UCAN Indonesia

UCAN Indonesia Portal Berita Katolik Asia - Indonesia Dapatkan laporan terkini yang berkaitan dengan Gereja Katolik di Indonesia, Asia, dunia dan Vatikan

Menjelang KTT ASEAN, kelompok HAM desak agar ASEAN menolak pemilu palsu yang diadakan oleh junta militer Myanmar.
25/10/2025

Menjelang KTT ASEAN, kelompok HAM desak agar ASEAN menolak pemilu palsu yang diadakan oleh junta militer Myanmar.

Β  Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional dan yang berbasis di Myanmar telah mendesak para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang berkumpul di Malaysia untuk menghadiri KTT mendatang agar mereka menolak rencana militer Myanmar untuk menyelenggarakan pemilu β€œ...

RENUNGAN HARI INIπŸŒΏπŸ“– π•Šπ•’π•“π••π•’ β„π•šπ••π•¦π•‘ πŸ“–πŸŒΏSabtu, 25 Oktober 2025, Sabtu Pekan Biasa XXIX_Bacaan: Rm. 8:1-11; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5...
25/10/2025

RENUNGAN HARI INI

πŸŒΏπŸ“– π•Šπ•’π•“π••π•’ β„π•šπ••π•¦π•‘ πŸ“–πŸŒΏ
Sabtu, 25 Oktober 2025, Sabtu Pekan Biasa XXIX
_Bacaan: Rm. 8:1-11; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 13:1-9._

_*β€œJikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian,”*_ (Luk 13: 3, 5).

Injil hari ini dimulai dengan dua kisah tragis: orang-orang Galilea yang dibunuh oleh Pilatus, dan delapan belas orang lainnya yang tewas ketika menara Siloam runtuh. Orang-orang ingin tahu: apakah korban-korban ini dihukum oleh Allah karena dosa-dosa mereka? Yesus menjawab dengan tegas: Tidak! Kematian mereka bukanlah hukuman. Namun, Ia menggunakan momen itu untuk mengingatkan pendengarnya akan hal yang lebih dalam: tragedi tidak seharusnya membuat kita menghakimi orang lain, tetapi untuk merenung, bertobat, dan kembali kepada Allah selagi masih ada waktu.

Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Selama tiga tahun pohon itu tidak menghasilkan buah. Menurut logika, seharusnya pohon itu ditebang. Namun, tukang kebun memohon: β€œbiarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya mungkin tahun depan ia berbuah.” Inilah hati Allah. Ia tidak menghukum; Ia sabar, pengasih, dan selalu memberi kita kesempatan lain. Namun kesabarannya tidak boleh dianggap remeh β€” waktu tidaklah tak terbatas. Pohon itu akhirnya harus berbuah.

Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan tiga hal. *Pertama, penderitaan tidak selalu merupakan hukuman dari Allah.* Orang-orang kudus yang kesohor dalam sejarah adalah mereka yang paling menderita, bukan karena Allah menghukum mereka, tetapi karena penderitaan mereka menjadi jalan menuju persatuan yang lebih dalam dengan Allah.

*Kedua, hidup kita dipercayakan dengan kesempatan*β€”seperti pohon ara yang ditanam di kebun anggur, kita diberkati. Kita telah menerima iman, kebebasan, pendidikan, dan cinta. Allah bertanya kepada kita: Buah apa yang kita hasilkan untuk sesama?

*Ketiga, kita hidup dalam Injil kesempatan kedua.* Setiap hari adalah β€œtahun lain” yang diberikan kepada β€œpohon ara” jiwa kita, kesempatan lain yang dipenuhi kasih karunia untuk tumbuh, berdamai, melayani, dan mencintai.

Namun Yesus juga memperingatkan kita: tidak akan selalu ada "besok" yang lain. Menunda pertobatan berarti mengambil risiko menyia-nyiakan anugerah hidup. Hari ini adalah waktu untuk menghasilkan buah. Hari ini adalah hari untuk mencabut rumput liar dan memupuk kehidupan kita, untuk memaafkan, melayani, berdoa, dan mencintai. Mari kita tidak menyia-nyiakan kesabaran Allah.

