25/12/2025
Dikutip dari buku Makna Simbolik dalam Budaya Jawa, Endraswara, 2006:112, disebutkan bahwa burung bubut kerap dikaitkan dengan firasat, terutama yang berhubungan dengan kematian atau musibah.
Suaranya yang terdengar lirih dan muncul tiba-tiba dipercaya memiliki makna tersembunyi, khususnya dalam budaya Jawa yang sarat dengan simbolisme alam.
Mitos burung bubut berkembang dari anggapan bahwa burung ini tidak sembarangan muncul.
Suara khasnya yang sering terdengar menjelang malam atau saat suasana sunyi, dianggap sebagai penanda akan datangnya kejadian besar.
Dalam beberapa budaya lokal, burung ini dikenal sebagai pembawa pertanda duka atau musibah.
Di Jawa, misalnya, jika burung bubut terdengar berkali-kali di sekitar rumah seseorang, masyarakat setempat sering mengaitkannya dengan peringatan alam bahwa akan terjadi sesuatu yang kurang baik di lingkungan tersebut.
Kepercayaan ini telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari sistem nilai tradisional yang meyakini bahwa alam selalu memberikan sinyal atas apa yang akan terjadi.
Namun, di beberapa daerah lainnya, mitos burung bubut memiliki makna yang lebih luas. Ada yang percaya bahwa suara burung ini merupakan peringatan untuk lebih waspada dalam mengambil keputusan, terutama dalam urusan penting seperti pertanian atau keluarga.
Pertanda Alam dan Kepercayaan Masyarakat Burung bubut juga diyakini memiliki kepekaan terhadap perubahan cuaca dan energi alam.Dalam beberapa kasus, masyarakat mengaitkan kemunculan burung bubut dengan musim kemarau panjang atau datangnya bencana alam seperti angin kencang.Suara khasnya dianggap sebagai tanda yang dikirimkan alam agar manusia lebih siaga.
Selain itu, mitos burung bubut juga memiliki dimensi spiritual. Beberapa orang tua jaman dahulu bahkan menyarankan agar tidak menanggapi suara burung ini sembarangan.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap makhluk hidup yang diyakini membawa pesan gaib dari alam. Mitos burung bubut tidak hanya menjadi cerita rakyat, tetapi juga mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dan lingkungan sekitarnya.
Kepercayaan terhadap makna suara burung ini menunjukkan bahwa masyarakat tradisional memiliki cara tersendiri dalam memahami alam dan fenomena yang terjadi di dalamnya.
Meski zaman terus berubah, kepercayaan semacam ini masih bertahan di banyak tempat sebagai bagian dari kearifan lokal yang unik.