Info Jembrana

Info Jembrana The Biggest Social Media in Jembrana

Belantika musik Bali kembali melahirkan permata baru. Yoga Agastya, seorang mahasiswa semester 6 Fakultas Seni Pertunjuk...
02/06/2026

Belantika musik Bali kembali melahirkan permata baru. Yoga Agastya, seorang mahasiswa semester 6 Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, resmi menggebrak industri musik lokal lewat perilisan single perdananya yang bertajuk “Muktiang Tresna” pada Sabtu 30 Mei 2026.

​Bukan sekadar penyanyi biasa, pemuda asal Negara, Jembrana ini merupakan seorang multitalen yang fasih memainkan berbagai instrumen tradisional Bali mulai dari kendang, suling, hingga gender. Rekam jejaknya pun tidak main-main, wajahnya sudah sering berlalu-lalang di panggung bergengsi sekelas Pesta Kesenian Bali (PKB).

​Diciptakan oleh konten kreator populer “Kanggoa Jah”, “Muktiang Tresna” hadir dengan nuansa romantis yang kental. Lagu ini mengisahkan pembuktian cinta sejati seorang pria yang membawa hubungannya ke jenjang pelaminan.

​Dengan melodi yang menyentuh hati, tembang ini diprediksi akan menjadi lagu wajib baru (anthem) untuk video prewedding serta pengiring momen sakral pernikahan di Bali. Saat ini, video musiknya sudah dapat dinikmati melalui kanal YouTube Kanggoa Jah Production, sementara audionya telah mengudara di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, hingga SoundCloud.

​Langkah awal Yoga di industri musik terbilang mulus. Kehadirannya langsung mencuri perhatian musisi senior Bali, Yudi Kresna, yang secara khusus memperkenalkan talenta muda ini lewat media sosial pribadinya. Dukungan penuh dari mentor berpengalaman tersebut diharapkan menjadi katalis bagi Yoga untuk bersinar lebih terang.

​Yoga sendiri mengaku bersyukur atas rilisnya karya perdana ini dan berharap lagunya bisa diterima hangat oleh publik.

​“Semoga karya ini bisa diterima masyarakat dan memberi warna baru bagi musik Bali,” ungkap Yoga Agastya, penuh optimisme, kepada media IJN, Senin 1 Juni 2026.

Jeruji besi tampaknya belum cukup membuat kapok pria berinisial GPAP (37). Hanya berselang lima bulan setelah menghirup ...
02/06/2026

Jeruji besi tampaknya belum cukup membuat kapok pria berinisial GPAP (37). Hanya berselang lima bulan setelah menghirup udara bebas pada Desember 2025 lalu, residivis kasus pencurian dengan pemberatan ini kembali berulah. Ia diringkus polisi setelah nekat menggasak sebuah sepeda gayung custom merek Federal berwarna ungu.

​Aksi nekat pelaku dilakukan di pekarangan rumah korban di Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo. Pelaku menyusup masuk melalui celah pagar tanaman di sisi selatan rumah, lalu membawa kabur sepeda tersebut untuk disembunyikan sebelum rencananya dijual kembali.

​Beruntung, petualangan kriminal sang residivis tak bertahan lama. Menindaklanjuti laporan korban pada Jumat 29 Mei 2026, Tim Opsnal Jatanras Kurawa Satreskrim Polres Jembrana langsung bergerak taktis. Dalam hitungan jam di hari yang sama, pelaku berhasil diciduk di wilayah Banjar Pangkung Jangu, Desa Pohsanten.

​”Begitu laporan diterima, kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan. Berkat informasi di lapangan dan kerja cepat anggota, pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat berikut barang buktinya,” ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana.

​Saat ini, pelaku beserta barang bukti sepeda Federal ungu tersebut telah diamankan di Mapolres Jembrana untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

​Merespons kejadian ini, Kasi Humas Polres Jembrana IPDA I Putu Budi Arnaya mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan selalu meningkatkan kewaspadaan.

