13/07/2026
Bank Mandiri konsisten memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya". Melalui kombinasi pembiayaan produktif dan layanan digital, bank pelat merah ini mendorong koperasi dan pelaku usaha mikro agar semakin berdaya, sejalan dengan semangat menjadikan koperasi pilar ekonomi kerakyatan yang sehat, profesional, adaptif terhadap teknologi, dan berdaya saing.
Sebagai bagian dari ekosistem penggerak ekonomi negeri, Bank Mandiri menempatkan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan sebagai fondasi pertumbuhan yang inklusif. Hal ini tercermin lewat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) perseroan sebesar Rp 17,77 triliun hingga akhir Mei 2026 kepada 135.829 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di seluruh penjuru negeri.
Realisasi tersebut juga mengalir ke berbagai sektor produktif, mulai dari perdagangan, pertanian, hingga jasa. Tidak berhenti di situ, komitmen Bank Mandiri terhadap penguatan koperasi dipertegas dalam dukungan aktif pada program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dengan aspirasi turut melakukan pelatihan pengelolaan keuangan kepada sekitar 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.
Pada saat yang sama, melalui jaringan lebih dari 113 ribu Mandiri Agen yang tersebar hingga pelosok negeri, Bank Mandiri juga telah mendukung pengelolaan ratusan koperasi desa dan kecamatan, mulai dari akses simpanan, penyaluran modal, hingga pendampingan digitalisasi transaksi. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menegaskan, dukungan ini menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan, sejalan dengan semangat menjadikan koperasi pilar pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat di berbagai daerah.