23/08/2026
Lo masukin anak ke sekolah swasta.
Tetangga lo masukin anaknya ke sekolah negeri.
12 tahun kemudian, anak tetangga lo masuk UI.
Anak lo juga masuk UI.
Tapi lo udah habis Rp 400 juta lebih buat biaya sekolah.
Tetangga lo? Rp 40 juta.
Selisihnya Rp 360 juta. Dan hasilnya sama.
Ini bukan berarti swasta pasti jelek.
Tapi ada yg perlu lo tau sebelum mutusin.
Beberapa sekolah swasta kota besar menaikkan SPP 10-15% per tahun.
Jauh di atas kenaikan gaji rata-rata karyawan Indonesia yg sekitar 5-7% per tahun.
Artinya kalo SPP anak lo sekarang Rp 2 juta/bulan, 10 tahun lagi bisa jadi Rp 5-8 juta/bulan.
Dari sekolah yg sama.
Ini perbandingan angkanya biar lo gak kaget:
SD negeri: gratis (dibiayai dana BOS pemerintah).
SD swasta kota besar: uang pangkal Rp 5-200 juta + SPP Rp 700rb-8 juta/bulan.
SMP negeri: SPP gratis, hanya biaya seragam dan kegiatan.
SMP swasta: uang pangkal + SPP bisa Rp 20-50 juta per tahun.
SMA swasta kota besar: SPP Rp 1,2-10 juta/bulan.
Kalikan dari SD sampe SMA: 12 tahun.
Hitung sendiri.
"Tapi kualitas swasta kan lebih bagus?"
Gak selalu.
Olimpiade sains, matematika, fisika tingkat nasional?
Pemenangnya mayoritas siswa sekolah negeri.
Guru sekolah negeri banyak yg lebih berpengalaman karena jam terbang mereka terhitung buat sertifikasi, yg bikin penghasilan mereka lebih terjamin.
Dan sekolah negeri unggulan di kota besar persaingannya lebih ketat buat masuk, artinya kualitas siswanya juga tinggi dari awal.
Lantas swasta unggul di mana?
Fasilitas lebih lengkap.
Rasio siswa per guru lebih kecil, jadi anak dapat perhatian lebih individual.
Kurikulum lebih fleksibel, banyak yg pakai kurikulum internasional.
Lingkungan lebih homogen. Cocok buat orang tua yg mau pilih circle tertentu buat anak.
Swasta bukan pilihan jelek. Tapi harga preminya harus lo kalkulasi dengan jujur sebelum tanda tangan formulir.
Ini yg jarang orang tua pikirin sebelum milih:
Rp 360 juta yg lo hemat dari selisih biaya negeri vs swasta, kalo