Clicky

Studio PASAR LOAK

Studio PASAR LOAK Jangan berhenti membajak. Karena siapa tahu kau menemukan berlian disana.

Operating as usual

THE SADNESS : FILM ZOMBIE PALING BRUTAL, KEJAM DAN BEJAT YANG PERNAH DIBUAT.Setelah kemarin kita dibuat shock oleh film ...
26/04/2022

THE SADNESS : FILM ZOMBIE PALING BRUTAL, KEJAM DAN BEJAT YANG PERNAH DIBUAT.

Setelah kemarin kita dibuat shock oleh film horor Thailand, The Medium, kini giliran Taiwan menyajikan The Sadness dengan tingkat kebrutalan paling biadab.

Mengusung tema zombie dengan storyline sederhana, The Sadness dibuka dengan adegan romantis sepasang kekasih dari kelas pekerja yaitu Jimi dan Kat yang ingin melakukan "morning s*x". Tapi sayangnya gagal karena dikacaukan oleh alarm HP Jimi yang selalu berbunyi tepat sebelum Kat akan berangkat bekerja.

Kemudian ditengah obrolan kecil sambil bersiap-siap, Kat menyampaikan rencana mereka tentang liburan yang sudah dipersiapkan oleh Kat. Terjadilah perdebatan karena Jim membatalkan liburan itu dengan alasan ia dapat job langka dari temannya, Barry. Hal ini membuat jengkel Kat dan bergegaslah ia masuk ke kamar mandi. Bangkitlah Jimi dari ranjang kasurnya dan menyusul Kat. Tapi pintu sudah tertutup. Dengan penuh memohon Jimi meminta maaf atas sikapnya dan berjanji akan menghubungi Barry dan membatalkan job itu demi Kat.

Ditengah perjalanan menuju tempat kerja mereka menyaksikan perkelahian penuh darah yang sedang ditangani oleh polisi. Jim melambatkan motornya yang membuat Kat melihat dengan jelas. Lagi-lagi Jim membuat kesalahan.

Sampai di tempat kerja Kat, Jim meminta maaf dan Kat memakluminya. Untuk menebus kesalahannya, Jim merayu Kat dengan menawarkan akan memasak makan malam untuknya. Kat membalas dengan senyum bahagia.

Cuuuiihhh, kok lebay banget sih nih film. Katanya film paling biadab...hehehehehe...Sabar gaes, itu masih 12 menit pertama. Set-up yang menurut saya cocok buat menarik perhatian para penikmat film horor alay.

Teror baru dimulai ketika Jimi, sepulang dari kantor Kat, mampir ke depot langganannya. Tiba-tiba datang seorang nenek dengan gaun putih yang sudah kusam dan rambut putih yang acak-acakan. Dua orang pengunjung yang sedang berada di meja makan yang melihat kehadirannya, saling bertatap-tatapan memberi kode untuk memastikan bahwa nenek itu baik-baik saja. Salah satu dari mereka menyapa si nenek, namun ketika si nenek membalikkan badannya wajahnya sangat mengerikan dan menyemburkan muntahan ke wajah si pengunjung tadi.

Kemudian si nenek mencekik si tukang masak yang ada didepannya dan membasuhi kepalanya dengan siraman kentang goreng yang masih bercampur dengan minyak goreng yang langsung diangkat dari kompor dalam keadaan mendidih. Lalu mengelupasi kulit wajah si tukang masak dengan tangan satunya hingga tampak daging wajahnya.

Di satu sisi si pengunjung yang terkena muntahan si nenek menjadi kalap dan ganas. Ia mengambil garpu dan menusukkan berkali-kali ke leher temannya. Darah muncrat kemana-kemana. Seisi depot menjadi panik dan pembantaian massal berlanjut ke tempat-tempat lainnya.

