Literasi Indonesia

Literasi Indonesia Literasi.co merupakan media jurnalisme dan gagasan yang dikerjakan dengan prinsip dan kelembagaan ko

Ibu-ibu Kendeng berjalan menuju tenda perjuangan. 21 Juli 2015 foto: Egy Yunaedi
15/02/2024

Ibu-ibu Kendeng berjalan menuju tenda perjuangan.
21 Juli 2015

foto: Egy Yunaedi

Nature
27/12/2023

Nature

17/02/2022

Ansor NU untuk Wadas Melawan

14/08/2021
10/08/2021

[ 442 ]

ROSA

ia lahir di Polandia, tinggal di Jerman. ia mengabdikan seluruh hidupnya untuk revolusi sosial, sampai ia dibunuh. di awal tahun 1919 malaikat pelindung kapitalisme memecahkan berkeping kepalanya dengan popor senapan mereka.

tidak lama sebelumnya, Rosa Luxemburg menulis sebuah artikel tentang langkah2 awal revolusi Rusia. artikel yang lahir di dalam penjara Jerman tempat ia dipenjara itu, menentang pemisahan sosialisme dan demokrasi.

tentang demokrasi baru:
demokrasi sosialis bukanlah sesuatu yang dimulai di tanah yang dijanjikan setelah pondasi diletakkan. ia tidak datang seperti hadiah Natal untuk yang pantas menerimanya karena telah dengan setia mendukung, untuk sementara, segelintir diktator sosialis. demokrasi sosialis dimulai bersamaan dengan dimulainya penghancuran kelas penguasa dan pembangunan sosialisme.

tentang energi rakyat:
obat yang ditemukan Trotsky dan Lenin yaitu, penghapusan demokrasi begitu saja, lebih buruk dari penyakit yang akan disembuhkannya; karena ia menyumbat satu2nya sumber koreksi atas semua kelemahan institusi2 sosial. sumber itu adalah kehidupan politik yang aktif, tak terbatas, dan energetik dari massa rakyat luas.

• tentang kontrol publik:
kontrol publik sangat diperlukan. ketika ia tidak ada, pertukaran pengalaman akan terjadi terbatas di lingkaran tertutup para pemimpin rejim baru. korupsi akan tak terhindarkan.

• tentang kebebasan:
kebebasan yang hanya bagi pendukung pemerintah, hanya bagi anggota satu partai saja - berapa besar pun jumlahnya - sama sekali bukanlah kebebasan. kebebasan selalu dan terutama untuk mereka yang berpendapat beda.

• tentang kediktatoran birokrasi:
tanpa pemilihan umum, tanpa kebebasan media massa dan kebebasan berkumpul, tanpa kebebasan untuk berbeda pendapat, kehidupan di setiap institusi publik akan mati, menyerupai karikatur kehidupan di mana birokrasi menjadi satu2nya elemen yang aktif.

kehidupan publik secara bertahap tidur, sementara beberapa pemimpin partai dengan energi besar dan pengalaman tak terbatas mengarahkan dan memerintah. dari antara mereka, pada kenyataanya hanya selusin yang menonjol dan memimpin, dan elit kelas pekerja selalu diundang menghadiri pertemuan untuk memberikan tepuk tangan bagi pidato2 para pemimpin dan menyetujui secara aklamasi resolusi yang diajukan.

Eduardo Galeano
“Mirrors”
(Terjemahan Wardah Hafidz)

03/08/2021

[ 438 ]

STALIN

ia belajar menulis dalam bahasa Georgia, tanah kelahirannya, tetapi di seminari para biarawan mengharuskannya berbicara bahasa Rusia.

bertahun2 kemudian di Moscow, aksen Kaukasus selatannya masih kentara.

karena itu ia memutuskan menjadi lebih Rusia dari orang Rusia. bukankah Napoleon, yang berasal dari Corsica, lebih Prancis dari orang Prancis? dan bukankah Catherine Agung, yang Jerman, lebih Rusia dari orang Rusia?

orang Georgia itu, Iosif Dzhugashvili, memilih sebuah nama Rusia. ia memberi nama dirinya Stalin, yang berarti “baja.”

dan baja p**a yang akan menjadi pewaris lelaki baja: sejak kecil, Yakov, anak lelaki Stalin ditempa dalam es dan api, dan dibentuk dengan teladan pukulan palu.

tidak berhasil. ia anak ibunya. saat usianya sembilan belas tahun, Yakov tak mampu lagi, tak tahan lagi.

ia menarik pelatuk senapan.

tembakan itu tidak membunuhnya.

saat sadar ia di rumah sakit.

di pinggir ranjang, ayahnya berkomentar:

“bahkan melakukan itu pun kau tak bisa.”

