War Scope Indonesia

  • Home
  • War Scope Indonesia

War Scope Indonesia 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚𝐧 𝐌𝐢𝐥𝐢𝐭𝐚𝐫𝐲 𝐅𝐚𝐧𝐩𝐚𝐠𝐞

KRI Canopus-936 resmi memasuki perairan Indonesia pada Mei 2026 — mengakhiri pelayaran epik sejauh lebih dari 13.000 mil...
06/05/2026

KRI Canopus-936 resmi memasuki perairan Indonesia pada Mei 2026 — mengakhiri pelayaran epik sejauh lebih dari 13.000 mil laut dari Jerman.

KRI Canopus-936 membawa teknologi yang belum pernah ada di armada TNI AL seperti AUV dan ROV serta bisa memetakan laut hingga 11.000 meter.

Pembangunan kapal ini merupakan puncak kolaborasi industri multi-tahun antara galangan kapal Indonesia dan Jerman.



Dilansir dari media Turki, Indonesia melalui Republikorp menandatangani kontrak untuk pesawat tempur nirawak buatan Turk...
06/05/2026

Dilansir dari media Turki, Indonesia melalui Republikorp menandatangani kontrak untuk pesawat tempur nirawak buatan Turki

Pespur yang diberi nama Kizilelma ini dikenalkan pertama kali pada tahun 2024 dan telah melakukan penerbangan perdana pada tahun 2022 lalu

Indonesia digadang menjadi customer ekspor pertama bagi unit ini dengan jumlah awal 12 unit dan opsi tambahan 48 unit.

23 April 2026. Perairan Karimun Jawa berubah menjadi medan demonstrasi kekuatan nyata TNI.Dalam Latihan Operasi Laut Gab...
25/04/2026

23 April 2026. Perairan Karimun Jawa berubah menjadi medan demonstrasi kekuatan nyata TNI.

Dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab), 20 KRI dan 3 jet tempur F-16 TNI AU mengeksekusi skenario serangan terintegrasi yang menghancurkan eks-KRI Teluk Hading sebagai target latihan.

Tahap I - KRI melepaskan Rudal Exocet MM40 Block 3 ke sasaran permukaan laut.

Tahap II - Trio F-16 TNI AU melancarkan Operasi Udara Lawan Laut (OULL), menjatuhkan bom MK-12 secara presisi ke target.

Artillery Duel Striking Force TNI AL menghancurkan sasaran darat di Pulau Gundul menggunakan sistem penembakan presisi tinggi.

Ini bukan sekadar latihan rutin. Ini adalah deterrence pesan tegas kepada siapapun yang berani mengancam kedaulatan NKRI.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir langsung menyaksikan interoperabilitas matra laut dan udara yang kini semakin solid.

Laut bukan batas - laut adalah benteng.



Perang modern tidak hanya dimenangkan oleh senjata yang lebih besar atau pesawat yang lebih cepat melainkan oleh siapa y...
20/04/2026

Perang modern tidak hanya dimenangkan oleh senjata yang lebih besar atau pesawat yang lebih cepat melainkan oleh siapa yang bisa membuat keputusan terbaik dalam waktu paling singkat.

Menyadari hal itu, Komando Operasi Khusus Amerika Serikat (US SOCOM) mengambil langkah yang bisa mengubah paradigma operasi udara secara fundamental: mengintegrasikan kecerdasan buatan langsung ke dalam kokpit.

Pada 15 April 2026, US SOCOM mengumumkan kontrak strategis senilai US$49,5 juta kepada perusahaan teknologi Beacon AI untuk mengembangkan dan menggelar sistem asisten pilot berbasis AI pada armada pesawat operasi khusus mereka baik fixed-wing maupun rotary-wing dalam program berdurasi empat tahun ke depan.

Kontrak ini berjalan melalui jalur Other Transaction Authority (OTA) Fase 3, sebuah mekanisme pengadaan yang memungkinkan percepatan produksi massal dan penggelaran langsung ke lapangan jika fase uji prototipe dinyatakan sukses jauh lebih cepat dari jalur pengadaan militer konvensional yang terkenal panjang dan birokratis.

Hanya 22 hari setelah keluar dari pabrik, jet tempur produksi pertama KF-21 Boramae resmi mengudara.Pada 15 April 2026, ...
19/04/2026

Hanya 22 hari setelah keluar dari pabrik, jet tempur produksi pertama KF-21 Boramae resmi mengudara.

Pada 15 April 2026, KF-21 Boramae serial pertama berhasil menuntaskan penerbangan perdananya di Sacheon, Korea Selatan, di Sayap Latihan ke-3 Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF).

Penerbangan berlangsung tanpa anomali apapun, hanya 22 hari sejak unit produksi ini resmi dikeluarkan dari pabrik pada 25 Maret 2026.
Ini bukan sekadar uji terbang biasa.

Program KF-21 berakar dari tahun 2010, ketika Seoul meluncurkan program KF-X (Korean Fighter eXperimental) untuk menggantikan armada F-4 dan F-5 yang menua, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pesawat tempur asing.

Pengembangan formal dimulai tahun 2015. Prototipe pertama diungkap ke publik tahun 2021, dan terbang perdana tahun 2022. Produksi massal resmi dimulai tahun 2024, setelah lebih dari 1.600 uji terbang diselesaikan.

Transisi dari prototipe ke unit produksi ini memanfaatkan data dari lebih dari 1.600 penerbangan uji yang telah dilaksanakan sejak 2022 fondasi teknis yang kokoh sebelum mesin pertama keluar dari jalur produksi.

