Ayaza alur cerita

Ayaza alur cerita Senyumlah❤️❤️

Aku mundur pelan.Nafasku mulai nggak karuan.Sosok itu berdiri di dapur. Air menetes dari rambutnya. Bajunya hitam dan ba...
10/05/2026

Aku mundur pelan.
Nafasku mulai nggak karuan.

Sosok itu berdiri di dapur. Air menetes dari rambutnya. Bajunya hitam dan bau tanah basah memenuhi rumah.

Ibu langsung nangis pelan sambil pegang lenganku erat.

“Raka… jangan lihat matanya…”

Tapi terlambat.

Makhluk itu menatapku.

Dan dia… tersenyum.

Senyumnya makin lebar sampai hampir menyentuh telinga.

HP-ku bergetar lagi.

> “Kalau dia sudah masuk rumah, jangan biarkan dia mendekat.”

Aku gemetar baca pesan itu.

“Siapa kamu sebenarnya?!” teriakku.

Makhluk itu nggak jawab.

Dia cuma miringkan kepala… lalu berkata dengan suara parau:

“Sudah lama… aku nyari rumah ini.”

Lampu rumah tiba-tiba mati.

BRAK!

Pintu dapur tertutup sendiri.

Ibu teriak histeris.

Dalam gelap, aku cuma bisa lihat siluet makhluk itu berdiri diam.

Lalu…

suara langkah kaki terdengar mendekat.

Pelan.

Basah.

CEK…
CEK…
CEK…

Aku buru-buru nyalain senter HP.

Dan makhluk itu… hilang.

“Bu… jangan pisah dari aku.”

Ibu mengangguk sambil menangis.

Tapi saat aku menoleh sebentar ke arah lorong…

ibu sudah nggak ada.

“IBU?!”

Rumah mendadak sunyi.

Terlalu sunyi.

Lalu dari lantai atas terdengar suara ibu memanggil:

“Raka… tolong ibu…”

Padahal…

rumah kami nggak punya lantai dua.

HP-ku bergetar sekali lagi.

Pesan terakhir masuk.

> “Dia sekarang tahu rasa takutmu.”

Dan tepat setelah itu…

suara langkah kaki terdengar tepat di belakangku.

“Jam 02.13 malam, ponselku bergetar.Nomor tak dikenal.Pesannya cuma satu kalimat:‘Kalau kamu masih sayang ibumu, jangan ...
10/05/2026

“Jam 02.13 malam, ponselku bergetar.
Nomor tak dikenal.
Pesannya cuma satu kalimat:
‘Kalau kamu masih sayang ibumu, jangan buka pintu depan.’
Aku langsung membeku.
Di rumah cuma ada aku dan ibu. Ayah sudah meninggal tiga tahun lalu. Dan yang paling bikin bulu kudukku naik…
…suara ketukan pelan mulai terdengar dari pintu depan.
Tok.
Tok.
Tok.
Ibu yang sedang tidur di kamar langsung bangun dan berbisik, ‘Siapa malam-malam begini?’
Aku nggak jawab. Tanganku dingin. Pesan itu masih terbuka di layar.
Lalu HP-ku bergetar lagi.
‘Dia sudah berdiri di depan rumahmu.’
Aku mengintip dari jendela sedikit.
Dan jantungku hampir copot.
Di depan rumah memang ada seseorang berdiri. Diam. Nggak bergerak sama sekali. Pakai jas hujan hitam. Kepalanya menunduk.
Ibu mulai panik.
‘Jangan dibuka!’
Tapi anehnya… orang itu tahu namaku.
Dengan suara pelan dia memanggil dari luar:
‘Raka… buka pintunya. Cepat.’
Aku nggak pernah dengar suara itu sebelumnya.
Lalu pesan ketiga masuk.
‘Jangan percaya suara di luar. Itu bukan manusia.’
Aku langsung mundur.
Tapi detik berikutnya…
suara yang sama terdengar dari DALAM rumah.
‘Raka…’
Aku menoleh perlahan ke arah dapur.
Dan seseorang sedang berdiri di sana.
Basah kuyup.
Senyumnya terlalu lebar.
Padahal… semua pintu masih terkunci.”
—
Kalau rame, lanjut part 2 😶

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ayaza alur cerita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category