_Tuhan, bantulah aku untuk mengubah hidupku agar hidupku berbuah bagi-Mu dan orang-orang di sekitarku. Amin._

Selamat berakhir pekan. Mari bertobat dan menghasilkan buah! β’Ώβ“β“Š! πŸ™πŸΌβ€οΈπŸ˜‡
π’Ώβ€οΈŽπ“ƒπ’Άπ“ˆπ“‰.π“‚π“ˆπ’Έ

Sabtu, 25 Oktober 2025, Sabtu Pekan Biasa XXIXBacaan: Rm. 8:1-11; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 13:1-9. β€œJikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa

24/10/2025
Kardinal  Jepang telah menyuarakan penolakannya terhadap penjualan pil kontrasepsi darurat yang dijual bebas di Jepang, ...
24/10/2025

Kardinal Jepang telah menyuarakan penolakannya terhadap penjualan pil kontrasepsi darurat yang dijual bebas di Jepang, yang memungkinkan perempuan di negara itu untuk mengonsumsi obat tersebut tanpa resep dokter.

Β  Kardinal Isao Kikuchi, uskup agung Tokyo, telah menyuarakan penolakannya terhadap penjualan pil kontrasepsi darurat yang dijual bebas di Jepang, yang memungkinkan perempuan di negara itu untuk mengonsumsi obat tersebut tanpa resep dokter untuk pertama kalinya. β€œPeralihan ke penggunaan pil kontr...

RENUNGAN HARI INIπŸŒΏπŸ“– π•Šπ•’π•“π••π•’ β„π•šπ••π•¦π•‘ πŸ“–πŸŒΏJumat, 24 Oktober 2025, Jumat Pekan Biasa XXIX_Bacaan: Rm 7:18-25a; Mzm 119:66,68,76,7...
24/10/2025

RENUNGAN HARI INI

πŸŒΏπŸ“– π•Šπ•’π•“π••π•’ β„π•šπ••π•¦π•‘ πŸ“–πŸŒΏ
Jumat, 24 Oktober 2025, Jumat Pekan Biasa XXIX
_Bacaan: Rm 7:18-25a; Mzm 119:66,68,76,77,93.94; Luk. 12:54-59._

_*”Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?”*_ (Luk 12: 54 – 56).

Seberapa bagus kemampuan anda membaca tanda-tanda? Yesus mengharapkan murid-murid-Nya dapat membaca tanda-tanda jaman dengan baik. Para pelaut tahu betapa pentingnya memperkirakan keadaan cuaca sehingga dapat berlayar dengan selamat. Para petani juga tahu memperkirakan cuaca sehingga mereka tahu kapan mulai menanam. Begitu banyak bidang hidup sekarang ini membutuhkan prakiraan cuaca - dengan bantuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi - sehingga kita dapat terhindar dari bencana alam, dari badai, banjir, gempa bumi, tsunami dan sebagainya, sehingga dapat diberikan peringatan dini sebelum bencana menghantam kita.

Namun, seberapa bagus kita membaca tanda-tanda agar kita terhindar dari bencana hidup? Kemampuan untuk membaca cuaca moral dan rohani dalam diri kita dan di sekitar kita sangat vital agar kita terhindar dari krisis serta bencana moral dan rohani.

Allah telah memberikan Roh Kudus kepada kita. Namun kita dapat jatuh dalam bencana jika kita memupuk sikap PERMISIF. β€œAh…dosa kecil-kecil gak apa-apalah…. Menyeleweng sedikit-sedikit tidak apa-apalah… Ah..cuma senggol-senggol sedikit… Cuma colek-colek sedikit…. Cuma korupsi kecil-kecilan koq…. Yang lain juga berbuat begitu…..” Sampai akhirnya… Terlambat sudah!

Yang kedua, bencana terjadi karena kita s**a MENUNDA. Perkawinan tidak hancur dalam waktu semalam. Seseorang kehilangan iman tidak terjadi dalam semenit. Orang-orang muda tidak jadi pemadat narkoba dalam sekejap. Seorang imam atau religius meninggalkan imamat atau hidup religiusnya juga tidak terjadi dalam sehari dua hari saja. Sebelum semuanya itu terjadi ada tanda-tanda yang sudah memberikan peringatan kepada kita. Tetapi sering kali kita tidak berbuat apa-apa, atau kita sering MENUNDA untuk berbuat sesuatu. Kita menunda untuk berekonsiliasi, menunda untuk minta maaf, menunda untuk mengatakan β€œI love you”. Menunda untuk membangun hidup doa yang dalam. Menunda mencari bimbingan. Menunda untuk memberikan waktu dan berdialog dengan anak-anak. Menunda untuk ini dan itu. Semakin kita menunda, maka semakin sulit persoalan ditangani.