Saya ingatkan ini masih adegan kekerasan pembuka. Maka dari itu buat yang tidak tahan dengan visual-visual seperti ini, saya harapkan untuk berhenti melanjutkan menontonnya. Karena berikutnya banyak sekali visual yang sangat "disturbing" yang membuat anda akan merasa tidak nyaman termasuk didalamnya adegan pemerkosaan dan konten hubungan seksual yang tidak senonoh.

The Sadness adalah debut dari sutradara Kanada, Rob Jabbaz yang terinspirasi dari buku komik berseri, "Crossed" .

Dibintangi oleh Berant Zhu (Jimi) dan Regina (Kat) The Sadness bercerita tentang pasangan Taiwan yang berusaha untuk bersatu kembali di tengah pandemi virus Alvin yang mengubah orang menjadi pembunuh maniak.

Dirilis pertama kali di Taiwan pada tanggal 22 Januari 2021, The Sadness selama masa peredaran Internasionalnya telah singgah di Locarno International Film Festival ke 74 pada tanggal 12 Agustus 2021 di Swedia, Fantasia International Film Festival ke 25 di Montreal, Kanada pada bulan Agustus 2021 dan Fantastic Fest di Austin, Texas pada September 2021.

The Sadness menurut saya film yang jenius, melaju ke depan dengan kekuatan ganas, kecepatan penuh, merangkul dan mengabaikan konvensi. Tidak semua film zombie bisa berbuat seperti ini. Train To Busan bisa dikatakan pesaingnya, tapi dalam versi yang lebih ramah.

Pesan yang ingin disampaikan juga cukup kuat. Di masa pandemi kemarin kita memang banyak yang sudah gila dan The Sadness menggambarkannya secara keji tanpa ampun.

Reboot Sekuel gagal yang hanya mengumbar gore tanpa kekuatan cerita yang ditinggalkan oleh jejak pendahulunya.Menghadirk...
26/02/2022

Reboot Sekuel gagal yang hanya mengumbar gore tanpa kekuatan cerita yang ditinggalkan oleh jejak pendahulunya.

Menghadirkan kembali Sally dengan membawa dendam kesumat yang terpendam selama 50 tahun sepertinya akan menjadi standing ovation yang saya siapkan dari awal film ini berjalan. Sayangnya eksekusi tidak sesuai dengan ekspetasi, sehingga hanya sebatas ereksi tanpa bisa memberikan ejakulasi.

Texas Chainsaw Massacre produksi tahun 2021 ini yang hanya menghilangkan "The" dari film originalnya yang diproduksi tahun 1974, jatuh sama persis dengan upaya serupa yang dilakukan oleh film dengan genre sejenis yang sebenarnya ketakutan membuat karakter baru dengan pertimbangan gagal di pasaran.

Tapi justru yang terjadi malah menghancurkan karakter yang sudah menjadi kultus dengan menghilangkan marwahnya. Ambisi berharap cuan dengan metode franchise sepertinya harus segera dihilangkan dari indutri perfilman agar tidak mengulang terus menerus kesalahan yang sama.

Ada kekhawatiran dari saya pribadi selaku penggemar film horror, jika tradisi seperti ini terus dilakukan. Sisworo Gautama Putra akan bangkit dari kuburnya dan memberi mentor penuh kepada pembuat film "Kuburan Berjalan" yang tayang di Kumparan Plus beberapa hari lalu, dan mereka kemudian mengobrak-abrik Hollywood melalui media partnernya Troma yang terbukti sudah membuat mata orang barat terbelalak dengan kegilaan yang telah dibuat oleh sineas kita.

11/12/2021

S*X AND FURY : SEPERTI SANGEK DENDAM HARUS DIBAYAR TUNTAS

Seorang wanita datang untuk membalas dendam setelah ayahnya dibunuh oleh sosok misterius saat ia masih kecil. Hanya sekumpulan kartu permainan yang ditinggalkan oleh ayahnya sebagai petunjuk.

Sekarang ia telah menemukan orang-orang yang berada di balik pembunuhan ayahnya, dan mereka akan merasakan payudara dan darah!. Benar-benar jahanam!. Tapi para penjahat terlindungi dengan baik, jadi ini bukan tugas yang mudah!.

