08/12/2025
Di Boyolali, orang lebih dulu kenal gerobak es kelapa orang tua Dony ketimbang namanya. Setiap hari ia bantu jualan, baru kemudian lari ke lapangan tanah buat main bola. Tak ada akademi mahal, hanya tekad dan sepatu yang kadang sudah usang. Pelan-pelan, bakatnya mengantar ke PS Bina Taruna lalu Persija Jakarta.
Hari ini, anak penjual es kelapa itu dikenal sebagai pemain terbaik Piala AFF U-19 2024.
Di sebuah desa kecil bernama Tegalrejo, Gumukrejo, Kecamatan Teras, Boyolali, hidup seorang anak bungsu dari keluarga penjual es kelapa: Dony Tri Pamungkas. Setiap hari, gerobak es kelapa milik orang tuanya mangkal di depan rumah, jadi sumber nafkah utama keluarga. Dony kecil sering bantu-bantu, dari ngupas kelapa sampai melayani pembeli, sebelum berlari ke lapangan tanah atau gang untuk main bola. Dari “lapangan” samping gerobak itulah mimpinya pelan-pelan terbentuk: kalau orang lain bisa tampil di TV pakai lambang Garuda, kenapa anak penjual es kelapa dari Boyolali tidak bisa?
Perjalanan seriusnya dimulai ketika ia bergabung dengan SSB PS Bina Taruna sekitar 2017. Di usia 12–14 tahun, Dony harus bolak-balik Boyolali–Jakarta demi latihan dan kompetisi, sementara orang tuanya tetap setia berjualan es kelapa untuk membiayai mimpi sang anak. Talentanya membuat Persija melirik; ia lolos seleksi Elite Pro Academy dan menjadi salah satu pemain termuda yang promosi ke tim utama Macan Kemayoran. Dari situ, satu pintu besar terbuka: panggilan ke Timnas kelompok umur, mulai U-19 hingga U-23, bahkan sempat mencatat rekor sebagai salah satu pemain termuda yang tampil di Liga 1.
Puncak kisah gila itu hadir di Surabaya, 2024. Dony datang sebagai kapten Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19, memimpin “Garuda Muda” dari sisi kiri sebagai bek sayap yang tak kenal lelah. Ia membantu tim menjuarai turnamen, lalu di akhir kompetisi namanya dipanggil sebagai Pemain Terbaik Piala AFF U-19 2024—penghargaan individu tertinggi di tingkat ASEAN. Saat trofi dan plakat itu diserahkan, yang terlintas di kepalanya bukan hanya stadion megah, tapi juga panasnya aspal Boyolali dan suara teriakan pembeli yang dulu ia layani di depan rumah. Dari anak penjual es kelapa sampai jadi best player ASEAN U-19, perjalanan Dony Tri Pamungkas adalah bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang sangat sederhana.