​”Pastikan kendaraan dan barang berharga disimpan di tempat aman dan​segera laporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan darurat Polri 110,” tegasnya.

​Polres Jembrana menegaskan akan terus mengintensifkan tindakan preventif dan represif demi menjaga wilayah hukum Jembrana tetap aman dan kondusif dari para pelaku kriminal yang bebal.

02/06/2026

Terjadi kebakaran yang menghanguskan gudang, rumah, dan dapur milik warga di Jalan Soka, Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Selasa (2/6).

Saat ini api telah berhasil dipadamkan oleh Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Jembrana. Belum diketahui penyebab pasti kebakaran maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan.

Informasi selengkapnya masih menunggu pendataan dan konfirmasi dari pihak terkait.

Niat seorang lansia untuk menyeberang ke Pulau Jawa harus berujung duka. Korban dilaporkan meninggal dunia secara mendad...
01/06/2026

Niat seorang lansia untuk menyeberang ke Pulau Jawa harus berujung duka. Korban dilaporkan meninggal dunia secara mendadak di area dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk pada Senin 1 Juni 2026 pagi, diduga akibat serangan jantung.

​Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 08.28 WITA. Korban diketahui bernama Akuwan (63), seorang buruh harian lepas sekaligus pedagang asal Dusun Krajan, Desa Olesari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.

​Komandan Pos Angkatan Laut (Posal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan adanya pengguna jasa yang mendadak sakit dan kondisinya terus melemah di area pelabuhan.

​”Korban memang hendak menyeberang ke Jawa,” ujar Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo.

​Mendapat laporan darurat, petugas Posal Gilimanuk bergerak cepat melakukan koordinasi dengan tim kesehatan pelabuhan serta unsur keamanan terkait. Petugas gabungan langsung menuju lokasi guna memberikan pertolongan pertama.

Pada pukul 08.28 WITA, petugas menerima laporan dan melakukan pemeriksaan medis awal (cek tekanan darah dan denyut nadi). Selanjutnya pukul 08.32 WITA, korban dievakuasi dan tiba di Puskesmas Gilimanuk untuk penanganan intensif. Setelah diperiksa secara medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 08.35 WITA.

​Meski respons penyelamatan berlangsung sangat cepat, hanya berselang 7 menit dari laporan awal hingga penanganan di faskes, nyawa korban tetap tidak tertolong. Dugaan kuat tim medis menyatakan korban mendapat serangan jantung mendadak.

​”Upaya penanganan awal sudah maksimal dilakukan oleh petugas yang siaga di pelabuhan. Namun saat dibawa ke puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia,” tegas Lettu Yuli Prasetyo.

​Saat ini, pihak otoritas pelabuhan bersama instansi terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur standardisasi keselamatan, termasuk berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di Banyuwangi.

Kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh hilangnya konsentrasi pengemudi terjadi di Jalur Denpasar–Gilimanuk, Desa Dangin...
01/06/2026

Kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh hilangnya konsentrasi pengemudi terjadi di Jalur Denpasar–Gilimanuk, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, pada Minggu sore 31 Mei 2026 sekitar pukul 18.15 WITA. Sebuah mobil Toyota Innova Zenix berplat nomor DK 1511 WN dilaporkan oleng dan menyapu dua sepeda motor serta pohon di pinggir jalan.

​Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Wayan Sugianta, menjelaskan mobil yang dikemudikan Dani Kurniawan (34) asal Dauhwaru, Jembrana tersebut melaju dari arah timur (Denpasar) menuju barat (Gilimanuk). Setibanya di lokasi kejadian yang berada di depan RS BaliMed, pengemudi diduga mengantuk dan kehilangan kendali atas kendaraannya.

