13/01/2026
Harga emas stabil di bawah level rekor pada hari Selasa karena pasar mencerna gejolak geopolitik yang sedang berlangsung di Iran dan tekanan politik AS yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Federal Reserve, sementara investor menunggu data inflasi AS penting di kemudian hari.
Harga emas spot terakhir diperdagangkan stabil di $4.588,9 per ons pada pukul 01:08 ET (06:08 GMT), setelah melonjak ke rekor tertinggi $4.629,4/oz pada sesi sebelumnya.
Kontrak emas berjangka AS untuk bulan Maret turun 0,4% menjadi $4.596,81/ons.
Gejolak di Iran, otonomi Fed menjadi fokus; CPI AS ditunggu.
Reli rekor tersebut terjadi di tengah meningkatnya keresahan di Iran, di mana protes anti-pemerintah telah memicu peringatan dari AS tentang kemungkinan intervensi, yang menimbulkan kekhawatiran tentang ketidakstabilan regional yang lebih luas dan mendukung aliran dana ke aset safe haven berupa emas batangan.
"Protes di Iran terus meningkatkan ketegangan geopolitik, sementara Presiden Trump telah mengulangi ancaman untuk merebut Greenland, yang berpotensi meningkatkan harga logam mulia," kata analis ING dalam sebuah catatan.
Aksi beli pada sesi sebelumnya juga dipicu oleh gejolak dalam politik dan kebijakan moneter AS.
Pemerintahan Trump mengirimkan surat panggilan pengadilan kepada Federal Reserve dan membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Jerome Powell, yang berpusat pada kesaksiannya di Kongres pada bulan Juni tentang proyek renovasi di kantor pusat Fed dan memicu kekhawatiran akan campur tangan politik dalam independensi bank sentral.
Dalam pernyataan publiknya, Powell menggambarkan surat panggilan pengadilan—dan ancaman dakwaan pidana—sebagai "dalih" untuk menekan The Fed agar mengubah kebijakan suku bunganya, dan menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk menetapkan kebijakan berdasarkan kondisi ekonomi, bukan pengaruh politik.