan kepada APBN.

Menurut Teddy, seluruh kelebihan biaya yang muncul saat kunjungan luar negeri akan ditanggung langsung oleh Presiden Prabowo. Hal itu disebutnya sudah beberapa kali dijelaskan kepada publik.

"Masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas komentar mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Sebelumnya, Dino menyoroti frekuensi perjalanan luar negeri Presiden yang dinilai cukup tinggi.

Dino juga menyinggung besarnya biaya kunjungan luar negeri yang mencakup kebutuhan rombongan, hotel, protokoler, hingga pengamanan. Ia menyarankan agar intensitas perjalanan tersebut dapat dikurangi.

Menanggapi hal itu, Teddy turut menjelaskan soal jumlah rombongan yang mendampingi Presiden saat melakukan kunjungan ke luar negeri. Ia mengklaim jumlah peserta rombongan kini jauh lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Teddy, jika pada masa lalu rombongan bisa mencapai lebih dari 120 orang, kini jumlahnya hanya sekitar 50 hingga 60 orang. Ia menyebut efisiensi tersebut menjadi salah satu upaya penghematan dalam setiap perjalanan Presiden ke luar negeri.

Sumber: Kompas.com

Address

Jakarta

Telephone

+6281584122006

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fakta Unik dan Menarik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Fakta Unik dan Menarik:

Share