S*x and Fury adalah salah satu film yang menginspirasi film Kill Bill besutan sutradara Hollywood, Quentin tarantino. Sebagai sesama penikmat film, pasti kita bisa melihat kesamaannya di sini.

Seks dan kekerasan adalah sajian utama dari film yang sangat ikonik ini. Bahkan dianggap menjadi panduan awal buat pemula yang ingin mendalami genre pinky violence, sebuah genre dari budaya pop Jepang yang menggurita di lorong-lorong gelap sinema sejak dekade 70an. Bukan hanya Quentin Tarantino, jauh sebelumnya, sineas kita di dekade 70-80an, banyak yang terilhami dari karya-karya genre ini.

Sebagai panduan awal, adegan seks yang ditawarkan tidak begitu memberikan kejutan, bahkan cukup jinak. Tapi menyenangkan melihat seorang wanita telanjang berlarian dengan pedang sementara dia menebas bagian-bagian tubuh para pria. Darah, payudara, dan pedang adalah yang paling saya ingat dari film ini dan tentunya skoring musik yang sangat memorable.

Menontonnya, akan membuat anda mendapatkan pengalaman sinematik dari puing-puing gelap sejarah film yang tidak akan pernah anda lupakan begitu saja.

S*x and Fury adalah contoh film alternatif yang cukup bagus yang memiliki identitasnya sendiri.

KISAPMATA : PENGGAMBARAN NYATA MONSTER YANG SEBENARNYAMonster menjadi kurang menakutkan begitu terlihat. Semakin kita me...
08/12/2021

KISAPMATA : PENGGAMBARAN NYATA MONSTER YANG SEBENARNYA

Monster menjadi kurang menakutkan begitu terlihat. Semakin kita menuntut kengerian kepada mereka seperti yang kita mau, semakin besar kekecewaan setelahnya.

Ketika tampak, mereka menjadi biasa. Tidak ada yang spesial. Tak lama kemudian, keakraban mengendap dan kita merasa bosan.
Setelah itu, endorsement dimulai dengan memasang gambar monster itu dalam kaos yang lebih pantas dipakai oleh anak-anak pecinta superhero.

Seperti itulah satir kepada gambaran film horor franchise Hollywood pada umumnya.

Tapi itu hanya terjadi ketika monster itu sebuah fiksi.

Ketika monster itu nyata dan benar-benar terjadi peristiwanya, anda akan merasakan ketakutan yang sebenarnya.

Dalam “Kisapmata” karya Mike De Leon, kita akan bertemu dengan Dado Carandang, seorang pensiunan polisi yang memiliki hobi (tanpa urutan tertentu) cacing, babi, senjata api, alkohol dan putri satu-satunya Mila.

Dari penampilannya, tidak ada yang fantastis tentang Mang Dado: ia mungkin mengesankan, tapi ia sebenarnya seperti pensiunan polisi pada umumnya.

Cara ia digambarkan oleh Vic Silayan membuatnya juga sangat manusiawi dan tidak ada kesalahan dalam memaknainya.

Namun seiring film berjalan, pelan-pelan kita akan merasakan ketakutan ketika kita semakin akrab dengan kesehariannya semenjak Mila, putri kesayangannya menikah.

Bahkan setelah menyaksikannya, film ini terus akan membuat anda resah, bukan hanya karena de Leon memberi kita monster yang sangat nyata yang mengantisipasi banyak raksasa paternalistik yang terus mendominasi hidup kita — dalam satu atau lain bentuk — hingga hari ini, tetapi lebih karena itu menunjukkan kepada kita sebuah dunia di mana dia bisa eksis: KEPEMILIKAN. —

Kisapmata terinspirasi oleh sebuah insiden yang terjadi pada sore hari tanggal 17 Januari 1961, ketika detektif forensik Pablo Cabading dari Departemen Kepolisian Manila membunuh istri, putri dan menantunya di kediamannya di 1074 Zapote Street, Makati.
Skenarionya ditulis oleh Mike De Leon, Doy del Mundo, dan Raquel Villavicencio; tim yang sama yang sebelumnya berkolaborasi dalam Kakabakaba Ka Ba (1980) dan kemudian bekerja pada Batch '81 (1982).