Eduardo Galeano
“Mirrors”

-Wardah Hafiz

01/08/2021

[ 436 ]

LENIN

ia tidak pernah menulis maksim paling terkenal yang oleh orang2 selalu dianggap berasal darinya, dan tidak jelas apakah ia memang pernah menyatakannya:

“tujuan menghalalkan cara.”

bagaimanapun, ia melakukan apa yang dilakukannya karena ia tahu apa yang ingin dicapainya dan ia hidup untuk mencapainya. ia menghabiskan hari2nya, siang dan malam, melakukan pengorganisasian, berdebat, belajar, menulis, berkomplot. ia menyempatkan waktu untuk bernapas dan makan. tidak untuk tidur.

ia sepuluh tahun tinggal di Swiss di masa pengasingan keduanya.

ia sederhana, mengenakan pakaian tua dan sepatu boot buruk. ia tinggal di kamar atas toko reparasi sepatu, dan bau sosis yang naik dari toko daging sebelah membuatnya mual. ia menghabiskan harinya di perpustakaan umum, dan lebih banyak berhubungan denga Hegel dan Marx daripada dengan buruh dan petani negerinya pada masanya.

pada tahun 1917, ketika ia turun dari kereta yang membawanya kembali ke Saint Petersburg, kota yang kemudian dinamai dengan namanya, sedikit orang Rusia yang tahu siapa dia. partai yang didirikannya, yang dalam waktu dekat akan memegang kekuasaan absolut, masih belum terlalu mengakar di kalangan rakyat bawah dan masih belum terlalu jelas.

tetapi Lenin lebih tahu dari siapapun apa yang paling diinginkan rakyat Rusia: kedamaian dan tanah. segera ia turun dari kereta dan menyampaikan pidato pertamanya, kerumunan orang yang muak dengan perang dan kehinaan melihatnya sebagai penerjemah dan penyambung lidah mereka.

Eduardo Galeano
“Mirrors”

-Wardah Hafiz

PPKM
22/07/2021

PPKM

Tak ada jalan mudah menuju masa depan. Tapi kita masih bertahan atau berjibaku dengan rintangan. Kita harus terus hidup ...
20/07/2021

Tak ada jalan mudah menuju masa depan. Tapi kita masih bertahan atau berjibaku dengan rintangan. Kita harus terus hidup tak peduli berapa banyak langit runtuh.

*D.H. Lawrence

19/07/2021

🤣🤣🤣

15/07/2021

[ 420 ]

KAFKA

ketika genderang pembantaian pertama dunia menjelang ditabuh, Franz Kafka menulis Metamorphosis. dan tidak lama kemudian ketika perang sedang berlangsung, ia menulis Pengadilan.

keduanya mimpi buruk kolektif:

seorang laki2 bangun tidur dan berubah menjadi kecoak tanpa tahu sebabnya, sampai akhirnya disapu. dan seorang laki2 lainnya ditangkap, dituduh, diadili dan dijatuhi hukuman, tanpa tahu mengapa, sampai akhirnya pisau algojo menghabisinya.

entah bagaimana kisah-kisah itu, karya-karya itu, berlanjut di halaman surat kabar yang setiap hari memberitakan perkembangan mesin perang.

penulisnya, hantu bermata gelisah, bayangan tanpa raga, menulis di tubir derita.

tidak banyak karyanya yang diterbitkan, tidak banyak yang membacanya.

dia pergi dalam diam, sebagaimana hidupnya. dalam penderitaan yang menyakitkan, ia hanya berbicara untuk meminta kepada dokternya:

“jika kamu bukan pembunuh, bunuh aku.”

