15/10/2025
Posisi Kunci NTT dalam Data Kemiskinan Nasional:
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 menunjukkan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan di Indonesia memiliki dua wajah berbeda, yang tercermin dari perbedaan antara jumlah penduduk miskin dan persentase penduduk miskin di tiap provinsi.
Meskipun secara angka mutlak, provinsi-provinsi di Jawa menduduki posisi teratas, kehadiran NTT dalam 5 besar provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak menjadi alarm penting untuk fokus pembangunan yang lebih terarah ke wilayah Indonesia Timur.
Di sisi lain, jika diukur dari persentase penduduk miskin, masalah terbesar berada di wilayah Indonesia Timur, di mana hampir seluruh daftar 10 besar didominasi oleh provinsi-provinsi di Papua dan Maluku. Angka ini mencerminkan tingginya ketimpangan pembangunan dan minimnya akses dasar di daerah tersebut.
1. Papua Pegunungan 30,03% (Tertinggi secara nasional)
2. Papua Tengah 28,90%
3. Papua Barat 20,66%
4. Papua Selatan 19,71%
5. Papua 19,16%
6. NTT 18,60%
7. Papua Barat Daya 17,95%
8. Maluku 15,38%
9. Gorontalo 13,24%
10. Aceh 12,33%
Posisi Kunci NTT:
5 Besar Jumlah Mutlak: Provinsi NTT menjadi titik temu dari kedua masalah kemiskinan. Meskipun populasi keseluruhannya tidak sebesar Jawa (sekitar 12,56 juta orang), NTT tetap masuk 5 besar jumlah mutlak (1,08 juta orang) dan berada di peringkat ke-6 persentase tertinggi (18,60%). Hal ini mengindikasikan bahwa masalah kemiskinan di NTT sangatlah akut dan struktural, dipengaruhi oleh faktor geografis kepulauan, tingginya biaya logistik, serta tantangan akses layanan dasar.
Melihat kondisi ini, kita harapkan pemerintah pusat dan daerah mengalokasikan sumber daya dan program strategis yang lebih berfokus pada pembangunan infrastruktur, konektivitas antar-pulau, serta perluasan akses pendidikan dan kesehatan, untuk mengatasi ketimpangan struktural yang menjadi akar masalah kemiskinan di wilayah Indonesia Timur secara umum dan khususnya bagi masyarakat NTT.