Program ini tidak lepas dari nama Indonesia. PT Dirgantara Indonesia ikut dalam konsorsium pengembangan KF-21 dengan kontribusi pendanaan sebesar 20%, sebagai bagian dari skema transfer teknologi yang memungkinkan Indonesia kelak mengakuisisi unit KF-21 versinya sendiri.

Kini, dengan unit produksi pertama yang telah terbang mulus, tekanan terhadap Indonesia untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran dan merealisasikan akuisisi semakin relevan untuk dipantau.

Indonesia berencana mengakuisisi 16 unit IF-21 block 2 yang diharapkan kontrak ditandatangani tahun ini.

Program pesawat tempur generasi berikutnya Prancis, FCAS (Future Combat Air System), terus mengalami keterlambatan parah...
17/04/2026

Program pesawat tempur generasi berikutnya Prancis, FCAS (Future Combat Air System), terus mengalami keterlambatan parah akibat perselisihan antar negara mitra. Kondisi ini menempatkan Prancis pada posisi yang semakin mengkhawatirkan berpotensi menjadi satu-satunya negara pemilik senjata nuklir di dunia yang tidak memiliki pesawat tempur siluman generasi kelima.

CEO Dassault, Éric Trappier, secara terbuka mengakui bahwa target penyelesaian program tersebut pada 2040 sudah dipastikan meleset, dengan estimasi realistis baru bisa rampung sekitar tahun 2050-an. Selama jangka waktu itu, Prancis harus bertahan dengan armada tempur yang secara kapabilitas semakin tertinggal dari rival-rivalnya.

Sebagai respons, Prancis memilih strategi yang pragmatis. Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Sébastien Lecornu, mengumumkan pengembangan drone tempur siluman (UCAV) yang akan berfungsi sebagai loyal wingman mitra tak berawak yang terbang dan beroperasi bersama jet tempur berawak.

Drone ini akan dikendalikan langsung dari kokpit pesawat tempur dan dikembangkan berdasarkan teknologi dari program nEUROn, drone tempur siluman pertama buatan Eropa.

Drone ini dirancang dengan teknologi siluman, kompartemen senjata internal, serta sistem kendali otonom dengan opsi man-in-the-loop memastikan pilot tetap memegang kendali keputusan akhir.

Sistem ini ditargetkan siap operasional pada tahun 2033, dan diharapkan mampu menjawab ancaman udara di era 2030-an dan 2040-an.

Pilihan Prancis untuk tidak mengadopsi F-35 Amerika dan tetap mengandalkan industri pertahanan domestik memang mempertahankan kedaulatan teknologinya namun di sisi lain menciptakan kesenjangan kapabilitas yang nyata dibandingkan kekuatan udara Amerika Serikat maupun China yang telah selangkah lebih maju.

Drone siluman ini adalah jawaban sementara Prancis sambil menunggu solusi jangka panjangnya benar-benar terwujud.

TNI AU resmi menjalin kontrak pengadaan pesawat Pilatus PC-24 dan PC-21 sebagai bagian dari upaya modernisasi alutsista ...
31/03/2026

TNI AU resmi menjalin kontrak pengadaan pesawat Pilatus PC-24 dan PC-21 sebagai bagian dari upaya modernisasi alutsista udara nasional. Langkah ini menegaskan komitmen peningkatan kapabilitas operasional, baik dalam aspek transportasi taktis maupun pelatihan pilot.

PC-24, yang dikenal sebagai jet multiguna dengan kemampuan lepas landas di landasan pendek, diharapkan memperkuat mobilitas strategis TNI AU, termasuk untuk misi evakuasi medis dan dukungan operasi khusus. Sementara itu, PC-21 akan berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan penerbang militer Indonesia dengan teknologi avionik modern yang mendekati pesawat tempur generasi terbaru.

Pengadaan ini tidak hanya memperkuat kesiapan tempur, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul di lingkungan TNI AU. Dengan kombinasi platform operasional dan pelatihan yang mumpuni, Indonesia semakin mempertegas langkahnya menuju kekuatan udara yang adaptif dan berdaya saing di kawasan.

Duka mendalam. Seorang prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi UNIFIL gugur setelah proyektil meledak di posisi kont...
30/03/2026

Duka mendalam. Seorang prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi UNIFIL gugur setelah proyektil meledak di posisi kontingen Indonesia dekat Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan, Minggu (29/3). Tiga prajurit lainnya dilaporkan terluka.

Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras insiden ini dan menyebut segala bentuk serangan terhadap pasukan perdamaian PBB sebagai hal yang tidak dapat diterima. Indonesia menuntut investigasi menyeluruh dan transparan atas kejadian ini.

UNIFIL sendiri menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi DK PBB 1701 dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Detasemen kapal Angkatan Laut Rusia hari ini tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Armada tersebut terdiri dari Korv...
29/03/2026

Detasemen kapal Angkatan Laut Rusia hari ini tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Armada tersebut terdiri dari Korvet Gromky, Kapal Selam Petropavlovsk-Kamchatsky, dan kapal tunda Andrey Stepanov.

Kedatangan ini menjadi bagian dari rangkaian kerja sama maritim bilateral Indonesia–Rusia yang terus menguat pasca-Latma Orruda 2024. Latihan manuver dan komunikasi bersama dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan.

Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, kunjungan ini mencerminkan konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia yang tidak memihak satu blok manapun.

Address


Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when War Scope Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share