Kabar Jambi Kito

Kabar Jambi Kito Mengabarkan kejadian diwilayah Provinsi Jambi dan juga tingkat Nasional

13/05/2026

Aksi Basarnas, TNI-Polri menangani korban longsor di Dusun Empelu Kabupaten Bungo, Jambi

Longsor di Bungo Tewaskan Dua Anak, Satu Rumah di Dusun Empelu TertimbunCurah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupa...
13/05/2026

Longsor di Bungo Tewaskan Dua Anak, Satu Rumah di Dusun Empelu Tertimbun

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bungo menyebabkan bencana longsor di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Jambi, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan satu unit rumah warga tertimbun material longsor hingga menelan korban jiwa dua orang anak yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan.

Proses evakuasi dilakukan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bungo bersama personel Kodim 0416/Bute, Polres Bungo, serta dibantu warga setempat.

Baca berita selengkapnya di website Kabarjambikito.id

13/05/2026

Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu Membangun Bangsa Indonesia menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Sarolangun, Rabu (13/05/2026).

Massa mendesak pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas terkait polemik aktivitas PT SMM yang dinilai meresahkan warga.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai tuntutan mulai dari penutupan permanen hingga relokasi pabrik yang dianggap berada terlalu dekat dengan permukiman warga dan lembaga pendidikan.

Koordinator Lapangan sekaligus Ketua Aliansi Masyarakat Bersatu Membangun Bangsa Indonesia, Zuber mengatakan, keberadaan PT SMM dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami menolak keberadaan PT SMM di tengah permukiman warga serta mendesak penutupan permanen atau relokasi pabrik ke lokasi yang jauh dari kawasan perumahan masyarakat dan sekolah,” tegas Zuber seperti dikutip dari Koran Metro7.

Tak hanya itu, massa juga meminta Bupati Sarolangun segera mencabut izin operasional perusahaan apabila terbukti melanggar aturan lingkungan hidup serta merugikan masyarakat sekitar.

Dalam tuntutannya, warga turut mendesak pemerintah dan instansi terkait mengambil tindakan tegas atas dugaan pencemaran lingkungan, polusi udara, kebisingan hingga gangguan kesehatan yang disebut-sebut muncul akibat aktivitas perusahaan.

Massa juga meminta operasional PT SMM dihentikan sementara dan dilakukan penyegelan pabrik sampai ada kepastian hukum serta jaminan keselamatan bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, warga menuntut PT SMM bertanggung jawab penuh atas dampak lingkungan, kesehatan dan keresahan sosial yang dirasakan masyarakat Pelawan Jaya.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT SMM terkait tuntutan massa aksi.

Masyarakat pun berharap pemerintah serius mempercepat pembangunan dan pengoperasian jalan khusus angkutan batubara agar ...
13/05/2026

Masyarakat pun berharap pemerintah serius mempercepat pembangunan dan pengoperasian jalan khusus angkutan batubara agar truk-truk batu bara tidak lagi melintas di jalan nasional maupun kawasan perkotaan.

Keberadaan jalan khusus dinilai menjadi solusi penting untuk mengurangi kemacetan, kerusakan jalan, kecelakaan lalu lintas, hingga dugaan praktik pungli yang selama ini dikeluhkan para supir.

baca berita selengkapnya di website Kabarjambikito.id



(Foto ilustrasi)

13/05/2026

Viral! Truk Diduga Langsir Solar Halangi Guru dan Siswa Menuju Sekolah

Viral di media sosial, aktivitas sejumlah mobil truk yang diduga membawa maupun melangsir BBM jenis solar di kawasan SMKN 3 Kota Jambi menuai keluhan dari guru, siswa hingga masyarakat.

Pasalnya, truk-truk tersebut disebut kerap parkir dan memadati badan jalan hingga menghalangi akses keluar masuk menuju sekolah.

Akibatnya, para guru maupun siswa mengalami kesulitan saat hendak masuk ke lingkungan sekolah, terutama pada jam aktivitas belajar mengajar.

Baca berita selengkapnya di website Kabarjambikito.id

12/05/2026

Kemacetan panjang terjadi dalam beberapa hari terakhir di kawasan Jalan Simpang Tiga arah Muara Bulian–Tembesi–Sarolangun, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari.

Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena menghambat aktivitas pengguna jalan dan dinilai membahayakan keselamatan pengendara.

Kemacetan diduga dipicu antrean kendaraan yang mengisi BBM jenis solar di salah satu SPBU setempat. Puluhan kendaraan, didominasi mobil angkutan dan truk, terlihat mengular hingga memakan badan jalan.

Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama tersebut menjadi tersendat, terutama pada jam sibuk.

Pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas karena ruang jalan semakin sempit akibat antrean kendaraan.

Salah seorang warga, Abdul Muhlis, mengatakan antrean kendaraan pengisi solar yang sampai ke badan jalan menjadi penyebab utama kemacetan di lokasi tersebut.

“Kemacetan ini dipicu antrean BBM solar. Mobil-mobil yang mengantre sampai ke badan jalan, sehingga sangat rawan kecelakaan bagi pengguna jalan lain,” ujar Abdul Muhlis.



baca berita selengkapnya di website Kabarjambikito.id

DPRD Batang Hari Sidak Bantaran Sungai, Amin Hudori dan H. Endro Soroti Dugaan Abrasi dan Pelabuhan Baca berita selengka...
12/05/2026

DPRD Batang Hari Sidak Bantaran Sungai, Amin Hudori dan H. Endro Soroti Dugaan Abrasi dan Pelabuhan

Baca berita selengkapnya di website Kabarjambikito.id

12/05/2026

DPRD Batang Hari Geram! Amin Hudori dan H. Endro Desak Penertiban Tongkang di Sungai Batanghari

Komisi II DPRD Kabupaten Batang Hari turun langsung ke bantaran Sungai Batanghari di wilayah Kelurahan Pasar Muara Tembesi menyusul adanya laporan pengaduan dari Perkumpulan Wana Andalas Lestari (WAL), Senin (11/05/2026).

Peninjauan lapangan tersebut melibatkan anggota Komisi II DPRD Batang Hari, Amin Hudori dan H. Endro, bersama Perkumpulan WAL yang didampingi Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, Lurah Pasar Muara Tembesi serta tokoh masyarakat setempat.

Rombongan mendatangi lokasi tanah milik Siti Roslina dan Pos Terpadu yang berada di RT 01 Kelurahan Pasar Muara Tembesi.

Di lokasi terlihat Pos Terpadu menggunakan stiker atribut lambang Provinsi Jambi, Dishub, Polairud serta bertuliskan slogan “Tolak Premanisme”.

Keberadaan pos-pos tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), karena Dinas Perhubungan Provinsi Jambi mengaku tidak mengetahui keberadaan maupun legalitas pos itu.

Baca berita selengkapnya di website Kabarjambikito.id

Address

Keramat Johor
Jambi
36653

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Jambi Kito posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share