​”Karena kurang konsentrasi dan tidak bisa menguasai kendaraan, mobil bergerak ke arah kiri jalan dan menabrak dua sepeda motor yang sedang terparkir,” ujar AKP I Wayan Sugianta. Dua kendaraan roda dua yang menjadi korban ringsek tersebut adalah Honda Beat milik Ni Kadek Puspawati (22) dan Honda Vario milik I Kadek Surya Adiasa (23).

​Sementara itu, Kalaksa BPBD Jembrana, Putu Agus Artana Putra, menambahkan bahwa laju kendaraan mewah tersebut baru terhenti setelah menghantam sebuah pohon tangi berdiameter sekitar 15 cm di bahu jalan hingga tumbang.

​Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jembrana segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan evakuasi. Akibat hantaman keras tersebut, pohon dengan panjang sekitar 10 meter roboh dan sempat memicu kemacetan arus lalu lintas di jalur utama Denpasar-Gilimanuk.

​Pihak kepolisian menaksir kerugian materiil akibat kerusakan properti ini mencapai Rp7 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pengemudi serta penumpang mobil yang mengalami cedera ringan langsung dievakuasi ke RS BaliMed untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini, pohon tumbang telah dibersihkan oleh petugas dan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian telah kembali normal dan kondusif.

Hingga saat ini, jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, I Kadek Mas Heriadi, yang dilaporkan meni...
01/06/2026

Hingga saat ini, jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, I Kadek Mas Heriadi, yang dilaporkan meninggal dunia di Jepang, masih tertahan akibat benturan biaya yang mencapai ratusan juta rupiah. Keluarga di rumah duka Banjar Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, sangat menantikan kepulangan jenazah almarhum.

Status keberangkatan almarhum yang unprosedural (non-prosedural) menjadi akar masalah finansial ini. Akibatnya, seluruh biaya pemulangan tidak ditanggung oleh sistem resmi dan harus ditutup secara mandiri. Kondisi ini memicu aksi solidaritas dari sesama pekerja migran di Jepang.

“Seluruh biaya ditanggung sendiri dan jumlahnya ratusan juta. Jadi kami bahu-membahu sesama pekerja di Jepang untuk membantu biaya pemulangan,” ujar salah satu penasihat Asosiasi Orang Bali Ibaraki (Asobi), pada 1 Juni 2026.

Demi memecahkan kebuntuan, para pekerja migran asal Bali di Jepang langsung bergerak cepat dengan membagi tugas ke dalam dua tim yakni satu tim, fokus mengurus kelengkapan berkas pemulangan jenazah hingga ke Pulau Dewata dan tim lainya bergerak cepat mengumpulkan donasi sukarela dari sesama perantau.

Misi kemanusiaan ini dikejar oleh tenggat waktu yang ketat. Pasalnya, biaya sewa tempat penitipan jenazah di Jepang terus berjalan dengan tarif mencapai Rp 1,5 juta per hari. Para perantau menargetkan pengumpulan dana dapat rampung dalam waktu satu minggu agar biaya tidak semakin membengkak.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Naker Perin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, membenarkan bahwa almarhum berangkat ke Jepang sekitar tahun 2012. Kendati demikian, nama Kadek Mas tidak tercatat dalam daftar resmi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Meski terkendala status prosedural, pemerintah daerah menegaskan tidak akan tinggal diam dan fokus memberikan dukungan penuh kepada pihak keluarga dan menjalin komunikasi intensif dengan KBRI melalui BP3MI.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan paguyuban warga Jembrana yang berada di Ibaraki, Jepang, untuk menelusuri peluang skema asuransi yang mungkin bisa diakses, baik dari agen penempatan terdahulu maupun BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) PMI.

“Saat ini fokus kami adalah memberi dukungan keluarga, berkomunikasi dengan KBRI melalui BP3MI. Untuk biaya juga masih terus kami koordinasikan, semoga ada jalan keluarnya,” jelasnya.

31/05/2026

Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Hayam Wuruk, Desa Dangin Tukadaya, tepatnya di depan RSU BaliMed Jembrana, Minggu (31/5/2026).