Del Mundo menulis dialog untuk karakter pria, sedangkan Villavicencio menulis untuk karakter wanita; dengan De Leon menyatukan naskah melalui konsepnya. Syuting selesai dalam satu tahun, hal yang jarang pada perfilman Filipina yang biasanya selesai dalam dua bulan.

Dirilis selama Festival Film Metro Manila ke-7, Kisapmata nyaris mencapai box office pada masa itu.

Kisapmata juga menerima banyak pujian dari para kritikus film Philipina, menjadikan De Leon sebagai salah satu sutradara hebat dari generasi "Second Golden Age of Philippine cinema".

Kisapmata memenangkan penghargaan tertinggi sebagai "Film Terbaik," dengan mengumpulkan sepuluh penghargaan utama di FAMAS, dipresentasikan di Festival Film Cannes 1982 di Directors' Fortnight, dan diputuskan oleh Manunuri ng Pelikulang Pilipino sebagai salah satu dari Sepuluh Film Terbaik tahun 1980-an.

Yang membuat Kisapmata dianggap berani pada masanya adalah memasukkan elemen inses untuk pertama kalinya dalam sinema Filipina, selain elemen pembunuhan berencana dan bunuh diri.

Entah dulu film ini beredar apa tidak ke negara kita, mengingat film ini juga beredar secara internasional dengan judul "In Just The Wink Of An Eye".




TEROR DARI SRB, RESISTANSI ROCK INDONESIA MENJAWAB TANTANGAN ISABELLA --Mengenang 8 tahun meninggalnya Thomas, legenda r...
25/11/2021

TEROR DARI SRB, RESISTANSI ROCK INDONESIA MENJAWAB TANTANGAN ISABELLA

--Mengenang 8 tahun meninggalnya Thomas, legenda rock Jember yang terlupakan.--

Tahun 1989 bisa dibilang puncak masa keemasan industri musik rock Indonesia.

Album-album fenomenal dirilis pada tahun ini. Sebut saja God Bless dengan album Raksasa dan album kompilasi 10 Finalis Festival Rock Indonesia ke 5, yang untuk pertama kalinya festival ini merilis dalam bentuk rekaman kaset. Keduanya diproduksi oleh promotor yang pernah menguasai industri musik rock tanah air selama lebih dari satu dekade, Log Zhelebour.

Diluar 2 album tersebut, Rock Kapak Malaysia mulai menginvasi, dimotori oleh SEARCH dengan single balada abadinya, "Isabella" yang termaktub pada album Fenomena.

Buat anak ingusan seperti saya kala itu, Isabella lebih merakyat dan populer dibanding lagu Menjilat Matahari dari God Bless atau Kerangka Langit dari Kaisar yang lebih dipersembahkan buat mas-mas yang jago ngeband.

Namun ada satu lagu yang menyamai popularitas Isabella buat kami para ingusan yang tinggal di wilayah Jember.

Dialah " Teror".

Dilantunkan oleh SURABAYA ROCK BAND ( SRB ) yang digawangi oleh THOMAS (Vocal), GATUK GONDEZ (Gitar), MUSLICH BK (Bass) dan GITA NIKKI (Drum).

Hampir seluruh anak ingusan di Jember saat itu, hafal diluar kepala lirik lagu Teror. Sama halnya dengan lirik lagu Isabella.

Ditambah saat Radio Kartika yang notabene milik sang vokalis, guna mendukung promosi lagu tersebut, mengadakan kompetisi bernyanyi lagu Teror buat warga Jember yang dibagi beberapa klasifikasi berdasarkan usia peserta.