Semoga kita semakin peka untuk melihat tanda-tanda dan mampu untuk mengambil sikap dan tindakan yang perlu. Lebih penting lagi, semoga kita terbuka bagi rahmat Roh Kudus agar Ia mengubah hati dan pikiran kita sehingga dapat mengenal dan memilih yang baik dan benar sesuai kehendak-Nya.

_Tuhan, buka hati kami bagi Roh Kudus, agar Ia membimbing kami untuk mengenal dan memilih yang baik, benar dan adil, sesuai dengan kehendak-Mu. Amin._

Selamat beraktivitas. TGIF! β’Ώβ“β“Š! πŸ™πŸΌβ€οΈπŸ˜‡
π’Ώβ€οΈŽπ“ƒπ’Άπ“ˆπ“‰.π“‚π“ˆπ’Έ

Jumat, 24 Oktober 2025, Jumat Pekan Biasa XXIXBacaan: Rm 7:18-25a; Mzm 119:66,68,76,77,93.94; Luk. 12:54-59. "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat,

Untuk pertama kalinya seorang raja Inggris  yang sedang berkuasa berdoa bersama seorang paus sejak raja Inggris Henry VI...
24/10/2025

Untuk pertama kalinya seorang raja Inggris yang sedang berkuasa berdoa bersama seorang paus sejak raja Inggris Henry VIII memisahkan diri dari Vatikan sejak 500 tahun lalu.

Β  Raja Charles III menjadi pemimpin Gereja Inggris pertama yang berdoa bersama Paus dalam sebuah ibadat di Vatikan yang dipimpin oleh Leo XIV pada 23 Oktober. Upacara di Kapel Sistina, yang disiarkan langsung oleh layanan berita resmi Vatikan, berlangsung selama kunjungan kenegaraan oleh raja berus...

Seluruh rakyat Lebanon, kaum muda, Gereja, pemerintah, dan presiden Lebanon sangat antusias menunggu kedatangan Paus Leo...
24/10/2025

Seluruh rakyat Lebanon, kaum muda, Gereja, pemerintah, dan presiden Lebanon sangat antusias menunggu kedatangan Paus Leo XIV di tengah serangan sporadis Israel ke negara itu, kata pejabat Gereja Katolik lokal.

Β  Lebanon dengan antusias menantikan kunjungan Paus Leo XIV yang akan datang, menandai perjalanan apostolik pertamanya ke luar negeri, kata para klerus Katolik Lebanon. β€œSeluruh rakyat Lebanon, kaum muda, Gereja, pemerintah, dan presiden Lebanon sangat antusias,” ujar Pastor Jean Younes, sekret...

DOA MALAM
23/10/2025

DOA MALAM

Setiap Jumat umat Katolik memadati Basilika Black Nazarene untuk berdoa karena mereka yakin patung Yesus yang hangus itu...
23/10/2025

Setiap Jumat umat Katolik memadati Basilika Black Nazarene untuk berdoa karena mereka yakin patung Yesus yang hangus itu memiliki mukjizat yang bisa menyembuhkan mereka dari penyakit dan berbagai masalah lainnya.

Β  Pada Jumat sore yang lembap, jalan-jalan menuju Gereja Quiapo sangat ramai. Para pedagang menyelip di antara kerumunan massa, meneriakkan harga karangan bunga sampaguita dan air minum kemasan. Udara dipenuhi berbagai aroma warna-warni – lilin, keringat, jagung rebus, dan kacang-kacangan. Di ten...

πŸŒΏπŸ“– π•Šπ•’π•“π••π•’ β„π•šπ••π•¦π•‘ πŸ“–πŸŒΏKamis, 23 Oktober 2025, Kamis Pekan Biasa XXIX_Bacaan: Rm. 6:19-23; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 12:49-53.__*...
23/10/2025

πŸŒΏπŸ“– π•Šπ•’π•“π••π•’ β„π•šπ••π•¦π•‘ πŸ“–πŸŒΏ
Kamis, 23 Oktober 2025, Kamis Pekan Biasa XXIX
_Bacaan: Rm. 6:19-23; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 12:49-53._

_*”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!”*_ (Luk 12: 49)

Para murid Yesus menantikan seorang Mesias yang akan menjadi penakluk yang mulia, seorang raja yang akan membawa damai dan kemakmuran. Namun, Yesus berbicara tentang penghakiman, penderitaan, dan perpecahan. Semua itu bukanlah zaman keemasan yang mereka harapkan.