Eduardo Galeano
“Mirrors”

terjemahan Wardah Hafiz

Setiap penjahat harus diperlihatkan pada mereka yang telah dijahatinya, biar orang mengerti tampang dan sanubari penjaha...
14/07/2021

Setiap penjahat harus diperlihatkan pada mereka yang telah dijahatinya, biar orang mengerti tampang dan sanubari penjahat!

Tak pernah aku mengadili tanpa tahu duduk perkara.

Lihat, ini Arok, yang tetap mempertahankan Tumapel. Dia dan pasukannya akan mempertahankannya sampai titik darah terakhir. Bukan karena imbalan uang, emas dan perak dan singgasana. Hanya karena kesetiaan pada janji.

Dia yang terlalu tinggi di atas singgasana tidak pernah melihat telapak kakinya. Dia tak pernah ingat, pada tubuhnya ada bagian yang bernama telapak kaki. Pendengarannya tidak untuk menangkap suara dewa, juga tidak suara segala yang di bawah telapak kaki. Ia hanya dengarkan diri sendiri. Suara murid Bapa ini takkan sampai kepadanya. Untuknya yang paling tepat hanya dijolok.

Ya, Bapa, apalah artinya pengetahuan tanpa pendapat?

Apakah gunanya pendapat kalau hanya untuk diketahui sendiri?

Tanpa keberanian hidup adalah tanpa irama. Hidup tanpa irama adalah samadhi tanpa pusat.

Orang berilmu, berpengetahuan, dan berbakat itu tak boleh punah.

Kalau hati sendiri pun tidak menjawab, itu lah tanda ketidakmampuan, dan ketidakmampuan itu memanggil kerusuhan.

Mereka (brahmana) tidak perlu takut pada kedunguan. Mereka belajar setiap hari untuk tidak jadi dungu.

Barang siapa tidak tahu kekuatan dirinya, tidak tahu kelemahan dirinya. Barang siapa tidak tahu kedua-duanya, dia pusing dalam ketidaktahuannya.

Wanita budak paling baik hanya untuk pria budak.

Pergilah kau kepada Bapa Tantripala di Desa Kapundungan. Belajarlah kau baik-baik di sana. Kau seorang tani. Itu kau jangan lupa. Biar kau sudah dibenarkan Bapa Tantripala untuk meninggalkan rumahnya, kau harus ingat: kau seorang tani.

Ya, kita harus belajar Tanca. Kalau tidak, kita akan begini-begini saja.

Laut tetap kaya takkan kurang, cuma hati dan budi manusia semakin dangkal dan miskin.

Sebagai orang beragama, tidak layak memungkiri janji, tidak layak berkhianat. Islam tidak mengajarkan dan mewajibkan pengkhianatan pada rakyat dan sesamanya.

Manusia yang wajar mesti punya sahabat, persahabatan tanpa pamrih. Tanpa sahabat hidup akan terlalu sunyi.

Sia-sianya dunia ini kalau untuk meningkatkan satu orang yang lain mesti diinjak.

Berkhianat pada revolusi ini berarti berkhianat pada diri sendiri, pada publik yang membayarnya.

Masak sama-sama orang segan-menyegani - Pak Komandan

Demokrasi sungguh suatu sistem yang indah. Engkau boleh memilih pekerjaan yang engkau sukai. Engkau mempunyai hak sama dengan orang-orang lainnya. Dan demokrasi itu membuat aku tak perlu menyembah dan menundukkan kepala pada presiden atau menteri atau paduka-paduka lainnya. Sungguh, ini pun suatu kemenangan demokrasi. Dan engkau boleh berbuat sekehendak hatimu bila saja masih berada dalam lingkungan batas hukum. Tapi kalau engkau tak punya uang, engkau akan lumpuh tak bisa bergerak. Di negara demokrasi engkau boleh membeli barang apapun yang engkau sukai. Tapi kalau engkau tak punya uang engkau hanya boleh menonton barang yang engkau inginkan itu. Ini juga semacam kemenangan demokrasi.”

Bahwa orang yang punya itu banyak menimbulkan kesusahan pada yang tak punya. Dan mereka tak merasai ini.

Kala itu kemiskinan selalu melayang-layang di angkasa dan menyambari kepalaku.

sumber: disalin dari laman fb Danial Indra Kusuma

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Literasi Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share