Sontak lagu Teror bergema diseluruh penjuru kota Jember. Acara kompetisinya penuh sesak dipadati oleh warga yang datang di studio radio Kartika yang ingin menyaksikan secara langsung. Seingat saya, kompetisi ini berjalan sengit dan berjalan cukup lama untuk sebuah kompetisi di daerah.

Puncaknya ketika Pemkot Jember mendatangkan khusus SRB di alun-alun kota dalam rangka merayakan hari jadi kota Jember yang ke 61 ( koreksi kalau saya salah ). Lagu Teror bergemuruh seakan mau meruntuhkan gedung-gedung disekitarnya. Semua penonton dengan penuh gegap gempita berseru :

"Teror...Teror...Kau menteror hatiku...Teror..Nyah Nyah...Teror...Awwowwowowow"

Merinding bulu romaku kalau ingat peristiwa ini.

Anthem paling ikonik. Cara Thomas melafalkan sudah seperti menjadi trade mark, seperti halnya Ikang Fawzi yang bersenandung, "Pap Si Pap Pap Preman Preman" dalam lagu Preman.

Jimmy Multazham dan Ricky Malau, pegiat musik dari skena Jakarta yang saat ini akrab kita lihat di channel Youtube dengan acara "Ngobryls", pada salah satu episodenya pernah membahas tentang lagu Teror. Artinya, lagu Teror tidak ada hanya bergema di seputaran Jawa Timur, tapi menembus ibukota. Perlu diingat, perbedaan antara kota metropolitan dan kota daerah saat itu masih begitu mencolok.

Satu bukti, satu-satunya lagu rock Indonesia yang bisa menandingi gempuran lagu Isabella dari grup rock Malaysia adalah Teror. Dan Thomas vokalisnya adalah putra daerah Jember.

Sayang sekali karir SRB dalam industri musik tidak berumur panjang. Setelah kesuksesan album Teror, entah kenapa tiba-tiba mereka tenggelam begitu saja. Tidak ada kabar pasti mengenai hal ini. Yang saya tahu dari beberapa kawan, Thomas SRB selepas berkarir sebagai rocker, membuka usaha kontraktor dan meninggalkan gemerlap panggung.

Waktu terus berjalan, perlahan lagu Teror redup diganti oleh lagu-lagu populer lainnya. Hal lumrah dalam industri musik.
Kemarin, tanggal 22 November, tepat 8 tahun yang lalu, tersiar kabar Thomas meninggal dunia.

Jember kehilangan seorang talenta berbakatnya.

Selain Teror, SRB juga mempunyai hits single berwarna balada dengan judul Kabut Senja Biru.

Sambil membuat tulisan ini, saya mendengar kembali lagu tersebut. Tak terasa air mata ini menetes. Lagu yang ditulis oleh Arthur Kaunang ini begitu personal. Liriknya begitu dalam.

Semoga di alam sana, Thomas menemukan apa yang ia cari dalam menembus kabut senja yang sudah tidak lagi biru.

Selamat jalan Thomas SRB, terima kasih radio Kartika yang pernah menemani masa-masa bengal kami sebagai pionir Rock Station di Kota Jember.

Trivia :

Entah disengaja atau tidak, cover album dari SRB dan SEARCH memiliki kesamaan.




12/11/2021

TENTANG BEN : PERSAHABATAN KAUM YANG TERBUANG

Lagu Ben dari Michael Jackson merupakan salah satu single di album keduanya yang dirilis pada tanggal 4 Agustus 1972 dibawah label rekaman Motown Records.

Lagu yang ditulis oleh Don Black dan Walter Scharf ini dalam industri musik populer dikategorikan dalam lagu bergenre cinta. Mungkin hal ini disebabkan karena Ben menampilkan jenis musik balada yang mendayu-dayu.

Namun berdasarkan referensi yang pernah saya baca, lirik lagu Ben sesungguhnya berasal dari kehidupan pribadi Michael kecil.