Api, dalam bahasa Kitab Suci, adalah simbol penghakiman. Yesus mengingatkan kita bahwa kedatangan-Nya menuntut pilihan, dan Sabda-Nya membakar habis ilusi dan keamanan palsu. Seperti api, Ia membersihkan dan mengungkapkan apa yang benar. Kita mungkin ingin melunakkan ketajaman kata-kata Yesus, tetapi kata-kata-Nya selalu membawa kita pada satu titik di mana kita harus membuat keputusan.

Yesus berbicara tentang "baptisan"-Nya. Ia tidak berbicara tentang air di mana ia dibenamkan atau dibaptis, tetapi tentang penderitaan di mana Ia akan bembenamkan diri β€” baptisan Salib. Ia sepenuhnya menyadari apa yang akan datang, namun Ia berjalan menuju sengsara itu dengan s**arela, karena cinta. Inilah paradoks iman Kristen: Sang Raja menang dengan mengorbankan hidup-Nya.

Akhirnya, Yesus menjelaskan bahwa kedatangan-Nya akan menimbulkan perpecahan. Kita memahami betapa hal ini sungguh benar, karena keluarga, teman, dan bangsa dapat terpecah karena pilihan untuk mengikuti atau menolak Kristus. Kesetiaan kepada-Nya harus didahulukan di atas semua hubungan lainnya.

Pertanyaan bagi kita hari ini sederhana namun menantang: Apakah aku membiarkan api Kristus membersihkan hatiku? Apakah aku menerima salib-Nya sebagai jalan menuju kehidupan? Apakah aku bersedia memilih Kristus, bahkan ketika itu berarti aku harus mengorbankan diriku?

Yesus bukanlah Sang Pemenang yang jauh. Dia adalah Raja, yang mahkota-Nya adalah anyaman duri dan tahta-Nya adalah salib. Dia mengundang kita untuk berbagi kemenangan-Nya β€” bukan dengan menghindari api yang dinyalakan-Nya, tetapi dengan melaluinya bersama-Nya.

_Tuhan, berilah aku anugerah untuk tetap mengarahkan diri kepada-Mu dan kehendak-Mu serta memilih Engkau di atas segala sesuatu dalam hidup ini. Ketika imanku ditantang, beri aku keberanian dan kekuatan untuk tetap teguh dalam kasih-Mu. Amin._

Selamat beraktivitas. Nyalakan api cinta-Nya! β’Ώβ“β“Š! πŸ™πŸΌβ€οΈπŸ˜‡
π’Ώβ€οΈŽπ“ƒπ’Άπ“ˆπ“‰.π“‚π“ˆπ’Έ

Kamis, 23 Oktober 2025, Kamis Pekan Biasa XXIXBacaan: Rm. 6:19-23; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 12:49-53. "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku

Umat Katolik di AS berdoa khusus  dua hari untuk para migran yang akan dideportasi dari negara itu.
23/10/2025

Umat Katolik di AS berdoa khusus dua hari untuk para migran yang akan dideportasi dari negara itu.

Β  Umat Katolik diundang untuk berdoa secara terbuka bagi para migran di tengah tindakan tegas pemerintahan Donald Trump terhadap para imigrasi ilegal. β€œSatu Gereja, Satu Keluarga: Kesaksian Publik Katolik bagi Imigran” akan berlangsung di beberapa lokasi pada 22 Oktober dan 13 November. Tanggal...

Para anggota parlemen Korea Selatan yang berkunjung ke Vatikan telah menyampaikan surat resmi yang mendesak Paus Leo XIV...
23/10/2025

Para anggota parlemen Korea Selatan yang berkunjung ke Vatikan telah menyampaikan surat resmi yang mendesak Paus Leo XIV untuk mengunjungi Korea Utara selama kunjungannya ke Semenanjung Korea dalam rangka Hari Orang Muda Katolik Sedunia di Seoul.

Β  Para anggota parlemen Korea Selatan yang berkunjung ke Vatikan telah menyampaikan surat resmi yang mendesak Paus Leo XIV untuk mengunjungi Korea Utara selama kunjungannya ke Semenanjung Korea dalam rangka Hari Orang Muda Katolik Sedunia (WYD – World Youth Day) Seoul 2027. Ketua Majelis Nasional...

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when UCAN Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share