13/05/2026
Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu Membangun Bangsa Indonesia menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Sarolangun, Rabu (13/05/2026).
Massa mendesak pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas terkait polemik aktivitas PT SMM yang dinilai meresahkan warga.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai tuntutan mulai dari penutupan permanen hingga relokasi pabrik yang dianggap berada terlalu dekat dengan permukiman warga dan lembaga pendidikan.
Koordinator Lapangan sekaligus Ketua Aliansi Masyarakat Bersatu Membangun Bangsa Indonesia, Zuber mengatakan, keberadaan PT SMM dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami menolak keberadaan PT SMM di tengah permukiman warga serta mendesak penutupan permanen atau relokasi pabrik ke lokasi yang jauh dari kawasan perumahan masyarakat dan sekolah,” tegas Zuber seperti dikutip dari Koran Metro7.
Tak hanya itu, massa juga meminta Bupati Sarolangun segera mencabut izin operasional perusahaan apabila terbukti melanggar aturan lingkungan hidup serta merugikan masyarakat sekitar.
Dalam tuntutannya, warga turut mendesak pemerintah dan instansi terkait mengambil tindakan tegas atas dugaan pencemaran lingkungan, polusi udara, kebisingan hingga gangguan kesehatan yang disebut-sebut muncul akibat aktivitas perusahaan.
Massa juga meminta operasional PT SMM dihentikan sementara dan dilakukan penyegelan pabrik sampai ada kepastian hukum serta jaminan keselamatan bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, warga menuntut PT SMM bertanggung jawab penuh atas dampak lingkungan, kesehatan dan keresahan sosial yang dirasakan masyarakat Pelawan Jaya.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT SMM terkait tuntutan massa aksi.