Di masa kanak-kanaknya, Michael mendapat perlakuan buruk dan tidak manusiawi dari sang ayah. Ia mengalami pelecehan seksual. Dunia anak-anak yang seharusnya ia jalani dengan penuh kegembiraan berubah menjadi dunia yang menakutkan dan menjijikkan.

Dalam ketidakberdayaannya sebagai seorang kanak-kanak yang tertekan, Michael memiliki peliharaan seekor tikus putih. Ia menganggap tikus itu sebagai sahabat sejatinya, karena hanya pada Ben-lah Michael bisa mengeluarkan keluh kesahnya.

Michael merasa ada ikatan batin antara dirinya dan Ben, yaitu bahwa mereka memiliki nasib yang sama, sebagai orang-orang terbuang dan tak diinginkan.

Fakta lain bisa ditemukan pada film dengan judul yang sama dan diproduksi pada tahun yang sama juga.

Meskipun kontras dengan tema lagunya, -- karena versi film masuk kategori film horor yang merupakan sekuel dari film Wiliard produksi tahun 1971 --, film ini juga bercerita tentang persahabatan seorang anak dengan tikus.

Entah ini ada korelasinya atau tidak, yang jelas keduanya mengusung tema sama tentang Ben.

Pada tahun 2003, Crispy Glover merekam ulang lagu Ben untuk kepentingan soundtrack remake film Wiliard.

NODA RANJANG MEMBEKAS, FILM BEDEBAH DARI AMER BERSAUDARA.Buat kita yang tinggal di Jember yang saat ini berusia diatas k...
08/11/2021

NODA RANJANG MEMBEKAS, FILM BEDEBAH DARI AMER BERSAUDARA.

Buat kita yang tinggal di Jember yang saat ini berusia diatas kepala empat, pasti tidak asing dengan film-film erotika Indonesia dengan film-film seperti: Gairah Malam, Noda-X, Sentuhan Rumput Yang Bergoyang, Godaan Nafsu dan lain-lain dengan mega bintang semacam : Eva Arnaz, Yurike Prastica, Sally Marcellina, Febby Lawrence dan selevelnya.

Film mereka pernah berjaya meski sarat dengan kritik atas nama tidak bermoral, jauh dari nilai-nilai budaya kita yang berbudi luhur.
Berbagai tulisan dari para pakar, pejabat dan elit budaya saat itu yang kontra dengan masifnya produksi film eksploitasi kekerasan dan seksualitas, berserakan di media cetak. Yang paling menghebohkan ditariknya film Pembalasan Ratu Pantai Selatan arahan sutradara Tjut Djalil yang melambungkan nama Yurike Prastika dan menjadikannya ikon bom s*x paling laris di akhir dekade 80an.

Saya masih ingat bagaimana reaksi masyarakat Jember saat film Pembalasan Pantai Ratu Laut Selatan yang hanya diputar selama 3 hari di gedung bioskop Sampurna ( yang saat ini sudah menjadi pusat pertokoan ), sebelum ditarik dari peredaran secara nasional.
Penonton penuh, bahkan antrian sampai meluber ke Jalan Imam Syafi'i sampai menimbulkan kemacetan.

Terkait pemberitaan film ini, Tabloid Monitor mengeluarkan edisi khusus dengan sampul depan Yurike Prastika bertelanjang bulat dengan hanya menutupi organ intimnya dengan kaki dan tangannya sebagai protes ditariknya Pembalasan Pantai Ratu Laut Selatan dari peredaran. Lagi-lagi, edisi ini mengalami hal yang sama dengan filmnya.

Soal reaksi sejenis, berawal pada tahun 1970 saat film buatan Turino Djunaidy yang berjudul Bernafas dalam Lumpur dianggap terlalu mengumbar penggambaran seks dan penggunaan kata-kata cabul yang berlebihan pada tahun 1970. Selang tiga tahun kemudian, film arahan penulis dan sutradara Ali Shahab yang berjudul Bumi Makin Panas kembali mengangkat tema serupa dan mengalami hal yang sama.