Berdasarkan informasi awal yang diterima, sebuah mobil diduga hilang kendali hingga menabrak sepeda motor yang sedang terparkir di lokasi kejadian.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan akibat benturan.

Informasi lebih lanjut terkait kronologi dan identitas kendaraan masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Sumber video:

Selamat Hari Raya Waisak 2569 BE.Semoga kedamaian, kebijaksanaan, dan kasih sayang senantiasa menyertai kehidupan kita s...
31/05/2026

Selamat Hari Raya Waisak 2569 BE.

Semoga kedamaian, kebijaksanaan, dan kasih sayang senantiasa menyertai kehidupan kita semua. Mari menebar kebaikan dan menjaga harmoni dalam keberagaman.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.

Kecelakaan maut terjadi di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Kecamatan Melaya, Jembrana, pada Sabtu 30...
30/05/2026

Kecelakaan maut terjadi di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Kecamatan Melaya, Jembrana, pada Sabtu 30 Mei 2026 siang sekitar pukul 10.00 WITA. Insiden tragis ini merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga, sementara anak balitanya yang masih berusia 5 tahun kini dalam kondisi kritis.

​Kapolsek Melaya, Kompol I Putu Suarmadi, menjelaskan kecelakaan lalu lintas ini melibatkan sepeda motor Honda PCX bernomor polisi DK 2391 FCQ, sebuah truk trailer bernomor polisi L 9084 UR, serta satu sepeda motor misterius yang langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

​Peristiwa bermula saat truk trailer yang dikemudikan Setiono Mariono (47) asal Jombang, melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Di jalur lurus berpenanda marka putus-putus tersebut, sepeda motor PCX yang dikendarai N. Abdulloh (30) bersama istri dan anaknya, melaju dari arah yang sama dan mencoba mendahului truk.

​Nahas, saat bersamaan, sebuah sepeda motor lain yang tidak dikenal juga mencoba mendahului. Kedua motor tersebut kemudian bersenggolan (kres).

​”Motor PCX jatuh ke arah kiri, dan penumpangnya (istri pengendara) malang terlindas ban belakang kanan truk trailer. Sementara motor yang tidak dikenal jatuh ke kanan dan langsung kabur meninggalkan TKP,” ujar Kompol Suarmadi.

​Dampak dari kecelakaan tersebut sangat fatal bagi keluarga asal Jember, Jawa Timur ini. ​Istri pengendara (Identitas belum diketahui), meninggal dunia (MD) seketika di lokasi kejadian akibat luka berat. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSU Negara.

Sedangkan anak korban Ahmad Zio Langeng Pradana (5), mengalami luka sangat parah. Bocah malang ini ditemukan dalam kondisi pingsan, wajah lecet-lecet, dan pergelangan tangan kirinya remuk. Saat ini korban sedang berjuang melewati masa kritis di RSU Negara setelah dirujuk dari Puskesmas Melaya.

​Sementara N. Abdulloh (Pengendara) berhasil selamat dalam kondisi sadar dan hanya mengalami luka ringan, namun harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan sang istri.

​Sementara itu, pengemudi truk trailer dilaporkan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Kasus kecelakaan maut ini kini telah dilimpahkan dan ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk memburu pengendara motor misterius yang kabur.

30/05/2026

Belasan siswa Osis SMA Negeri 2 Negara, (SMANDAN) melaksanakan bersih bersih di gereja Rock Negara, sebagai bentuk pelaksanaan program Sie Bidang Ketakwaan yang digelar setiap bulan ke sejumlah tempat ibadah di Jembrana, Sabtu 30 Mei 2026.

Tetap tebarkan toleransi dan kerukunan antar sesama dan antar umat di Jembrana, adik-adik semua.

Address

Jalan Pura Taman No. 7 Banjar Baluk II
Jembrana
82212

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Jembrana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share