Namun kasus seperti ini tidak menyurutkan niat para sineas dan produser film di pemerintahan orde baru untuk terus memproduksi film-film bertema eksploitasi kekerasan dan seksualitas. Aktifitas ini berlanjut hingga puncaknya di dekade akhir 90an seiring mati surinya perfilman nasional dan beralih ke Sinema Elektronik (sinetron) dengan merebaknya stasiun televisi swasta p***a jatuhnya orde baru.

Walaupun tidak se"vulgar" film, di ruang sinetron, tema ekspolitasi kekerasan dan seksualitas masih digunakan sebagai senjata ampuh untuk menaikkan rating penonton. Sebut saja Komedi Nakal dan serial aksi laga yang berlatar kerajaan Jawa kuno.

Bangkitnya perfilman nasional di era milenial yang ditandai dengan suskesnya film Petualangan Sherina dan Ada Apa Dengan Cinta?, memicu kembali para sineas dan produser membuat film dengan tema eksploitasi kekerasan dan seksual, diantaranya : Hantu Jamu Gendong, Suster Keramas, Arwah Goyang Karawang dan sejenisnya, dengan Lord Nayato sebagai ikon sutradara.

Namun seiring berkembang dan bertumbuhnya ideologi ekstrim sayap kanan di Indonesia, membuat wajah sinema Indonesia tidak lagi seperti masa keemasannya.

Mulai ada penyeragaman terutama pada tema drama religi yang memang menjadi santapan lezat bagi para abi dan uti yang merindukan poligami eksis di bumi nusantara.

Hal ini mendesak segerombolan anak muda yang bergerak secara arus bawah tanah menawarkan film alternatif sebagai bentuk surat cinta mereka kepada genre seksploitasi.

Kolong Sinema yang bermarkas di Jakarta, hadir menebus dahaga para pecinta film kelas B. Salah satu filmnya adalah “Noda Ranjang Membekas”.

Entah apa yang mereka buat, tapi saya merasa disedot masuk ke sebuah ruang imajinasi mereka yang mengingatkan kembali film-film panas Indonesia dekade 90an.

Semua elemennya ada di film ini. Dari dialog, tehnik pengambilan gambar sampai musik soundtrack yang mungkin hanya mereka yang pernah beririsan langsung dengan jenis film ini yang tahu.

Saya sampai menontonnya lebih dari 3 kali dan tak henti-hentinya geleng-geleng dan berdecak kagum atas maha karya yang sepertinya sulit anda dapatkan ketika anda nonton “The Room” sekalipun.

Ada semacam ikatan batin seperti anda saat meratap bahagia atas karunia tanah nirmala yang sudah Tuhan berikan kepada kita.
Anda akan dibuat jatuh cinta terhadap Ibu Maya yang membuat anda melupakan film” Mother”nya Boon Jung Hoo dan berterima kasih atas kebodohan Bobby yang lebih dari sekedar Dead Poet Society.

Bagi anda yang tertarik ingin menontonnya, silahkan buka :
https://flipfloptv.online/.../77de1ff0-ea63-11eb-a3ab...

Address

JLN. Manyar No. 7
Jember

Opening Hours

Monday 09:00 - 21:00
Tuesday 09:00 - 21:00
Wednesday 09:00 - 21:00
Thursday 09:00 - 21:00
Friday 09:00 - 21:00
Saturday 09:00 - 21:00

Telephone

+6282149594862

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Studio PASAR LOAK posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Videos

Nearby media companies


Other Media/News Companies in Jember

Show All

Comments

Inpo ganti lantai tengki
Dirilis pertama kali tahun 2010, tapi kok kayaknya jadul buanget 😅
x

Other Media/News Companies in Jember (show all)

KLIK JATIM Siji Gawe Loro Gawe Berkasnews.com Suara Rakyat Gresik Bimasarana Wartagresik.com Robinphotography Metro Bhayangkara News Online Khas Gresik UISI Media Explore Gresik Gresiknews.co Statoskop SettongDhere.com Majalah Yatim Mandiri